
Elvan dan Rena sama sama membaringkan badan di atas rumput hijau yang berada di belakang rumah besar Daddy Gavin.
Di sana ada kolam ikan besar yang sengaja mami Nesya buat untuk ternak ikan, agar mereka selalu makan ikan segar, begitulah katanya.
Elvan baru saja merayakan kelulusannya, Rena juga sama baru saja merayakan kenaikan kelas, orang lain memilih liburan keluar kota atau luar negri langsung, sedangkan Elvan dan Rena minggu depan melangsungkan pernikahan yang sudah di siapkan orangtuanya.
"Lo serius suka sama gue?", tanya Elvan, masih tidak habis pikir apa yang Rena suka darinya.
"Gue suka banget dari dulu lo tau sendiri, mau orang bilang cinta monyet atau cinta apalah, tapi itu memang kenyataan nya gue suka lo kak, tapi jujur gue gak siap kalau langsung serius seperti ini".
"Hmmm gue paham".
"Masih belum bisa percaya gue kak".
"Masih mau gue elo panggilnya?", tanya nya sambil melirik Rena. "minggu depan kita nikah loh".
"Terus harus apa, geli banget sumpah kak".
"Belum di apa apain Rena".
Elvan terkekeh, tangannya iya ulurkan untuk membangunkan Rena agar duduk seperti dirinya sekarang.
"Papa mama atau mommy daddy?".
"Anak nya belum bikin", Elvan menggeleng dengan pertanyaan Rena.
"Bingung nanti aja pikirinnya, serius gue masih gak nyangka".
"Hihhh gue lagi".
"Iya iya aku, ihhh kenapa sih kumat lagi sipat ngeselinnya".
"Gue mau ngomong serius Na".
"Nah kan kamu juga masih gue gue".
__ADS_1
"Ck susah juga ternyata".
"Mau ngomong apa?".
"Awalnya aku milih kuliah di luar negri bahkan sudah daftar dan di terima di sana meskipun ijazah aku baru ini keluar".
"Maksudnya kita udah nikah aku di tinggalin gitu?, jahat banget sih".
"Masuk yuk sudah sore", ajak Elvan.
"Kebiasaan kamu itu, aku tanya belum di jawab, jawab dulu kak".
"Nanti gue pertimbangkan dan urus lagi, sudah sore masuk yuk nanti mami kira aku ngapa ngapain kamu kita di belakang berjam jam".
"Anterin pulang".
"Nginep aja di kamarku".
"Gak mau belum halal".
"Janji gak ngapa ngapain, gue masih pengen ngobrol dan cerita hitung hitung biar lebih dekat lagi aja selama ini kita musuhan terus".
Rena dan Elvan berjalan menuju taman dan masuk ke rumah melalui pintu belakang.
.
"Habis darimana bang?, liat jam sudah jam berapa, ngapain aja lama banget", mami Nesya yang melihat anak dan calon menantunya dari jam 2 siang sampai jam 5 sore di belakang rumah.
"Bikinnin mami cucu lah", jawabnya santai.
"Abanggggg", teriak mami Nesya.
"Nggak mi kak Vano ngaur jawabnya, aku sama kak Vano cuman ngobrol doang mi, kami membicarakan bagaimana kedepannya setelah menikah", jawab Rena yang sudah ketakutan.
"Gak percaya banget ya, aku bukan lelaki bejat mih dan aku juga tau batasan".
__ADS_1
"Yaudah pada mandi sanah, Rena nginep aja sayang".
"Iya mih", keduanya serentak mengangguk langsung berjalan menuju kamar masing masing.
.
Yang awalnya Rena mau masuk ke kamar dirinya yang biasa di tempatin sebelah kamar Elvan, kamar yang biasa adik Elvan tempati, tapi gadis kecil itu pindah tempat di kamar bawah karena malas naik turun tangga.
Elvan menarik Rena secepat kilat langsung membawa ke kamar nya.
"Kak".
"Apa", Elvan langsung mengunci pintu.
"Ngeri sumpah aku kira kamu gak bisa seperti ini".
"Gak polos polos banget aku juga Na".
"Ehhhh ngapain dekat dekat, kakkkkk".
Brukks Elvan membawa Rena ke atas kasur dan memeluknya erat.
"Thanks sudah selalu sabar nungguin gue, terimakasih buat cinta lo yang begitu bulat untuk gue".
Rena membalas pelukan Elvan tak kalah erat.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading❤❤❤