
" Kinan ..."
Kinan menoleh .
" Laura...disini juga ?"
Laura mengangguk .
" Udah gabung disini aja , meja udah penuh semua itu ."
Kasihan juga melihat Kinan membawa kantong kresek besar . Sepertinya dia dari supermarket atas .
Mereka sedang ada di food court Mall .
Tangan kiri nya memegang gelas minuman dan sedari tadi dilihatnya celingukan mencari meja kosong .
" Nggak papa emangnya ?" Tanyanya sungkan .
Laura mengangguk ." Iya santai aja ..."
Kinan menarik kursi didepannya dan menaruh barang belanjaannya di kursi sampingnya .
Kinan menatap laki-laki yang disampingnya .
" Oh ya kenalin ini Rafi ." Ucap Laura lagi .
Mereka bersalaman .
" Habis belanja kamu ?"
Kinan mengangguk .
Rafi sedang menatap ponselnya , kemudian ia teringat sesuatu .
" Oh ya Lau ...kamu udah hubungi Luna ?"
" Oh iya aku lupa ...atau kalau nggak besok ajak ketemuan aja kali ya biar enak ngomongnya ."
Kinan menatap mereka yang sepertinya sedang membicarakan Luna .
Rafi mengangguk ." Ya nggak papa , nanti setelah itu kita bisa langsung ketemu Mamanya , lebih enak begitu kan ?"
" Ya oke , besok deh aku ajak ketemuan , mungkin sorean ...kalau siang ntar berbarengan dengan jemput Sasa juga ..."
" Iya asal jangan malam aja , tahu sendiri Arya gimana ." Ucap Rafi mengingatkan .
" Tunggu ..." Sela Kinan ." Kamu kenal Mas Yuda sama Luna juga ?" Tanyanya pada Rafi .
" Oh iya kenal , kalau Luna memang mulai kecil juga udah berteman sama dia ."
" Oh gitu ...kebetulan sekali ya ."
Rafi menatap Laura .
" Kinan ini mantan istrinya Yuda , Mamanya Sasa ."
" Oh ya ...maaf saya nggak tahu soal itu "
Kinan tersenyum .
" Kalian sepertinya sedang ada urusan sama Luna ?" Tanya Kinan lagi .
" Itu kebetulan kita mau ada acara dan pesan catering di Mamanya Luna , jadi sebaiknya aku ngomong ke Luna dulu aja lebih enak ." Laura menjelaskan .
Kinan mengangguk ." Tadi aku dengar kamu ngomong kalau nggak bisa ketemuan malam ,emang kenapa ?"
" Yuda biasa posesif kalau sama Luna ." Jawab Laura .
" Posesif ?"
Laura mengangguk ." Iya , bisa ngomel dia kalau aku ajak Luna keluar sampai malam ."
__ADS_1
" Oh gitu ya ..."
Kinan lalu diam .
Laura menatapnya dan merasa senang melihat kecemburuan yang terlihat jelas di raut wajahnya .
Tiba-tiba muncul ide dalam benaknya .
" Kamu tahu nggak kejadian yang seru beberapa waktu lalu ." Ucap Laura lagi .
Kinan menatapnya penasaran ." Memangnya ada apa ?"
" Jadi ceritanya ...kita lagi di cafe sama Luna , trus aku hubungi Yuda dan bilang kalau Luna sedang sakit ...kamu tahu apa yang dilakukannya ..?"
Kinan masih menatapnya serius ." Hanya dalam waktu kurang dari 15 menitan , Yuda langsung sampai di cafe , padahal jaraknya lumayan jauh dan kondisi sedang hujan pula ."
" Terus ...?" Kinan masih memperhatikan ceritanya , meski kini raut wajahnya berubah masam .
" Yuda panik banget waktu sampai sana dan langsung menggendong Luna membawanya keluar karena takut Luna kenapa-napa ."
" Memang Yuda sampai segitunya ?"
Laura mengangguk ." Bahkan aku juga kena marah karena udah bohong soal ini ..."
Kinan diam ...apa benar yang diceritakan Laura , ia selalu mengira sikap Yuda ke Luna terlihat mesra saat di depannya dan itu semua hanya ingin ditunjukkan Yuda untuk membalas perbuatannya dulu , tapi mendengar cerita Laura sekarang , apa semua itu salah ..
Ia meminum orange juice nya dan berdiri .
" Kalau begitu aku pulang dulu ya , ini udah mau maghrib juga ." Pamitnya , lalu mengambil kantong belanjaannya .
