JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Masalah Gavin


__ADS_3

Yang seharusnya sampai rumah jam 5 sore kini keluarga kecil itu jam 7 malam baru sampai.


Jangan di tanya lagi kedua tangan Nesya penuh dengan jajannan pinggir jalan, Gavin tidak bisa berkutik setelah mendengar kata Nesya, yang katanya kalau ibu hamil terus ngidam tidak di turutin nanti anak nya ileran.


Hanya membayangkan saja laki laki itu sudah menggeridik ngeri.


"Sayang bawa apa?", tanya mama Diana dengan bingung, tangan Gavin juga tidak kosong.


Papa Aditya tertawa keras melihat muka masam Gavin, "Kenapa Vin?, hahahaa".


"Mas Gavin tuh Pah, ngomel terus", adu Nesya.


"Sya bagaimana saya mau diam saja, kamu ini beli makannan sebegitu banyak nya mau siapa yang makan".


"Kasih ke mbak mbak belakang kalau gak abis biar gak mubajir", enteng sekali Nesya bicara.


"Udah Vin biarkan saja, lagian jajan segitu tidak mungkin membuat kamu bangkrut kan", mama Diana mengelus punggung anak nya.


Gavin hanya bisa menggeleng, sebenarnya bukan takut habis uang, takut makannan itu kotor dan tidak baik untuk kesehatan.


Melihat penjual bakso yang habis pegang uang pegang elap, mengambil bahan baksonya juga tidak mencuci tangan, haihhh rasanya Gavin ingin muntah.


Pedagang sate juga sama, membakar sate dengan keringat bercucuran, mengelap keringat menggunakan tangan setelah itu memegang tusukan sate lagi.


Astagfirulloh sungguh ngeri.


Maklum berbeda dengan dirinya yang hanya memindahkan barang dari tempat satu ke tempat lain saja langsung cuci tangan.


"Mah", ucap Gvin dengan melas, muka lelah tidak berdaya karena keadaan.


"Gak apa apa sayang sesekali, Nesya mungkin sudah biasa, semoga saja dia dan bayi nya sehat, kamu harus bantu do'a terus".


"Baiklah, Gavin ke atas dulu Mah, mau mandi".


"Yaudah mandi yang segar, kontrol emosi, janga ucapan, Mama yakin kamu bisa sayang".


Dengan langkah gontai Gavin menaiki tangga, Nesya dan elvan sudah masuk ke dapur membawa makannan tadi, di sana terdengar suara riuh, sudah di pastikan Nesya sedang membagi bagi makannan.


Gue bukan sayang sama duit Sya, gue sayang banget sama kalian, monolog Gavin.


.


.


Setelah membagi bagi makannan Nesya naik ke atas masuk ke kamarnya.


Melihat Gavin sudah merebahkan badan, laki laki itu terlihat sangat lelah.

__ADS_1


"Mas kenapa mukanya lesu banget?, biasanya tidak langsung naik ke kasur sebelum jam 9".


"Saya lelah", ucapnya memejamkan mata.


Haihh gak biasanya kaya gini kan, batin Nesya.


Setelah mandi Nesya juga langsung naik ke kasur memeluk Gavin dari belakang.


"Mas kamu gak mau cerita apa gitu?".


"Cerita apa Sya".


"Aku tau kamu lagi ada masalah mas, aku di anggap istri gak?, kalau kamu nganggep aku istri ayo cerita bukannya suami istri itu harus berbagi cerita dan bertukar pendapat".


Huwhhhh, Gavin membuang napasnya kasar, ini pertamakalinya mendapat masalah yang lumaya serius.


Awalnya Gavin ingin menutupnya sendiri, dari kemarin sudah mencoba terlihat baik baik saja.


"Kamu jangan pikirkan apa apa ya, pokus saja sama kehamilan sama kuliah, saya bukan tidak mau membagi cerita ke kamu Sya".


"Setidaknya kamu tidak memendam sendiri mas, aku jadi istri merasa tidak berguna kalau kaya gini".


"Heii ko bicara seperti itu".


