
Weekend kali ini Nesya pagi pagi buta sudah berada di dapur, karena sudah biasa bangun pagi walawpun weekend tetap saja bangunnya pagi.
Ngobrol dan bercanda dengan semua pekerja di rumah ini adalah salah satu kebiasaan Nesya, tidak membeda bedakan tidak memandang rendah siapa mereka toh sama sama manusia, sama sama makan nasi juga.
"Susah sih kalau kampungan, ya emang pantasnya menjadi pembantu bukan menjadi istri seorang Gavin Matthew", Raya bersedekap dada menyandar di tembok dekat kulkas.
Haihhh pagi pagi cari masalah lagi ni orang, batin Nesya, "Iya kan pembantu juga manusia pekerjaan yang halal".
"Owww berani nyaut ya merasa nyonya ya, heii lo siapa?", Raya menyenggol badan Nesya yang sedang menaruh sayur yang baru saja matang.
"Tanpa saya jelaskan saya yakin nona Raya tau siapa saya ini", Nesya masih tenang meladeni manusia seperti Raya.
"Sayang sekali saya taunya lo orang miskin yang tiba tiba menjadi sok seorang ratu karena di peristri oleh Gavin Matthew, ingat ya kak Gavin tidak akan pernah benar benar mencintai lo, dia hanya memanpaatkan lo untuk memenuhi napsu birahinya saja".
Jleb,,,,,, Apa mas Gavin hanya memanpaatkan aku saja buktinya kan dia belum pernah mengucapkan cinta dan memang setiap malam minta jatahnya, Ya Allahhhh.
"Kenapa lo terdiam hahh baru sadar, kak Gavin suka sama cewek yang tipenya bukan kaya lo, gue yakin kak Gavin juga tidak bisa melupakan kak Hanah cinta pertamanya".
__ADS_1
"Ohhh begitu ya haha, tapi saya yakin nya sih mas Gavin tidak akan bisa lepas dari saya".
"Percaya dirimu terlalu tinggi, karir kagak ada usaha kagak ada nyokap kagak punya, bokap lo juga hanya karyawan yang bisa di pecat kapan saja".
Astagfirullohalazim istigfar Nes istigfar, nenek lampir pedes juga bicaranya, Astagfirulloh, Nesya mengelus dada.
"Sebegitu perhatiannya anda pada saya sampai sampai mencari tau latar belakang keluarga saya juga, patut di acungkan jempol anda detektif handal juga ternyata".
"Cih kampungan murahan plus bikin muak juga, asal lo tau gue akan rebut kak Gavin dari lo".
"Silahkan kalau suami saya mau, saya mah ikhlas tidak jadi masalah ko".
"Hahahaa lagian seorang nona itu tidak pantas berada di dapur pantasnya berada di kasur", ya di kasur karena struk, jengkel Nesya.
Astagfirullohalazim Nes jelek banget ucapan lo, sabar sabar ya Allah, menggelengkan kepala.
"Gak pantas juga ngomong cama cewek kampungan kaya lo", berlalu dari sana karena merasa susah membuat Nesya masuk kedalam perangkapnya.
__ADS_1
Mbak Wanti dan Bu Jumi mendekat pada Nesya, "Yang sabar ya Neng beliau memang gitu orangnya sombong", ucap Bu Jumi.
"Hahahaa saya mah santai bu", tawa Nesya jenaka.
Namun setelah sekian menit Nesya juga kepikiran gimana nantinya kalau Gavin benar benar belum bisa melupakan calon istrinya itu, bisa jadi kalau Hanah datang lagi dan minta di nikahi Gavin mau lalu meninggalkannya.
Bahkan kemarin pas cerita saja sepertinya juga Gavin tidak menceritakan semuanya masih ada yang di tutupi.
Gimana ini gimana kalau dirinya hamil, bukan tidak mau punya anak tapi Nesya sekarang sudah lumayan banyak mengenal Gavin gimana nanti kalau anaknya tidak di anggap dan di telantarkan.
Astagfirulloh Nes ayo lah jernihkan pikiranmu ini, jangan berpersangka buruk terhadap suamimu sendiri, yakin bahwa suamimu itu hanya milikmu dan begitupun sebaliknya di dalam hati suami hanya ada kamu.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading❤❤❤