KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 87


__ADS_3

Sampai di rumah , terlihat mobil Arya sudah di halaman .


" Pak saya masuk dulu ."


Pak Sanusi mengangguk .


Luna berjalan cepat , tubuhnya mulai menggigil sekarang .


Di ruang tamu , Arya menghampirinya .


" Darimana ...kenapa hujan-hujanan gini ?" Tanyanya beruntun .


" Habis ketemu Laura ." Jawabnya pelan .


" Ajak ke kamar aja , nanti masuk angin itu ." Sambung Karina yang sedang bersama Sasa di ruang tengah .


Arya menuntunnya masuk , begitu sampai kamar ia langsung ke kamar mandi .


Cukup lama ia di dalam , hal itu membuat Arya sedikit cemas .


" Luna kenapa lama ,kamu nggak papa ?" Tanyanya sambil mengetuk pintu .


" Nggak papa Mas ." Jawabnya parau , mengusap air mata nya .


" Mandi pakai air hangat aja , nanti kamu sakit ."


" Iya ."


Setelah beberapa menit ..Luna keluar dengan rambut masih basah .


Arya menghampiri ." Matanya kenapa sembab gitu , habis nangis ?" Tanyanya cemas , sambil mengusap wajah Luna .


Luna menggeleng .


" Ya udah duduk dulu ." Arya memintanya duduk di depan meja rias , lalu menyalakan hair dryer .


" Biar aku sendiri ." Luna meminta hair dryer ditangannya .


" Nggak usah ." Arya mulai mengeringkan rambutnya .


Sementara Luna masih diam ,pikirannya kemana-mana .


Kinan ...apa yang akan dilakukan setelah ini , dia akan semakin nekat untuk merebut kembali Arya dan Sasa .


Meski Arya sendiri sudah menegaskan tak ada perasaan lagi di hatinya untuk Kinan , tapi bukan tidak mungkin jauh di dalam hatinya masih menyimpan perasaan itu ...dan ada Sasa yang membuat mereka akan terikat selamanya .


" Hay Luna ."


Tiba-tiba terngiang di telinga suara yang menyapanya tadi , tak tahu kenapa ia merasa takut , kemunculannya akan kembali mengganggu hidup nya yang sudah tenang .


Apa sebaiknya ia menceritakan ke Arya soal ini ...


" Kamu kenapa ?"


Luna menatap dari kaca ." Nggak ."


Ternyata Arya sudah selesai mengeringkan rambut .


" Tunggu disini aku buatin jahe ."


Arya keluar kamar , sampai di ruang tengah , ia mengambil ponsel di sakunya .

__ADS_1


" Lau...tadi kamu ketemu Luna ?" Tanyanya begitu tersambung .


" Luna ...nggak , udah semingguan ini aku nggak ketemu ."


Arya diam , dugaannya benar kalau Luna berbohong tadi .


" Memangnya kenapa ?" Tanya Laura lagi .


" Nggak papa ,makasih ya ."


Setelah itu , ia menghubungi seseorang .


" Iya Pak ,bisa ke dalam sebentar , saya tunggu di ruang tamu ."


Pak Sanusi sudah masuk ke ruang tamu .


Arya menghampirinya .


" Duduk Pak ."


Pak Sanusi duduk di depannya ." Ada apa Pak ?"


" Tadi Pak Sanusi yang antar jemput Luna kan ?"


" Iya Pak ."


" Kemana ?"


" Panorama Cafe ."


" Apa tahu Luna bertemu siapa disana ?"


Arya mengangguk . Apa mungkin Luna bertemu Kinan ...


" Saya lihat Bu Luna juga nangis waktu di mobil ."


Arya menatapnya kaget ." Nangis ?"


" Iya Pak , cuma saya mau nanya nggak enak ."


" Ya sudah , makasih ...Pak Sanusi bisa ke depan . "


Setelah Pak Sanusi berpamitan , ia ke dapur dan membuat jahe hangat .


" Luna nggak papa ." Arya berbalik dan mendapati Karina sudah berdiri di belakangnya .


" Nggak papa Ma , cuma biasanya dia pusing kalau kena hujan ."


" Biar istirahat aja ."


" Sasa mana ?" Tanya Arya lagi .


" Lagi sama Papa di kamar ."


Arya kembali ke kamar , membawa secangkir jahe hangat .


Luna sedang duduk di tempat tidur ketika ia masuk .


" Minum dulu ."


Luna mengambil cangkir di tangan Arya dan meminumnya sedikit .

__ADS_1


" Sasa mana ?" Tanya Luna .


" Dikamar sama Papa ."


Arya duduk di sebelahnya dan menaruh cangkir di nakas .


" Tidur ."


Luna merebahkan tubuhnya .


Arya mengambil minyak kayu putih di laci , lalu mengoleskan di perut dan lehernya .


Kemudian ia mematikan lampu .


" Tadi ketemu Laura ngapain ?" Tanyanya , sambil mengusap kening Luna .


" Mau pesen catering di tempat Mama ."


Arya mengangguk ." Ya udah , tidur ."


Luna memejamkan mata , merasakan pijatan di keningnya .


*****


Paginya ...


Arya berangkat ke kantor lebih awal hari ini .


Karina dan Sasa sudah duduk di meja makan .


" Mama kok lama Oma ?" Tanya Sasa sambil memainkan sendok di piring kosong .


" Tunggu sebentar ...masih ganti baju mungkin ."


" Lama..." Sasa manyun .


" Kok Sasa belum makan ?" Ardi muncul dan langsung duduk di samping Sasa .


" Biasalah Pa , nungguin Mamanya ."


" Opa suapin aja mau ..?"


Sasa menggeleng .


" Kamu susulin aja ke kamar , udah selesai apa belum ..." Perintah Ardi .


Sasa mengangguk , lalu turun dari kursi dan berjalan ke kamar Luna .


Di kamar ...


Luna baru keluar dari kamar mandi dan berniat langsung keluar , ketika tiba-tiba kepalanya berdenyut .


Ia menyandarkan tubuhnya di samping meja rias dan memijat keningnya pelan . Dari tadi pagi badannya memang tak enak .


Ia memejamkan matanya sebentar lalu membukanya lagi...pandangannya mulai berputar dan semakin gelap ...


" Maaaaaa ...." Sasa mengetuk pintu berkali-kali , tak ada sahutan .


Ia langsung membukanya dan berlari masuk .


" Omaaaaaaaaa......!!!!" Jeritnya .

__ADS_1


__ADS_2