
" Siang Bu Kinan , apa kabar ?" Pak Bowo , satpam yang paling lama bekerja disini dan tentu saja sangat mengenalnya , menyapa ramah di gerbang depan .
" Baik , Pak ."
" Ibu mau bertemu Pak Arya ?" Tanyanya lagi .
" Iya ."
" Tapi Pak Arya belum pulang Bu ..."
" Oh iya , di dalam ada siapa ya ?"
" Cuma ada Bu Karina ."
" Oh iya udah nggak papa , kemarin saya sudah buat janji kok ."
" Baik Bu , silahkan masuk ."
Kinan berjalan masuk ,membawa box besar ditangannya berisi kue tart untuk Sasa dan juga kado yang dibelinya kemarin . Semoga Sasa menyukainya .
Ia berjalan masuk , tak banyak yang berubah dari rumah yang pernah dihuninya selama 5 tahun disini . Semua masih nampak sama , hanya statusnya yang berbeda , tak ubahnya hanya sebagai tamu saja , nggak lebih .
Ia sampai di pintu depan dan mengetuknya .
Tak berapa lama , terdengar suara langkah kaki mendekat dan membukakan pintu .
" Bu Kinan ." Sapanya .
" Minah , apa kabar kamu ?"
Minah tersenyum ." Baik Bu , silahkan masuk ."
Kinan memasuki ruang tamu dan menaruh bawaannya tadi di atas meja .
" Sebentar saya panggilkan Ibu dulu ."
Kinan mengangguk .
" Mama ..." Karina berjalan menghampirinya .
" Mama apa kabar ?" Sapanya .
" Baik , kamu sendiri ?"
" Baik Ma ."
" Kok sepi ...Sasa belum pulang ya ?"
Karina mengangguk ." Iya , ada acara tiup lilin juga disekolah ...udah agak lama sih Luna tadi jemput , mungkin sekalian bareng Arya juga ...kamu tunggu aja dulu ."
" Oh iya Ma ...nggak papa ."
Tak berapa lama , mobil Arya memasuki halaman .
" Sa , kado nya nanti aja ...biar Mbak Minah yang bawain ke dalam ." Seru Arya , cukup banyak kado pemberian teman-teman sekolahnya yang menumpuk di jok belakang mobil .
Sasa mengangguk , lalu mereka keluar .
" Sa , jalan sendiri jangan gendong gitu , kan Mamanya capek ." Ucap Arya lagi karena begitu turun mobil , Sasa tak mau lepas dari gendongan Luna .
" Nggak mau ." Tolaknya , ia malah melingkarkan tangan di leher Luna .
Pintu depan ternyata terbuka dan mereka langsung masuk .
__ADS_1
Terlihat disana Karina sedang mengobrol dengan Kinan di ruang tamu .
Melihat mereka masuk , Kinan langsung berdiri .
" Sasa , udah pulang ." Sapanya .
Sasa membalikkan badan dan hanya menatapnya tak bereaksi .
" Sini sama Mama ." Kinan melambaikan tangannya .
Sasa tetap diam .
" Sa , salim dulu sama Mama Kinan ya ..." Bisik Luna , lalu menurunkan dari gendongannya .
Sasa berjalan pelan mendekat , Kinan lalu menghampiri dan memeluknya .
" Anak Mama udah gede sekarang . " setelah itu Kinan mencium pipinya .
" Baru pulang sekolah ya ...?" Tanyanya lagi .
Sasa mengangguk .
" Itu Mama udah bawain tart coklat pasti Sasa suka , ganti baju dulu ...habis itu kita tiup lilin ya .."
Sasa menatap ke arah Luna , lalu Mia menghampiri .
" Sasa ganti baju dulu yuk ." Ajaknya .
Sepuluh menit kemudian ...Sasa muncul memakai dress pendek warna putih dengan bandana warna senada .
" Cantik sekali anak Mama ." Kinan menuntunnya ke meja ruang tamu , disana kue tart coklat sudah tertata di atas meja dengan 2 lilin menyala diatasnya .
