
"dulu aku sudah mengatakan perjanjian pada bapak nya kalau aku akan menikahi hana selama 3 tahun, tanpa membuat nya hamil. Tapi ya sekarang udah kejadian mau gimana lagi " ucap bagas
"kamu juga sih bang "
Gerutu fatma
"ya maaf sayang, abang juga gak tau kejadian nya akan seperti ini " bagas memalas
Di tengah percakapan mereka bertiga tiba tiba terlihat hana turun dari motor yang membonceng nya
"mas, mba, bu "
Hana sedikit membungkukan kepala nya
"kamu ngapain ke sini? "
Ucap fatma sedikit membentak
"saya mau lihat bayi saya mba,
Saya juga ingin mengurus nya, sebentar saja mba " hana mendekati fatma
"eh kamu hana!
Kamu lupa sudah memberi hak asuh bayi ini sama aku? " fatma berdiri dan menghindar
"tapi mbak aku ingin merasakan mengurusnya, sebentar saja "
"enak aja!
Pergi kamu.
Bang suruh dia pergi !"
bentak fatma
"hana apa apaan kamu main dateng aja kesini, kan sudah aku kasih tempat yang enak biar kamu istirahat disana!
masih untung aku perhatiin "ucap bagas
"tapi mas ,sebagai seorang ibu aku ingin mengurus bayi kita "
"kamu bermimpi hana, sejak kapan bayi ini menjadi bayi kita?
Sekarang dia adalah bayi ku, dan kamu, cepatlah sembuhkan diri mu agar secepat nya aku pulangkan pada orang tua mu "
"mas aku mohon mas "
Hana memeluk kaki bagas
"lepaskan tangan mu "
Bagas menghentakan kaki nya nembuat hana tersungkur , lalu dengan keberanian nya hana bangkit .
"kalian memang manusia yang tak punya hati !
Sampai hati kalian tega berbuat se enak nya sama aku?
Bayi ini aku kandung selama 9 bulan, lalu aku lahirkan dengan selamat tanpa cacat, setelah aku berjuang mati matian menjaganya, dengan enteng nya kalian bilang bahwa bayi ini hak kalian?
Oh iya mba, bagaimana rasanya saat mba kehilangan calon anak mba 3 tahun lalu?
Apa mba masih ingat rasa nya kehilangan?
Mba ini perempuan , kenapa mba tidak bisa memahami aku yang juga sama perempuan! "
Hana berbicara lantang menatap fatma sembari menangis , membuat 3 orang, yakni bagas, fatma juga ibu nya mematung.
"itu karna karna kamu wanita licik!
Kamu sudah menghabiskan semua uang yang aku kumpulkan selama aku di luar negri.
Aku sudah rela berjauhan dengan suami ku untuk menata masa depan, dan kamu!
Kamu datang menikmati semua hasil ku dan menghabiskan nya " sebelah tangan fatma menunjuk pada hana
"aku tidak pernah menghabiskan uang mu mba,
Selama aku menjadi istri mas bagas aku hanya diam di rumah, untuk ke warung yang dekat saja hanya beberapa kali itupun untuk membeli kopi ketika stok di rumah habis.
Dan untuk kata licik!
Kelicikan apa yang mba maksud?
Aku rela tinggal disini dan di jadikan istri mas bagas hanya karena permintaan orang tua, aku tak pernah menuntut apapun pada mas bagas, mungkin mba sendiri merasakan nya,
selama ini aku menerima apapun keputusan mas bagas walaupun tak sejalan dengan ku! "
suara hana bergetar
"halah itu hanya akal akalan mu saja!
Aku sudah paham keburukan mu , kamu pura pura lugu di depan orang , padahal aslinya kamu munafik" fatma masih bersuara tinggi
"ku kira mba orang baik seperti yang di katakan mas bagas, ternyata tidak sama sekali " ucap hana
"kamu berani sama aku? "
Fatma berteriak namun segera bagas rangkul agar dia tak terbawa emosi
__ADS_1
"Hana! Cukup !
Mulai saat ini kamu bukan istri ku lagi.
Hana nurjanah saat ini juga aku talak kamu ! "
Ucap bagas keras
"mas.. ?"
Hana menatap lekat lekat wajah bagas dengan deraian bulir bening di pipinya
"sudah sudah!
Apa apaan ini?
