
Hari Sabtu ...
Tadi pagi hanya Arya yang mengantarkan Sasa ke sekolah , karena kondisi Luna sendiri masih mual dan untunglah Sasa mulai bisa mengerti sekarang .
Kali ini pulangnya , disaat kondisinya sudah mulai enakan , Luna ikut menjemput ke sekolah dan memang agak lebih siang dari biasanya , karena pulang sekolah masih ada acara makan-makan di kelasnya .
Acara ulang tahun pernikahan orang tuanya Claudia juga di rayakan di sekolah dengan makan bersama teman-teman sekelasnya .
" Mampir dulu ke rumah Om Irwan ya , balikin dompetnya Sarah ." Seru Arya , mereka sudah dalam perjalanan .
Luna mengangguk , lalu menaruh dompet milik Sarah dan meletakkan di sebelahnya .
Mereka sampai di depan rumah Irwan , Arya mengambil ponsel dan menghubungi Sarah .
Tak lama kemudian , pintu gerbang terbuka ...Sarah menghampiri ke depan .
Arya keluar terlebih dulu , lalu Luna menyusul .
" Hay Luna ..." Sapa Sarah lalu memeluknya . Walaupun belum pernah bertemu sebelumnya , Sarah terlihat orang yang cukup ramah ternyata .
Luna memberikan dompetnya .
" Makasih ya ..." Ucapnya .
Sarah menatapnya ." Bumil udah enakan nih kok ikut ?"
" Udah nggak papa kok , ini sekalian jemput Sasa soalnya ." Jawab Luna .
" Baguslah ...masuk dulu yuk ..."
" Nggak usah , nanti telat jemput Sasa ." Tolak Arya .
" Kamu nggak ngantor ?" Tanya Sarah .
" Ini hari Sabtu ..."
Sarah menepuk keningnya ." Oh iya aku lupa ..."
Setelah mengobrol sebentar , mereka berpamitan .
Langsung menuju sekolah Sasa .
Ketika sampai didepan sekolah , masih sepi ...karena kelas lain mungkin sudah pulang dari tadi ...
" Kayaknya belum selesai .." Ucap Luna .
" Ya udah ditunggu disini aja dulu ."
Luna teringat sesuatu tentang omongan Sasa kemarin ,soal ulang tahun pernikahan mereka . Mungkin sebaiknya ia menanyakan ke Arya soal ini ...mereka sudah lama tidak pernah membahas lagi soal kontrak pernikahan .
Sekarang , hanya tinggal menghitung hari saja dari tanggal yang sudah disepakati dulu .
" Mas .."
" Ya ..." Arya menatapnya .
__ADS_1
" Kemarin Sasa minta sesuatu ..."
" Minta apa ?" Tanya Arya penasaran , mendekatkan wajahnya .
" Waktu cerita soal orang tuanya Claudia yang merayakan ulang tahun pernikahannya di sekolah ...dia juga mau seperti itu .."
" Ya nggak papa ..." Jawab Arya santai .
" Kok nggak papa ?"
" Emang kenapa ?" Tanyanya balik .
" Mas ...pernikahan kita bukan seperti mereka , tidak akan ada yang namanya ulang tahun pernikahan ."
Arya menatapnya tajam ." Kenapa bilang begitu ..?"
" Memang seperti itu kenyataannya , ini sudah tinggal beberapa hari saja ...bagaimana nanti menjelaskan semua ke Mama , Papa dan juga Sasa ."
Arya menarik nafas panjang .Hal seperti ini sudah dipikirkannya dulu ...jauh sebelum pernikahannya dengan Luna .
Yang dianggapnya tak akan ada masalah besar , ketika semua selesai ...ia akan menjelaskan ke orang tua dan juga Sasa .
Selesai ...dan ia akan menjalani kehidupan masing-masing seperti sebelumnya .
Sekarang ...semua berubah , bahkan tak pernah terlintas sedikitpun dipikirannya dulu , akan berada di posisi seperti ini .
Ia menatap wajah Luna yang nampak cemas .
" Semua akan baik-baik saja ." Ucap Arya menenangkan sambil mengusap rambutnya ." Aku yang akan menyelesaikan semua , berbicara ke Mama , Papa dan juga Mama Widya ." Ucapnya yakin .
" Kalaupun mereka marah , pasti nantinya akan mengerti itu ."
Luna menghela nafas lega ." Sasa gimana ?"
" Sebaiknya Sasa nggak perlu tahu masalah ini ...dia nggak akan ngerti juga ."
" Tapi bagaimana mungkin dia nggak tahu ...semua akan berubah setelah kontrak itu selesai ."
" Berubah ...maksud kamu ?" Tanya Arya bingung .
" Aku nggak mungkin tinggal di rumah kamu lagi setelah kontrak berakhir , itu sesuai perjanjian dulu kan ..." Tegasnya .
Arya nampak kaget mendengarnya .
" Nggak ." Jawab Arya pendek .
Luna menatapnya ." Kenapa ?"
Arya mendekat , hampir tak berjarak diantara mereka .
" Kita memang terikat kontrak dan ada aturan di dalamnya ..." Ucapnya pelan , berbisik di telinga Luna .
" Tapi kita sudah melanggar semua setelah menjadi suami istri seutuhnya ..."
Mendengar itu ,air mata Luna meleleh .
__ADS_1
" Itu berarti surat kontrak tidak berlaku lagi ..." Arya menatapnya dan mengusap air mata di pipinya ." Jadi jangan pernah berpikir untuk pergi , kamu akan tetap disini selamanya ." Setelah itu Arya mendekapnya sangat erat yang membuat perasaannya campur aduk , tak tahu harus senang atau sedih mendengar itu semua .
Suara celotehan anak-anak membuat mereka tersentak .
Arya melepaskan pelukannya .
" Sasa udah pulang ."
" Tunggu disini biar aku yang kedalam ." Seru Arya , lalu keluar dari mobil .
Luna mengambil kaca kecil di dalam tas dan tissue , lalu mengusap wajahnya . Sasa pasti menanyakannya kalau melihatnya seperti ini .
Pintu belakang terbuka .
" Mamaaaaa...." Panggil Sasa .
Luna menoleh ke belakang .
" Dapat apa itu ?" Tanya Luna .
Sasa menyerahkan tas warna merah yang dibawanya .
Ada kue dan juga souvenir .
" Pa ..." Panggil Sasa begitu Arya juga masuk .
" Ya ..."
" Jalan-jalan ya ..."
Arya menoleh ." Kemana ?"
" Ke Mall aja ."
Arya menatap Luna sebentar .
" Nanti sorean ya ...sekarang pulang , Sasa sama Mama tidur siang dulu biar nggak capek , ke Mall nya sorean aja ."
Sasa mengangguk setuju .
Luna mengambil ponselnya , 1 pesan masuk .
~ Luna , nanti sore aku ke rumah , mau ketemu Sasa ~
" Ma ..."
" Iya ..."
" Mau maen games ."
Luna menutup pesan masuk dari Kinan , lalu memberikan ponselnya ke Sasa .
Sebelum menjalankan mobil . Arya menatap Luna dan mengusap rambutnya .
Luna hanya menatapnya tanpa berbicara .
__ADS_1