
" Kontrak Pernikahan ." Seru Karina masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya , lalu ia membaca tanggal yang tertera di baris kedua ." 1 tahun ..." Ucapnya lagi .
Karina menatap suaminya . " Mama nggak ngerti semua ini ."
Ardi mengusap wajahnya , kemudian menyandarkan tubuhnya di meja .
" Bagaimana mungkin Arya melakukan hal seperti ini ?" Tanyanya lebih kepada diri sendiri .
" Mama memang sedikit heran dengan keputusannya yang tiba-tiba ingin menikahi Luna ..."
Ardi menatapnya .
" Tetapi ...waktu itu aku bisa terima alasannya , karena Sasa yang ngotot mau punya Mama .."
" Memangnya bagaimana mereka bisa kenal ?" Tanya Ardi kali ini , ia pun lebih tidak mengenal menantunya yang baru , yang bahkan baru ditemuinya hari ini .
" Luna sempat melamar kerja di kantor ..."
" Terus ...?"
" Tapi kemudian Sasa membutuhkan seseorang untuk menemaninya di acara sekolah , Sasa merengek mau Mamanya yang datang , sampai akhirnya Arya memilih Luna yang menemaninya ..."
" Luna dan Sasa pernah kenal sebelumnya ?"
Karina mengangguk ." Mereka pernah tidak sengaja bertemu , tapi ...untuk lebih intens nya pas acara sekolah Sasa waktu itu .."
" Tapi Sasa itu susah dekat dengan orang baru ." Ardi menimpali .
" Ya itu dia yang bikin Mama heran ...Sasa bisa langsung dekat sama Luna begitu mereka bertemu ."
" Tapi itu tidak bisa jadi patokan juga ...siapa tahu Luna memang menyukai anak-anak , makanya Sasa bisa langsung dekat dengannya .."
" Mungkin ..." Jawab Karina pendek .
" Kembali soal kontrak itu ...nggak mungkin rasanya kalau tidak ada perjanjian khusus , walaupun tidak tertulis disini .." Pendapat Ardi kali ini cukup membuat Karina terperangah .
" Maksud Papa ...nggak mungkin Arya tidak memberikan imbalan besar untuk semua ini ...?" Tebaknya .
Ardi mengangguk .
" Mama juga nggak tahu soal ini ..."
" Memangnya Arya nggak pernah cerita sama sekali ..?"
Karina menggeleng .
" Kamu tahu kan Arya seperti apa orangnya .." Lanjut Ardi .
" Maksud Papa dia itu terlalu royal , itu akan menjadi titik terlemah buatnya ."
Ardi menatapnya serius ." Papa nggak masalah kalau soal materi , dia mau memberikan berapapun ...asal itu untuk orang yang tepat ."
Karina menarik nafas panjang , paham betul apa maksud suaminya . Dulu semua ini juga pernah terjadi .
Arya sangat mencintai Kinan dan bahkan memberikan apapun yang diminta tanpa pernah ada penolakan , tetapi yang didapat malah sebaliknya ...materi dan juga cinta tak sanggup mempertahankan kesetiaannya .
__ADS_1
Tetapi kali ini , ia punya harapan yang besar ...kepada Luna .
Sejak awal bertemu , ia yakin seperti apa sifat menantunya itu . Semoga kali ini pendapatnya tidak salah .
" Tapi sejauh Mama mengenal Luna selama ini ,dia bukan orang seperti itu .."
" Mama yakin ?"
Karina mengangguk .
" Kalau untuk soal imbalan yang mungkin diberikan Arya untuk pernikahan ini ...?"
Kali ini Karina diam , coba berfikir . " Itu dia yang membuat Mama juga penasaran ..rasanya nggak mungkin kalau tidak ada pemberian khusus , kecuali kalau memang ada cinta diantara mereka ." Pungkasnya .
" Papa nggak bisa memberikan pendapat apapun , karena Papa belum mengenal Luna kan .."
Karina tersenyum hambar .
Ia hanya menyampaikan sesuai kata hatinya sekarang , tapi tetap saja ...ada sedikit keraguan menyelinap di hatinya .
