
"lalu kenapa mas menikahi ku? " tanya hana dengan suara yang masih bergetar
"aku menikahimu atas permintaan fatma, aku pernah menceritakan nya pada mu tentang fatma ingin aku menikahi anak remaja yang belum punya pengalaman "
"lalu perenpuan itu? "
Hana menoleh ke arah bagas meminta penjelasan
"dia istri ku, istri ke 2 ku.
Dulu dia cinta pertama ku, kami menjalin hubungan asmara , tapi dia di jodohkan orang tua nya dengan laki laki pilihan ayah nya hingga akhir nya kami harus terpisah , dengan alasan aku tak akan mampu menghidupi nya dalam keadaan miskin
Lama aku menyendiri ahir nya di usia ku yang ke 28 aku menikahi fatma, wanita sederhana yang mau ku ajak hidup susah .
setengah tahun menikah fatma hamil, tapi karna keadaan ku yang belum punya pekerjaan , fatma ikut membantu ku bekerja sebagai tukang cuci gosok menambah penghasilan untuk makan sehari hari , hingga membuat fatma keguguran
Selang satu bulan fatma ke guguran, dia di tawari pekerjaan oleh teman nya, menjadi staf di sebuah perusahaan di luar negri dengan gaji 15 juta perbulan.
Tanpa meminta restu ku fatma menandatangani kontrak kerjanya
Hingga malam tiba barulah dia menceritakan keberangkatan nya ke luar negeri
Sebelum nya aku bersi keras melarang nya, namun dia tetap keukeuh dengan pendirian nya. Dia bilang ini akan mengubah nasib kami berdua
Aku meminta fatma untuk ikut bersama nya bekerja, namun teman nya mengatakan bahwa sudah tidak ada lagi lowongan pekerjaan
Aku hanya bisa pasrah merelakan fatma wanita yang selalu mendampingi ku walau dalam keadaan susah
Beberapa bulan fatma di luar negri dia mengirim ku uang 15 juta perbualan nya , ku gunakan uang itu membangun beberapa penggilingan di beberapa tempat.
Namun setahun yang lalu aku bertemu dengan wanita yang dulu sangat aku cintai, dia cinta pertama ku , ningrum namanya
Kebetulan kami bertemu di acara nikahan sodaranya, dia bercerita panjang lebar waktu itu, menceritakan bahwa dirinya telah menjanda selama 2 bulan.
Awal nya dia meminta pekerjaan pada ku, namun aku merasa iba pada nya. Ku berikan dia uang 4juta perbualan tanpa dia bekerja pada ku
Aku laki laki normal, setiap bertemu dengan nya selalu ada hasrat yang berbeda, hingga satu hari aku memintanya untuk menikah dengan ku dan dia pun menginginkan nya
Kami menikah siri di kampung sebelah tanpa se izin fatma, tak ada yang tau dari keluarga ku juga keluarga fatma, hanya ibu ku dan keluarga ningrum yang tau
Fatma akan murka jika mengetahui pernikahan ku dengan ningrum apalagi sudah setahun ini kami menjalin rumah tangga
Aku sengaja menikahi mu agar fatma tau aku hanya mencintai nya, menikah dengan se izin nya
Awal nya aku akan mengantarkan mu kepada orang tua mu karna aku merasa telah di bohongi di malam pertama oleh mu ,
Tapi ningrum melarang ku , dan menyuruh ku untuk tetap menjadikan mu istri ku "
Bagas menceritakan semua nya pada hana , sekarang dia tak peduli hana menangis ataupun berteriak
"kalau begitu antar kan saja aku pada orang tua ku mas "
Lirih hana
"itu tidak mungkin hana, kau sudah terikat janji untuk menjadi istriku selama 3 tahun , kau lupa? "
Bagas menepis permintaan hana
" aku hamil mas "
Lirih hana
"Apa ?"
Bagas sontak kaget dengan ucapan hana
"ya, aku hamil mas "
Jelas hana
__ADS_1
"itu tidak mungkin "
Bagas seakan tak mempercayai ucapan hana
"ini "
Hana menyodorkan benda kecil warna putih menyerupai lidi namun sedikit lebih besar, panjang nya kira kira satu jari tangan
"apa ini "
Tanya bagas pura pura, padahal dia sudah tau jika itu tespek yang menunjukan garis 2 tanda positif hamil
"itu tespek saat aku periksa ke bidan "
Ucap hana
"jadi sebelum menikah dengan ku kamu sudah hamil ? "
Tanya bagas, matanya melototi hana
"engga mas, " jawab hana
" kamu yakin itu anak dalam kandungan mu qdarah daging ku?
