KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 74


__ADS_3

" Siang Bu Kinan , apa kabar ?" Pak Bowo , satpam yang paling lama bekerja disini dan tentu saja sangat mengenalnya , menyapa ramah di gerbang depan .


" Baik , Pak ."


" Ibu mau bertemu Pak Arya ?" Tanyanya lagi .


" Iya ."


" Tapi Pak Arya belum pulang Bu ..."


" Oh iya , di dalam ada siapa ya ?"


" Cuma ada Bu Karina ."


" Oh iya udah nggak papa , kemarin saya sudah buat janji kok ."


" Baik Bu , silahkan masuk ."


Kinan berjalan masuk ,membawa box besar ditangannya berisi kue tart untuk Sasa dan juga kado yang dibelinya kemarin . Semoga Sasa menyukainya .


Ia berjalan masuk , tak banyak yang berubah dari rumah yang pernah dihuninya selama 5 tahun disini . Semua masih nampak sama , hanya statusnya yang berbeda , tak ubahnya hanya sebagai tamu saja , nggak lebih .


Ia sampai di pintu depan dan mengetuknya .


Tak berapa lama , terdengar suara langkah kaki mendekat dan membukakan pintu .


" Bu Kinan ." Sapanya .


" Minah , apa kabar kamu ?"


Minah tersenyum ." Baik Bu , silahkan masuk ."


Kinan memasuki ruang tamu dan menaruh bawaannya tadi di atas meja .


" Sebentar saya panggilkan Ibu dulu ."


Kinan mengangguk .


" Mama ..." Karina berjalan menghampirinya .


" Mama apa kabar ?" Sapanya .


" Baik , kamu sendiri ?"


" Baik Ma ."


" Kok sepi ...Sasa belum pulang ya ?"


Karina mengangguk ." Iya , ada acara tiup lilin juga disekolah ...udah agak lama sih Luna tadi jemput , mungkin sekalian bareng Arya juga ...kamu tunggu aja dulu ."


" Oh iya Ma ...nggak papa ."


Tak berapa lama , mobil Arya memasuki halaman .


" Sa , kado nya nanti aja ...biar Mbak Minah yang bawain ke dalam ." Seru Arya , cukup banyak kado pemberian teman-teman sekolahnya yang menumpuk di jok belakang mobil .


Sasa mengangguk , lalu mereka keluar .


" Sa , jalan sendiri jangan gendong gitu , kan Mamanya capek ." Ucap Arya lagi karena begitu turun mobil , Sasa tak mau lepas dari gendongan Luna .


" Nggak mau ." Tolaknya , ia malah melingkarkan tangan di leher Luna .


Pintu depan ternyata terbuka dan mereka langsung masuk .

__ADS_1


Terlihat disana Karina sedang mengobrol dengan Kinan di ruang tamu .


Melihat mereka masuk , Kinan langsung berdiri .


" Sasa , udah pulang ." Sapanya .


Sasa membalikkan badan dan hanya menatapnya tak bereaksi .


" Sini sama Mama ." Kinan melambaikan tangannya .


Sasa tetap diam .


" Sa , salim dulu sama Mama Kinan ya ..." Bisik Luna , lalu menurunkan dari gendongannya .


Sasa berjalan pelan mendekat , Kinan lalu menghampiri dan memeluknya .


" Anak Mama udah gede sekarang . " setelah itu Kinan mencium pipinya .


" Baru pulang sekolah ya ...?" Tanyanya lagi .


Sasa mengangguk .


" Itu Mama udah bawain tart coklat pasti Sasa suka , ganti baju dulu ...habis itu kita tiup lilin ya .."


Sasa menatap ke arah Luna , lalu Mia menghampiri .


" Sasa ganti baju dulu yuk ." Ajaknya .


Sepuluh menit kemudian ...Sasa muncul memakai dress pendek warna putih dengan bandana warna senada .


" Cantik sekali anak Mama ." Kinan menuntunnya ke meja ruang tamu , disana kue tart coklat sudah tertata di atas meja dengan 2 lilin menyala diatasnya .


