KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 117


__ADS_3

" Oma ..." Sasa masuk ke kamar Papa nya dan mendapati Karina disana memasukkan baju Arya dan Luna ke dalam 1 koper kecil .


" Iya Sa ."


" Mama kemana ?" Tanya nya , beberapa kali ia menguap .


" Sasa udah ngantuk , sebentar ya ...Mama masih jagain Papa kan lagi sakit ."


" Aku mau ikut kesana ."


Selesai ...


Karina menghampiri Sasa ." Nggak boleh dong Sa , anak kecil nggak boleh di rumah sakit , ya udah bobo sama Oma ya , besok Mama juga pulang kok ." Bujuknya .


Sasa mengangguk .


Mereka ke kamar Sasa dan mungkin karena sudah mengantuk , tak sampai 10 menitan ...Sasa sudah terlelap .


Setelah Sasa tertidur , Karina keluar dan langsung ke kamarnya .


" Loh Papa mau kemana ?" Tanyanya melihat Ardi sudah nampak rapi .


" Biar Papa aja yang di rumah sakit ."


" Tapi tadi Luna nelpon Mama katanya mau menginap dan minta disiapkan baju ."


" Kenapa Mama ijinin ?" Tanya Ardi .


" Pa ...gimana bisa dilarang , lagian kalau di rumah juga dia nggak bisa tenang mikirin keadaan Arya disana ."


" Ya sudah , habis ini biar Papa sama Pak Sanusi yang antar baju kesana , sekalian Mama bawakan makanan ."


Karina mengangguk .


" Tapi Papa belum nanya gimana pertemuannya dengan Dimas tadi ..."


Ardi menggeleng ." Mana bisa Papa menanyakan hal itu melihat kondisinya sekarang ."


Karina menarik nafas panjang ." Kalau Dimas benar-benar membuktikan ancamannya , itu berarti besok beritanya akan menyebar , Pa ." Ucapnya gelisah .


" Ya ...mau bagaimana lagi , nggak ada pilihan lain ...mungkin Arya sengaja tidak bertindak tegas dengan mengambil jalur hukum ...takut nantinya Dimas akan semakin nekat dan Luna akan menjadi incarannya ."


" Mungkin begitu ...semoga ancaman Dimas tidak sungguh-sungguh , Mama nggak bisa membayangkan kalau benar terjadi dan kondisi Arya masih seperti ini ."


" Ma ...Arya pasti sudah mempersiapkan diri untuk hal terburuk yang akan diterimanya nanti ."


Karina mengangguk dan berharap semua tak pernah terjadi .


" Ya sudah , Mama siapin vitaminnya Luna ,biar nggak ketinggalan ." Ucapnya lalu berjalan keluar .


*****


" Tadi suster yang cerita kalau mobil kamu nabrak pohon , kok bisa begitu ?" Tanya Luna .


" Waktu ngambil ponsel , tiba-tiba ada motor lewat bikin kaget ..."


" Mas ...kan udah dibilang jangan main ponsel kalau lagi nyetir ..!" Gerutunya .


" Iya ..maaf , jadi galak kamu sekarang ." Godanya , setelah itu ia meringis kesakitan saat mengubah posisi tidurnya .

__ADS_1


" Pusing ..?" Tanya Luna , sambil memijat pelipisnya .


" Makanya jangan marah-marah ." Jawab Arya .


" Apa hubungannya ?" Tanya Luna heran .


" Ya ada banyak , coba senyum nanti pusingnya pasti hilang ." Arya terkekeh .


" Nggak usah bercanda ."


Tak lama Dokter masuk memeriksa .


" Hasil CT Scan baru besok pagi ya Bu keluar ."


Luna mengangguk .


" Ada keluhan lain ,mungkin mual atau muntah ?"


" Nggak sih dok , cuma masih pusing aja ."


" Baik lah , obatnya di minum sebelum tidur ya dan usahakan jangan banyak gerak dulu ."


" Baik Dok ."


" Kalau begitu saya permisi ."


Setelah menghabiskan makan malam nya , Luna memberikan obat yang diberikan Dokter tadi .


" Papa mau kesini ?"


Luna mengangguk ." Iya bawain baju , mungkin masih di jalan sekarang ."


