
"apa maksud mu fajar "
Hana menatap nanar wajah bagas
"iya hana, aku yakin janin dalam kandungan mu ini adalah darah daging ku,
Waktu itu kita melakukan nya sebelum kamu menikah bukan? "
"iya, sepertinya sepuluh hari sebelum aku di nikahkan "
Bagas turun dari dari kursi membungkuk setengah duduk , wajah nya menghadap tepat di depan perut hana
"aku akan bertanggung jawab hana , aku akan bicara pada suami mu bahwa janin ini adalah benih ku "
Hana terperenjat bangkit,
"tidak fajar, jangan pernah melakukan hal yang akan memperpanjang masalah "
"tapi hana, dia adalah darah daging ku "
"itu belum tentu fajar, mungkin juga dia anak dari suami ku "
"itu tidak mungkin hana, aku sudah menghitung nya sejak kejadian hari itu "
"tapi fajar,,,, "
"terimakasih telah menjaga anak kita "
Fajar memeluk hana menelungkup kan wajahnya membuat nya mencium perut hana
"aku takan merubah perasaan ini hana,
aku mencintai mu dari dulu, bahkan saat dulu kamu menolak cintaku dengan alasan belum ingin berpacaran , perasaan ku tetap tak memudar.
Aku akan menunggu mu sampai kamu berpisah dari suami mu sampai kapan pun "
"fajar, jangan seperti ini,
Aku sudah menjadi istri orang yang tak pantas kamu perlakukan seperti ini "
"tapi hana, aku tak ingin lagi berpisah dengan mu"
"jika kita berjodoh pasti tuhan akan mempersatukan kita, sekarang aku harus pergi ,
Ada yang menunggu ku di rumah "
Hana melepas pelukan fajar dengan perlahan
"hana, boleh aku minta nomor telepon mu? "
"aku tidak punya handpone "
"jadi selama ini kamu tidak punya handpone?
Lalu bagai mana kamu memberi kabar pada orang tua mu "
"sesekali aku meminta suami ku untuk menelpon ibu bapak , atau bapa lebih dulu menelpon lewat suami ku "
"pasti suami mu sangat baik padamu.
kamu sangat beruntung hana , mempunyai suami yang menyayangi dan mencintai mu , juga orang tua yang juga peduli terhadap mu"
Fajar berdiri membelakangi hana
Hana yang terenyuh dengan perkataan fajar menunduk , tangan nya ingin meraih fajar namun di urungkan lagi.
(seandai nya kamu tau fajar, hidup ku sangat tersiksa , aku tak seberuntung yang kamu fikirkan.
Aku tak memiliki suami sperti yang kau ucapkan , justru aku memiliki suami yang labil,
Dia akan bersikap baik padaku ketika ada ingin nya, dan dia akan bersikap masabodo kembali terhadap ku kala ku memenuhi keinginan nya)
Batin hana
"fajar, aku harus segera pulang.
Mba fatma pasti menungguku "
Hana berjalan keluar dari ruangan toko, mengambil beberapa kantong besar berisi belanjaan nya.
Fajar membuntuti hana lalu menawarkan diri
"hana, sini biar aku yang bawa"
Fajar merebut lembut kantong yang ada di tangan hana
"tidak usah fajar , aku bisa sendiri ko "
"kamu sedang hamil hana , seharus nya kamu tidak boleh belanja sendirian apa lagi belanjaan mu sebanyak ini , dan juga ini sangat berat "
"kamu memang tidak berubah fajar, dari dulu selalu memaksa untuk membantu ku "
hana berjalan mengikuti fajar yang ada di depan nya.
"aku takan berubah hana, sekalipun sekarang kamu sudah menjadi milik orang "
Fajar terus berjalan sampai ke parkiran di ikuti hana
"aku mau nunggu di pinggir jalan aja fajar, sambil naik angkot.
Eh tapi aku juga mau beli es goyobod dulu pesanan mba fatma, kamu tau tempat jualan es goyobod? "
tanya hana pada fajar
"ya sudah kalau begitu kita naik motor saja, tunggu disini aku akan membawa motor ku dulu "
Fajar meninggalkan hana di tempat parkir motor lalu kembali dengan membawa kendaraan nya.
