KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 47


__ADS_3

Sesampainya di rumah , Sasa langsung berlari masuk lebih dulu .


Tak lama setelah memarkir mobil , Arya menyusul ke dalam , sementara Luna langsung ke dapur .


Ia baru ingat sore tadi Mbak Minah pamit mau menjenguk saudaranya , jadi mungkin ia menginap disana malam ini .


Sesampainya di dapur ia mengambil kantong belanjaannya tadi siang yang belum sempat di cek lagi .


Dibantu Mia , ia menata bahan makanan di kulkas .


" Mbak Minah besok udah pulang kan Bu ?" Tanya Mia .


" Iya ,katanya cuma malam ini aja menginap disana ."


Mia mengangguk , sambil memasukkan daging ayam ke dalam freezer .


Setengah jam kemudian , setelah dapur rapi . Luna kembali ke kamar karena ia belum mengganti baju juga .


Di kamar , Arya sedang duduk di sofa menyelesaikan kerjaannya . Sementara Sasa berdiri di dekat pintu dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku baju .


" Sasa kenapa ?" Tanya Luna heran .


Sasa menggeleng .


Arya yang sibuk dengan dokumen di tangannya , juga menatap Sasa .


" Kamu dari tadi berdiri disitu ngapain ?" Tanyanya .


" Nggak papa ." Jawab Sasa pendek .


Luna berjalan ke lemari dan mengambil baju ganti lalu ke kamar mandi .


" Sa , buka ..."


Terdenger suara ketukan pintu di depan , saat Luna masih di kamar mandi .


" Nggak ." Sasa berteriak .


Karena penasaran , Luna cepat-cepat keluar dan benar saja Arya berdiri di balik pintu yang sudah tertutup .


" Sa ...ayolah ."


Luna mendekat .


" Mas , kenapa ?"


Arya menoleh . " Sasa mengunci pintu dari luar ."


" Apa ?!" Luna terkejut , ia melihat gagang pintu . Biasanya kunci ada di dalam , ini memang nggak ada .


Ia ingat sedari tadi Sasa memang berdiri di dekat pintu dan tangannya di masukkan ke saku . Itu berarti Sasa memang sudah menyembunyikan kuncinya .


" Sa ..." Panggil Luna pelan . " Buka dong , kenapa dikunci sih ?"


" Biar Papa sama Mama nggak bisa keluar ."


Arya dan Luna saling bertatapan .


" Memangnya kenapa ?" Tanya Luna lagi .


" Biar Papa sama Mama cepat bikin adik ." Jawabnya lantang .


Luna terbahak , tapi begitu Arya memelototinya , ia langsung menutup mulut dengan telapak tangannya .


Setelah itu terdengar Sasa berlari menjauh .


Arya mendesah pelan dan masih berdiri di balik pintu .


Luna berjalan ke kasur dan mengambil ponselnya , lalu menghubungi seseorang .

__ADS_1


" Halo Mia ."


" Kamu ajak Sasa tidur sekarang ya , kalau udah tidur tolong ambil kunci yang dibawa , soalnya kita dikunciin di dalam kamar sekarang ."


Luna menutup ponsel , lalu berjalan ke meja rias .


Sementara Arya masih terlihat kesal . Setelah menaruh beberapa dokumennya di sofa , ia naik ke tempat tidur .


" Halo Ma ." Rupanya ia menelpon Mama sekarang .


" Kenapa ?"


" Mama tadi ngomong apa aja ke Sasa ?"


" Nggak ngomong apa-apa ..."


" Jangan bohong ."


" Mama cuma bilang ...kalau Sasa mau punya adik , nggak boleh ganggu kalian , harus tidur sendiri ."


Arya mengusap wajahnya pelan ." Mama tahu apa yang dilakukan Sasa sekarang .."


" Apa ?" Tanya Mamanya penasaran .


" Sasa ngunciin kita di dalam kamar ."


Terdengar suara tawa Mamanya disana .


Arya hanya menarik nafas panjang .


" Ya sudah bagus itu malahan ."


" Bagus apanya ?"