" Iya , dibawain juga kok sama Papa nanti , udah nggak usah mikirin itu ."


Luna menatapnya , seperti ingin menanyakan sesuatu soal pertemuan dengan Dimas tadi , tapi mengurungkan niatnya ...bagaimana kalau itu justru akan membuat Arya kepikiran .


" Kenapa ngelihatin gitu ,kangen ya ...?" Tanya Arya yang sedikit membuatnya kaget .


" Ih ..." Luna meringis ." Udah tidur , ingat kata Dokter tadi suruh banyak istirahat kan ."


" Kamu tiduran juga di sofa sana , jangan duduk disini terus , nanti capek ."


" Iya ,nggak usah mikirin aku , kan kamu yang sakit ." Sergah Luna .


Arya terlihat kurang nyaman dengan posisi bantalnya , Luna berdiri dan membetulkan posisinya .


" Begini enakan ?"


Arya mengangguk .


Luna mendekatkan wajahnya ." Udah tidur , masih pusing kan ..."


Lalu mengusap keningnya , memijatnya pelan dan rupanya cukup membuat Arya sedikit enakan .


Tak lama ia terlelap .


Luna membetulkan selimutnya , lalu ia keluar ruangan dan ternyata Ardi sudah datang .


" Kok kamu diluar ?" Tanyanya .

__ADS_1


" Iya Pa , Mas Arya barusan tidur ."


" Kamu beneran mau nginap sini ,kalau capek pulang aja biar Papa yang disini ."


Luna menggeleng ." Nggak papa , biar aku aja yang disini ."


" Ya sudah ..." Ardi memberikan kopernya , lalu tas kecil di tangannya . " Ini makan malam kamu sama vitaminnya , jangan lupa diminum ."


" Iya makasih Pa ."


" Papa pulang dulu , setelah makan , minum vitamin ...kamu istirahat juga biar nggak capek ,kalau ada apa-apa telpon Papa ."


" Iya Pa ."


Luna kembali ke ruangan , menaruh koper , lalu menghabiskan makanan dan minum vitaminnya .


Ia menyandarkan tubuhnya di sofa panjang sambil mengecek ponsel .Soal Dimas masih cukup mengganggu pikirannya .


Besok ...apa yang akan terjadi kalau Dimas benar-benar melakukannya .


Huft ...rasanya sulit sekali memejamkan mata . Membayangkan apa yang akan terjadi .


Tak tahu kapan mulai tertidur , saat tiba-tiba ia terbangun tanpa sengaja .


Diambilnya ponsel yang ternyata masih dipangkuannya .


Pukul 04.00


Sudah pagi rupanya . Dilihatnya Arya masih terlelap . Jantungnya tiba-tiba berdegup tak karuan , dari kemarin perasaannya sudah tak enak .


Membayangkan apa yang akan terjadi hari ini ...


Apa mungkin Dimas sudah melakukan sesuatu .


Ia berdiri , menaruh ponsel di sofa lalu berjalan ke kamar mandi .


Keluar dari kamar mandi , didengarnya suara ponsel berdering , ia buru-buru mengambil ponselnya , ternyata bukan ..itu suara ponsel Arya yang diatas nakas .


Dengan cepat diambil ,jangan sampai membangunkan Arya yang masih terlelap .


Ditatapnya layar ponsel , banyak telpon dan pesan masuk .


Sepagi ini ...


Dibacanya salah satu pesan yang masuk .


Nama yang tak dikenalnya ,mungkin ini rekan kerja di kantor .


Matanya terbelalak tak percaya , membaca pesan masuk dan membahas pernikahan kontrak .


Ia membekap mulutnya dengan telapak tangan , lalu duduk di sofa .


Apa ini artinya berita itu sudah menyebar .


Ia membuka salah satu akun berita dan memasukkan nama Arya di kolom pencarian .


sebuah judul artikel membuat nya hampir saja pingsan .


PEMILIK PERUSAHAAN PROPERTY TERNAMA ARYA YUDA PERWIRA TERBUKTI MELAKUKAN SEBUAH PERNIKAHAN KONTRAK DENGAN SEORANG WANITA BERNAMA LUNA ALINKA .

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


__ADS_2