
Sampai di rumah , terlihat mobil Arya sudah di halaman .
" Pak saya masuk dulu ."
Pak Sanusi mengangguk .
Luna berjalan cepat , tubuhnya mulai menggigil sekarang .
Di ruang tamu , Arya menghampirinya .
" Darimana ...kenapa hujan-hujanan gini ?" Tanyanya beruntun .
" Habis ketemu Laura ." Jawabnya pelan .
" Ajak ke kamar aja , nanti masuk angin itu ." Sambung Karina yang sedang bersama Sasa di ruang tengah .
Arya menuntunnya masuk , begitu sampai kamar ia langsung ke kamar mandi .
Cukup lama ia di dalam , hal itu membuat Arya sedikit cemas .
" Luna kenapa lama ,kamu nggak papa ?" Tanyanya sambil mengetuk pintu .
" Nggak papa Mas ." Jawabnya parau , mengusap air mata nya .
" Mandi pakai air hangat aja , nanti kamu sakit ."
" Iya ."
Setelah beberapa menit ..Luna keluar dengan rambut masih basah .
Arya menghampiri ." Matanya kenapa sembab gitu , habis nangis ?" Tanyanya cemas , sambil mengusap wajah Luna .
Luna menggeleng .
" Ya udah duduk dulu ." Arya memintanya duduk di depan meja rias , lalu menyalakan hair dryer .
" Biar aku sendiri ." Luna meminta hair dryer ditangannya .
" Nggak usah ." Arya mulai mengeringkan rambutnya .
Sementara Luna masih diam ,pikirannya kemana-mana .
Kinan ...apa yang akan dilakukan setelah ini , dia akan semakin nekat untuk merebut kembali Arya dan Sasa .
Meski Arya sendiri sudah menegaskan tak ada perasaan lagi di hatinya untuk Kinan , tapi bukan tidak mungkin jauh di dalam hatinya masih menyimpan perasaan itu ...dan ada Sasa yang membuat mereka akan terikat selamanya .
" Hay Luna ."
Tiba-tiba terngiang di telinga suara yang menyapanya tadi , tak tahu kenapa ia merasa takut , kemunculannya akan kembali mengganggu hidup nya yang sudah tenang .
Apa sebaiknya ia menceritakan ke Arya soal ini ...
" Kamu kenapa ?"
Luna menatap dari kaca ." Nggak ."
Ternyata Arya sudah selesai mengeringkan rambut .
" Tunggu disini aku buatin jahe ."
Arya keluar kamar , sampai di ruang tengah , ia mengambil ponsel di sakunya .
__ADS_1
" Lau...tadi kamu ketemu Luna ?" Tanyanya begitu tersambung .
" Luna ...nggak , udah semingguan ini aku nggak ketemu ."
Arya diam , dugaannya benar kalau Luna berbohong tadi .
" Memangnya kenapa ?" Tanya Laura lagi .
" Nggak papa ,makasih ya ."
Setelah itu , ia menghubungi seseorang .
" Iya Pak ,bisa ke dalam sebentar , saya tunggu di ruang tamu ."
Pak Sanusi sudah masuk ke ruang tamu .
Arya menghampirinya .
" Duduk Pak ."
Pak Sanusi duduk di depannya ." Ada apa Pak ?"
" Tadi Pak Sanusi yang antar jemput Luna kan ?"
" Iya Pak ."
" Kemana ?"
" Panorama Cafe ."
" Apa tahu Luna bertemu siapa disana ?"
Arya mengangguk . Apa mungkin Luna bertemu Kinan ...
" Saya lihat Bu Luna juga nangis waktu di mobil ."
Arya menatapnya kaget ." Nangis ?"
" Iya Pak , cuma saya mau nanya nggak enak ."
" Ya sudah , makasih ...Pak Sanusi bisa ke depan . "
Setelah Pak Sanusi berpamitan , ia ke dapur dan membuat jahe hangat .
" Luna nggak papa ." Arya berbalik dan mendapati Karina sudah berdiri di belakangnya .
" Nggak papa Ma , cuma biasanya dia pusing kalau kena hujan ."
" Biar istirahat aja ."
" Sasa mana ?" Tanya Arya lagi .
" Lagi sama Papa di kamar ."
Arya kembali ke kamar , membawa secangkir jahe hangat .
Luna sedang duduk di tempat tidur ketika ia masuk .
" Minum dulu ."
Luna mengambil cangkir di tangan Arya dan meminumnya sedikit .
__ADS_1
" Sasa mana ?" Tanya Luna .
" Dikamar sama Papa ."
Arya duduk di sebelahnya dan menaruh cangkir di nakas .
" Tidur ."
Luna merebahkan tubuhnya .
Arya mengambil minyak kayu putih di laci , lalu mengoleskan di perut dan lehernya .
Kemudian ia mematikan lampu .
" Tadi ketemu Laura ngapain ?" Tanyanya , sambil mengusap kening Luna .
" Mau pesen catering di tempat Mama ."
Arya mengangguk ." Ya udah , tidur ."
Luna memejamkan mata , merasakan pijatan di keningnya .
*****
Paginya ...
Arya berangkat ke kantor lebih awal hari ini .
Karina dan Sasa sudah duduk di meja makan .
" Mama kok lama Oma ?" Tanya Sasa sambil memainkan sendok di piring kosong .
" Tunggu sebentar ...masih ganti baju mungkin ."
" Lama..." Sasa manyun .
" Kok Sasa belum makan ?" Ardi muncul dan langsung duduk di samping Sasa .
" Biasalah Pa , nungguin Mamanya ."
" Opa suapin aja mau ..?"
Sasa menggeleng .
" Kamu susulin aja ke kamar , udah selesai apa belum ..." Perintah Ardi .
Sasa mengangguk , lalu turun dari kursi dan berjalan ke kamar Luna .
Di kamar ...
Luna baru keluar dari kamar mandi dan berniat langsung keluar , ketika tiba-tiba kepalanya berdenyut .
Ia menyandarkan tubuhnya di samping meja rias dan memijat keningnya pelan . Dari tadi pagi badannya memang tak enak .
Ia memejamkan matanya sebentar lalu membukanya lagi...pandangannya mulai berputar dan semakin gelap ...
" Maaaaaa ...." Sasa mengetuk pintu berkali-kali , tak ada sahutan .
Ia langsung membukanya dan berlari masuk .
" Omaaaaaaaaa......!!!!" Jeritnya .
__ADS_1