KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 101


__ADS_3

" Jadi gimana , kamu sendiri kan yang ke Surabaya ?" Tanya Irwan .


Malam ini selesai mengurus proyek baru mereka , Arya mengantarkan pulang Irwan dan juga Sarah karena mobilnya mengalami masalah tadi dan harus masuk bengkel .


Arya menggeleng ." Alex yang akan mengurus disana , Om ."


Irwan menatapnya heran ." Tumben ...biasanya setiap proyek baru kamu sendiri yang turun tangan ."


" Kondisi Luna belum memungkinkan kalau harus ditinggal keluar kota , apalagi ini pasti agak lama ."


" Papa gimana sih ..." Sarah yang duduk di belakang menimpali ." Istrinya lagi hamil muda , mana mungkin mereka mau berjauhan ..."


Irwan tertawa ." Ow iya ya ...sorry Om lupa ." Ucapnya sambil menepuk bahu Arya .


Arya menepikan mobil , mereka sudah sampai di depan rumah Irwan .


" Kamu nggak masuk dulu ..."


" Nggak deh Om , udah malam juga ."


" Okelah kalau gitu , makasih ya ."


Arya mengangguk , lalu Irwan keluar dari mobil .


" Ya ...salam buat Luna yah ..." Ucap Sarah sebelum turun .


******


Di rumah , Luna sedang menemani Sasa tidur di kamarnya .


Ini sudah hampir jam 10 malam dan Arya belum juga pulang , meski sedikit khawatir , ia mengurungkan niat untuk menelpon .


Hubungan mereka sedang tidak baik sekarang dan ini diluar kebiasaannya juga sampai jam segini belum sampai rumah .


Ia menatap layar ponsel , tak ada pesan masuk juga dari Arya .


" Maaaa ..."


Ia menoleh . " Kenapa Sa ...?"


" Sini .." Sasa memintanya tiduran di sampingnya .


Akhirnya , setelah menaruh ponsel di nakas , ia berbaring di samping Sasa .

__ADS_1


" Malam ini Mama tidur disini boleh nggak ?" Tanya Luna .


Sasa menatapnya ." Kenapa Ma ?"


" Papa belum pulang masih ada kerjaan ,jadi Mama nggak berani tidur sendirian ."


" Mama kayak anak kecil ,nggak berani sendirian ." Ejek Sasa .


Luna tertawa mendengarnya .


" Ya udah sini aku kelonin ." Ucap Sasa lagi , lalu melingkarkan tangannya di perut Luna .


*****


Ia menatap jam ditangannya , sudah jam 10 malam sekarang .


Hari ini cukup melelahkan selain karena banyak pekerjaan yang harus dikerjakan , masalah di rumah juga belum di selesaikan .


Sekarang , ia tak tahu bagaimana reaksi Luna terhadapnya nanti .


Ia memutar balik dan menuju rumah .


Sesampainya di rumah , sudah nampak lengang .


Ia langsung ke kamar , tak ada Luna disana ...


Setelah melepas jas , mengambil baju ganti , lalu masuk kamar mandi .


Selesai mandi , saat keluar , kamarnya pun masih dalam keadaan yang sama .


" Pak Arya mau disiapin makan atau dibuatin minum ..?" Tanya Minah saat mereka bertemu di depan kamar Sasa .


" Nggak usah makasih , kamu istirahat aja ini sudah malam ."


" Baik Pak ."


Setelah Minah pergi , ia membuka pintu kamar Sasa perlahan .


Benar saja , Luna disana dan sudah tertidur .


Ia mendekat , Sasa terlihat pulas dengan posisi tidur yang sudah menyamping , kaki kanannya menumpang di atas pinggang Luna . Hal itu membuatnya sedikit khawatir , bagaimana kalau sampai kaki Sasa tanpa sengaja menendang perutnya .


Ia berpindah ke samping kiri , mendekat ke Sasa , membetulkan posisi tidurnya , dengan sangat hati-hati jangan sampai membuatnya terbangun .

__ADS_1


Setelah itu , kembali mendekat ke Luna dan menggendongnya keluar .


Sesampainya di kamar , ia menidurkan dengan sangat pelan dan hati-hati , tapi rupanya masih saja membuat Luna terbangun dan langsung duduk .


" Maaf , kamu jadi terbangun ..." Ucap Arya pelan .


Luna cuma diam menatapnya . Ditatapnya jam yang ada di nakas . Dalam hati merasa lega juga Arya sudah sampai di rumah .


" Mau kemana ?" Tanya Arya , melihatnya mau turun dari tempat tidur .


" Aku tidur di kamar Sasa aja ." Jawabnya .


" Nggak ." Arya memegangi lengannya .


Luna berusaha melepaskan tangannya .


" Luna , iya aku tahu kamu masih marah , aku minta maaf ..." Arya tetap memegangi lengannya .


Luna hanya diam tak menjawab .


" Kita bicara besok ,kamu harus istirahat sekarang ."


Luna masih tak merespon .


" Tidur disini aja ..." Ucap Arya kali ini lebih melembutkan suaranya ." Sasa kalau tidur nggak bisa diam ...nanti perut kamu sakit kalau sampai kena tendang kakinya ." Luna masih diam , tak mau menatap wajahnya .


" Iya oke ...kamu nggak mau aku tidur disini kan .." Arya mengambil satu bantal lalu berdiri .


Luna masih terdiam , saat Arya mematikan lampu , lalu menaruh bantal di sofa dan ia merebahkan tubuhnya disana .


Dalam keadaan gelap , Luna merebahkan dirinya di kasur , masih bisa melihat juga Arya di sofa tak jauh darinya .


Mengingat kejadian siang tadi , ia melihat jelas bagaimana Kinan mencoba untuk menggoda Arya dan saat tiba-tiba Kinan menciumnya , dengan cepat Arya menghindar .


Ia menarik nafas panjang , sambil mengusap pipinya yang basah , semua terjadi begitu cepat dan memang ini bukan sepenuhnya salah Arya .


Selama ini Arya sudah coba bersikap tidak berlebihan kepada Kinan , bahkan cenderung mengacuhkannya .


Iya , harusnya ia bisa menghargai itu semua ...menghargai sikap Arya yang selalu terbuka dan menjaga sikap di depannya ketika ada Kinan .


Hanya saja perasaannya masih belum bisa menerima itu semua .


Tak tahu kenapa , akhir-akhir ini ia merasa lebih sensitif , apalagi menyangkut soal Kinan .

__ADS_1


Ia memejamkan mata . Semoga besok perasaannya lebih membaik dan bisa menerima ini semua .


__ADS_2