"ayo naik "
__ADS_1
Fajar membawa kantong kantong besar ke atas motor, lalu menyuruh hana untuk segera naik
"terimakasih fajar, kamu sangat membantuku, aku jadi merasa malu "
Ucap hana seraya menaiki motor.
Motor fajar melaju perlahan krmudian berhenti di pinggir jalan tak jauh dari pasar,
Telihat di depan sebuah gerobak dagangan cukup besar dengan tulisan es goyobod. Fajar dan hana menghampiri pedagang es goyobod yang masih sibuk menata jualan nya.
"mang sudah siap belum?
Es goyobod nya 2 ya "
Tanya fajar pada pedagang
"sudah a, silahkan duduk dulu a "
Fajar dan hana duduk di lesehan panjang yang berada di belakang tempat jualan es goyobod , tempat nya begitu nyaman walaupun di pinggir jalan dengan di rimbuni pohon besar di atas lesehan namun tetap memakai saung terpal anti hujan.
"mau di bungkus atau di minum di sini a? "
Tanya pedagang es
"disini aja mang "
Jawab fajar
"loh ko di minum disini, kan aku mau bawa pulang fajar "
Ucap hana
"udah minum disini dulu, nanti bawa juga untuk pulang "
Tutur fajar
"jadi mau di minum disini atau di bungkus? "
Tanya pedagang es memastikan
"disini 2 ya mang, nanti bungkus juga untuk di bawa pulang "
Jawab fajar
"iya di tunggu ya a "
Pedagang es segera membuatkan 2 gelas es goyobod lalu menaruh nya di depan bagas dan hana
"istri nya lagi hamil ya a ?
Udah berapa bulan? "
Tanya pedagang setelah menaruh 2 gelas es di meja
"iya mang istri saya lagi hamil, udah 7 bulan jalan "
"wah.. Selamat ya a, semoga ibu dan bayi nya sehat di lancarkan persalinan nya "
"iya aamiin mang, terimakasih "
Pedagang es kembali sibuk melayani pembeli selanjut nya.
"fajar, kenapa bilang sama tukang es kalau aku istrimu?
Aku kan bukan istri mu "
Ucap hana, suara nya sangat pelan hampir seperti berbisik
"ya udah gak apa apa, cuma gitu doang, biar si emang nya gak banyak nanya .
Lagian siapa tau itu jadi do'a "
Fajar tersenyum sangat tulus
"ih kamu "
Hana mencubit pinggang fajar, membuat fajar kegelian
"hana, ini buat kamu "
Fajar menyodorkan sebuah benda pipih ke hadapan hana
"apa ini fajar "
hana pura pura tidak tau
"ini handpone ku yang sudah tak ku pakai,
Sekarang ini milk mu, pakailah mungkin kamu butuh dengan benda ini "
"aku tidak mau fajar, suami ku mampu membelikan nya untuk ku, tapi aku tak membutuhkan kan nya "
Hana berbohong, padahal suami nya tidak membelikan nya saat dia meminta pun.
"kalau kamu tidak membutuhkan nya sekarang mungkin suatu saat nanti kamu butuh, simpan saja dulu.
Kalau pun kamu tidak membutuhkan nya sama sekali anggap saja ini kenangan dari ku yang harus kamu simpan dan jaga "
"baiklah.. Terimakasih fajar "
Hana menyimpan hanpone tersebut dalam tas yang dia selempangkan nya.
"oh iya, di handpone itu sudah ada nomor nya,jadi sudah bisa langsung di pake.
Ada juga foto foto saat kita masih jaman sekolah "
"oh ya, nanti aku akan melihat nya kalau sedang santai "
Tak terasa mereka berbincang cukup lama sampai es goyobod yang mereka pesan sudah habis ,
__ADS_1
"mau pesan lagi es nya? "tanya fajar
"engga usah, sudah terlalu siang, aku harus cepat pulang "
Jawab hana
"mang di bungkus 2 ya "ucap hana pada tukang es
"iya ini teh es nya "
Pedagang es menyodorkan kantong Putih berisi 2 pelastik es goyobod lalu hana mengambil kantong tersebut
"Ini uang nya mang "
Fajar memberikan 1 uang lembar 50ribu
"tidak usah di kembaliin mang "
Ucap fajar berlalu pergi dengan hana di depan nya
"terimakasih a, semoga rejeki nya lancar, pernikahan nya langgeng, jodoh sampai maut memisahkan "
Ucap pedagang es sambil menaruh uang nya di atas kepala . fajar tersenyum mendengar do'a yang di mohonkan oleh tukang es, dalam hati fajar mengucap beribu ribu kali aamiin.
