KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 79


__ADS_3

" Kinan ..."


Kinan menoleh .


" Laura...disini juga ?"


Laura mengangguk .


" Udah gabung disini aja , meja udah penuh semua itu ."


Kasihan juga melihat Kinan membawa kantong kresek besar . Sepertinya dia dari supermarket atas .


Mereka sedang ada di food court Mall .


Tangan kiri nya memegang gelas minuman dan sedari tadi dilihatnya celingukan mencari meja kosong .


" Nggak papa emangnya ?" Tanyanya sungkan .


Laura mengangguk ." Iya santai aja ..."


Kinan menarik kursi didepannya dan menaruh barang belanjaannya di kursi sampingnya .


Kinan menatap laki-laki yang disampingnya .


" Oh ya kenalin ini Rafi ." Ucap Laura lagi .


Mereka bersalaman .


" Habis belanja kamu ?"


Kinan mengangguk .


Rafi sedang menatap ponselnya , kemudian ia teringat sesuatu .


" Oh ya Lau ...kamu udah hubungi Luna ?"


" Oh iya aku lupa ...atau kalau nggak besok ajak ketemuan aja kali ya biar enak ngomongnya ."


Kinan menatap mereka yang sepertinya sedang membicarakan Luna .


Rafi mengangguk ." Ya nggak papa , nanti setelah itu kita bisa langsung ketemu Mamanya , lebih enak begitu kan ?"


" Ya oke , besok deh aku ajak ketemuan , mungkin sorean ...kalau siang ntar berbarengan dengan jemput Sasa juga ..."


" Iya asal jangan malam aja , tahu sendiri Arya gimana ." Ucap Rafi mengingatkan .


" Tunggu ..." Sela Kinan ." Kamu kenal Mas Yuda sama Luna juga ?" Tanyanya pada Rafi .


" Oh iya kenal , kalau Luna memang mulai kecil juga udah berteman sama dia ."


" Oh gitu ...kebetulan sekali ya ."


Rafi menatap Laura .


" Kinan ini mantan istrinya Yuda , Mamanya Sasa ."


" Oh ya ...maaf saya nggak tahu soal itu "


Kinan tersenyum .


" Kalian sepertinya sedang ada urusan sama Luna ?" Tanya Kinan lagi .


" Itu kebetulan kita mau ada acara dan pesan catering di Mamanya Luna , jadi sebaiknya aku ngomong ke Luna dulu aja lebih enak ." Laura menjelaskan .


Kinan mengangguk ." Tadi aku dengar kamu ngomong kalau nggak bisa ketemuan malam ,emang kenapa ?"


" Yuda biasa posesif kalau sama Luna ." Jawab Laura .


" Posesif ?"


Laura mengangguk ." Iya , bisa ngomel dia kalau aku ajak Luna keluar sampai malam ."

__ADS_1


" Oh gitu ya ..."


Kinan lalu diam .


Laura menatapnya dan merasa senang melihat kecemburuan yang terlihat jelas di raut wajahnya .


Tiba-tiba muncul ide dalam benaknya .


" Kamu tahu nggak kejadian yang seru beberapa waktu lalu ." Ucap Laura lagi .


Kinan menatapnya penasaran ." Memangnya ada apa ?"


" Jadi ceritanya ...kita lagi di cafe sama Luna , trus aku hubungi Yuda dan bilang kalau Luna sedang sakit ...kamu tahu apa yang dilakukannya ..?"


Kinan masih menatapnya serius ." Hanya dalam waktu kurang dari 15 menitan , Yuda langsung sampai di cafe , padahal jaraknya lumayan jauh dan kondisi sedang hujan pula ."


" Terus ...?" Kinan masih memperhatikan ceritanya , meski kini raut wajahnya berubah masam .


" Yuda panik banget waktu sampai sana dan langsung menggendong Luna membawanya keluar karena takut Luna kenapa-napa ."


" Memang Yuda sampai segitunya ?"


Laura mengangguk ." Bahkan aku juga kena marah karena udah bohong soal ini ..."


Kinan diam ...apa benar yang diceritakan Laura , ia selalu mengira sikap Yuda ke Luna terlihat mesra saat di depannya dan itu semua hanya ingin ditunjukkan Yuda untuk membalas perbuatannya dulu , tapi mendengar cerita Laura sekarang , apa semua itu salah ..


Ia meminum orange juice nya dan berdiri .


" Kalau begitu aku pulang dulu ya , ini udah mau maghrib juga ." Pamitnya , lalu mengambil kantong belanjaannya .