Minah dan Mia juga bergabung bersama mereka . Lagu selamat ulang tahun bergema disana , Sasa nampak ceria dan ikut bertepuk tangan .


" Sekarang tiup lilinnya ya ." Kinan mendekati Sasa .


" Kenapa Sa ?" Tanya Arya yang berdiri didepannya .


" Mau sama Mama ..." Ucap Sasa pelan .


" Ini kan udah sama Mama ." Kinan memeluknya .


Sasa menggeleng , lalu menatap ke arah Luna , yang sedang berdiri disamping Arya .


" Luna , kamu kesini ." Pinta Karina , menyuruh Luna agar mendekat ke Sasa .


Meski sedikit ragu , Luna menurut juga .


Begitu ia mendekat , Sasa terlihat senang dan langsung meniup lilinnya .


" Selamat ulang tahun ya anak Mama ,yang paling cantik ." Sekali lagi Kinan mencium dan memeluknya .


" Ya sudah sekarang potong kuenya , Sasa mau makan kuenya kan ?"


Sasa mengangguk .


Melihat Sasa hanya diam , Kinan memberikan pisaunya ke Luna .


" Sini Sa ." Panggil Luna dan Sasa menurut membantunya memotong kue .


Menaruhnya di piring kecil dan membagikannya .


" Ini kasih ke Mama Kinan ." Perintah Luna .

__ADS_1


Sasa mengulurkan tangannya ke Kinan .


" Makasih ya ."


" Ini buat Papa sama Oma ya ."


Sasa mengangguk .


Lalu potongan kecil lainnya diletakkan lagi ke piring dan Luna menyuapkannya ke Sasa .


" Enak ?" Tanya Luna .


Sasa mengangguk .


" Mamanya nggak dikasih Sa ?" Tanya Karina .


Sasa mengambil sedikit kue dengan garpu , lalu menyuapkannya ke Luna .


" Makasih ya ."


Sasa langsung memeluknya .


" Sa ...Mama punya kado nih ." Ucap Kinan .


Sasa menoleh .


Kinan membuka bungkusan yang tadi diletakkan di meja , ternyata sebuah boneka beruang yang cukup besar .


" Sasa suka ?"


Sasa mengangguk , lalu menoleh ke Luna .


" Bilang makasih sama Mama nya .." Ucap Luna .


Sasa kembali menatap Kinan ." Makasih Ma ."


" Nanti Sasa jadi ke panti asuhan kan ?" Tanyanya lagi .


Sasa mengangguk .


" Mama boleh ikut ?"


" Iya ."


" Ya sudah sekarang Mama pulang dulu ya , nanti Mama kesini lagi ."


Sasa mengangguk .


Setelah berpamitan dengan semuanya , Kinan keluar ...tadi Luna menawarinya untuk diantar pulang oleh Pak Sanusi dan ia menyetujuinya .


Setidaknya ia sedikit lega , Sasa sudah mau menerimanya , walaupun belum sepenuhnya .


Semua yang ada dirumah ini terasa berbeda sekarang , ia hanya orang asing disini .


Ia duduk di jok belakang mobil , air mata menetes pelan disudut matanya .


Sikap Yuda yang sekarang sangatlah berbeda , begitu dingin padanya .


Tiba-tiba terlintas di hatinya , ia merindukan itu semua , ia merindukan sikap Yuda yang begitu manis dan penyayang padanya , tapi sekarang sirna tak berbekas .


Saat ia berpamitan tadi pun ,sorot mata itu hanya menatapnya sekilas . Apa sekarang ia sudah tak berarti lagi buatnya ...


Ia menyilangkan tangan di dada .Perasaan sakit itu muncul lagi sekarang , disaat melihat Yuda bersama dengan Luna . Hatinya tak bisa berbohong untuk ini .

__ADS_1


" Bu Kinan baik-baik saja ?" Tanya Pak Sanusi , melihat nya dari balik spion .


Kinan tersenyum hambar ." Nggak papa kok Pak ."


__ADS_2