Diluar , Arya kembali ke meja makan ..
Luna dan Sasa masih disana , setelah menghabiskan pudingnya , Sasa mulai rewel . Sepertinya ngantuk karena tadi siang pun tak mau tidur siang , karena melihat Luna sibuk membereskan rumah dan memasak .
Mia berjalan mendekat , mengajak Sasa untuk ke kamar , tapi ditolak .
" Sama Papa yuk ." Arya menawarkan untuk menggendongnya .
Sasa menggeleng .
Akhirnya Luna berdiri dengan menggendong Sasa .
" Mama akan panggil Arya kesini ...biar menjelaskan semuanya ."
" Jangan .." Cegah Ardi .
Karina menatapnya bingung ." Kenapa ?"
" Kita akan mencari tahu soal kebenarannya , tapi tidak perlu Arya tahu ..."
" Maksud Papa gimana ?"
" Papa akan cari alasan biar kita bisa tinggal disini bersama mereka ..." Usulnya .
" Apa ?" Karina menatapnya kaget .
" Kalau kita tinggal serumah ,bisa melihat langsung keseharian mereka kan ..."
" Tapi Pa ..."
" Ma ...mereka mungkin bisa berbohong di depan kita soal pernikahan mereka , tapi ...soal perasaan tidak akan pernah bisa disembunyikan ..."
Karina menatap lekat suaminya , masih bingung dengan keputusan yang diambilnya .
" Dengan tinggal bersama mereka ...kita akan tahu perasaan Arya sebenarnya seperti apa dan yang paling penting kita akan tahu seperti apa seseorang yang menjadi menantu kita sekarang ."
__ADS_1
Setelah berpikir sebentar , Karina mengangguk juga .
" Iya Papa benar , semoga kita tidak kecolongan seperti dulu lagi ."
Ardi mengangguk , lalu menyimpan kertas itu di tempatnya tadi , agar Arya tak sampai curiga , lalu mereka keluar ruangan .
" Kenapa Sa ...?" Tanya Karina begitu keluar dari ruang kerja dan mendapati Sasa merengek di ruang makan .
" Ngantuk kayaknya Ma ." Jawab Arya .
" Mau ditemani Oma sama Opa .." Tawarnya .
Sasa menggeleng dan masih melingkarkan tangannya di leher Luna .
" Sa ayolah jangan gini ..." Arya mendekati dan coba merayu nya ." Gendong Papa aja , kalau nggak sama Mama dikamar ya ..."
" Nggak mau ." Tolaknya .
" Tapi Mamanya capek kalau gendong terus , Sasa udah gede juga .." Lanjutnya .
Lagi-lagi Sasa menggeleng .
" Udah Mas nggak papa ." Ucap Luna akhirnya .
Arya hanya menatapnya .
" Kita ke teras belakang aja ya ..." Bisiknya pada Sasa .
Sasa mengangguk setuju .
Akhirnya Luna membawa Sasa ke belakang .
" Oh ya Papa mau ngomong sama kamu .." Ucap Ardi begitu Luna dan Sasa menjauh .
" Kenapa Pa ?"
" Sepertinya Papa berniat mau renovasi rumah lagi ."
Arya menatapnya kaget , begitu juga Karina .
" Memangnya Papa akan menetap disini lama ?" Tanya Arya lagi .
" Ya sepertinya lebih baik begitu , untuk urusan disana biar diawasi William saja ."
Karina tak berkomentar dan masih bingung dengan perkataan suaminya .
" Jadi selama rumah direnovasi nanti , mungkin Papa sama Mama mau tinggal disini , boleh kan ?"
Arya menatap Papanya . " Terserah Papa mau tinggal disini juga , kenapa mesti minta ijin segala ." Jawab Arya .
" Ya sudah ...sebaiknya kamu samperin istri kamu ...kasihan pasti capek kalau gendong Sasa terus ." Perintah Karina .
Arya berbalik dan berjalan ke teras belakang .
" Jadi ini rencana Papa ?" Tanya Karina , saat mereka tinggal berdua saja .
__ADS_1
Ardi mengangguk . " Semoga saja berhasil ."
Karina tersenyum menanggapinya .