Bahkan sebelum tidur dengan ku kau sudah tidur dengan laki laki lain "
Bagas menunjuk perut hana dengan nada suara tinggi
Hana hanya terdiam tak mampu menjawab, sebab dia sendiri tidak tau anak siapa yang ada di dalam kandungan nya
Entah itu fajar atau bagas
"aku tidak mau tau, anak itu tidak boleh lahir, gugurkan saja "
Ucap bagas tegas dengan berjalan pergi meninggalkan hana , terdengar motor nya melaju dengan cepat hingga tak tak terdengar lagi
***
Bagas tak menghirau kan pertanyaan yang ningrum lontarkan
Bagas menarik bagian kaki ningrum yang duduk di sebelah nya, menyelusupkan wajah nya di atas paha ningrum
"kamu kenap sih mas, datang datang ko kayak orang abis berantem, katanya mau pulang " tanya ningrum
"jangan nanya dulu sayang , kepala mas pusing. Mas pengen gini aja dulu "
Bagas masih menyeludupkan wajah nya
Rasanya tenang jika dirinya di sisi ningrum
Ningrum memijat kepala bagian belakang bagas , membuat bagas tertidur pulas . Karna tak ingin membangunkan nya ningrum menggeserkan kepala bagas perlahan ke atas bantal tanpa mengubah posisi badan nya
****
Hana menangis tersendu sendu, tak menyangka suami nya akan berkata seperti itu , kini nasi sudah menjadi bubur
Jika orang lain akan begitu bahagia dengan kehadiran buah hati nya, berbeda dengan hana yang malah menjadi kesedihan dengan kehadiran buah hati nya
Sudah hampir tengah malam bagas tak juga kunjung pulang, hana yang cemas hanya bisa menunggu nya di kursi depan tv
Mata sembab nya membuat hana cepat mengantuk, karna tak kuat menahan kantuk hana pun pergi ke kamar mengistirahatkan diri
(usir saja , usir saja)
Beberapa orang di kampung bersorak di depan rumah ibu hana
(hana, ibu tak sudi melihat mu, pergi sana)
Bahkan ibu nya sendiri mengusir nya
__ADS_1
(Dasar anak tak tau malu )
Bapak nya ikut mengolok olok
Hana di usir di arak oleh orang orang sekampung
Dengan perut nya yang membuncit hana berjalan menyusuri sungai , kaki nya terpeleset batu kan terjungkal ke dalam sungai yang keruh
Hana berteriak meminta tolong namun tak ada satu pun yang menolong nya, bahkan orang orang yang melihat nya malah menertawakan nya
Hana terbawa arus sungai yang sangat deras, di depan nya terlihat batu batu besar dan tiba tiba
Dugggg!
Kepala hana membentur tepi ranjang yang terbuat dari kayu jati
"awwww... Sakit "
Lirih hana
Tangan nya menyentuh kepala nya yang terbentur tepi ranjang
Hana membuka mata , menyadari bahwa dia bermimpi , tangan yang mengusap kepala kini beralih mengusap perut nya , mengajak perut rata nya bicara
"nak.. Maaf atas ketidak senangan ku dengan kehadiran mu,
Sebenarnya aku ingin sekali berbahagia seperti banyak orang
Tapi nak...
Ini berbeda, aku sudah terikat janji dengan pernikahan ku
Maaf kan aku nak... Sepertinya aku tak bisa mempertahankan mu"
Bulir bening mengalir di pipi hana, membasahi bantal yang masih di tidur nya
Hana memejamkan mata, membayangkan kembali perkataan suami nya
"aku tidak mau tau, anak itu tidak boleh lahir, gugurkan saja "
Kata kata itu terus saja menghantui fikiran hana .
Hana kembali tertidur , hingga menjelang pagi hana belum juga bangun
Mata nya yang seharian kemarin terus menangis membuat nya lelah, hingga dia tertidur sangat pulas
Pagi pagi bagas pulang ke rumah hana, berniat mengganti pakaian.
Rumah hana terlihat masih sepi, lampu nya masih menyala , semua gordeng juga masih tertutup
Bagas masuk ke dalam rumah yang kebetulan tidak di kunci, dia menuju kamar dimana ada hana di sana
Ceklek!
Bagas membuka pintu kamar, membuat hana terperenjat bangun dari tidur nya
"mas baru pulang "
Hana segera menyapa suami nya dengan suara yang masih serak , mata nya masih sembab akibat semalaman dia menangis terlalu lama
"hemmmm "
Bagas hanay berdehem menjawab pertanyaan hana
Hana segera menghampiri suami nya yang sedang memilih pakaian di lemari
"mas, maafkan aku "
Hana memeluk kaki bagas
__ADS_1
"sudahlah hana, jangan bersikap seperti ini "