
Hana tidak mengetahui jika yang ada di depan nya tersebut adalah fatma istri pertama nya bagas
Fatma kembali dari luar negri tanpa sepengetahuan bagas sebagai surprise , dia mengakhiri kontrak kerja nya yang seharus nya 2 tahun lagi harus menetap di luar negri
Semenjak sodara nya yang bernama ita menelpon nya seminggu yang lalu fatma berfikir untuk memutuskan kembali ke tanah indonesia tanah kelahiran nya
Ita menceritakan bahwa bagas suami nya telah banyak berubah setelah menikah lagi,
Dia juga mengatakan bagas menghabiskan uang yang di kirim fatma tiap bulan , untuk bersenang senang dengan istri baru nya
Istri baru nya bagas sangat licik dan pintar , ita mengingatkan fatma untuk segera pulang dan menetap tanpa meninggalkan lagi kampung halaman nya
"mba, menurut ita mending mba pulang saja , menetap kembali di kampung , jangan sampai mba di sana kerja sedangkan disini suami mba dan istri baru nya bersenang senang dengan menghabiskan uang yang setiap bulan mba kirim
Mba tidak ada kewajiban untuk bekerja mencari nafkah, seharus nya bang bagas yang bekerja menafkahi mba.
Kalau pun mba tinggal di kmpung , tak akan mba kekurangan seperti dulu,
Dengan hasil beberapa penggilingan padi dan juga kontrakan akan mencukupi hidup mba bersama bang bagas "
Begitu ucapan ita pada fatma di telepon .
saat pintu terbuka , fatma begitu terkejut ketika seorang perempuan membukakan pintu , menampakan hana dengan perut besar nya
"kamu hana kan ?"
Fatma bertanya dengan mata terus menelusuri hana dari atas sampai bawah .
"muka sih muda, tapi ko pake daster yang udah jelek begini " batin fatma.
"iya, anda siapa ya? "
Hana sedikit meng anggukan kepala nya
"saya fatma istri nya Bang bagas"
Fatma bicara dengan begitu tegas dan jutek.
Hana mengkerut ke anehan melihat fatma yang ada di hadapan nya berbeda sekali dengan fatma yang ada di bingkai foto
"Kenapa kamu diam saja ?
Bawa kan koper ku ke dalam! "
Mata fatma menunjukan 2 koper besar yang ada di belakang nya
"minggir "
Fatma berjalan Masuk , menabrak bagian sisi tubuh hana membuat hana sedikit bergeser memberi jalan
Hana membawa masuk 2 koper besar membuntuti Fatma dengan terpongoh pongoh menahan berat.
"Bang "
Fatma memanggil bagas yang kebetulan baru keluar dari kamar mandi dengan handuk masih melingkar di pinggang.
"fatma, sayang... Kapan kamu kembali? "
Bagas berjalan menghampiri fatma, tangan nya Berhambur memeluk fatma,
Fatma menjatuhkan tas yang di tengteng nya membalas pelukan bagas.
"aku sengaja mas, mau bikin surprise
Hana yang Ada di belakang Fatma terdiam , menyaksikan dua sejoli yang saling berpelukan melepas rindu ,
Hana merasa seperti sedang menonton film drama Korea, mereka seperti hanya ber dua tanpa melihat kehadiran orang lain di sekitar nya .
Hana perlahan mundur sedikit menjauh, dia mengerti betul bagai mana sikap yang harus di lakukan nya , dia memberi mereka waktu untuk saling melepas rindu
Saat hendak pergi meninggalkan fatma dan bagas, tiba tiba bagas melepas pelukan fatma memanggil hana
"hana, sini sebentar "
Hana mendekati mereka dengan wajah sedikit menunduk
"iya mas , saya mau Jemur pakaian dulu "
Ucap hana
"ini istri saya fatma, kamu mungkin belum mengenal nya karna ini yang pertama kali nya kamu bertemu dengan nya "
Bagas memegang pundak fatma seraya mengenalkan nya pada hana
Fatma tersenyum miring memperlihat kan Ke tidak sukaan nya pada hana
"dan ini hana sayang, perempuan yang waktu itu foto nya abang Kirim sama kamu "
Jelas bagas
"ya udah bang , aku mau istirahat dulu "
Ucap fatma
__ADS_1
"ya udah abang temenin ya "
Rayu bagas mencubit gemas dagu fatma
Mereka berjalan masuk ke kamar , seakan tak ada seorang hana di sana yang masih berdiri melihat tingkah mereka
Hana keluar hendak menjemur pakaian, dia merasa nyeri yang telah di kubur nya kemarin kini hadir kembali .
Hana merasa cemburu pada fatma yang membuat suami nya bagas kink take peduli lagi pada nya, meskipun sebenar nya fatma lah yang memang berhak atas bagas
"hana, tolong ambilkan minun dong "
Suara fatma nyaring, sengaja volume suara nya tinggi agar hana yang sedang di luar mendengar nya
Hana yang mendengarnya segera melakukan yang di perintah fatma
Dia membuka pintu kamar dengan membawa satu botol Air minum dari lemari es, dan 2 buah gelas di atas nampan
Klek! Pintu di buka
"ini minum nya mba "
Hana menaruh air minum di atas laci samping tempat tidur
"eh hana, lain Kali kalau masuk kamar ketok dulu, gak sopan banget!
