
" Ma , kita mau jalan-jalan ya ...?" Tanya Sasa antusias saat Luna mengajaknya untuk berganti baju sore itu .
" Iya , tunggu Papa sebentar lagi pulang .." Jawab Luna sambil memakaikan bandana warna pink di rambut Sasa , senada dengan baju yang dikenakannya .
" Bu , Pak Arya sudah datang .." Mia muncul di depan pintu .
" Oh iya sebentar ."
" Ayo Ma ."
Sasa sudah berlari duluan keluar dan langsung ke ruang tamu .
" Papaaaaa ..." Sapanya .
Sasa langsung meloncat ke gendongan Arya .
" Siapa yang dandanin kok cantik .." Puji Arya .
" Mama dong .."
Tak lama Luna keluar mengenakan loose dress warna merah .Rambutnya hanya dikucir kuda .
" Langsung berangkat ?" Tanya Luna .
Arya memperhatikan kakinya . " Kenapa pakai sandal tinggi ...?" Tanyanya langsung .
" Nggak tinggi Mas , ini cuma 3cm aja ..."
" Pakai teplek aja nanti capek ."
Luna manyun .
" Mia ..." Panggilnya .
Mia yang sedari tadi berdiri tak jauh dari mereka mendekat .
" Iya Pak ."
" Ambilin sandal yang teplek aja ."
" Baik Pak ,sebentar ."
Mia berlari masuk , membawakan sandal teplek ke Luna dan langsung memberikannya .
Setelah berganti sandal , mereka langsung berangkat .
Dalam perjalanan Sasa terus bertanya mereka mau kemana , karena Luna juga belum memberitahukan tempat tujuannya dan Arya pun melakukan hal yang sama , yang membuat Sasa semakin penasaran .
Ketika sampai di hotel ...Sasa keluar lebih dulu dan memperhatikan sebuah bangunan megah di depannya .
" Papaaa .."
" Iya ."
" Kita mau nginap disini ya ?" Tanyanya senang .
Arya tertawa mendengarnya .
" Nggak , kalau Sasa mau nginap disini ...besok aja ya ."
" Beneran ?"
Arya mengangguk .
" Sama Mama ?" Tanyanya lagi .
__ADS_1
" Nggak dong Sasa sendirian , Mama temenin Papa aja ..." Goda Arya sambil memeluk Luna di depan Sasa .
" Nggak boleh ...!" Sasa memukul lengannya ." Ini Mama aku ..."
Arya terbahak .
Sasa langsung memeluk perut Luna .
" Udah ah , ayo masuk ..." Ajak Luna .
Mereka berjalan memasuki lobi . Bertemu Pak Haris disana .
" Salim dulu sama Om nya ." Perintah Luna dan Sasa mendekat ke Haris lalu mencium tangannya .
" Pinter sekali , Sasa .." Puji Haris .
Saat mereka melewati pigura besar dia berteriak melihat ada foto nya disana .
" Papa , kok ada foto Sasa disana ...?"
" Iya dong ..."
" Memangnya hotel ini punya Papa ya ?" Tanyanya terus .
" Bukan , punya Sasa ."
Sasa menatapnya heran ." Tapi aku nggak punya hotel , Pa ." Ucapnya polos .
" Oh ya ..."
Sasa mengangguk ." Hotel kan harganya mahal ...aku nggak punya uang banyak ."
Arya dan Luna tertawa bersamaan mendengar jawaban Sasa .
" Mahal Ma ...1 Milyar mungkin ..." Jawabnya cepat .
" Memang Sasa tahu 1 Milyar itu seberapa ?"
Sasa menggeleng ." Banyak banget soalnya ..." Jawabnya sambil memainkan rambutnya dengan ujung jari .
" Permisi Pak .." Haris tiba-tiba muncul di belakang mereka .
" Iya ."
" Persiapan besok sudah siap semua ,Bapak bisa cek langsung di ballroom ."
