KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 102


__ADS_3

Paginya ...


Sasa agak rewel saat mau berangkat sekolah , kebetulan hari ini masuk sekolah lebih pagi karena ada olahraga . Pak Sanusi yang mengantarkan mereka berangkat .


Arya sendiri juga disibukkan dengan pekerjaan , meeting yang seharusnya agak siangan , harus dipercepat karena kliennya ada urusan mendadak siangnya , mau tak mau harus pagi ini mereka bertemu .


Sekali lagi , ia belum sempat berbicara dengan Luna soal masalah kemarin .


Setelah selesai bersiap , ia ke ruang kerjanya dan mengambil setumpuk berkas yang disimpan di laci , lalu menaruhnya di map kertas yang ada di atas meja dan bergegas keluar .


" Ma , aku berangkat dulu ya ...Sasa udah jalan ."


" Udah barusan ."


" Ya udah ."


Setelah mencium tangan Mamanya , ia berlari keluar .


Di mobil ,ia menaruh map nya di jok samping , lalu mengambil ponsel di saku dan menghubungi Maya .


" May ...Pak Aris sudah datang ?"


" Belum Pak ."


" Oh syukurlah ...sekitar 30 menitan lagi saya sampai ya , kalau Pak Aris datang langsung ajak ke ruang meeting aja ."


" Baik Pak ."


Setelah menutup ponsel , ia bergegas berangkat .


Tak sampai 30 menit , ia sampai di kantor dan memarkir mobilnya di depan lobi .


Seorang satpam menghampiri saat ia keluar mobil , lalu diberikannya kunci mobil .


Ia berjalan ke samping , mau mengambil map berisi beberapa berkasnya tadi , ketika seseorang menyapanya .


" Selamat Pagi , Pak Arya ..."


Arya menoleh dan raut keterkejutan di wajahnya nampak jelas , melihat siapa yang berdiri disana .


*****


Setelah mengantar Sasa ke sekolah , rencananya tadi mau langsung ke supermarket , tetapi akhirnya ia memutuskan langsung pulang .


Tak tahu kenapa , tiba-tiba perutnya kram .


Sesampainya di rumah , ia duduk di teras depan .


Pak Sanusi yang nampak panik mengantarnya sampai teras .


" Ibu nggak papa ..."

__ADS_1


Luna menggeleng ." Nggak papa kok Pak .


Takut kalau sampai terjadi sesuatu , Pak Sanusi masuk ke dalam rumah dan bertemu Minah di sana .


" Minah , Bu Karina mana ?"


" Ada di dapur , sebentar saya panggilkan ."


Tak lama Karina terlihat menghampirinya sambil melepas celemek dan menaruhnya di sofa .


" Ada apa Pak Sanusi ?" Tanyanya .


" Bu ...itu tadi Bu Luna katanya perutnya sakit ,tapi saya antar ke rumah sakit nggak mau , minta langsung pulang saja ."


" Perutnya sakit ..?" Tanya Karina khawatir ." Sekarang dimana ?"


" Duduk di teras Bu ."


Karina setengah berlari keluar .


" Luna , kenapa ?" Tanyanya cemas , melihat Luna meremas perutnya di sana .


" Sedikit kram aja Ma ."


" Kita ke dokter aja ..."


" Nggak usah Ma ...aku buat tiduran aja paling juga hilang ."


" Pak Sanusi ..." Panggilnya .


" Iya Bu ." Pak Sanusi menghampirinya .


" Kita ke rumah sakit ya ..." Ucap Karina ." Sebentar Mama ambil tas dulu ."


*****


" Kamu ..."


Dimas tertawa lebar . " Senang ya kita bisa bertemu lagi disini ."


Arya masih diam . Rupanya dia sudah keluar dari penjara dan sekarang apa yang mau dilakukannya .


" Mau apa kamu ?"


" Kenapa masih tanya ... anda pasti tahu apa yang saya inginkan ..."


" Maksud kamu apa , hah ...?!"


Dimas tersenyum sinis ." Saya nggak akan berhenti sebelum anda mengembalikan Luna ."


" Cukup ...jangan kurang ajar kamu ..!!!"

__ADS_1


" Anda menikahi Luna hanya untuk terlihat sempurna di depan orang , memiliki istri , anak dan harta serta jabatan . Bukankah itu hidup yang sempurna ...?" Ejeknya .


" Saya nggak punya waktu untuk meladeni omong kosong kamu ..."


Dimas terkekeh . " Saya punya penawaran menarik , anda bisa kembali kepada Kinan ...anda sangat mencintainya bukan ...?"


Arya melengos , hanya bisa menarik nafas panjang , tidak mungkin juga ia meluapkan emosi disini .


" Dan anda tinggal kembalikan Luna , cukup impas rasanya ."


Arya mengacungkan jari telunjuknya .


" Jangan pernah berpikir bisa merebut Luna , sampai kapanpun saya tidak akan melepaskannya ." Ucapnya sedikit pelan , karena bersamaan dengan kedatangan beberapa karyawannya di depan .


" Pak Arya maaf ..." Maya berlari keluar menghampirinya .


" Iya ..."


" Bapak sudah ditunggu di ruang meeting ."


" Oh iya sebentar ." Jawabnya , lalu membuka pintu mobil dan mengambil map di dalamnya .


Menatap Dimas sebentar , lalu ia berjalan masuk terburu-buru , tanpa disadari beberapa lembar kertas di map nya berhamburan jatuh ke lantai .


Setelah menjauh , Dimas mengamati kertas-kertas itu dan mengambilnya .


*****


" Jadi gimana dok ...apa kandungannya ada masalah ...?" Tanya Karina khawatir .


" Semua baik-baik saja Bu , hanya saja ini Bu Luna terlalu capek dan mungkin agak stres , jadi harus dikurangi itu semua ya , yang pasti harus banyak istirahat ."


" Baik Dok , terima kasih ."


*****


Dimas merapikan kertas itu di tangannya dan bermaksud membuang ke tong sampah yang ada di dekatnya , tapi sekelebat ia membaca tulisan di kertas paling bawah .


Ia mengambil dan membacanya dengan seksama .


Matanya menatap tak percaya dan membacanya sekali lagi , memastikan semua yang dibacanya tak salah .


Sungguh sulit dipercaya ...tapi tiba-tiba terlintas ide di benaknya .


Ia tersenyum sendiri , sepertinya tanpa perlu bekerja keras , semua sudah ada di depan mata .


Dengan ini , ia pasti bisa mendapatkan Luna lagi .


Ia melipat kertas dan memasukkan ke dalam tas nya .


Sebentar lagi bom itu akan meledak dan menghancurkan seorang Arya Yuda Perwira .

__ADS_1


Sekali lagi , ia tertawa puas sambil berlalu meninggalkan pelataran kantor .


__ADS_2