KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 49


__ADS_3

" Kontrak Pernikahan ." Seru Karina masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya , lalu ia membaca tanggal yang tertera di baris kedua ." 1 tahun ..." Ucapnya lagi .


Karina menatap suaminya . " Mama nggak ngerti semua ini ."


Ardi mengusap wajahnya , kemudian menyandarkan tubuhnya di meja .


" Bagaimana mungkin Arya melakukan hal seperti ini ?" Tanyanya lebih kepada diri sendiri .


" Mama memang sedikit heran dengan keputusannya yang tiba-tiba ingin menikahi Luna ..."


Ardi menatapnya .


" Tetapi ...waktu itu aku bisa terima alasannya , karena Sasa yang ngotot mau punya Mama .."


" Memangnya bagaimana mereka bisa kenal ?" Tanya Ardi kali ini , ia pun lebih tidak mengenal menantunya yang baru , yang bahkan baru ditemuinya hari ini .


" Luna sempat melamar kerja di kantor ..."


" Terus ...?"


" Tapi kemudian Sasa membutuhkan seseorang untuk menemaninya di acara sekolah , Sasa merengek mau Mamanya yang datang , sampai akhirnya Arya memilih Luna yang menemaninya ..."


" Luna dan Sasa pernah kenal sebelumnya ?"


Karina mengangguk ." Mereka pernah tidak sengaja bertemu , tapi ...untuk lebih intens nya pas acara sekolah Sasa waktu itu .."


" Tapi Sasa itu susah dekat dengan orang baru ." Ardi menimpali .


" Ya itu dia yang bikin Mama heran ...Sasa bisa langsung dekat sama Luna begitu mereka bertemu ."


" Tapi itu tidak bisa jadi patokan juga ...siapa tahu Luna memang menyukai anak-anak , makanya Sasa bisa langsung dekat dengannya .."


" Mungkin ..." Jawab Karina pendek .


" Kembali soal kontrak itu ...nggak mungkin rasanya kalau tidak ada perjanjian khusus , walaupun tidak tertulis disini .." Pendapat Ardi kali ini cukup membuat Karina terperangah .


" Maksud Papa ...nggak mungkin Arya tidak memberikan imbalan besar untuk semua ini ...?" Tebaknya .


Ardi mengangguk .


" Mama juga nggak tahu soal ini ..."


" Memangnya Arya nggak pernah cerita sama sekali ..?"


Karina menggeleng .


" Kamu tahu kan Arya seperti apa orangnya .." Lanjut Ardi .


" Maksud Papa dia itu terlalu royal , itu akan menjadi titik terlemah buatnya ."


Ardi menatapnya serius ." Papa nggak masalah kalau soal materi , dia mau memberikan berapapun ...asal itu untuk orang yang tepat ."


Karina menarik nafas panjang , paham betul apa maksud suaminya . Dulu semua ini juga pernah terjadi .


Arya sangat mencintai Kinan dan bahkan memberikan apapun yang diminta tanpa pernah ada penolakan , tetapi yang didapat malah sebaliknya ...materi dan juga cinta tak sanggup mempertahankan kesetiaannya .

__ADS_1


Tetapi kali ini , ia punya harapan yang besar ...kepada Luna .


Sejak awal bertemu , ia yakin seperti apa sifat menantunya itu . Semoga kali ini pendapatnya tidak salah .


" Tapi sejauh Mama mengenal Luna selama ini ,dia bukan orang seperti itu .."


" Mama yakin ?"


Karina mengangguk .


" Kalau untuk soal imbalan yang mungkin diberikan Arya untuk pernikahan ini ...?"


Kali ini Karina diam , coba berfikir . " Itu dia yang membuat Mama juga penasaran ..rasanya nggak mungkin kalau tidak ada pemberian khusus , kecuali kalau memang ada cinta diantara mereka ." Pungkasnya .


" Papa nggak bisa memberikan pendapat apapun , karena Papa belum mengenal Luna kan .."


Karina tersenyum hambar .


Ia hanya menyampaikan sesuai kata hatinya sekarang , tapi tetap saja ...ada sedikit keraguan menyelinap di hatinya .


