KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
bab 24


__ADS_3

Ningrum memasukan rian ke dalam rumah nya sejak hana pergi, seperti pasangan yang sedang di mabuk cinta, ningrum dan rian tak tau batas, mereka saling memuaskan cinta nya dimana pun mereka mau selagi ada kesempatan, dan kali ini mereka bermain cinta di rumah ningrum, tepat di kamar yang selalu dia pakai halal dengan bagas suami nya.


Setelah mereka saling memuaskan diri, mereka langsung membersihkan diri dan keluar dari kamar, kembali berbincang bincang di kursi , namun di tengah tengah perbincangan, fatma menyadari ada kantong belanjaan di atas meja membuat nya terkejut .


Fatma membuka kantong tersebut memperlihatkan beberapa dus susu formula .


"mati aku mas !"


Fatma menempelkan tangan nya di kening


"ada apa de?


Ko kamu panik begitu? "


"ini mas? Kamu lihat kan kantong belanjaan ini "


"iya, memang nya ada apa dengan kantong belanjaan ini "


"itu artinya hana sudah kembali dari alfamart, dan mungkin dia tau kedatangan mu disini,"


"mungkin juga dia dengar suara kita di kamar, soal nya tadi aku reflek bersuara terlalu keras mas , dan kamu juga sama"


Ucap fatma semakin panik


"terus sekarang gimana dek ?"


"aduh, ade juga gak tau,


Ade takut hana ngomong sama bang bagas "


"ya udah kalau begitu mas langsung pulang aja ya dek "


Baru saja rian akan pergi tiba tiba hana sudah keluar dari kamar nya lalu melihat ke arah kursi yang berada ningrum disana.


"loh, ada mas nya disini? Aku fikir motor mas bagas yang terparkir di luar , motor nya sama seperti punya mas bagas"


Hana menghampiri fatma,


"oh.. Bukan hana , itu motor temen ku "


Fatma terlihat panik.


"ya udah saya pulang dulu ya "


Rian yang ikut panik segera bangkit dan pamit pulang, kali ini fatma tak mengantarkan nya, dia hanya melihat nya dari dalam masih berdiri di depan kursi


"mba, tadi aku mendengar sesuatu dari kamar mba "


"suara?


Ah kamu salah denger kali.


Ya udah aku ke kamar dulu, sana kamu cepet masak "


Fatma gelegapan menjadi salah tingkah


Hana yang masih berdiri mematung kebingungan,


(kalau mas bagas tidak ada di rumah, lalu suara khas kenikmatan perempuan dan pria yang ku dengar tadi siapa?


Dengan siapa mba fatma melakukan hal itu?


Atau mungkin dengan teman lelaki nya itu?


Haaahhh.. Tidak mungkin mba fatma senekat itu , tapi siapa lagi yang ada di rumah kecuali mereka.


Aku akan bicara pada mas bagas, dia harus tau kelakuan istri nya seperti apa)


Guman hana dalam hati .

__ADS_1


Hari sudah sore, bagas belum terlihat kembali dari penggilingan sampai magrib telah berkumandang namun tak ada tanda tanda kepulangan bagas


Fatma dan hana menunggu kepulangan bagas di kursi dengan rasa cemas.


"kenapa bang bagas belum pulang juga "


Ucap fatma


"iya, tak pernah mas bagas telat pulang seperti ini " tutur hana


"aku sudah menghubungi ibu, tapi katanya tak ada di sana"


"coba mba telpon orang yang ada di penggilinga "


"aku tak punya nomor yang bisa di hubungi " raut wajah mereka masih cemas


"mba, apa tadi teman lelaki mba tidur di kamar mba?


Maaf mba aku cuman nanya "


Ucap hana penasaran


"tidur di kamar ku gimana?


Kamu jangan asal nuduh ya hana! " bentak fatma


"bukan nuduh mba, aku hanya bertanya. tadi aku denger suara laki laki dan perempuan seperti sedang melakukan kegiatan bercinta di kamar mba, lalu pas aku keluar , mba dan laki laki itu sudah ada di kursi ini "jelas hana


"eh kamu hana, kamu mau fitnah aku?


Udah ngerasa jadi paling baik kamu disini hingga fitnah orang sembarangan " fatma kembali membentak


"bukan begitu mba, aku hanya bertanya,


Lagian mba kenapa harus marah marah, kalau memang mba ngga ngerasa ya tinggal ngomong santai aja "


"oh kamu udah mulai ngelunjak ya hana,


Fatma mendorong hana hingga tersungkur ke meja membuat hana terpekik kesakitan


"awww.. Perut ku "


"itu belum seberapa,mulai saat ini jangan pernah ikut campur urusan ku !


ngerti kamu hana "


hana bangkit dan duduk kembali di kursi, tiba tiba terlihat sorot lampu motor masuk ke rumah, fatma segera keluar menghampiri motor tersebut yang tidak lain adalah bagas .


