JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Semuanya Berkat Elvan


__ADS_3

Nesya masih betah menatap keduanya berpelukan, terharu, pas pertama datang ke keluagra ini bagaikan orang asing meskipun di dalam satu atap, keluarga dingin tidak ada kehangatan dalam satu keluarga, tidak ada saling sapa bahkan saling tatap juga tidak, bicara hanya seperlunya saja, hawa rumah besar juga dingin padahal pengisinya ada yang bekerja juga selalu mondar mandir.


"Mami gak di ajak pelukan ini", cemberut Nesya.


"Mami sini, Daddy", Elvan mendongak.


Gavin membawa Neaya masuk kedalam pelukannya juga, badan Nesya kecil di tambah lagi badan Elvan yang cungkring tapi sekarang lumayan terlihat sedikit bulat badannya.


"Terimakasih berkat kamu Sya, hidup saya kini menjadi berwarna".


"Daddy jangan kenceng kenceng peluknya adik bayi engap nih", Nesya menirukan suara bayi, Gavin begitu erat memeluk dirinya.


"Maaf sayang", mencium perut Nesya.


"Boleh cium adek juga gak mih", tanya Elvan dengan penuh harap.


"Boleh dong, buat abang bebas mau cium kapan juga, pasti adeknya senang di sayang sama abangnya".


"Dia lebih sweet dari kamu kayanya mas", Nesya terkekeh.


"Saya kurang ya Sya", tanya Gavin.


"Banyak gengsinya".


Haihhh memang iya, kadang mau manggil sayang saja rasanya kaku, padahal sayang banget.


"Hahaha kau ini, yang penting cinta dan sayang saya sama kalian tidak berkurang".

__ADS_1


"Cie ileh pak kaku banget sih", Nesya mencolek dagu Gavin.


"Sya", geram Gavin, Nesya selalu membuatnya salting.


"Jangan kaya Daddy yang banyak gengsi ya Van, kalau sayang ungkapin dengan kata kata, kasih bunga kasih hadiah walawpun gak mewah".


"Iya mih", Elvan mengangguk sambil terkekeh.


"Bilang saja kalau mau bunga dan hadiah Sya, maaf saya tidak peka menjadi suami banyak kurangnya", sesal Gavin.


"Sejak kapan Daddy nya Elvano Ganendra Matthew merendah".


"Sejak kenal Nesya Arabelle Matthew maminya Elvano".


Elvan masih terkekh melihat kedua orangtuanya, bahagia banget anak kecil itu terus tertawa dan tersenyum.


"Mas kita baru bisa membuka kuncinya nih, ayo kita sama sama kerjakan", dengan cepat Nesya kembali ke mode serius.


Elvan dalam pangkuannya.


"Daddy aku dulu mau coba, nanti kalau salah langsung kasih tau ya", Elvan mau mencoba kemampuannya.


"Silahkan boy", sejujurnya Gavin juga masih sedikit awam dengan segala kode dan tulisan kecil, makanya dirinya berhari hari tidak bisa mengmbil datanya kembali.


Elvan sudah seperti orang dewasa, mukanya mode serius bekerja, berada dalam pangkuan Daddy nya membuat dirinya semakin semangat.


Ini waktunya Elvan menunjukan bahwa dirinya benar anak Gavin, keturunnan Matthew yang tidak di ragukan lagi kecerdasannya.

__ADS_1


Ketiganya sampai lupa waktu saking pokus, sehingga sadar setelah mendengar ketukan pintu dari art memberi tahu bahwa sudah waktunya makan malam.


Ketukan itu bertepatan dengan klik nya jari Elvan menandakan bisa menarik semua data yang orang asing itu curi.


"Masya Allah anak mami, mami bangga sama kamu sayang", dengan gemas Nesya terus mencium pipi Elvan.


"Anak Daddy hebat banget, Daddy bangga sama kamu boy".


"Sayang sayangannya kita tunda dulu ya, Daddy mandi dulu sebentar terus kita makan, aku sama Elvan turun duluan ke bawah kasian mama sama papa nunghuin kita".


"5 menit Daddy mandi mih, tolong ambilkan baju dulu, kebawahnya hati hati di tangga".


Dengan cepat Gavin berjalan ke kamar mandi, mukanya sumeringah, akhirnya hasil kerja kerasnya selama ini bisa balik lagi semuanya berkat Elvan, anak sulung kebanggaannya.


Capek dan pusing sekarang tidak terasa yang di rasa hanya bahagia.


Mencari siapa yang mau main main dengannya Gavin tahan dulu, benar kata Nesya lakukan dengan kepala dingin jangan menggunakan emosi, semuanya harus di pikirkan secara matang buat stregi seolah kita santai, jangan gegabah.


.


.


.


.


Happy reading❤❤❤

__ADS_1


Utor kemarin libur✍, semoga masih ada yang setia nungguin karya nya ya, terimakasih buat yang sudah support😘🙏


Jangan lupa like oke😉, love sekebon❤❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2