
" Ma ..."
Luna menghampiri Karina yang sedang ada dikamarnya siang itu .
" Kenapa Lun ?" Tanya Karina yang baru keluar dari kamar mandi .
" Aku jemput Sasa dulu ya ..."
" Loh ini masih jam 11 , kok udah pulang ..?"
" Barusan Bu Intan telpon ,katanya Sasa agak demam ."
" Loh Sasa sakit ?"
Luna mengangguk ." Iya , aku jemput sekarang ya .."
" Ya sudah hati-hati ."
Luna bergegas keluar , Pak Sanusi dan Mia sudah menunggunya di depan .
Mereka agak telat sampai sekolah , karena kondisi jalanan yang lebih macet dari biasanya .
Begitu sampai ,Luna berlari masuk , Mia mengikuti di belakangnya...tadi Bu Intan kembali menelpon karena Sasa sudah mulai rewel disana .
" Mamaaaa...." Sasa yang sedang duduk di ruang tamu , bersama Bu Intan berlari menghampirinya .
Luna mengusap keningnya , memang agak demam .
" Bu Intan maaf saya agak telat tadi ..." Ucapnya saat Bu Intan berjalan menghampiri .
" Nggak papa Bu , cuma tadi Sasa agak rewel makanya saya telpon lagi . "
" Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu ..."
" Iya Bu ..." Jawabnya , lalu mengusap punggung Sasa yang sekarang sudah dalam gendongan Luna . " Sasa istirahat ya dirumah , biar cepat sembuh ."
Luna berbalik dan berjalan keluar , Mia mengambil tas Sasa yang ada di sofa dan mengikuti mereka .
" Pusing ya ?" Tanya Luna begitu mereka sudah di mobil , Sasa tak lepas dari pangkuannya .
Sasa menggeleng , lalu membenamkan wajahnya di dada Luna .
Sesampainya di rumah , Karina ternyata sudah menunggunya di teras depan dan langsung menghampiri begitu Luna keluar dari mobil menggendong Sasa .
" Kenapa Sa ?" Tanyanya cemas sambil memegangi keningnya ." Iya agak demam ."
" Luna ...kenapa nggak minta Mia aja yang gendong Sasa , pinggang kamu masih sakit ..."
" Nggak papa Ma ." Jawab Luna lalu berjalan masuk , Karina mengikuti di belakangnya .
" Kamu udah bilang Arya ?"
" Belum Ma , tadi katanya masih mau meeting ,nanti malah ganggu ."
" Ya sudah Mama telpon Dr Siska aja biar kesini ..." Karina berbelok ke ruang tengah mengambil ponselnya .
Sampai dikamar Luna menurunkan Sasa di atas kasur .
__ADS_1
" Ganti baju dulu ya ."
Sasa mengangguk , lalu duduk di pinggiran kasur , sementara Luna mengambil baju gantinya .
Setelah ganti baju ...Luna menyuruhnya untuk rebahan .
" Mau makan ya ?"
Sasa menggeleng .
" Sasa pingin apa ?"
" Nggak mau ."
Karina masuk ke kamar .
" Sebentar lagi Tante Siska kesini ya , biar Sasa cepat sembuh ." Ucapnya lalu duduk di samping Sasa dan mengusap rambutnya .
Dr Siska datang sekitar satu jam setelah dihubungi tadi ...
" Katanya nggak mau makan ya ?" Tanya nya .
Sasa menggeleng .
" Tapi Sasa tetap harus makan ya , setelah itu minum obat biar cepat sembuh ."
Karina menghampiri mereka ." Kamu tahulah Sis ...Sasa kalau sakit sedikit saja makannya pasti susah ."
" Iya tante ...nggak papa kok ini cuma demam biasa aja ...atau mungkin kalau Sasa mau minum jus juga nggak papa ,biar perutnya keisi aja ."
Siska merapikan tasnya lalu berdiri ." Sa , tante pulang dulu ya , Sasa cepet sembuh ."