" Oh iya , hati-hati ya ." Ucap Laura , lalu Kinan berbalik dan berjalan menjauh .
" Cerita kamu berlebihan tahu .." Cetus Rafi begitu dilihatnya Kinan sudah jauh .
" Biarin ...sebel aku lihat dia , rasain tuh ...kelihatan jelas kalau dia cemburu ..."
Rafi tertawa ." Terserah kamu lah ." Lalu ia menghabiskan kopi di cangkirnya .
****
Luna masih duduk di ruang makan , sibuk dengan ponsel di tangannya .
Sementara Arya masih ada di ruang kerjanya .
Ia masih mengamati layar ponsel . Mengamati orderannya di salah satu aplikasi ojek online , untuk pemesanan makanan , tapi ini sudah lama dan masih mencari ...karena belum ada driver .
Ia meringis kesal ...apa karena sudah malam mungkin , jadi susah untuk dapat driver yang bisa mengambil orderannya .
Baru saja mau mengcancel orderannya tiba-tiba ...
" Lagi ngapain Sis ?" Arya berbisik di telinganya .
HAAAAA !!!!!!
Karena terkejut ponsel jatuh ke pangkuannya .
Arya terbahak melihatnya .
Luna menoleh dan mendapati Arya sudah berdiri di belakangnya .
Arya mengambil ponsel di pangkuannya .
" Bebek goreng ." Seru Arya membaca orderannya .
" Udah mana .."
Arya tak memberikan ponselnya ." Nggak ada driver ini .."
" Iya makanya , cancel aja ."
" Malam-malam pingin bebek goreng jangan-jangan ..."
__ADS_1
" Ngidam atau hamil gitu ." Potong Luna .
Arya tertawa mendengarnya ." Ya siapa tahu ..."
" Nggak ."
Arya memberikan ponsel padanya . " Ya udah ambil kunci mobil dulu ." Ucapnya .
" Mau kemana ?" Tanya Luna bingung .
" Katanya mau beli bebek ."
" Nggak usah , tidur aja ...besok deh gampang ." Tolaknya .
" Eh kalau beneran ngidam ntar anaknya ileran loh ..."
" Kalau nggak ngidam ?" Tanya Luna .
" Ya kamunya yang ileran ."
Arya terbahak , lalu berjalan ke kamarnya .
Tak lama Arya kembali dan sudah memakai jaket , lalu memberikan jaket yang dipegangnya ke Luna .
" Buruan pakai ."
" Nggak usah deh besok aja ini udah malam ,memangnya kamu nggak capek apa ..." Bujuk Luna lagi .
Arya tak menggubrisnya dan menuntunnya keluar .
Hanya beberapa menit mereka sampai di warung tenda yang memang sama seperti yang mau diordernya tadi dan ternyata cukup ramai .
Warung lesehan itu cukup penuh menjelang tengah malam . Mereka masuk dan mendapati hampir semua meja penuh .
" Mas Yuda ."
Arya menoleh dan mendapati Kinan dan Dewi ada di meja ujung .
Mereka akhirnya mendekat .
" Gabung sini aja , meja lain udah penuh ." Ujar Dewi lalu berdiri dan berpindah duduk di sebelah Kinan .
" Mau disini ?" Tanya Arya .
Luna mengangguk .
Mereka akhirnya bergabung disana .
Seorang laki-laki menghampiri mereka menanyakan pesanan .
" 2 Mas ya ." Ucap Arya , lalu beralih ke Dewi . " Kalian udah pesan kan ?"
Dewi mengangguk ." Udah kok ."
" Minumnya apa ?" Tanyanya lagi .
" Es jeruk ." Jawab Luna .
" Eh nggak jangan ...panas aja Mas ya . "
Setelah mencatat pesanan ,lalu pergi .
Luna menatapnya .
" Udah malam , jangan minum es ."
Luna manyun .
Ketika pesanan datang , mereka memakannya dengan lahap dan Arya sendiri juga nampak lebih sering berbicara dengan Dewi tanpa memperhatikan Kinan yang duduk di sebelahnya .
Dan Kinan , hanya diam sambil menatap mereka yang cukup dekat dengannya . Seolah ingin mempertontonkan keromantisan di depannya .
__ADS_1
Beberapa kali ia melihat Yuda menatap mesra ke Luna yang duduk disampingnya .
Lagi-lagi ia hanya bisa menahan rasa sakit di hatinya .