KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 39


__ADS_3

" Kok kamu yang bawa ?" Tanya Luna heran .


" Iya tadi aku ketemu mbaknya disitu , kan ini memang pesanan kita , ya udah aku yang bawa ."


Dimas memberikan satu gelas padanya .


Ia meminumnya sedikit .


Di rumah ...Arya yang tiba-tiba merasa tak enak , akhirnya menelpon Widya . Mungkin Mamanya Luna tahu anaknya pergi kemana .


" Halo Tante ...Ini Arya ."


" Iya ada apa ?"


" Apa Tante tahu Luna pergi kemana ?"


" Iya dia bersama Dimas tadi ."


" Kemana ...?"


" Kata Luna ke Cafe yang di Hotel Permata ."


Setelah menutup sambungan ponselnya , Arya berdiri dan berlari ke kamarnya . Memakai jaket dan mengambil kunci mobil .


" Papa kemana , katanya ke rumah Tante Luna ..."


Sasa menghampirinya .


" Besok aja sayang ya ." Arya mengusap rambutnya ." Papa ada keperluan penting sekarang ."


Sasa mengangguk juga .


Setelah itu , Arya bergegas keluar , untungnya Hotel Permata tak begitu jauh dari rumahnya .Lebih cepat sampai lebih bagus . Ia yakin Dimas pasti akan melakukan sesuatu ke Luna .


Sementara di cafe ...


Luna merasa kepalanya sedikit pusing , mungkin karena kondisinya memang belum membaik tadi , tapi ia memaksakan tetap pergi juga .


" Lun ...kamu kenapa ?" Tanya Dimas cemas .


Luna menggeleng lemah ." Nggak papa cuma sedikit pusing aja ."


" Atau aku pesan makanan , mungkin karena kamu belum makan ?" Tanya Dimas lagi .


" Nggak usah , makasih ."


" Ya sudah , kamu habiskan minumannya , setelah ini aku antar pulang ."


Luna mengangguk dan mengambil gelasnya , meminumnya dan hanya menyisakan sedikit .


Ia memejamkan matanya sebentar , lalu membukanya lagi .


Pandangannya sedikit buram . Kepalanya semakin berdenyut sekarang .


" Dimas kita pulang sekarang ." Ucapnya parau .


" Iya sebentar , aku bayar dulu ." Dimas berdiri lalu berjalan ke dalam .


Luna masih diam di mejanya . Badannya semakin tak enak .


Ia coba memijat sendiri pelipisnya . Kepalanya terasa semakin berat .


Tak lama Dimas kembali .

__ADS_1


" Luna , ayo ." Ajaknya .


Luna berdiri , tapi badannya sangat lemas , ia hampir terjatuh karena pandangannya terasa berputar begitu ia bangkit dari kursi .


Dimas mendekat dan berusaha merangkulnya , tapi ia menolak .


" Aku cuma bantu kamu ...nanti jatuh ."


Akhirnya Dimas memegangi tangannya , karena ia mulai sempoyongan jalannya .


" Kenapa lewat sini ?" Tanya Luna heran , karena mereka malah berjalan masuk menuju hotel , sementara arah keluar dari cafe harusnya berbelok ke kanan tadi .


" Kita lewat pintu yang samping ,biar lebih cepat ke parkiran ."


Luna menurut juga .


Dan kali ini pandangannya semakin kabur , langkah kakinya terasa berat .


Sampai di satu lorong , Dimas menuntunnya dan semakin mempercepat langkahnya .


" Dimas kenapa kesini ?" Tanyanya pelan .


Suasana hotel cukup sepi sore ini .


Tanpa menjawab , Dimas menarik tangannya .


Luna berjalan tergesa dengan pandangannya yang semakin terlihat gelap .


Sampai mereka masuk ke satu ruangan .


Luna membelalakkan matanya terkejut .


" Dimas , mau apa kamu ?! " Sentaknya di sisa tenaga yang mungkin masih dimilikinya sekarang .


Luna berusaha memberontak , tapi Dimas lebih kuat mencengkeramnya .


Dengan kasar ...Dimas mendorong tubuhnya sampai ia terjatuh ke kasur .


Ia mulai menangis , tapi Dimas malah tertawa penuh kemenangan di depannya .


Luna berdiri dan berusaha keluar , tapi Dimas mencegatnya .


Terjadi sedikit pertengkaran sebentar . Sampai beberapa detik kemudian , pandangannya benar-benar gelap dan setelah itu ...ia tak tahu lagi apa yang terjadi .


Di parkiran Hotel Permata ...


Arya memarkirnya di depan , kemudian berlari masuk .


Ia langsung menuju cafe yang ada di samping kiri hotel .


Sudah sepi disana , hanya ada dua pengunjung di sudut meja .


Ia menghampiri waiters yang sedang membersihkan meja .


" Mbak permisi ."


" Iya Mas ."


" Tadi ada pengunjung disini laki-laki sama perempuan .." Arya mengambil ponsel di sakunya . " Ini yang perempuan ." lalu menunjukkan sebuah foto .


" Oh iya Mas ,tadi duduk di meja ini ." Jawabnya yakin .


" Sekarang kemana ?"

__ADS_1


" Tadi istrinya seperti sedang sakit Mas ."


" Istri ?"


" Iya , karena tadi suaminya juga memesan satu kamar disini ."


" Apa ?!" Sentaknya terkejut . " Sekarang mereka kemana ?"


" Kayaknya sudah masuk ke kamar Mas ."


" Mbak tahu mereka di kamar berapa ?"


Ia menggeleng .


Arya berlari masuk menuju meja resepsionis .


Di kamar ...


Dimas menidurkan Luna di kasur . Matanya masih terpejam .


Ia tertawa senang , sambil melihat sosok yang terbaring di depannya .


Sekarang , Luna akan menjadi miliknya seutuhnya .


Ia duduk di pinggir kasur dan dapat melihat wajah di depannya itu semakin dekat .


Perlahan ia mengangkat tangan dan menyentuh lembut wajah itu . Menyibakkan sedikit rambut yang menutupi wajahnya .


Sosok yang sudah lama tak ditemuinya , setelah peristiwa itu ...saat ia sendiri yang mengkhianatinya dan membuat hubungan keduanya berakhir .


Dan hari ini , ia akan mendapatkan lagi seutuhnya . Ia tak rela kalau sampai orang lain memilikinya .


Mata itu masih terpejam .


Tetapi itu justru membuatnya semakin terpesona dengan sosok di depannya .


Ia menarik nafas panjang dan mendekatkan wajahnya , sampai hampir tak berjarak di antara mereka .


Nafasnya semakin cepat ,saat bibirnya mulai menyentuh bibir yang terasa hangat , berbarengan dengan ******* nafasnya .


Ia semakin terbuai ...sampai akhirnya ...


" Jangan sentuh dia !!"


Sebuah sentakan mengejutkannya , ia sontak berdiri dan berbalik .


Arya menatapnya geram .


Belum sempat lepas keterkejutannya , Arya sudah menarik kerah bajunya dan ...


BRAKKKK !!!


Sebuah pukulan mendarat di wajahnya , membuatnya terjerembab dan menabrak nakas yang disamping tempat tidur .


Ia bangkit , dengan wajah yang nampak lebam .


Belum berdiri dengan sempurna , satu pukulan lagi diterimanya .


Ia kembali tersungkur ... , 2 satpam hotel masuk dan segera menghampirinya .


" Pak tolong bawa dia ke kantor polisi , nanti saya menyusul ."


" Baik Pak ." Ucap seorang satpam , lalu mereka menarik Dimas keluar dari kamar .

__ADS_1


__ADS_2