
" Mas , tumben udah pulang ?"
Siang itu Arya sudah sampai di rumah , lalu memberikan box makanan padanya .
" Ini apa ?" Tanya Luna .
" Pudding , dikasih Sarah ..."
Luna membuka tutupnya ." Oh iya , bilangin makasih nanti yah .."
" Kamu telpon sendiri aja nanti ..."
Luna mengangguk .
" Papaaaaaa ..." Sasa berlari ke arahnya .
" Kok nggak tidur ?"
Sasa menggeleng .
Terdengar suara bel berbunyi .
Minah berlari dari dapur .
" Biar saya saja Pak ." Ucapnya , saat Arya mau berjalan keluar .
" Kok sepi...Papa sama Mama kemana ?" Tanya Arya lagi .
" Keluar dari tadi pagi ."
Tak lama Minah kembali bersama Kinan .
" Hai Sa ..."
Sasa cuma menatapnya .
Arya mengambil ponsel di sakunya .
" Iya Om ." Sapanya , lalu ia berjalan ke teras samping , masih berbicara di telpon .
" Mama itu apa ?" Sasa menanyakan box yang dipegang .
" Pudding , dikasih Tante Sarah ...Sasa mau ?"
Sasa mengangguk .
" Ya udah , kita potong yah ..."
Luna mengajak nya ke dapur .
Meninggalkan Kinan sendirian disana .
Ia menaruh tasnya di sofa , lalu menatap Arya yang tengah berbicara di telpon di teras samping .
Tak ada orang disini , ia memutuskan menyusul ke teras , mungkin ini saat nya bicara dengannya berdua .
" Iya Om gampanglah , nanti aku bisa suruh orang untuk ambil di sana ."
Arya masih bicara di taman samping rumah .
" Tadi aku sudah bicara sama Sarah , biar dia yang urus semua ..."
Kinan mendekat dan berdiri di belakangnya .
__ADS_1
" Iya ...makasih Om ."
Arya menutup sambungan , lalu memeriksa beberapa pesan yang masuk .
Kinan berdiri sangat dekat dibelakang , tapi ia tak menyadari itu .
Selesai , ia memasukkan lagi ponsel di saku .Baru saja mau beranjak ,ia terkejut merasakan seseorang memeluknya dari belakang , tangan itu melingkar di perutnya .
Ia menunduk dan tahu ini bukan tangan Luna ...yang langsung membuatnya membalikkan badan .
Matanya terbelalak melihat siapa yang berdiri di depannya kini .
" Apa-apaan ini ?!" Sentaknya .
" Mas ...tolong jangan bersikap seperti ini sama aku ..." Ucap Kinan pelan .
" Maksud kamu apa , hah ..?!"
" Tolong ...berhenti berpura-pura di depan aku ."
" Berpura-pura ...maksud kamu apa sih ...?!" Arya masih menatapnya penuh emosi .
" Berhenti berpura-pura kalau kamu sangat mencintai Luna dan selalu bersikap mesra di depan aku ...aku nggak bisa melihat itu semua .."
" Cukup ..!" Sentak Arya ." Kamu sudah gila ya ...aku nggak pernah berpura-pura , apalagi di depan kamu ...nggak ada untungnya juga ."
" Tapi Mas ...kamu nggak mungkin kan mencintai Luna ..."
" Memangnya kenapa , hah ..?!"
" Kamu kenal sama dia belum lama dan tiba-tiba menikah , itu suatu hal yang aneh ."
" Urusannya sama kamu apa ...mau aku menikah sama siapapun nggak ada hubungannya sama kamu ...!"
" Ya ..."
" Aku tahu ...Luna pasti mengambil kesempatan ini untuk mengambil hati kamu ."
Arya tertawa sinis ." Kamu benar soal ini ..."
Kinan menatapnya serius .
" Aku menikahi Luna karena Sasa sangat menyukainya ..."
" Luna akan menggunakan itu semua untuk mendapatkan perhatian kamu dan dia pasti akan melakukan segala cara untuk mempertahankan kamu ..." Potong Kinan .
Arya mengusap wajahnya yang mendadak berkeringat .
" Sayangnya tebakan kamu salah ..."
Kinan membelalakkan matanya .
" Maksud kamu ?" Tanyanya .
" Dari awal menikah , Luna hanya fokus dengan Sasa , sama sekali tak pernah mencari perhatian hanya untuk meraih simpati dari aku ..."
Kinan masih menatapnya .
" Tapi aku yang sudah jatuh cinta dan berusaha meraih perhatiannya , itu yang sebenarnya terjadi .."
Raut wajah Kinan seketika berubah mendengarnya .
*****
__ADS_1
Di dapur ...
" Mama jatuh ..." Sasa menunjuk sepotong pudding yang mengenai bajunya .
Luna mengambil tissue dan membersihkannya , meski masih menyisakan bekas kecoklatan disana .
" Ganti baju aja ya ..."
Sasa mengangguk , mereka berjalan keluar dapur dan bertemu Mia di ruang tengah .
" Biar sama saya aja Bu ." Pintanya .
Luna mengangguk .
Sasa pun berjalan dituntun Mia ke kamar .
Luna masih berdiri di samping sofa .
Kinan kemana , pikirnya . Sama sekali tak menemukan siapapun disana .
Ia ingat tadi Arya bukannya sedang mengangkat telpon di teras samping , mungkin sebaiknya ia menyusul kesana .
******
" Aku nggak percaya .." Sentak Kinan .
" Terserah ..."
" Aku yakin kamu masih cinta sama aku ."
Arya tertawa . " Sudah gila kamu ..." Ucapnya pelan .
Kinan memegangi tangannya , dengan cepat Arya melepasnya .
" Jaga sikap kamu disini ..!"
" Aku cuma mau kamu kembali , itu saja ." Balas Kinan .
" Cukup...!!!" Arya menatapnya marah ." Aku nggak cinta sama kamu , puas ...!!!"
" Mas , tolong jangan bicara seperti itu ..." Kinan melembutkan suaranya .
Arya menoleh , dari pantulan kaca jendela di ruang tengah , bisa dilihat Luna berjalan ke arahnya .
Kinan pun melakukan hal yang sama .
Ketika dilihatnya bayangan Luna semakin mendekat , Kinan menarik tangan Arya yang membuatnya langsung mengalihkan pandangan lurus ke depan .
Jarak mereka cukup dekat ...dan dalam beberapa saat , Kinan semakin merapat .
Menyatukan bibir mereka .
Cukup membuat Arya tersentak dan secepatnya menghindar dari ciuman Kinan , menoleh ke Luna yang ternyata sudah menatapnya disana .
Begitu mata mereka bertemu , Luna membalikkan badan dan berjalan menjauh .
Arya baru saja mau melangkahkan kaki , ketika Kinan kembali mencengkeram lengannya .
" Cukup ....!!!" Sentak Arya penuh amarah dan langsung melepas tangan Kinan dengan kasar .
" Mas aku ..."
PLAKKKKK !!!!!
__ADS_1
Dengan sangat emosi Arya menampar pipinya , membuatnya jatuh tersungkur di rumput .