KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 123


__ADS_3

Keesokan harinya , menjadi sarapan yang seperti biasa .


Arya sudah bisa kembali ke kantor dan Sasa pun terlihat bersemangat bisa kembali ke sekolah .


Dengan lahap ia menghabiskan makanannya dan ingin cepat berangkat biar segera bertemu teman-temannya .


" Mas , Sasa diantar Pak Sanusi atau gimana ?" Tanya Luna .


" Biar sama aku aja ."


" Sa , berangkat sama Papa aja ya ...Mama nggak usah ikut ."


" Kenapa ?"


" Papanya juga buru-buru , nanti kalau Mama ikut jadi harus anterin pulang lagi dong ."


Sasa sedikit cemberut .


" Kok sedih ...katanya mau cepat ketemu teman-teman di sekolah ?" Tanya Luna .


Sasa menatapnya . " Iya deh ." Jawabnya .


" Ya udah habisin susunya ." Luna mengambil gelas dan memberikannya ke Sasa .


Setelah itu mereka berangkat , selesai mengantar Sasa , Arya langsung ke kantor .


Hari pertama ia kerja dan ternyata tidak terlalu berpengaruh dengan menyebarnya surat kontrak itu .


" Pagi Pak ." Sapa satpam kantor begitu masuk lobi .


" Pagi ."


Langsung menuju lift .


Sesampainya di atas , begitu lift terbuka ternyata ada Maya disana .


" Pagi Pak , bagaimana keadaannya ?"


" Alhamdulillah .."


" Oh iya , berkas-berkas yang harus di tanda tangani sudah saya taruh di ruangan bapak ."


" Oh iya makasih ..."


Arya berjalan ke ruangannya . Rasanya seperti sudah lama tidak kesini .


Begitu duduk ia mulai memeriksa setumpuk berkas , pekerjaannya yang terbengkalai beberapa hari ini .


Banyak pekerjaan yang masih harus diperiksanya , jam makan siang pun dilewatkan . Sampai terdengar bunyi ponsel di sakunya .


1 pesan masuk .


~ Mas ,jangan lupa obatnya diminum setelah makan ~


Ia mengusap keningnya , bahkan ini sudah lewat jam makan siang .


~ Iya sayangkuuu ...~


Setelah itu ia beralih menelpon Maya .


" Iya Pak ."


" Tolong pesankan saya makan siang ya ."

__ADS_1


" Baik Pak , mau menu apa ?"


" Apa ajalah ..."


" Baik , ditunggu ya ."


*****


Sementara di rumah , Luna baru pulang menjemput Sasa .


Sampai di ruang tengah , ponselnya berbunyi .


Kinan .


Ada apalagi ?


" Sasa ganti baju dulu sama suster ya ..."


Sasa mengangguk dan berlari ke kamar .


" Halo .."


" Luna maaf , ini aku di depan gerbang dan Pak Halim melarang masuk karena itu perintah Yuda ."


" Ada apa ya ?"


" Aku cuma mau bertemu dengan Sasa ."


" Maaf Kinan , tapi Mas Arya sendiri yang mengambil keputusan itu , aku nggak berani membantahnya .


" Tapi aku janji ini yang terakhir kali , aku cuma mau pamitan saja ."


" Pamitan ?"


Luna menarik nafas panjang , apa benar yang dikatakannya sekarang .


" Tunggu sebentar aku harus bicara sama Papa dan Mama , sebentar lagi aku hubungi ..."


Luna menemui Karina dan Ardi yang sedang di kamar , menceritakan yang baru saja dibicarakan dengan Kinan di telpon .


" Ya sudah suruh masuk , biar Papa yang bicara ."


Luna mengangguk , lalu menelpon Kinan .


Tak lama ia masuk dan duduk di ruang tamu .


Karina dan Ardi juga ikut menemui .


" Ada apalagi ?" Tanya Ardi langsung .


" Maaf Pa , aku datang kesini hanya untuk bertemu Sasa sekalian mau pamitan ."


" Pamit ?"


Kinan mengangguk ." Setelah ini aku akan tinggal di Surabaya karena ada tawaran pekerjaan disana ."


Karina dan Ardi saling bertatapan .


" Dan sekalian aku mau bicara sama semuanya , khususnya Luna ."


Luna yang tadi hanya berdiri , lalu duduk di depannya .


" Bicara soal apa ?" Tanyanya .

__ADS_1


" Aku mau minta maaf soal kejadian waktu itu ..."


Luna diam tak menjawab .


" Dan sekarang aku sadar , mau berusaha bagaimanapun , tidak akan bisa mendapatkan cinta Mas Yuda lagi , karena sudah ada kamu sekarang ."


" Ya sudahlah lupakan ..."


Kinan mengangguk ." Aku cuma ingin memulai menata hidup sekarang ...dan rasanya tak perlu mengkhawatirkan soal Sasa ,karena kamu adalah ibu terbaik buatnya ."


Luna hanya tersenyum .


" Mamaaaaa...." Sasa berlari menghampiri dan langsung mendekat ke Luna .


Hanya menatap Kinan tanpa bereaksi , sejak kecelakaan waktu itu ...mereka belum bertemu sama sekali .


" Sa , sini sama Mama .." Panggil Kinan .


Sasa menggeleng .


Kinan berdiri dan berjalan mendekat .


Sasa malah makin merapat ke Luna .


" Sa ,nggak papa ...Mamanya mau pergi , jadi nanti kalian tidak akan bertemu lama ..." Cetus Luna ." Sekarang salim dulu ya ..."


Sasa menatapnya dan Luna hanya menganggukkan kepala .


Akhirnya Sasa mau juga mendekat dan Kinan langsung memeluknya .


" Maafin Mama ya ." Ucapnya ,mempererat pelukan .


" Nanti kalau Mama kangen boleh nelpon kan ?" Tanya Kinan , mereka berhadapan sekarang .


Sasa mengangguk .


Luna hanya menatapnya . Mungkin Kinan benar-benar sudah berubah sekarang , semoga memang benar .


Setelah cukup puas bisa memeluk dan dekat dengan Sasa , Kinan berbicara dengan Ardi dan juga Karina .


Tak lama kemudian , ia berpamitan pulang karena harus packing juga katanya .


Luna mengantarnya ke halaman depan .


" Luna , sekali lagi aku minta maaf ya ." Ucap Kinan ,mereka hanya berdua di teras .


Luna mengangguk .


Kinan tiba-tiba mendekat dan memeluknya .


" Aku titip Sasa ya ." Ucapnya lagi .


" Iya tentu saja ,aku akan menjaganya ."


" Kalau misalkan kangen sama Sasa , aku boleh telpon kan ?"


" Boleh ."


" Kalau begitu aku pamit dulu ."


Kinan berjalan ke mobilnya .


Luna hanya menatap dari kejauhan ,sampai mobilnya menjauh .

__ADS_1


Hanya berharap semoga Kinan bisa menemukan kebahagiaannya di tempat yang baru nanti .


__ADS_2