Diluar , Arya kembali ke meja makan ..


Luna dan Sasa masih disana , setelah menghabiskan pudingnya , Sasa mulai rewel . Sepertinya ngantuk karena tadi siang pun tak mau tidur siang , karena melihat Luna sibuk membereskan rumah dan memasak .


Mia berjalan mendekat , mengajak Sasa untuk ke kamar , tapi ditolak .


" Sama Papa yuk ." Arya menawarkan untuk menggendongnya .


Sasa menggeleng .


Akhirnya Luna berdiri dengan menggendong Sasa .


" Mama akan panggil Arya kesini ...biar menjelaskan semuanya ."


" Jangan .." Cegah Ardi .


Karina menatapnya bingung ." Kenapa ?"


" Kita akan mencari tahu soal kebenarannya , tapi tidak perlu Arya tahu ..."


" Maksud Papa gimana ?"


" Papa akan cari alasan biar kita bisa tinggal disini bersama mereka ..." Usulnya .


" Apa ?" Karina menatapnya kaget .


" Kalau kita tinggal serumah ,bisa melihat langsung keseharian mereka kan ..."


" Tapi Pa ..."


" Ma ...mereka mungkin bisa berbohong di depan kita soal pernikahan mereka , tapi ...soal perasaan tidak akan pernah bisa disembunyikan ..."


Karina menatap lekat suaminya , masih bingung dengan keputusan yang diambilnya .


" Dengan tinggal bersama mereka ...kita akan tahu perasaan Arya sebenarnya seperti apa dan yang paling penting kita akan tahu seperti apa seseorang yang menjadi menantu kita sekarang ."

__ADS_1


Setelah berpikir sebentar , Karina mengangguk juga .


" Iya Papa benar , semoga kita tidak kecolongan seperti dulu lagi ."


Ardi mengangguk , lalu menyimpan kertas itu di tempatnya tadi , agar Arya tak sampai curiga , lalu mereka keluar ruangan .


" Kenapa Sa ...?" Tanya Karina begitu keluar dari ruang kerja dan mendapati Sasa merengek di ruang makan .


" Ngantuk kayaknya Ma ." Jawab Arya .


" Mau ditemani Oma sama Opa .." Tawarnya .


Sasa menggeleng dan masih melingkarkan tangannya di leher Luna .


" Sa ayolah jangan gini ..." Arya mendekati dan coba merayu nya ." Gendong Papa aja , kalau nggak sama Mama dikamar ya ..."


" Nggak mau ." Tolaknya .


" Tapi Mamanya capek kalau gendong terus , Sasa udah gede juga .." Lanjutnya .


Lagi-lagi Sasa menggeleng .


" Udah Mas nggak papa ." Ucap Luna akhirnya .


Arya hanya menatapnya .


" Kita ke teras belakang aja ya ..." Bisiknya pada Sasa .


Sasa mengangguk setuju .


Akhirnya Luna membawa Sasa ke belakang .


" Oh ya Papa mau ngomong sama kamu .." Ucap Ardi begitu Luna dan Sasa menjauh .


" Kenapa Pa ?"


" Sepertinya Papa berniat mau renovasi rumah lagi ."


Arya menatapnya kaget , begitu juga Karina .


" Memangnya Papa akan menetap disini lama ?" Tanya Arya lagi .


" Ya sepertinya lebih baik begitu , untuk urusan disana biar diawasi William saja ."


Karina tak berkomentar dan masih bingung dengan perkataan suaminya .


" Jadi selama rumah direnovasi nanti , mungkin Papa sama Mama mau tinggal disini , boleh kan ?"


Arya menatap Papanya . " Terserah Papa mau tinggal disini juga , kenapa mesti minta ijin segala ." Jawab Arya .


" Ya sudah ...sebaiknya kamu samperin istri kamu ...kasihan pasti capek kalau gendong Sasa terus ." Perintah Karina .


Arya berbalik dan berjalan ke teras belakang .


" Jadi ini rencana Papa ?" Tanya Karina , saat mereka tinggal berdua saja .

__ADS_1


Ardi mengangguk . " Semoga saja berhasil ."


Karina tersenyum menanggapinya .


__ADS_2