JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
1000% Berubah


__ADS_3

Jam 6 sore Gavin baru bisa pulang dari kantor, dirinya tadi siang sudah menghubungi orang rumah menanyakan Nesya sudah sampai dengan selamat kah.


Masuk ke dalam kamar sangat hening lampu juga biasanya nyala semua tapi kali ini tidak, gordeng belum ada yang di tutup.


Melihat ke pojok kannan yang terletak sopa di sana ternyata ada orang yang sedang tidur, astaga Gavin menggelengkan kepala.


Menutup semua gordeng menyalakan lampu, "Sya heiii bangun sudah sore", membangunkan dengan lembut dan pelan.


Nesya membuka mata lalu menguceknya, "Mas kamu lama banget sih kerjanya", lalu terduduk.


"Banyak kerjaan sayang, kamu kenapa tumben sore gini tidur?", mengusap rambut.


"Kangen aku nungguin mas lama".


"Kan bisa tlpon, tadi juga di ajak ke kantor malah ngambek".


Memeluk Gavin, "Kamu wangi banget ya mas padahal sudah seharian kerja".


Astagfirulloh darimana wanginya tadi siang gue ke jemur di parkiran, di kantor juga lagi banyak kerjaan sampai berkeringat, batin Gavin.


"Makan di luar yuk, aku lagi mau makan seapood", menunjukan muka melas.


Gavin mana bisa menolak meskipun dirinya sebenarnya sangat lelah, hari ini tenaga dan otaknya terkuras.


"Boleh sayang, tunggu saya mandi dulu", huwhhhh menghembuskan napas pelan.


"Gak usah mandi ini kan masih wangi".


Heiii sejak kapan orang pulang kerja setelah seharian di luar di larang mandi.


"Sebentar saja ya cuci cuci".


"Jangan lama aku mau ajak Elvan Mama sama Papa ya".


"Boleh", Gavin mengangguk.

__ADS_1


Ya Allah ternyata ngadepin dia harus lembut banget biar gak ngambek.


Nesya turun ke bawah dengan riang, "Mamaa tunggu", melihat Mama Diana yang baru saja mau masuk ke kamarnya.


"Ehhhh ada apa sayang jalan biasa aja Nes", melihat menantunya menuruni tangga dengan terburu buru.


"Hehee Mah maaf".


"Ada apa sayang mama bingung tiba tiba minta maaf".


"Makan di luar aja yuk Mah".


Hahhhh, mama Diana melongo, kenapa mau makan di luar padahal dirinya tadi masak banyak terus siapa yang makan, "Mau makan apa sayang ayo aja mama mah".


Sebenarnya bingung tapi apa sih yang enggak buat menantunya, urusan makannan yang sudah Nesya masak tadi ahhh tidak tau mau di kemanakan banyak juga, pegawai yang di rumah ini pasti sudah masak untuk mereka.


Bahan sayuran sama untuk semua orang hanya saja di perbolehkan mau masak apa saja sesuai dengan selera mereka semua.


"Aaaa makasih mama sayang", memeluk mertuanya.


"Hahhh serius boleh mah?", binar bahagia sangat terpancar dari wajah Nesya.


"Kapan mama melarang, mau berkunjung kesini juga silahkan pintu ini terbuaka buat Ayah kamu".


"Ada apa mah?", papa Aditya yang penasaran dengan suara ribut ribut di depan kamarnya sampai keluar.


"Nih anak cewek mau makan di luar katanya pah", senyum mama Diana.


"Ohh ayo mau makan dimana?, makan apa?".


"Makan seapood boleh pah?".


"Mau beli restorannya juga kalau menantu papa yang mau papa akan belikan".


"Aaa papa baik sekali termakasih".

__ADS_1


Setelah semuanya setuju makan dimana Nesya balik lagi ke kamarnya sambil terus tersenyum, tingkahnya percis anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah sesuai yang dirinya mau.


"Aneh gak sih pah?", tanya mama Diana sambil terus memperhatikan Nesya yang menaiki tangga.


"Iya sih, gak biasanya begitu hahahaa tapi ya sudah lah apapun yang membuatnya bahagia kita turutin lagian makan di luar doang hal kecil".


"Ya mama bukan masalah mau makan dimana atau dimana nya, dia tadi masak banyak banget katanya buat kita makan malam tapi tiba tiba mau makan di luar kan mama bingung, tau sendiri paling anti membuang makannan".


"Iya juga ya mah, ya sudah kasih ke orang makannan nya daripada mubajir jangan lupa bilang dulu takut dia tersinggung".


"Hadeuhh punya anak cewe lucu juga ya pah hahaha".


.


Nesya masuk ke kamar langsung mengikuti Gavin yang baru saja mau mengambil baju ganti di lemarinya, "Mas aku udah bilang ke mama sama papa boleh, mereka mau juga makan di luar, Ayah boleh ikut gak mas?".


"Apapun yang membuat kamu bahagia lakukan sayang".


Daripada perhara lagi Gavin lebih baik mengiyakan apapun yang wanita ini mau, selagi di hal hal yang wajar.


"Aku mau MakeUp dulu yang cantik ya biar kamu gak malu bawa istri jelek kaya aku hehee".


"Tidak ada yang lebih cantik dari kamu Sya", Gavin terkekeh.


"Aaaa jadi malu nih, hehee mas bisa aja".


Astagfirulloh istri gue kenapa, batin Gavin sambil mengelus dada, Nesya 1000% berubah.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2