Gak malu apa , nanti di lihat tetangga,
Hana sekarang juga kamu balik ke rumah yang bagas sediakan,
Sudah untung ya kamu bagas perhatiin, harus nya kamu bersyukur fatma sudah mau menjadi hak asuh bayi itu, kalau tidak, mau bagaimana kamu mengurus bayi itu .
ayo fatma kita masuk"
Ibu mengajak fatma juga bagas masuk ke dalam, meninggalkan hana sendirian .
Hana membalikan badan nya, kembali berjalan mendekati motor lalu menaiki ojeg yang sejak tadi menunggu nya di halaman rumah , kemudian motor melaju sampai di rumah yang bagas sediakan .
Hana membayar ojeg tersebut lalu masuk dengan jalan lambat karena hanya harapan kosong yang dia dapatkan
Ke esokan harinya hana sudah merasa lebih baik, walau pun area perut yang terdapat jaitan nya masih terasa perih .
"mau kemana neng?
Sudah rapi aja "
Tanya bibi
"aku mau ke rumah mas bagas, mau beresin barang barang bi."
"mau bibi antar? "
"tidak usah bi, hanya sebentar ko, "
Hana berlalu keluar menaiki ojeg yang kemarin yang sudah menunggu nya di luar kemudian melaju menuju rumah bagas
Setelah sampai di depan rumah bagas, hana segera turun dari motor dan mengetuk pintu rumah yang kebetulan tidak tertutup
"assalamualaikum "
Beberapa kali hana mengucap salam namun tak ada jawaban .
Hana memberanikan diri masuk ke rumah dengan terus mengucap salam
Pelan pelan hana mendekati tempat tidur memperhatikan bayi yang tengah tidur pulas.
Di elus nya bayi tersebut dengan lembut, lalu dengan sangat hati hati hana menggendong bayi itu, mencium dan memeluk nya
"hana, turunkan bayi ku "
Fatma terpejat bangun melihat hana tengah menggendong bayi irfan
"iya mbak, aku cuman mau gendong sebentar ko "
Hana segera menidurkan kembali bayi nya
"kenapa kamu masuk ke rumah orang sembarangan?
Kamu gak tau etika bertamu ya?
Maen nyelonong aja! "
"maaf mba, tadi aku udah ketok pintu bberapa kali, tapi Karna gak ada yang buka ahirnya aku masuk dan melihat mba sedang tidur " ucap hana
"mau apa kamu datang kesini lagi?
Bang bagas kan sudah mentalak kamu, kamu bukan lagi istrinya sekarang, jadi untuk apa kamu datang lagi "
"aku kesini hanya mau mengambil barang barangku mba .
Maaf ya mba, mungkin selama ini mba mengira aku wanita yang hanya menginginkan uang, tapi perlu mba tau, aku hanya ingin menjadi istri yang baik dan penurut terhadap suami.
Maaf jika kehadiran ku selama ini menyimpan rasa sakit di hati mba .jujur aku tau sebenarnya mba itu orang baik, mungkin mba hanya mendengar pendapat orang terhadap ku yang membuat mba ikut berpendapat seperti itu.
Aku tidak akan meminta apapun ketika nanti aku pulang, aku hanya minta mas kawin saja yang mas bagas berikan padaku, itu aku anggap sebagai harga diri ku "
"hana? , kamu? "
"iya mba, aku sudah merelakan semua nya,
Aku sudah ikhlas mba "
Hana meneteskan air mata
"Hana, maafkan aku, aku terlalu termakan omongan orang sampai aku tidak menyadari ketulusan mu "
Fatma memeluk hana yang masih mematung di depan nya
"iya mba tidak apa apa ,
__ADS_1
Aku paham ko bagai mana rasa nya saat mba mendengar mas bagas akan menikahiku . mba mengizinkan nya tapi sebenar nya mba tidak rela bukan?
aku sungguh tidak tau mba jika kejadian nya akan seperti ini. aku hanya menuruti orang tua ku untuk menerima mas bagas, bahkan aku tidak tau jika aku menikahi dengan mas bagas itu hanya untuk 3 tahun saja"
hana membalas pelukan fatma
"aku ke kamar dulu ya mba, mau beresin barang barang yang nanti akan ku bawa pulang"
Hana melepas pelukan fatma lalu berjalan keluar menuju kamar yang sempat di tempati nya .
Setelah barang barang nya di kemasi, hana kembali pamit pada fatma dengan saling berpelukan di iringi tangisan masing masing , lalu hana keluar membawa barang barang milik nya dan pergi.
*
Setelah sebulan pasca operasi sesar, kini hana sudah terlihat lebih baik bahkan bekas jahitan pun sudah terbilang bagus karena setiap minggu kontrol ke rumah sakit juga asupan makanan yang terjaga .