"abang udah pulang. abang kemana aja jam segini baru pulang "


fatma memeluk bagas sesampai nya di teras


"tadi abang ada keperluan dulu, jadi pulang nya terlambat " tutur bagas


"bang.. itu loh si hana, sekarang mulai gak sopan sama aku, masa cuman gara gara aku suruh beli susu formula aja dia marah marah sama aku. terus dia jadi lebih manja mas sejak kita minta hak asuh bayi nya.


fatma memanyun manyun kan bibir nya manja.


"nanti mas tegur dia, udah jangan cemberut gitu, nanti cantik nya ilang "


bagas melepas pelukan fatma, lalu mengelus pelan rambut dan dagu fatma


mereka berjalan masuk ke rumah di sambut oleh hana di depan pintu


"alhamdulillah mas sudah pulang "


hana mencium tangan bagas , fatma yang menggandeng tangan kiri bagas melirik sinis.


"hana, jaga sikap mu terhadap istri ku ini, hormati dia sebagai kaka mu,

__ADS_1


dan satu lagi, ahir ahir ini aku merasa kamu menjadi lupa diri "


bagas dan fatma berlalu pergi melewati hana yang masih berdiri mematung


(ya alloh.. apa lagi ini.


pasti mba fatma membicarakan ku yang tidak tidak.


padahal aku ingin memberi tau mas bagas tentang mba fatma,


kalau begini cara nya lebih baik aku diam saja. maaf mas, aku takan berharap semua ini berlanjut, aku ingin segera berhenti) batin hana


seminggu telah berlalu.


malam hari hana merasa begitu panas juga perut nya yang terus ingin buang Air kecil, sehingga membuat nya terus bolak balik mengambil air di kulkas juga bolak balik kamar mandi.


semakin lama hana merasa tubuh nya panas dingin, perut nya mulai terasa mules. hana terus berjalan keluar masuk kamar dengan memakai dres mini tanpa dalaman , bagas keluar dari kamar karna terganggu oleh hana yang terdengar bolak balik membuka pintu kamar .


"kamu belum tidur hana? "


tanya bagas menghampiri nya seraya mengambil air minum dari kulkas


"udah, tapi kebangun karna kegerahan "


tutur hana sembari mengipasi area dada nya yang terlihat jelas tanpa dalaman .


"kamu seksi sekali, sengaja memancing ku? "


"engga, aku tidak bermaksud begitu. aku benar benar sangat gerah mas "


bagas menatap hana dari ujung kepala hingga ujung kaki nya, dia melihat setiap lelukan tubuh nya yang tampak sangat jelas. bahkan bagian terindah nya menonjol meskipun terhalang perut yang besar karna mini dres yang ketat .


"sudah sangat lama aku tak menyentuh tubuh mu "


bagas mengusap area belakang hana, membua hana terkejut


"mas tapi aku sedang "


"sssttttt jangan bicara apapun, mumpung fatma lagi tidur pulas, aku ingin tidur enak bersama mu "


bagas menempelkan telunjuk nya tepat di bibir hana , lalu dia menggendong hana yang sangat berat membuat nya sedikit kesulitan namun tetap berhasil sampai kamar hana.


bagas membuka semua pakaian nya membuat nya bertrlanjang tanpa sehelai benang menempel di tubuh nya, berbeda dengan hana yang hanya diam bibir nya mengunci seperti menahan sakit


"ayo cepat hana buka baju nya "


"tapi mas "


belum sempat hana bicara bagas melepas paksa dres yang hana kenakan membuat nya juga bertrlanjang


"kamu seksi, apalagi dengan perut mu yang hampir meletus ini "


bagas mencium perut hana yang hampir meletus karena sudah sangat membesar ke bawah


bagas segera menjamahi hana , namun bukan nya membuat hana nikmat malah membuat nya merasa sakit dan lebih mules,


"awwww mas "jerit hana setengah berbisik


"terus lah bersuara, itu nembuat ku merasa lebih nikmat "


ucap bagas tak menyadari hana kesakitan


"awwww... perut ku mas "


bagas tak memperdulikan pekikan hana malah mempercepat gerakan nya sampai membuat nya menggerang mencapai kepuasan


bagas terkulai di samping hana, mencium pipi hana lalu mengucapkan terimakasih.


Hana tak menanggapi nya, justru dia langsung menungging merasakan perut nya yang berputar putar merilit.

__ADS_1


"kamu kenapa hana? "


"aku gak tau mas, tapi perutku sakit sekali"


__ADS_2