Kamu gak di sekolahin ya? "
Ucap fatma , suara nya masih nyaring.
Hana menoleh ke arah fatma yang sudah setengah telanjang dengan perut ke bawah di tutupi selimut
"udah sayang, hana belum terbiasa "
Ucap bagas di samping Fatma.
Bagas juga sudah membuka handuk nya , terlihat handuk tergeletak di lantai di bawah tempat tidur
Hana kembali keluar dengan mata yang panas, dia tak kembali menjemur pakaian, tapi memilih masuk ke kamar dimana dia tidur.
Mata hana kian memerah membendung air mata yang sudah di pelupuk , hingga ahir nya air mata mengalir deras , terngiang bayangan saat fafma mengatai nya
"eh hana, lain Kali kalau masuk kamar ketok dulu, gak sopan banget!
Kamu gak di sekolahin ya?
Kembali hana menyadari posisinya saat ini,
"apa aku bisa berbagi? "
Gerakan kecil dari dalam perut nya membalas usapan tangan hana, seakan ikut merasakan kesedihan nya.
Suara tawa manja terdengar dari kamar sebelah, tepat nya kamar utama, dimana ada bagas dan fatma disana
Hana bergegas keluar dari kamar, melanjutkan menjemur pakaian.
Setelah itu hana memasak, menyibukan dirinya agar tidak terlalu terbawa suasana
"kamu masak apa han "
Bagas menghampiri hana dengan rambut masih basah, menyerbak wangi shampo tapi bukan wangi shampo yang biasa di pakai nya
"aku masak yang ada di kulkas aja mas, semua nya aku masak"
Ucap hana
Bagas membuka penutup saji, menampakan ayam goreng , bakwan, orek tempe dan sambal .
"Kaya nya enak nih "
Ucap bagas, tangan nya mengambil mangkuk di isi dengan bakwan
Dari belakang , berjalan fatma mendekati bagas memamerkan rambutnya yang juga masih basah dengan wangi shampo yang sama seperti bagas
"makan sama apa bang? "
Tanya fatma
"ini loh yang, enak banget masakan hana , cobain deh "
Bagas memberikan satu sendok bakwan menyuapi nya pada fatma di depan hana
"Emmmm... Biasa aja ah bang, enakan masakan aku "
Ucap fatma, mulut nya masih mengunyah menikmati bakwan buatan hana
Sebenarnya bakwan nya memang enak, namun fatma mengatakan biasa aja agar hana tak dapat pujian dari bagas
"iya, masakan kamu juga enak ko "
Ucap bagas
Hana yang mematung memperhatikan kedua manusia di depan nya kemudian segera duduk , mengambil piring lalu mengisi nya dengan nasi dan ayam goreng di siram sambal
__ADS_1
"loh, lagi hamil besar ko makan sambel hana "
Ucap bagas melihat piring hana
"lagi pengen mas "
Ucap hana pelan
"kamu lagi hamil? "
Tanya fatma, matanya membelak ke arah hana yang berhadapan dengan nya hanya terhalang meja makan
"sayang, ayo makan dulu, nanti lagi ngobrol nya "
Bagas mengambil piring mengisi nya dengan nasi
"sayang, kamu mau makan sama apa? "
Ucap bagas
"tunggu dulu bang, kamu jelaskan dulu.
dia hamil? "
Fatma yang tadinya duduk di samping bagas kini berdiri menghadap bagas , tangan nya menunjuk pada hana
"nanti abang jelaskan sayang, ayo makan dulu "
Bagas berdiri merayu fatma memegang pundak nya agar duduk bersama nya
"aku ayam goreng sama bakwan "
Ketus fatma
Bagas mangambil ayam goreng dan bakwan ke dalam piring yang berisi nasi separo
Mereka bertiga makan dengan lahap, sesekali hana melihat bagas dan fatma saling menyuapi, kadang mengelap mulut nya dengan tisu
Setelah selesai makan, hana membereskan bekas makan dan mencuci nya
"hana , kita ngobrol dulu "
Bagas yang sedang duduk di kursi dekat tv memanggil hana
Hana menghampiri nya lalu kemudian duduk
"sayang, abang sudah putuskan untuk menghapus surat perjanjian itu "
Ucap bagas
"kenapa?
Abang mulai sayang sama si hana? "
Ketus fatma
"bukan begitu sayang,
Hana sedang mengandung anak abang "
"emang abang yakin itu anak abang? "
Deghhhh!
Hana terkejut saat fatma bicara, dia langsung menoleh pada fatma
"dia anak abang sayang "
Ucap bagas mengelus rambut fatma
"ya udah terserah abang "
Fatma tak lagi ketus
"Hana, kamu sudah hamil berapa bulan? "
"7 bulan mas "
"Ya sudah hana, kalau kamu mau istkrahat kamu boleh pergi"
"iya mas"
Hana bangkit pergi ke kamar
"mas, kenapa bisa sampai hamil?
Kamu gak nyuruh dia pakai kb? "
Ucap fatma
"aku sudah mengantarnya untuk pakai kb,tapi entah kenapa dia tetap positif hamil,
Kami juga sudah bberapa kali mencoba menggugurkan kandungan nya , tapi selalu saja gagal"
__ADS_1
"abang sampe merasa putus asa ,makanya abang biarkan saja dia hamil sampai melahirkan "
"terus kalau dia sudah melahirkan abang akan menceraikan nya kan bang? "