KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 115


__ADS_3

Selesai memesan pizza kesukaan Sasa , mereka menempati meja paling pojok .


Agak ramai juga karena ini hari Minggu .


" Ma , nanti aku pizza nya dibawa pulang juga ." Cetus Sasa .


Luna menatapnya ." Iya , nanti beliin Papa , Oma sama Opa juga ."


Sasa mengangguk , lalu memainkan boneka yang di bawanya dari rumah .


Luna mengambil ponsel di tas , tidak ada pesan masuk dari Arya .


Apa mereka sekarang sudah bertemu ...


Waiters menyajikan pesanan pizza mereka , Sasa nampak antusias dibantu Mia .


" Mama kok nggak makan ?" Tanya Sasa .


" Iya , Sasa makan duluan aja ."


Tetap saja ia tidak bisa mengalihkan pikirannya sekarang .


Arya pasti sudah bertemu Dimas , kesepakatan apa yang sudah mereka buat ...


" Luna ..." Panggil seseorang .


Luna mendongak .


" Sarah ..."


" Hai Sasa .."


" Hai tante ..." Sapa Sasa .


" Cuma sama Mama aja nih ...?"


Sasa mengangguk ." Papa masih kerja ..."


" Oh ya , hari Minggu juga kerja ."


" Cuma ada urusan sebentar ..." Sambung Luna .


" Ehm ...Luna bisa kita bicara sebentar ..."


Sedikit ragu , ia mengangguk juga .


" Sa , Mama di meja sebelah ya , mau bicara sama Tante Sarah dulu ..." Pamitnya .


Sasa mengangguk .


" Ada apa ?" Tanya Luna begitu mereka duduk berdua .


" Kemarin aku bicara sama Arya , karena dia terlihat suntuk banget , kayak banyak masalah ."

__ADS_1


Luna hanya diam mendengarkan cerita Sarah .


" Dia memang cerita sedikit , ada masalah dengan seseorang di masa lalu kamu ..."


Luna mengangguk ." Iya dan sekarang Mas Arya sedang menyelesaikannya ."


" Aku tidak tahu seberat apa masalahnya , tapi selama aku kenal sama Arya ...rasanya baru sekarang aku melihat dia begitu rapuh ..."


Luna menarik nafas panjang . Apa Arya bisa menunjukkan itu semua di depan orang lain , sementara saat bersamanya , hanya keceriaan yang menghiasi wajahnya .


" Iya dan aku juga nggak bisa banyak membantu soal ini ..." Jawab Luna .


Sarah menatapnya ." Menurut aku ...yang perlu kamu lakukan cuma mendukungnya , itu saja ...karena dengan keberadaan kamu disampingnya akan menjadi kekuatan besar untuk Arya ...


Luna tersenyum ." Iya semoga begitu ..."


Sarah mengangguk ." Karena yang aku lihat Arya sangat mencintai kamu dan mau melakukan apa saja agar kamu dan juga Sasa bahagia ..."


" Iya aku tahu dan memang tidak ada jalan lain untuk menyelesaikan masalah ini , selain harus menerima semua ..."


" Kalau kalian bersama , semua akan teratasi ." Sarah memegangi tangannya .


" Terima kasih ya ..."


*****


Mereka sudah duduk berhadapan di satu meja cafe .


Dimas menatapnya lekat , sementara Arya bersikap biasa , seolah tidak ada apa-apa dan itu membuatnya kesal .


Dimas mengetuk-ngetuk meja dengan jari tangannya .


" Jadi bagaimana Pak Arya , keputusan anda harus sudah ada sekarang ..." Ucapnya setelah cukup lama mereka terdiam .


Arya menyandarkan punggungnya di kursi sambil menyilangkan tangan di dada .


" Tentu saja dan keputusan saya tetap sama seperti yang kamu dengar waktu itu ."


Dimas menatapnya kaget . Tidak sesuai yang diharapkan sebelumnya . Arya pasti akan mempertimbangkan lagi dan mengubah keputusannya .


" Anda bercanda ..." Ejeknya .


Arya menaruh tangannya di atas meja . " Memang saya terlihat bercanda sekarang ?" Tanyanya balik .


