
Keesokan harinya , menjadi sarapan yang seperti biasa .
Arya sudah bisa kembali ke kantor dan Sasa pun terlihat bersemangat bisa kembali ke sekolah .
Dengan lahap ia menghabiskan makanannya dan ingin cepat berangkat biar segera bertemu teman-temannya .
" Mas , Sasa diantar Pak Sanusi atau gimana ?" Tanya Luna .
" Biar sama aku aja ."
" Sa , berangkat sama Papa aja ya ...Mama nggak usah ikut ."
" Kenapa ?"
" Papanya juga buru-buru , nanti kalau Mama ikut jadi harus anterin pulang lagi dong ."
Sasa sedikit cemberut .
" Kok sedih ...katanya mau cepat ketemu teman-teman di sekolah ?" Tanya Luna .
Sasa menatapnya . " Iya deh ." Jawabnya .
" Ya udah habisin susunya ." Luna mengambil gelas dan memberikannya ke Sasa .
Setelah itu mereka berangkat , selesai mengantar Sasa , Arya langsung ke kantor .
Hari pertama ia kerja dan ternyata tidak terlalu berpengaruh dengan menyebarnya surat kontrak itu .
" Pagi Pak ." Sapa satpam kantor begitu masuk lobi .
" Pagi ."
Langsung menuju lift .
Sesampainya di atas , begitu lift terbuka ternyata ada Maya disana .
" Pagi Pak , bagaimana keadaannya ?"
" Alhamdulillah .."
" Oh iya , berkas-berkas yang harus di tanda tangani sudah saya taruh di ruangan bapak ."
" Oh iya makasih ..."
Arya berjalan ke ruangannya . Rasanya seperti sudah lama tidak kesini .
Begitu duduk ia mulai memeriksa setumpuk berkas , pekerjaannya yang terbengkalai beberapa hari ini .
Banyak pekerjaan yang masih harus diperiksanya , jam makan siang pun dilewatkan . Sampai terdengar bunyi ponsel di sakunya .
1 pesan masuk .
~ Mas ,jangan lupa obatnya diminum setelah makan ~
Ia mengusap keningnya , bahkan ini sudah lewat jam makan siang .
~ Iya sayangkuuu ...~
Setelah itu ia beralih menelpon Maya .
" Iya Pak ."
" Tolong pesankan saya makan siang ya ."
__ADS_1
" Baik Pak , mau menu apa ?"
" Apa ajalah ..."
" Baik , ditunggu ya ."
*****
Sementara di rumah , Luna baru pulang menjemput Sasa .
Sampai di ruang tengah , ponselnya berbunyi .
Kinan .
Ada apalagi ?
" Sasa ganti baju dulu sama suster ya ..."
Sasa mengangguk dan berlari ke kamar .
" Halo .."
" Luna maaf , ini aku di depan gerbang dan Pak Halim melarang masuk karena itu perintah Yuda ."
" Ada apa ya ?"
" Aku cuma mau bertemu dengan Sasa ."
" Maaf Kinan , tapi Mas Arya sendiri yang mengambil keputusan itu , aku nggak berani membantahnya .
" Tapi aku janji ini yang terakhir kali , aku cuma mau pamitan saja ."
" Pamitan ?"
Luna menarik nafas panjang , apa benar yang dikatakannya sekarang .
" Tunggu sebentar aku harus bicara sama Papa dan Mama , sebentar lagi aku hubungi ..."
Luna menemui Karina dan Ardi yang sedang di kamar , menceritakan yang baru saja dibicarakan dengan Kinan di telpon .
" Ya sudah suruh masuk , biar Papa yang bicara ."
Luna mengangguk , lalu menelpon Kinan .
Tak lama ia masuk dan duduk di ruang tamu .
Karina dan Ardi juga ikut menemui .
" Ada apalagi ?" Tanya Ardi langsung .
" Maaf Pa , aku datang kesini hanya untuk bertemu Sasa sekalian mau pamitan ."
" Pamit ?"
Kinan mengangguk ." Setelah ini aku akan tinggal di Surabaya karena ada tawaran pekerjaan disana ."
Karina dan Ardi saling bertatapan .
" Dan sekalian aku mau bicara sama semuanya , khususnya Luna ."
Luna yang tadi hanya berdiri , lalu duduk di depannya .
" Bicara soal apa ?" Tanyanya .
__ADS_1
" Aku mau minta maaf soal kejadian waktu itu ..."
Luna diam tak menjawab .
" Dan sekarang aku sadar , mau berusaha bagaimanapun , tidak akan bisa mendapatkan cinta Mas Yuda lagi , karena sudah ada kamu sekarang ."
" Ya sudahlah lupakan ..."
Kinan mengangguk ." Aku cuma ingin memulai menata hidup sekarang ...dan rasanya tak perlu mengkhawatirkan soal Sasa ,karena kamu adalah ibu terbaik buatnya ."
Luna hanya tersenyum .
" Mamaaaaa...." Sasa berlari menghampiri dan langsung mendekat ke Luna .
Hanya menatap Kinan tanpa bereaksi , sejak kecelakaan waktu itu ...mereka belum bertemu sama sekali .
" Sa , sini sama Mama .." Panggil Kinan .
Sasa menggeleng .
Kinan berdiri dan berjalan mendekat .
Sasa malah makin merapat ke Luna .
" Sa ,nggak papa ...Mamanya mau pergi , jadi nanti kalian tidak akan bertemu lama ..." Cetus Luna ." Sekarang salim dulu ya ..."
Sasa menatapnya dan Luna hanya menganggukkan kepala .
Akhirnya Sasa mau juga mendekat dan Kinan langsung memeluknya .
" Maafin Mama ya ." Ucapnya ,mempererat pelukan .
" Nanti kalau Mama kangen boleh nelpon kan ?" Tanya Kinan , mereka berhadapan sekarang .
Sasa mengangguk .
Luna hanya menatapnya . Mungkin Kinan benar-benar sudah berubah sekarang , semoga memang benar .
Setelah cukup puas bisa memeluk dan dekat dengan Sasa , Kinan berbicara dengan Ardi dan juga Karina .
Tak lama kemudian , ia berpamitan pulang karena harus packing juga katanya .
Luna mengantarnya ke halaman depan .
" Luna , sekali lagi aku minta maaf ya ." Ucap Kinan ,mereka hanya berdua di teras .
Luna mengangguk .
Kinan tiba-tiba mendekat dan memeluknya .
" Aku titip Sasa ya ." Ucapnya lagi .
" Iya tentu saja ,aku akan menjaganya ."
" Kalau misalkan kangen sama Sasa , aku boleh telpon kan ?"
" Boleh ."
" Kalau begitu aku pamit dulu ."
Kinan berjalan ke mobilnya .
Luna hanya menatap dari kejauhan ,sampai mobilnya menjauh .
__ADS_1
Hanya berharap semoga Kinan bisa menemukan kebahagiaannya di tempat yang baru nanti .