JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Tontonnan Geratis


__ADS_3

Sampai kantor Gavin terburu buru menuju tempat meeting, dirinya sudah di tungguin sejam yang lalu.


"Mona, Hadi, temani istri dan anak saya belanja ke depan, biarkan mereka memilih sesukanya, saya titip mereka kalau sampai lecet kalian yang bakal saya kuliti", ucap Gavin pada kedua pegawainya.


Deg,, glek, Hadi menelan ludahnya dengan kasar, perintah bos nya itu memang sering di luar nalar, namu kali ini benar benar lebih dari prediksi nya.


Mona juga tercekat kaget, gila bosnya ini sudah seperti menyuruh menjaga berlian dan harta kekayaan.


"Baik pak Insya Allah saya akan menjaga anak dan istri bapak", Hadi menunduk.


"Baik pak", ucap Mona.


"Pergi sama mereka ya, jangan terlalu lama Sya tunggu saya di dalam nanti", sebelum pergi sempat sempatnya Gavin mengecup kening istrinya juga kepala anaknnya.


Tontonan geratis yang tidak pernah Hadi dan Mona lihat selama bekerja dengan Gavin dan baru kali ini mendengar Gavin bicara dengan lembut.


"Mari nyonya", Mona mempersilahkan Nesya dan Elvan.


"Heii jangan panggil aku nyonya hihh apa itu", Nesya menggeridik geli.


"Silahkan bu", ucap Hadi lagi.


"Ahh saya belum ibu ibu ya walawpun sudah punya anak satu", Nesya tertawa.


Haihhh istrinya bos lucu juga ternyata pantas saja si bos bucin sampai tidak mau ada yang lecet juga.

__ADS_1


"Panggil saya Nesya saja ya".


"Itu tidak sopan bu, bu Nesya istri bos kami dan itu artinya ibu juga bos kami".


"Kaku banget kalian ini ya sama kaya bos kalian".


Pliss deh bu jangan buat kami kehilangan pekerjaan ini, batin Mona, berkerja dengan Gavin memang di bawah tekannan tapi sepentar juga dengan gaji yang mereka dapatkan.


Nesya menggandeng Elvan di ikuti Mona dan Hadi, sampai supermarket kecil Nesya dan Elvan asik memilih jajannan apa yang mereka suka tentunya, sudah pasti es cream pokok pertamanya.


Sepelastik penuh mereka kembali lagi ke kantor, Hadi sudah berusaha membawa tengtengan istri bosnya itu namun Nesya tidak mau memberikannya.


"Istri bos terlihat sederhana asik dan tidak sombong", ucap Mona pada Hadi setelah memastikan Nesya masuk dan aman di dalam ruangan Gavin.


"Iya gue gak nyangka pak Gavin bisa bucin juga haha".


Hadi dan Mona kembali ke tempat masing masing sambil membawa es juga pemberian dari Nesya, awalnya mereka tidak mua namun terus di paksa oleh Nesya.


.


.


2 jam menunggu dengan santai sambil menonton tv di tempat biasa.


Elvan bahkan sudah tidur dari tadi mungkin anak itu lelah juga menangis.

__ADS_1


"Mami gak akan pernah membiarkan kamu sendirian lagi sayang, ada Mami dan Daddy sayang, kamu aman sekarang".


Nesya medekap Elvan dirinya juga ikut tidur, Gavin masih meeting.


.


.


Di rumah Raya sedang menderama meminta pembelaan dari Tante dan Om nya.


"Tan aku yakin pasti kak Gavin seperti itu karena hasutan dari istrinya ".


"Kamu juga Ray biarkan sepupumu itu hidup dengan pilihannya jangan apa apa di komentarin".


"Liat saja deh tan, istrinya kak Gavin itu emang kampungan".


"Tidak apa apa kampungan asal bisa menjaga dan merawat Gavin juga Elvan".


"Hihh kamu itu anak sama ibu sama saja ya seleranya kampungan", ucap tante Rosa.


"Kak dia juga manusia", Mama Diana tidak enak hati.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤❤❤


__ADS_2