"Ya karena kamu tidak pernah membagi masalah atau mengeluh denganku, aku hanya menikmati hasil jerih payah kamu doang".


"Ko kamu mikirnya seperti itu".


"Saya tidak mau kamu ikut memikirkan masalah saya, saya maunya kamu terus tersenyum bahagia hidup dengan saya".


"Saya ini istrimu pak Gavin Matthew, memang seharusnya saya tau masalah suami sendiri, bukan malah selalu enak hidup tanpa memikirkan beban apa yang suami tanggung dan rasakan".


Haihh ikut ikutan bicara saya lagi, Gavin mengusap wajahnya, menyamping lalu memeluk Nesya dengan erat.


"Sayang kamu cukup terus tersenyum di hadapanku, dan bicara kalau kamu hidup bahagia mempunyai suami sepertiku".


"Aku bahagia meskipun awalnya terpaksa, bahagia karena kamu sudah mencintaiku, bahagia kamu selalu menomer satukan aku, tapi aku juga mau tau apa saja yang di rasakan suamiku".


"Saya mengalami kerugian yang lumayan besar, tapi kamu jangan khawatir ya, hidup kamu dan anak anak akan saya pastikan lebih dari cukup".


"Masalahnya?".


"Pencurian data dan penggelapan dana, 2 hari ini saya belum bisa mencari manusia seperti apa yang mau main main dengan saya".


"Kenapa gak bilang dari kemarin mas, aku akan berusaha ikut membantu kamu, selama kita menikah aku gak pernah kamu suruh apa apa selain membuat kopi haihhh".


"Memang tugas kamu hanya melayaniku di kasur dan membuat kopi sayang hahaa, satu lagi mengandung anakku".

__ADS_1


"Bisa bercanda juga kamu ya".


"Saya gak sekaku itu Sya".


"Love you suamiku", Nesya mencium pipi Gavin lumayan lama, "Kita cari sama sama ya mas".


Aku tau kamu sedang tidak baik baik saja, raut muka kamu tidak bisa membohongiku mas, batin Nesya.


"Kata cinta dari kamu seperti angin segar Sya, membuat saya kembali semangat", senyum Gavin .


"Hehehe kamu gak pantes banget gombal kaya gini mas", hihh manusia kaku menggombal Nesya terkekeh.


"Senang sekali meledek sih Sya".


"Aku yakin Elvan juga mengetahuinya mas, tadi sore dia asik dengan ipad nya, makanya aku ajak ke kantor kamu".


"Beruntung sekali saya mempunyaki kalian yang tidak pernah merepotkan sama sekali".


"Nih kata adik bayi juga semangat Daddy", Nesya membawa tangan Gavin mengusap perutnya.


"Maaf sayang Daddy sampai lupa menyapa kamu", mencium perut Nesya bertubi tubi.


"Udah ya jangan terlalu di bawa pusing, aku tau kamu menyayangkan semuanya, aku tau kamu kesal dan marah banget, tapi kamu harus bisa mengontol diri juga, cari tau pelan pelan dengan kepala dingin, aku juga yakin mereka bukan orang sembarangan, sebab yang di gelpkan bukan hanya dana tapi data juga di curi".


"Ya kamu benar, terimakasih sayang love you".


"Papa sudah tau?".


"Ini bukan perusahaan yang dari papa Sya, ini perusahaan yang saya bangun sendiri".


"Kaya banget ternyata suamiku, bukan hanya mengandalkan warisan".


"Terimakasih pujiannya istriku", Gavin menenggelamkan wajahnya di dada Nesya, mencari kenyamannan dan ketenangan.


Benar kata Nesya kalau sudah nerbagi cerita dengan istri perasaan terasa sedikit lega, beban juga lumayan berkurang.


Sungguh saya sangat beruntung punya kamu Sya, meskipun kamu bisa di anggap anak remaja, namun bisa memahami suami yang sedang ada masalah.


Mungkin tadi sore jika Nesya tidak datang ke kantor sudah di pastikan karyawan nya yang kena amarah.


Bahkan Radit dan Mira sudah mendapatlan amukan.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤❤❤


__ADS_2