Fajar dan hana kembali menaiki motor , melaju meninggalkan tempat es goyobod melewati beberapa kampung hingga ahirnya sampai di kampung kelapa tempat hana tinggal
"rumah kamu dimana? "
Ucap fajar
"itu sebentar lagi sampai " hana menunjuk rumah berwarna coklat
"yang ada motor itu ?"
Fajar meyakinkan
"iya yang ada motor , fajar nanti kamu langsung pergi aja ya, sepertinya suami ku sudah pulang. Aku takut nanti dia berfikir yang tidak tidak "
"iya hana, aku mengerti "
Setelah sampai di depan rumah , hana turun dari motor lalu mengambil bberapa kantong besar yang di turunkan fajar dari motor nya. Kemudian fajar pamit dan berlalu pergi.
Fatma dan rian yang sedang asik bercanda di dalam rumah panik kala mendengar suara motor berhenti di depan rumah , mereka duduk dengan jarak berjauhan tak seperti sebelum nya yang saling berdekatan bahkan fatma duduk di pangkuan rian.
Hana membuka pintu sambil berucap salam , dia sedikit kaget kala melihat ada tamu di rumah nya
"eh hana, kamu sudah pulang "
Sapa fatma terlihat sudah tenang
"iya mba , maaf lama, tadi nunggu es goyobod buka dulu " hana tersenyum membungkukan kepalanya sekejap
"tidak apa apa hana, aku sudah mengira nya "
"ya sudah saya pamit ke dalam dulu ya mba , mas "
Hana berlalu masuk setelah pamit pada fatma juga tamu yang duduk bersebrangan dengan fatma.
Hana membuka es goyobod yang di beli nya , lalu menuangkan nya di gelas cukup besar.
Dengan inisiatif nya hana membawakan 2 gelas es goyobod kepada fatma dan tamu itu.
"mba, ini es goyobod nya "
Hana menyimpan 2 gelas di atas meja
"trimakasih hana, kamu istirahat dulu aja sana di kamar "
"iya mba "
Hana berjalan mejauhi fatma kemudian masuk ke kamar nya.
"dia hana istri baru nya bagas bukan? "tanya rian pada fatma setelah hana mdnghilang di balik pintu
"iya, sebentar lagi sudah bukan istri nya bang bagas lagi "
Jawab fatma, bibir nya tersenyum miring
"maksud ade dia akan di buang? "
"iya mas, setelah nanti melahirkan dia akan di antarkan pulang sama bang bagas "
"kasian juga ya tuh cewe "
"loh kasian apa nya mas, jangan jangan mas juga ketipu sama sikap nya yang so polos dan lugu itu ya,
Sebenar nya dia itu cewe matre mas, dia perempuan licik dan jahat.
Dia telah membuat bang bagas berubah dengan sikap nya yang pura pura baik, padahal asli nya busuk"
Fatma tak terima rian membela hana sama seperti suami nya
"mas fikir dia cewe bener , ternyata matre juga.
Yang terpenting ade yang selalu mas dambakan, wanita terbaik dalam hidup mas "
Bagas berpindah duduk mendekati fatma
"ah mas bisa aja , mas juga selalu ade dambakan "
Rian memeluk fatma lalu mencium kening nya
"ade, Mas pulang dulu ya, takut bagas keburu pulang , nanti lain lagi jadinya "
"aaahhhh.. Padahal masih kangen,
Ya udah deh , besok ade akan mencari cara agar bisa ketemu sama mas "
fatma memanjakan suara nya seperti bocah yang tak ingin di tinggal ibu nya.
__ADS_1