KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 99


__ADS_3

" Mas , tumben udah pulang ?"


Siang itu Arya sudah sampai di rumah , lalu memberikan box makanan padanya .


" Ini apa ?" Tanya Luna .


" Pudding , dikasih Sarah ..."


Luna membuka tutupnya ." Oh iya , bilangin makasih nanti yah .."


" Kamu telpon sendiri aja nanti ..."


Luna mengangguk .


" Papaaaaaa ..." Sasa berlari ke arahnya .


" Kok nggak tidur ?"


Sasa menggeleng .


Terdengar suara bel berbunyi .


Minah berlari dari dapur .


" Biar saya saja Pak ." Ucapnya , saat Arya mau berjalan keluar .


" Kok sepi...Papa sama Mama kemana ?" Tanya Arya lagi .


" Keluar dari tadi pagi ."


Tak lama Minah kembali bersama Kinan .


" Hai Sa ..."


Sasa cuma menatapnya .


Arya mengambil ponsel di sakunya .


" Iya Om ." Sapanya , lalu ia berjalan ke teras samping , masih berbicara di telpon .


" Mama itu apa ?" Sasa menanyakan box yang dipegang .


" Pudding , dikasih Tante Sarah ...Sasa mau ?"


Sasa mengangguk .


" Ya udah , kita potong yah ..."


Luna mengajak nya ke dapur .


Meninggalkan Kinan sendirian disana .


Ia menaruh tasnya di sofa , lalu menatap Arya yang tengah berbicara di telpon di teras samping .


Tak ada orang disini , ia memutuskan menyusul ke teras , mungkin ini saat nya bicara dengannya berdua .


" Iya Om gampanglah , nanti aku bisa suruh orang untuk ambil di sana ."


Arya masih bicara di taman samping rumah .


" Tadi aku sudah bicara sama Sarah , biar dia yang urus semua ..."


Kinan mendekat dan berdiri di belakangnya .

__ADS_1


" Iya ...makasih Om ."


Arya menutup sambungan , lalu memeriksa beberapa pesan yang masuk .


Kinan berdiri sangat dekat dibelakang , tapi ia tak menyadari itu .


Selesai , ia memasukkan lagi ponsel di saku .Baru saja mau beranjak ,ia terkejut merasakan seseorang memeluknya dari belakang , tangan itu melingkar di perutnya .


Ia menunduk dan tahu ini bukan tangan Luna ...yang langsung membuatnya membalikkan badan .


Matanya terbelalak melihat siapa yang berdiri di depannya kini .


" Apa-apaan ini ?!" Sentaknya .


" Mas ...tolong jangan bersikap seperti ini sama aku ..." Ucap Kinan pelan .


" Maksud kamu apa , hah ..?!"


" Tolong ...berhenti berpura-pura di depan aku ."


" Berpura-pura ...maksud kamu apa sih ...?!" Arya masih menatapnya penuh emosi .


" Berhenti berpura-pura kalau kamu sangat mencintai Luna dan selalu bersikap mesra di depan aku ...aku nggak bisa melihat itu semua .."


" Cukup ..!" Sentak Arya ." Kamu sudah gila ya ...aku nggak pernah berpura-pura , apalagi di depan kamu ...nggak ada untungnya juga ."


" Tapi Mas ...kamu nggak mungkin kan mencintai Luna ..."


" Memangnya kenapa , hah ..?!"


" Kamu kenal sama dia belum lama dan tiba-tiba menikah , itu suatu hal yang aneh ."


" Urusannya sama kamu apa ...mau aku menikah sama siapapun nggak ada hubungannya sama kamu ...!"


" Ya ..."


" Aku tahu ...Luna pasti mengambil kesempatan ini untuk mengambil hati kamu ."


Arya tertawa sinis ." Kamu benar soal ini ..."


Kinan menatapnya serius .


" Aku menikahi Luna karena Sasa sangat menyukainya ..."


" Luna akan menggunakan itu semua untuk mendapatkan perhatian kamu dan dia pasti akan melakukan segala cara untuk mempertahankan kamu ..." Potong Kinan .


Arya mengusap wajahnya yang mendadak berkeringat .


" Sayangnya tebakan kamu salah ..."


Kinan membelalakkan matanya .


" Maksud kamu ?" Tanyanya .


" Dari awal menikah , Luna hanya fokus dengan Sasa , sama sekali tak pernah mencari perhatian hanya untuk meraih simpati dari aku ..."


Kinan masih menatapnya .


" Tapi aku yang sudah jatuh cinta dan berusaha meraih perhatiannya , itu yang sebenarnya terjadi .."


Raut wajah Kinan seketika berubah mendengarnya .


*****

__ADS_1


Di dapur ...


" Mama jatuh ..." Sasa menunjuk sepotong pudding yang mengenai bajunya .


Luna mengambil tissue dan membersihkannya , meski masih menyisakan bekas kecoklatan disana .


" Ganti baju aja ya ..."


Sasa mengangguk , mereka berjalan keluar dapur dan bertemu Mia di ruang tengah .


" Biar sama saya aja Bu ." Pintanya .


Luna mengangguk .


Sasa pun berjalan dituntun Mia ke kamar .


Luna masih berdiri di samping sofa .


Kinan kemana , pikirnya . Sama sekali tak menemukan siapapun disana .


Ia ingat tadi Arya bukannya sedang mengangkat telpon di teras samping , mungkin sebaiknya ia menyusul kesana .


******


" Aku nggak percaya .." Sentak Kinan .


" Terserah ..."


" Aku yakin kamu masih cinta sama aku ."


Arya tertawa . " Sudah gila kamu ..." Ucapnya pelan .


Kinan memegangi tangannya , dengan cepat Arya melepasnya .


" Jaga sikap kamu disini ..!"


" Aku cuma mau kamu kembali , itu saja ." Balas Kinan .


" Cukup...!!!" Arya menatapnya marah ." Aku nggak cinta sama kamu , puas ...!!!"


" Mas , tolong jangan bicara seperti itu ..." Kinan melembutkan suaranya .


Arya menoleh , dari pantulan kaca jendela di ruang tengah , bisa dilihat Luna berjalan ke arahnya .


Kinan pun melakukan hal yang sama .


Ketika dilihatnya bayangan Luna semakin mendekat , Kinan menarik tangan Arya yang membuatnya langsung mengalihkan pandangan lurus ke depan .


Jarak mereka cukup dekat ...dan dalam beberapa saat , Kinan semakin merapat .


Menyatukan bibir mereka .


Cukup membuat Arya tersentak dan secepatnya menghindar dari ciuman Kinan , menoleh ke Luna yang ternyata sudah menatapnya disana .


Begitu mata mereka bertemu , Luna membalikkan badan dan berjalan menjauh .


Arya baru saja mau melangkahkan kaki , ketika Kinan kembali mencengkeram lengannya .


" Cukup ....!!!" Sentak Arya penuh amarah dan langsung melepas tangan Kinan dengan kasar .


" Mas aku ..."


PLAKKKKK !!!!!

__ADS_1


Dengan sangat emosi Arya menampar pipinya , membuatnya jatuh tersungkur di rumput .


__ADS_2