Minah dan Mia juga bergabung bersama mereka . Lagu selamat ulang tahun bergema disana , Sasa nampak ceria dan ikut bertepuk tangan .
" Sekarang tiup lilinnya ya ." Kinan mendekati Sasa .
" Kenapa Sa ?" Tanya Arya yang berdiri didepannya .
" Mau sama Mama ..." Ucap Sasa pelan .
" Ini kan udah sama Mama ." Kinan memeluknya .
Sasa menggeleng , lalu menatap ke arah Luna , yang sedang berdiri disamping Arya .
" Luna , kamu kesini ." Pinta Karina , menyuruh Luna agar mendekat ke Sasa .
Meski sedikit ragu , Luna menurut juga .
Begitu ia mendekat , Sasa terlihat senang dan langsung meniup lilinnya .
" Selamat ulang tahun ya anak Mama ,yang paling cantik ." Sekali lagi Kinan mencium dan memeluknya .
" Ya sudah sekarang potong kuenya , Sasa mau makan kuenya kan ?"
Sasa mengangguk .
Melihat Sasa hanya diam , Kinan memberikan pisaunya ke Luna .
" Sini Sa ." Panggil Luna dan Sasa menurut membantunya memotong kue .
Menaruhnya di piring kecil dan membagikannya .
" Ini kasih ke Mama Kinan ." Perintah Luna .
__ADS_1
Sasa mengulurkan tangannya ke Kinan .
" Makasih ya ."
" Ini buat Papa sama Oma ya ."
Sasa mengangguk .
Lalu potongan kecil lainnya diletakkan lagi ke piring dan Luna menyuapkannya ke Sasa .
" Enak ?" Tanya Luna .
Sasa mengangguk .
" Mamanya nggak dikasih Sa ?" Tanya Karina .
Sasa mengambil sedikit kue dengan garpu , lalu menyuapkannya ke Luna .
" Makasih ya ."
Sasa langsung memeluknya .
" Sa ...Mama punya kado nih ." Ucap Kinan .
Sasa menoleh .
Kinan membuka bungkusan yang tadi diletakkan di meja , ternyata sebuah boneka beruang yang cukup besar .
" Sasa suka ?"
Sasa mengangguk , lalu menoleh ke Luna .
" Bilang makasih sama Mama nya .." Ucap Luna .
Sasa kembali menatap Kinan ." Makasih Ma ."
" Nanti Sasa jadi ke panti asuhan kan ?" Tanyanya lagi .
Sasa mengangguk .
" Mama boleh ikut ?"
" Iya ."
" Ya sudah sekarang Mama pulang dulu ya , nanti Mama kesini lagi ."
Sasa mengangguk .
Setelah berpamitan dengan semuanya , Kinan keluar ...tadi Luna menawarinya untuk diantar pulang oleh Pak Sanusi dan ia menyetujuinya .
Setidaknya ia sedikit lega , Sasa sudah mau menerimanya , walaupun belum sepenuhnya .
Semua yang ada dirumah ini terasa berbeda sekarang , ia hanya orang asing disini .
Ia duduk di jok belakang mobil , air mata menetes pelan disudut matanya .
Sikap Yuda yang sekarang sangatlah berbeda , begitu dingin padanya .
Tiba-tiba terlintas di hatinya , ia merindukan itu semua , ia merindukan sikap Yuda yang begitu manis dan penyayang padanya , tapi sekarang sirna tak berbekas .
Saat ia berpamitan tadi pun ,sorot mata itu hanya menatapnya sekilas . Apa sekarang ia sudah tak berarti lagi buatnya ...
Ia menyilangkan tangan di dada .Perasaan sakit itu muncul lagi sekarang , disaat melihat Yuda bersama dengan Luna . Hatinya tak bisa berbohong untuk ini .
__ADS_1
" Bu Kinan baik-baik saja ?" Tanya Pak Sanusi , melihat nya dari balik spion .
Kinan tersenyum hambar ." Nggak papa kok Pak ."