" Oke , sebentar lagi saya kesana ."
" Baik Pak ."
Setelah itu mereka berjalan ke lift .
" Kamu ajak Sasa main ke atas dulu aja , aku mau cek ballroom sebentar ."
Luna mengangguk . Mereka berbarengan masuk lift ,tetapi Arya keluar lebih dulu , sementara Sasa dan Luna tetap didalam , ke lantai 12 .
" Wah bagus Ma ..." Seru Sasa antusias begitu mereka sampai di rooftop , lalu ia beralih menatap kolam renang . " Aku mau berenang juga ."
" Nggak boleh ...itu buat dewasa ,kalau mau berenang harus sama Papa ya ."
Sasa mengangguk .
Menatap sekeliling dan ia nampak antusias melihat ornamen boneka yang ada di sudut kanan , ia berlari menghampiri .
" Hati-hati Sa , jangan lari ." Teriak Luna .
__ADS_1
Sementara tak jauh dari tempatnya berdiri , beberapa karyawan nampak membersihkan area cafe .
Karyawan laki-laki lebih sibuk mondar-mandir ,membawa beberapa kardus di tangannya .
Ia menatap sekeliling sambil memperhatikan Sasa yang masih berlarian kesana kemari . Untunglah ia tak mendekat ke area kolam renang .
Sampai seorang karyawan laki-laki baru keluar dari lift , membawa 2 kardus di tangannya yang kelihatannya berat . Sampai tak terlihat begitu jelas jalan di depannya .
Sasa yang masih berlarian ...menuju ke arah laki-laki itu , yang mungkin tidak melihat keberadaannya disana .
" Sa , awas jangan kesana ...!" Ucapnya khawatir .
Rupanya Sasa tak mendengar teriakannya dan terus berlari .
Luna segera berlari menghampiri dan benar saja ..
BRAKK ..!!!!
Sasa menabrak tubuh laki-laki yang memang tidak tahu ada anak kecil di depannya .
Sontak saja membuatnya kaget dan keseimbangan tubuhnya hilang , kardus yang dibawanya mulai oleng ...
" Awww...."
Tumpukan kardus terjatuh dan menimpa bahu Luna yang sedang mendekap Sasa di pelukannya .
Laki-laki itu terkejut dan segera membantunya , semakin kaget melihat siapa yang sudah tertimpa kardus yang dibawanya .
" Bu ..Bu Luna saya minta maaf ..." Ucapnya terbata , sambil membantunya bangun .
Luna berdiri dan memegangi bahu kanannya , sambil meringis kesakitan .
Sementara Sasa yang juga kaget , menangis sambil memeluknya .
" Apa ibu baik-baik saja ?" Tanyanya lagi , dengan wajah ketakutan . " Atau perlu saya panggilkan dokter ."
Luna menggeleng , masih mengusap bahunya yang terasa ngilu .
" Nggak usah nggak papa kok .."
" Saya minta maaf Bu , saya benar-benar nggak melihat tadi kalau ..."
" Iya nggak papa .." Potong Luna cepat . " Bukan kamu yang salah kok ,memang anak saya tadi yang sudah menabrak duluan .." Ucapnya .
" Saya minta maaf Bu .." Ucapnya lagi .
" Iya , lain kali lebih hati-hati aja ."
Dia mengangguk ." Kalau begitu saya permisi dulu ,misalkan Ibu butuh sesuatu bisa panggil saya ."
" Makasih ya ..."
Setelah dia pergi , Sasa masih nampak terisak .
" Sa , udah ya ..."
Sasa mendongak ." Mama maaf ..." Ucapnya parau .
" Iya ,lain kali nggak boleh lari-lari kayak gitu lagi ya ."
Sasa mengangguk , Luna mengusap pipinya yang basah .
" Main disana aja yuk ,sambil nunggu Papa ."
Sasa mengangguk ,lalu berjalan ke sudut ruangan .
__ADS_1