Sasa mengangguk .
*****
Pukul 17.00
Arya baru selesai meeting di salah satu cafe .
" Pak Arya kalau begitu saya duluan ." Irwan dan sekretarisnya berpamitan .
Arya mengangguk ." Oh iya Pak silahkan , nanti saya hubungi lagi soal keputusannya ."
" Baik ...saya tunggu kabar baiknya ." Irwan menepuk bahunya , lalu bergegas pergi .
" Pak Arya saya permisi dulu ." Pamit Indri , sekretarisnya dan langsung mengikuti langkah kaki Irwan .
Ia merapikan tasnya , lalu melihat ponsel , tak ada pesan masuk dan sedari siang belum berbicara dengan Luna .
Ditaruhnya lagi ponsel di saku dalam jas nya , lalu berdiri dan berjalan keluar .
Selesai ...dan ia bisa langsung pulang sekarang .
" Mas Yuda ."
Arya membalikkan badan dan mendapati Kinan duduk di meja belakangnya , sendirian .
__ADS_1
" Kamu disini juga ..."
Kinan mengangguk .
" Bisa kita bicara sebentar ..." Ucapnya .
" Ada apa ?" Tanya Arya langsung .
" Kamu duduk dulu sebentar ."
Arya akhirnya menarik kursi didepannya .
" Mau aku pesenin minum ?"
" Nggak usah , makasih ." Tolaknya ." Ada apa ?"
Kinan diam dan hanya menatapnya .
" Mas kenapa kamu sekarang bersikap seperti ini sama aku ."
Arya mengusap wajahnya perlahan ." Kinan please ...kamu bicara langsung saja ada perlu apa ...aku capek mau cepat pulang ." Tegasnya .
Lagi-lagi Kinan diam , kali ini matanya terlihat berkaca-kaca ." Apa aku boleh minta nomor ponsel kamu ?"
Arya menatapnya tajam . " Buat apa ?"
" Ya ...kalau ada sesuatu aku bisa langsung menghubungi kamu ."
" Kalau ada yang perlu kamu bicarakan soal Sasa bisa hubungi Luna sama aja ..."
" Tapi aku mau bicara sama kamu aja ..."
" Cukup !" Sentak Arya , membuat Kinan sedikit menciut ...sikap nya yang sekarang sangat berbeda dengan dulu ...yang selalu lembut tak pernah sekalipun membentaknya . Sekarang melihatnya seperti ini sangatlah menyakitkan .
" Urusan kita hanya sebatas tentang Sasa dan aku menyetujuinya hanya demi kebaikan Sasa , tak lebih . Jadi tolong jangan bersikap berlebihan ." Lanjutnya .
" Iya aku tahu ." Ucap Kinan parau . " Aku minta maaf atas semua kesalahan aku yang dulu ,dan aku janji akan berubah menjadi lebih baik ."
Arya menatapnya lekat ." Bagus ...kalau memang kamu bisa berubah , tapi maaf ...aku tidak mau lagi tahu soal hal itu ...setidaknya kalau memang kamu mau berubah lakukan saja demi anak kamu ."
" Mas ...apa kamu menikahi Luna hanya karena Sasa sangat menyayanginya ?" Tanya Kinan , yang cukup membuat Arya terkejut .
" Bukan urusan kamu ...!" Sentaknya .
" Apa kalau aku berubah dan bisa kembali dekat dengan Sasa ...kamu bisa membuka hati lagi buat kita ...?"
Arya menatapnya . " Itulah yang membedakan kamu dengan Luna . " Ucapnya pelan , lalu ponsel di sakunya berdering .
" Iya Lun ..."
Kinan hanya menatapnya .
" Iya ..iya aku pulang sekarang ."
" Apa itu Luna ?" Tanya Kinan .
Arya tidak menjawab , lalu berdiri dan berjalan keluar .
__ADS_1