" Nikmati waktu kalian berdua , kan udah nggak ada Sasa sekarang ...ingat bukan cuma Sasa yang mau adik , Mama juga mau punya cucu lagi , oke .."


Arya menaruh ponsel di nakas , sekarang ia tak tahu harus apalagi . Sebenarnya masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan ,tapi berkas itu ada di ruang kerjanya dan sekarang ... ia hanya bisa diam disini .


Ia menyandarkan punggungnya di bantalan tempat tidur , sambil melihat Luna yang sedang duduk di depan meja rias .


Selesai membersihkan wajah , ia mengambil botol bedak bayi dan menuangkan ke telapak tangan .


Lalu sama seperti kemarin , mengoleskan ke wajahnya .


Arya mengerutkan alis , heran .


Selesai ...Luna berdiri dan berbalik lalu berjalan ke tempat tidur .


" Emang wajib mau tidur pakai begituan ?" Tanya Arya .


Luna naik ke tempat tidur . " Iya . " Jawabnya pendek .


" Kenapa ?"


Luna duduk di sebelahnya . " Ya biar bisa tidur ."


Arya menatapnya heran . " Apa hubungannya ?"


" Dari kecil aku susah tidur , biasanya bisa sampai jam 3 pagi .."


Arya masih mendengarkan ceritanya , sambil menyilangkan tangan di dada .


" Sama Mama dulu sebelum tidur disuruh cuci muka , terus dibedakin ...dan itu bisa bikin cepat ngantuk ."


" Oh ya ...?"


Luna mengangguk .


" Harusnya itu kurang tebal , sekalian aja yang banyak ...terus tengah malam kamu jalan-jalan di halaman sana ..."

__ADS_1


Luna balas menatapnya .


" Biar Pak Sanusi dan yang lainnya ada kerjaan .." Lanjutnya .


" Kerjaan apa ?" Tanya Luna bingung .


" Ngusir hantu jadi-jadian ..." Arya terbahak setelahnya , membuat Luna memonyongkan bibirnya , kesal .


Setelah itu , Arya mengambil tissue yang ada di nakas dan memberikannya ke Luna .


" Buat apa ?" Tanya Luna .


" Hapus itu bedaknya , serem jadinya ."


" Nggak mau ." Tolaknya .


Tanpa bicara , Arya memegangi wajahnya kemudian mengusap bedak dengan tissue .


Luna sedikit kesal dibuatnya .


" Kenapa ...takut nggak bisa tidur ?"


Luna diam .


" Ambil itu botol di laci situ ." Arya menunjuk ke nakas di sampingnya ." Laci paling bawah ."


" Apa ?"


" Ada essential oil disitu ."


Luna membuka laci dan benar ada botol kecil disana .Ia memberikan botol itu ke Arya .


" Matikan lampunya ."


Luna menatapnya .


" Katanya mau tidur ." Ucap Arya lagi .


Arya lebih dulu mematikan lampu tidur di sampingnya . Kemudian Luna pun melakukan hal yang sama .


Saat keadaan gelap gulita , Arya memintanya untuk berbaring . Luna menurut juga meski sedikit bingung .


Arya membuka botol , aroma lavender menyeruak disana .


" Udah merem ." Ucap Arya lagi .


" Mau diapain ?"


Arya menatapnya ." Merem ."


Luna memejamkan mata .


Aroma itu terasa semakin dekat di hidungnya .


Setelah itu , terasa sentuhan di keningnya .


Ia membuka mata ,wajah Arya dekat di atasnya .


" Tidur ." Ucapnya lagi pelan .


Luna kembali memejamkan mata ketika merasakan pijatan lembut di keningnya .


Benar saja , beberapa menit kemudian , ia mulai benar-benar terlelap .


Setelah terlihat pulas . Arya membetulkan selimut dan bantal , membuatnya lebih nyaman .


Arya turun dari tempat tidur ketika mendengar ada yang mengetuk pintu , ternyata Mia yang datang , memberikan kunci .


Ia berjalan keluar dan mengambil berkas di ruang kerjanya .

__ADS_1


__ADS_2