
Sesampainya di rumah , Sasa langsung berlari masuk lebih dulu .
Tak lama setelah memarkir mobil , Arya menyusul ke dalam , sementara Luna langsung ke dapur .
Ia baru ingat sore tadi Mbak Minah pamit mau menjenguk saudaranya , jadi mungkin ia menginap disana malam ini .
Sesampainya di dapur ia mengambil kantong belanjaannya tadi siang yang belum sempat di cek lagi .
Dibantu Mia , ia menata bahan makanan di kulkas .
" Mbak Minah besok udah pulang kan Bu ?" Tanya Mia .
" Iya ,katanya cuma malam ini aja menginap disana ."
Mia mengangguk , sambil memasukkan daging ayam ke dalam freezer .
Setengah jam kemudian , setelah dapur rapi . Luna kembali ke kamar karena ia belum mengganti baju juga .
Di kamar , Arya sedang duduk di sofa menyelesaikan kerjaannya . Sementara Sasa berdiri di dekat pintu dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku baju .
" Sasa kenapa ?" Tanya Luna heran .
Sasa menggeleng .
Arya yang sibuk dengan dokumen di tangannya , juga menatap Sasa .
" Kamu dari tadi berdiri disitu ngapain ?" Tanyanya .
" Nggak papa ." Jawab Sasa pendek .
Luna berjalan ke lemari dan mengambil baju ganti lalu ke kamar mandi .
" Sa , buka ..."
Terdenger suara ketukan pintu di depan , saat Luna masih di kamar mandi .
" Nggak ." Sasa berteriak .
Karena penasaran , Luna cepat-cepat keluar dan benar saja Arya berdiri di balik pintu yang sudah tertutup .
" Sa ...ayolah ."
Luna mendekat .
" Mas , kenapa ?"
Arya menoleh . " Sasa mengunci pintu dari luar ."
" Apa ?!" Luna terkejut , ia melihat gagang pintu . Biasanya kunci ada di dalam , ini memang nggak ada .
Ia ingat sedari tadi Sasa memang berdiri di dekat pintu dan tangannya di masukkan ke saku . Itu berarti Sasa memang sudah menyembunyikan kuncinya .
" Sa ..." Panggil Luna pelan . " Buka dong , kenapa dikunci sih ?"
" Biar Papa sama Mama nggak bisa keluar ."
Arya dan Luna saling bertatapan .
" Memangnya kenapa ?" Tanya Luna lagi .
" Biar Papa sama Mama cepat bikin adik ." Jawabnya lantang .
Luna terbahak , tapi begitu Arya memelototinya , ia langsung menutup mulut dengan telapak tangannya .
Setelah itu terdengar Sasa berlari menjauh .
Arya mendesah pelan dan masih berdiri di balik pintu .
Luna berjalan ke kasur dan mengambil ponselnya , lalu menghubungi seseorang .
__ADS_1
" Halo Mia ."
" Kamu ajak Sasa tidur sekarang ya , kalau udah tidur tolong ambil kunci yang dibawa , soalnya kita dikunciin di dalam kamar sekarang ."
Luna menutup ponsel , lalu berjalan ke meja rias .
Sementara Arya masih terlihat kesal . Setelah menaruh beberapa dokumennya di sofa , ia naik ke tempat tidur .
" Halo Ma ." Rupanya ia menelpon Mama sekarang .
" Kenapa ?"
" Mama tadi ngomong apa aja ke Sasa ?"
" Nggak ngomong apa-apa ..."
" Jangan bohong ."
" Mama cuma bilang ...kalau Sasa mau punya adik , nggak boleh ganggu kalian , harus tidur sendiri ."
Arya mengusap wajahnya pelan ." Mama tahu apa yang dilakukan Sasa sekarang .."
" Apa ?" Tanya Mamanya penasaran .
" Sasa ngunciin kita di dalam kamar ."
Terdengar suara tawa Mamanya disana .
Arya hanya menarik nafas panjang .
" Ya sudah bagus itu malahan ."
" Bagus apanya ?"