Hana terlihat lebih segar dan kulit nya lebih cerah karna hanya diam di dalam rumah .
Hari in bagas telah berada di rumah yang hana tempati bersama supir yang akan membawa nya serta barang barang nya pulang ke tasik
"hana , ini pemberian fatma tolong di terima "
Bagas menyodorkan amplop coklat berisi uang yang cukup banyak
"tidak usah mas, aku tak mau seakan akan aku menjual anak ku "
Ucap hana
"tidak hana, ini bukan kompensasi yang pernah ku katakan.
Kalau suatu saat kamu rindu dengan anak mu, kamu boleh datang menjenguk nya, dia tetap anak mu, anak yang kamu kandung dan jaga dengan baik.
Maaf selama ini aku tidak bisa menjadi suami yang baik untuk mu, semoga kelak kamu mendapatkan suami yang bisa membahagiakan mu " ucap bagas
"baiklah mas, aku menerima nya. Katakan terimakasih ku pada mba fatma "
Hana mengambil amplop coklat lalu di masukan ke dalam tas nya.
"iya hana nanti aku sampaikan,
Fatma juga titip maaf pada mu , kapan kapan dia akan menemui mu jika bayi irfan sudah bisa di bawa jauh "
"iya mas "
"Sekali lagi aku minta maaf ya hana , terimakasih selama ini kamu sudah bersabar menghadapi aku "
Bagas menyodorkan tangan untuk berjabat, lalu hana membalas jabatan tangan nya kemudian mereka berpelukan untuk yang terakhir kali nya
Hana di kembalikan kepada ibu nya oleh bagas dan di terima baik oleh ibu nya . Semua yang bersangkutan dengan bagas dan bapak hana ber bentuk uang ataupun yang lain nya sudah bagas tuntas kan .
kemudian bagas kembali pergi setelah beberapa kata maaf dan terimakasih dia lontarkan kepada ibu nya hana. bagas meninggalkan motor yang menjadi mas kawin saat dia meminang hana.
Hana perlahan menggendong adik nya yang masih berumur 9 bulan yang sedang duduk di pangkuan ibu nya, di peluk serta ciumi adik nya itu dengan lembut, tak terasa bulir bening mengalir begitu saja, membuat ibu nya segera memeluk hana
"ibu faham betul hana, sakit memang rasanya. Maaf kan ibu yang dulu tidak memberi tahu mu sejak awal.
Ibu hanya ingin kamu mendapat kehidupan yang lebih baik, hidup dengan laki laki yang berkecukupan tanpa nembuat mu harus ikut mencari nafkah "
Ucap ibu dengan isakan tangis
"sudahlah bu, aku tidak apa apa , aku hanya rindu dengan adik kecil ku ini "
Ucap hana
"bapak kemana bu? Sejak tadi siang aku tidak melihat nya, bahkan sekarang sudah hampir magrib "
Tanya hana
Wajah Ibu nya memalas , matanya kian berlinang
"bapak mu,,, "
Ibu nya terdiam namun terus mengeluarkan air mata, seakan tak sanggup berkata Kata
"bapak kenapa bu? "
"bapak mu sudah lama tidak pulang, semnjak kamu tinggal dengan pak bagas dia sudah mulai jarang pulang, bahkan saat nenek dan kakek mu meninggal dia tak kunjung pulang juga "
"nenek dan kakek meninggal?
Kenapa aku tidak tau bu?
Pantas dari tadi aku tak melihatnya, biasa nya mereka duduk di bangku depan rumah nya "
"ibu susah menghubungi mu, ibu juga sangat repot setiap hari mengurus adik mu di tambah ibu setiap hari harus dagang keliling "
"ibu dagang keliling?
Sejak kapan? "
"sudah lama na, wajit ibu sudah kurang laku, uang nya juga mogok dimana mana, bapak mu sudah menagih ke beberapa warung namun nihil tak ada yang membayar nya "
"lalu untuk apa saat itu beberapa kali bapak meminjam uang kepada mas bagas? "tanya hana
"kapan?
Ibu tak pernah tau bapak mu meminjam uang pada suami mu itu "
"ada bu, waktu itu tanpa sepengetahuanku bapa meminjam uang kepada mas bagas 2x entah berapa jumlah nya, lalu dia menelpon ku untuk meminta meminjam uang lagi kepada mas bagas untuk biaya ibu melahirkan "
__ADS_1
"astagfirulloh, hana
Bapak mu sungguh keterlaluan "