
Gavin dan Nesya sedang berada di atas kasur, bahkan Gavin memeluk Nesya erat mereka baru saja menyelesaikan permainnan yang biasa suami istri lakukan jika sedang berdua di dalam kamar apalagi keadaan mendukung.
Awalnya Nesya menolak namun apalah daya jika yang di tolaknya terus maksa dengan segala kekuatannya.
"Mas masih belum mau cerita ya, padahal aku sudah dari kemarin nungguin".
"Cerita apa Sya, bukannya kesimpulan dari itu semua sudah saya ceritakan ke kamu".
"Mau dengar dari awal sampai akhirnya mas".
"Tentang".
"Semuanya ceritakan, dari segala kisah rumit kamu".
"Baiklah Sya".
Awalnya Gavin sudah malas membahas masalalunya yang memang rumit adanya, dari pertama mulai mengenal yang namanya jatuh cinta sampai lahirnya Elvan.
Dirinya kembali lagi ke Helen yang memang notabenya Helen cinta pertamanya.
Menjadi laki laki bejad yang doyan jajan di luaran karena berkali kali di kecewakan awalnya, apalagi setelah Elvan lahir Gavin hanya bisa melampiaskan kemarahannya pada wanita yang memang sudah dirinya beli.
Gavin menceritakan semuanya ke Nesya dari awal sampai akhirnya batal menikah dengan Helen dan di gantikan oleh Nesy.
"Kau menyesal menikah denganku?", satu pertanyaan yang Gavin lontarkan setelah dirinya menceritakan semua kisah gilanya selama ini.
Nesya menggeleng, "Menyesal sih tidak selagi kamu mau berubah mas, hanya saja aku kaget, kamu laki laki yang pintar dan kaya raya terpandang juga tapi masih bisa di khianati perempuan", nesya menjeda ucapannya tenggorokannya tercekat.
__ADS_1
"Apalagi aku yang hanya orang biasa bahkan kita menikah hanya karena keluargaku berhutang budi dengan keluargamu, lebih tepatnya aku hanya pengganti yang pastinya bisa kapan saja di tendang jika pemain utamanya sudah datang kembali".
"Percaya padaku Sya kalau pernikahan ini tidak akan pernah aku main mainkan".
"Buktikan mas dan satu hal yang harus kamu ingat, kamu harus jujur padaku apapun apapun itu, jika kamu sudah bosan atau malas dengan pernikahan kita, kamu harus bicarakan padaku dengan baik baik jangan bermain di belakangku".
"Ingatkan saya jika saya sudah sedikit melenceng dari pernikahan kita Sya".
"Nomersatukan komunikasi dan berkata jujur".
"Saya siap".
"Satulagi permintaan dariku, perbaiki hubunganmu dengan Elvan, dia anak yang cerdas aku pernah memergokinya sedang main ipad tapi dia bukan main bukan nonton seperti anak pada umumnya".
"Apa yang di lakukannya?".
"Kau serius Sya", kaget Gavin.
"Aku anak Ayah Ardi mas, kamu tau kan Ayahku banyak tau tentang IT".
"Ya aku percaya itu, tapi bagaimana dengan Elvano yang sama sekali belum ada yang mempelajari dan membingbingnya".
"Dekati dia tanya baik baik, dia darahdagingmu mas walawpun kamu tidak menginginkannya tapi dia sudah nyata adanya, dia belum mau cerita sama aku juga katanya akan ada waktunya dia berkata jujur".
"Sudah saya usahakan".
"Jadi Ayah yang bertanggung jawab mulai dari sekarang", Nesya mengelus kepala Gavin.
__ADS_1
"Iya sayang".
"Lucu tau kamu itu kalau sudah bilang sayang rasanya gak pantas aja gitu", Nesya terkekeh.
"Saya kaku banget ya Sya".
"Banget".
"Tidak apa apa asal istrinya tetap satu yaitu kamu, banyak anak juga dari kamu", Gavin mengusap perut Nesya.
"Emangnya mau punya anak dari aku?".
"Kalau tidak buat apa saya susah payah menyebar benihnya selama 2 malam ini".
"Haihh kamu ini bicaranya mas gak di saring dulu".
Gavin terkekeh lucu, lucu menertawakan dirinya sendiri yang hanya butuh waktu kurang lebih 2 minggu bahkan sudah bisa memasukan Nesya kedalam hatinya.
Cih saya benar benar sudah jatuh cinta sama kamu Sya, secepat itu kau mengambil hati saya, batinnya.
.
.
.
Happy reading❤❤❤
__ADS_1