" Nikmati waktu kalian berdua , kan udah nggak ada Sasa sekarang ...ingat bukan cuma Sasa yang mau adik , Mama juga mau punya cucu lagi , oke .."
Arya menaruh ponsel di nakas , sekarang ia tak tahu harus apalagi . Sebenarnya masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan ,tapi berkas itu ada di ruang kerjanya dan sekarang ... ia hanya bisa diam disini .
Ia menyandarkan punggungnya di bantalan tempat tidur , sambil melihat Luna yang sedang duduk di depan meja rias .
Selesai membersihkan wajah , ia mengambil botol bedak bayi dan menuangkan ke telapak tangan .
Lalu sama seperti kemarin , mengoleskan ke wajahnya .
Arya mengerutkan alis , heran .
Selesai ...Luna berdiri dan berbalik lalu berjalan ke tempat tidur .
" Emang wajib mau tidur pakai begituan ?" Tanya Arya .
Luna naik ke tempat tidur . " Iya . " Jawabnya pendek .
" Kenapa ?"
Luna duduk di sebelahnya . " Ya biar bisa tidur ."
Arya menatapnya heran . " Apa hubungannya ?"
" Dari kecil aku susah tidur , biasanya bisa sampai jam 3 pagi .."
Arya masih mendengarkan ceritanya , sambil menyilangkan tangan di dada .
" Sama Mama dulu sebelum tidur disuruh cuci muka , terus dibedakin ...dan itu bisa bikin cepat ngantuk ."
" Oh ya ...?"
Luna mengangguk .
" Harusnya itu kurang tebal , sekalian aja yang banyak ...terus tengah malam kamu jalan-jalan di halaman sana ..."
__ADS_1
Luna balas menatapnya .
" Biar Pak Sanusi dan yang lainnya ada kerjaan .." Lanjutnya .
" Kerjaan apa ?" Tanya Luna bingung .
" Ngusir hantu jadi-jadian ..." Arya terbahak setelahnya , membuat Luna memonyongkan bibirnya , kesal .
Setelah itu , Arya mengambil tissue yang ada di nakas dan memberikannya ke Luna .
" Buat apa ?" Tanya Luna .
" Hapus itu bedaknya , serem jadinya ."
" Nggak mau ." Tolaknya .
Tanpa bicara , Arya memegangi wajahnya kemudian mengusap bedak dengan tissue .
Luna sedikit kesal dibuatnya .
" Kenapa ...takut nggak bisa tidur ?"
Luna diam .
" Ambil itu botol di laci situ ." Arya menunjuk ke nakas di sampingnya ." Laci paling bawah ."
" Apa ?"
" Ada essential oil disitu ."
Luna membuka laci dan benar ada botol kecil disana .Ia memberikan botol itu ke Arya .
" Matikan lampunya ."
Luna menatapnya .
" Katanya mau tidur ." Ucap Arya lagi .
Arya lebih dulu mematikan lampu tidur di sampingnya . Kemudian Luna pun melakukan hal yang sama .
Saat keadaan gelap gulita , Arya memintanya untuk berbaring . Luna menurut juga meski sedikit bingung .
Arya membuka botol , aroma lavender menyeruak disana .
" Udah merem ." Ucap Arya lagi .
" Mau diapain ?"
Arya menatapnya ." Merem ."
Luna memejamkan mata .
Aroma itu terasa semakin dekat di hidungnya .
Setelah itu , terasa sentuhan di keningnya .
Ia membuka mata ,wajah Arya dekat di atasnya .
" Tidur ." Ucapnya lagi pelan .
Luna kembali memejamkan mata ketika merasakan pijatan lembut di keningnya .
Benar saja , beberapa menit kemudian , ia mulai benar-benar terlelap .
Setelah terlihat pulas . Arya membetulkan selimut dan bantal , membuatnya lebih nyaman .
Arya turun dari tempat tidur ketika mendengar ada yang mengetuk pintu , ternyata Mia yang datang , memberikan kunci .
Ia berjalan keluar dan mengambil berkas di ruang kerjanya .
__ADS_1