JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Nelangsanya Benny


__ADS_3

Gavin tidak masuk kelas lagi, kali ini hanya memberi materi lewat email.


Bukan lepas dari tanggung jawab, tapi tidak enak hati sama Benny yang sudah pulang jauh jauh demi menemui dan mencarinya.


Hampir 3 jam mereka mengobrol tentang masalalu, tentang bagaimana kehidupan Benny yang memilih pergi menemui saudara jauhnya.


"Istri elo serius mahasiswa sini Vin?", Benny masih tidak percaya dengan Gavin.


"Ya sebentar lagi dia kesini".


"Cewek mana sih yang mau sama elo".


"Yang pasti istri gue tidak ada yang bisa menandinginya".


"Cih hahahaaa, baik lah baik lah gue juga mau terus kejar tuh cewek yang sudah buat gue gak tidur hampir semalaman".


Nesya dengan semangat menuju ruangan Gavin, "Assalamualaikum pak suamiii ehhhh", kagetnya kenapa ada orang di sana biasanya Gavin tau kalau Nesya mau ke sana, di ruangan itu hanya ada Gavin sudah tidak menerima mahasiswa lain.


Melirik ke arah pintu, Deg deg deg,,,,, dada Benny bergemuruh apa tadi katanya pak suami.


Maksudnya apa ini hah, wanita ini gak mungkin istri Gavin kan, gak mungkin deh, otak nya blank.


"Walaikum salam sayang", duhh manisnya tumben sekali laki laki ini manis.


"Mas ada tamu?, kalau gitu aku nunggu di taman ya".


Mas tadi katanya, dia memanggil Gavin mas, tuhannn hukuman apa kau beri pada hamba.

__ADS_1


Benny diam membeku hanya bola mata yang melirik ke arah keduanya.


"Di sini saja gak apa apa dia teman mas", lagi lagi Gavin kenapa ya, biasanya kan saya saya ngomongnya.


"Gak enak takut ganggu, kalau gak aku ikut Alana pulang deh ya kasian Elvan di rumah sendirian mbak nya kan pulang kemarin".


"Nanti mas antar pulangnya sekalian kita makan siang di rumah saja, sini duduk dulu biasanya masuk langsung minta di peluk".


Ampun nih laki gue lagi kenapa ya, batin Nesya.


Malu juga kali kenapa harus di omongin di depan orang baru bagi Nesya, itu hal ranah peribadi.


"Hehee", canggung Nesya, melirik pada Benny yang hanya diam menutup mulut, tapi bola matanya bergerak.


"Sini Benny juga mau pulang sayang", Gavin tersenyum puas, hahahaaa rasakan itu siapa suruh elo suka sama bini gue, batinnya.


"Ben elo mau pulang kan?, gue mau anterin istri pulang dulu".


Hahh pupus sudah harapan Benny untuk bisa mengambil hati Nesya, Gavin sudah memperjelasnya bahwa wanita yang dia sukai itu istrinya Gavin.


"Ya gue pulang Vin", pamitnya, dengan langkah gontai Benny langsung keluar dari ruangan Gavin, membawa hati yang terpatahkan oleh keadaan.


"Aku ganggu ya mas, ko orangnya kaya gitu", bingung Nesya.


"Jangan pura pura baru lihat dan gak kenal sama itu orang Sya".


"Ya aku jujur, kemarin ketemu di mall terus tadi dia ngagetin aku pas di taman, cuman ketemu sama itu orang duakali doang mas".

__ADS_1


"Saya percaya kamu tidak akan menghianati saya".


"Kata aku juga aku gak sebodoh itu mas".


"Sini peluk dulu lagi panas nih".


"Cie ilehhh gaya nya, cemburu bilang aja pak jangan gengsi terus dong".


"Ya saya cemburu puas, gak ada suami yang gak cemburu dan panas jika melihat dan mendengar dengan jelas istri sendiri sedang di kejar peria lain".


"Hahaa lucunya suamiku bilang cemburu ini perdana lho kamu bilang cemburu mas".


"Senang banget ya melihat suaminya cemburu".


"Senang dong tandanya kamu cinta banget sama aku hehee".


"Ayo pulang", Gavin langsung mengambil tas kerjanya.


Menggandeng Nesya ke tempat parkiran yang biasa dirinya gunakan, hanya Gavin yang menggunakannya tidak ada yang lain.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2