" Oh iya , hati-hati ya ." Ucap Laura , lalu Kinan berbalik dan berjalan menjauh .


" Cerita kamu berlebihan tahu .." Cetus Rafi begitu dilihatnya Kinan sudah jauh .


" Biarin ...sebel aku lihat dia , rasain tuh ...kelihatan jelas kalau dia cemburu ..."


Rafi tertawa ." Terserah kamu lah ." Lalu ia menghabiskan kopi di cangkirnya .


****


Luna masih duduk di ruang makan , sibuk dengan ponsel di tangannya .


Sementara Arya masih ada di ruang kerjanya .


Ia masih mengamati layar ponsel . Mengamati orderannya di salah satu aplikasi ojek online , untuk pemesanan makanan , tapi ini sudah lama dan masih mencari ...karena belum ada driver .


Ia meringis kesal ...apa karena sudah malam mungkin , jadi susah untuk dapat driver yang bisa mengambil orderannya .


Baru saja mau mengcancel orderannya tiba-tiba ...


" Lagi ngapain Sis ?" Arya berbisik di telinganya .


HAAAAA !!!!!!


Karena terkejut ponsel jatuh ke pangkuannya .


Arya terbahak melihatnya .


Luna menoleh dan mendapati Arya sudah berdiri di belakangnya .


Arya mengambil ponsel di pangkuannya .


" Bebek goreng ." Seru Arya membaca orderannya .


" Udah mana .."


Arya tak memberikan ponselnya ." Nggak ada driver ini .."


" Iya makanya , cancel aja ."


" Malam-malam pingin bebek goreng jangan-jangan ..."

__ADS_1


" Ngidam atau hamil gitu ." Potong Luna .


Arya tertawa mendengarnya ." Ya siapa tahu ..."


" Nggak ."


Arya memberikan ponsel padanya . " Ya udah ambil kunci mobil dulu ." Ucapnya .


" Mau kemana ?" Tanya Luna bingung .


" Katanya mau beli bebek ."


" Nggak usah , tidur aja ...besok deh gampang ." Tolaknya .


" Eh kalau beneran ngidam ntar anaknya ileran loh ..."


" Kalau nggak ngidam ?" Tanya Luna .


" Ya kamunya yang ileran ."


Arya terbahak , lalu berjalan ke kamarnya .


Tak lama Arya kembali dan sudah memakai jaket , lalu memberikan jaket yang dipegangnya ke Luna .


" Buruan pakai ."


" Nggak usah deh besok aja ini udah malam ,memangnya kamu nggak capek apa ..." Bujuk Luna lagi .


Arya tak menggubrisnya dan menuntunnya keluar .


Hanya beberapa menit mereka sampai di warung tenda yang memang sama seperti yang mau diordernya tadi dan ternyata cukup ramai .


Warung lesehan itu cukup penuh menjelang tengah malam . Mereka masuk dan mendapati hampir semua meja penuh .


" Mas Yuda ."


Arya menoleh dan mendapati Kinan dan Dewi ada di meja ujung .


Mereka akhirnya mendekat .


" Gabung sini aja , meja lain udah penuh ." Ujar Dewi lalu berdiri dan berpindah duduk di sebelah Kinan .


" Mau disini ?" Tanya Arya .


Luna mengangguk .


Mereka akhirnya bergabung disana .


Seorang laki-laki menghampiri mereka menanyakan pesanan .


" 2 Mas ya ." Ucap Arya , lalu beralih ke Dewi . " Kalian udah pesan kan ?"


Dewi mengangguk ." Udah kok ."


" Minumnya apa ?" Tanyanya lagi .


" Es jeruk ." Jawab Luna .


" Eh nggak jangan ...panas aja Mas ya . "


Setelah mencatat pesanan ,lalu pergi .


Luna menatapnya .


" Udah malam , jangan minum es ."


Luna manyun .


Ketika pesanan datang , mereka memakannya dengan lahap dan Arya sendiri juga nampak lebih sering berbicara dengan Dewi tanpa memperhatikan Kinan yang duduk di sebelahnya .


Dan Kinan , hanya diam sambil menatap mereka yang cukup dekat dengannya . Seolah ingin mempertontonkan keromantisan di depannya .

__ADS_1


Beberapa kali ia melihat Yuda menatap mesra ke Luna yang duduk disampingnya .


Lagi-lagi ia hanya bisa menahan rasa sakit di hatinya .


__ADS_2