" Tapi saya masih menawarkan pilihan lain untuk kamu .." Ucap Arya lagi , lalu mengeluarkan kertas dari saku nya .


Ternyata sebuah cek kosong dan memberikannya ke Dimas .


Dengan wajah marah , Dimas meraih cek yang tergeletak di meja . " Sudah saya bilang ...saya tidak membutuhkan uang dan harta anda ..." Ia merobek cek kosong dan melemparkan nya ke lantai .


Arya cuma menatapnya dan menunjukkan ekspresi wajah yang tetap sama , seperti sudah menduga akan ada penolakan seperti ini .


" Jadi anda sudah siap ,besok pagi saat bangun tidur , semua media akan membahas tentang pernikahan kontrak seorang pengusaha terkenal pemilik PT Perwira Nusantara ..."

__ADS_1


Arya menatapnya dan hanya menarik nafas panjang ." Ya ...tentu saja ."


Dimas menggebrak meja ." Anda pikir saya hanya menggertak ...lihat saja saya akan benar-benar membuktikannya ...!"


Arya mendekatkan wajahnya ." Saya tidak pernah bicara seperti itu , silahkan kalau memang mau anda seperti itu .." Ucapnya pelan .


Setelah itu mereka sama-sama diam dan hanya saling menatap .


" Bagi saya Luna lebih berarti dari semua uang dan juga kedudukan yang saya miliki sekarang ..." Ucapnya tegas ." Dan perlu anda tahu ,apapun yang anda lakukan ,tidak akan membuat keputusan saya berubah ...selamanya saya tidak akan melepaskan Luna ...ingat itu baik-baik ...!!!" Arya mengambil gelas di meja dan meminumnya sedikit , lalu berdiri ." Rasanya sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan bukan ...kalau begitu saya permisi , selamat siang ." Arya membalikkan badan dan berjalan keluar .


PYARR ...!!!


Dimas melempar gelas di meja ke lantai dan membuat semua pengunjung menatap ke arahnya , seorang waiters segera menghampiri .


" Sial ...!!!!" Umpatnya .


Arya sendiri sudah sampai di parkiran dan langsung masuk mobil .


Ia menundukkan kepalanya di kemudi , cukup lama .


Saat mengangkat kepala dan menyandarkan tubuh di jok , air matanya menetes .


Besok , semua akan berakhir .


Tak tahu apa yang akan terjadi dan bagaimana reaksi semua orang saat tahu yang sebenarnya . Kesalahan terbesar yang sudah dilakukannya , yang akan membuat citra nya benar-benar buruk sekarang .


Hal ini akan berperngaruh besar buat perusahaannya .


Kalau yang ditakutkan benar-benar terjadi , akan membuatnya semakin merasa bersalah .


Papa yang sudah membangun perusahaan itu dengan susah payah , sekarang ia sendiri yang mencorengkan noda hitam , membuat semua orang akan melihat keburukan dalam keluarganya , walaupun ini semua murni kesalahannya sendiri , tanpa campur tangan orang tua .


Tetap saja nantinya mereka akan terkena imbasnya .


Ia mengusap wajahnya dengan telapak tangan . Tak ada lagi pilihan selain harus menghadapi semuanya sekarang .


Ia menjalankan mobil dengan pikirannya yang entah kemana .


Dibelokkannya mobil ke kanan , lebih baik ke kantor saja , mana mungkin ia pulang dalam keadaan seperti ini , bisa-bisa akan membuat Luna cemas .


Sambil menyetir , ia mengambil ponsel di saku .


Karena kurang hati-hati pegangan nya terlepas membuat ponsel nya jatuh .


Tangan kirinya meraba ke bawah mencari-cari ponsel , tanpa disadari pandangannya teralih ke bawah , mencari letak ponsel .


Hanya sebentar , tetapi cukup membuat konsentrasinya buyar , tanpa tahu di depannya ada motor melintas .


Terkejut ...


Ia langsung membanting setir kekiri dan ...


BRAKKK !!! Mobilnya menghantam pohon besar yang ada di pinggir jalan .

__ADS_1


Cukup keras dan membuat keningnya membentur kemudi , membuat kepalanya langsung terasa berat , setelah itu matanya berkunang-kunang dan semua gelap .


Darah segar mengalir di pelipis nya .


__ADS_2