KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 46


__ADS_3

Malam harinya ...sesuai yang direncanakan , mereka akan makan malam di rumah Mamanya .Itu sebabnya Arya pulang lebih cepat , pukul 18.30 ia sudah sampai rumah .


Ternyata Luna dan Sasa juga sudah bersiap .


Begitu sampai rumah , Luna dan Sasa sudah menunggunya di depan .


Mereka langsung berangkat .


Ini untuk pertama kalinya bagi Luna mendatangi rumah mertuanya itu .


Rumahnya memang tak sebesar yang ditempatinya sekarang , tapi dengan penataan yang hampir sama di halaman depannya .


Mama memang sangat menyukai tanaman , itu pula makanya baik di rumah sendiri maupun di rumah putranya beraneka macam tanaman menghiasai halaman rumah yang cukup luas , kesan asri lebih bisa dirasakannya disini .


Di gerbang depan seorang satpam menyapa mereka .


" Pak Arya , apa kabar lama nggak kesini ?" Sapanya ramah .


" Baik , Pak Iwan sendiri bagaimana ?"


" Alhamdulillah Pak , silahkan masuk ." Satpam yang bernama Iwan itu membuka pintu gerbang .


" Oma ..." Sasa berlari keluar , melihat Karina keluar teras .


Luna dan Arya menyusul di belakangnya .


" Kalian datang tepat waktu , kebetulan rendangnya baru matang ."


" Iya aku juga udah lapar ." Sambung Arya .


" Ya udah masuk ."


Begitu masuk rumah ,aroma rendang memang sudah menusuk hidung .


Arya dan Sasa langsung menuju ruang makan , sementara Luna mengikuti Karina ke dapur .


" Bik Sumi ...kenalin ini istrinya Arya , belum pernah ketemu kan ..."


Karina memperkenalkan Luna pada wanita tua yang sedang menata masakan di dapur .


" Oh iya Bu ...jadi ini Neng Luna ..?" Tebaknya .


" Iya Bik ." Jawab Luna .


" Cantik ...pinter Mas Arya pilih istri ." Puji Bik Sumi . " Non Sasa pasti senang punya Mama baru ." Lanjutnya .


Tak lama Luna dan Karina keluar membawa semangkok besar rendang ayam .


Tanpa menunggu lama , mereka mulai makan .


Sasa seperti biasa ,harus disuapi oleh Luna .


" Sa ...makan sendiri dong ,biar Mamanya juga makan ." Ucap Karina .

__ADS_1


" Nggak mau ."


" Oh ya , gimana nih semalam ?" Tanya Karina tiba-tiba , mengarah ke Arya .


Arya yang sudah menyuapkan sesendok nasi kemulutnya , menatap Mamanya bingung . " Semalam ..?"


Karina mengangguk .


" Oma ..." Panggil Sasa .


" Ya ..."


" Semalam aku tidurnya sama Papa sama Mama ..." Ceritanya lantang .


" Apa ?!" Karina nampak kaget ." Sasa tidurnya di kamar Papa ?" Tanyanya lagi .


Sasa mengangguk .


" Benar itu ?" Tanya Karina ,kali ini kepada Arya .


" Iya ."


Sasa menyelesaikan makannya dengan cepat , lalu meminum orange juice yang baru saja disajikan Bik Sumi .


" Mama mau pipis ."


Karina yang mendengar , langsung menatap Sasa . " Sama Oma aja yuk , Mama biar makan dulu ." Ajaknya .


" Neng Luna ayo dihabisin , rendang ayam ini kesukaan Mas Arya loh ." Ucap Bik Sumi , sambil menuangkan orange juice ke dalam gelas dan menyuguhkan untuk Luna .


" Makasih ya Bik ."


Setelah Bik Sumi kembali ke dapur , Sasa kembali bersama Omanya .


Ia langsung mendekat ke Papanya .


" Papa.."


" Ya .." Jawab Arya sambil meminum orange juice nya .


" Nanti malam aku nggak mau tidur sama Papa lagi deh ..."


Arya menatapnya heran . " Kenapa ?"


" Kan aku mau punya adik ."


Jawaban Sasa sontak membuat Arya dan Luna menatapnya bersamaan .


" Maksudnya gimana ?" Tanya Arya lagi .


" Kata Oma ...kalau aku tidur disana nanti Papa nggak bisa buat adik ." Ucapnya polos .


Langsung saja membuat Karina terbahak , diikuti Luna juga .

__ADS_1


Sementara Arya hanya melongo menatap putrinya itu .


" Mama ..." Panggil Arya .


Karina hanya mengangkat bahunya .


" Jadi Sasa tidur di kamar sendiri aja deh , biar adiknya cepet jadi ya Pa ..." Sasa menambahkan , Karina masih terkikik dibuatnya .


Arya mengusap keningnya , bingung harus menjawab apa .


" Kok Papa diam ?" Tanya Sasa lagi .


Arya mengangguk ." Iya , Sasa tidur di kamar sendiri kayak biasanya ya ..." Jawabnya .


" Berarti Sasa akan cepat punya adik kan Pa ?" Tanyanya terus .


" Iya ..."


" Aku mau adiknya 10 ya Pa ."


Arya melotot ." Emangnya kucing .." Jawabnya asal .


Karina dan Luna terbahak , sementara Arya menghabiskan sisa orange juice nya di gelas .


Dan bukan Sasa namanya kalau tidak terus menanyakan sesuatu hal yang ingin diketahuinya .


Sewaktu pulang ke rumah pun , Sasa masih terus menanyakan hal yang sama .


Di mobil , ia minta duduk di depan bersama Luna .


" Mama..."


" Iya ."


" Mama punya adiknya kapan ?" Tanya nya lagi .


Arya menatapnya sebentar , lalu menarik nafas panjang .


Apa yang sudah dikatakan Mamanya tadi , sampai Sasa tiba-tiba terus bertanya hal seperti ini .


" Mama nggak tahu ."


Sasa mendongak menatap Luna . " Memangnya punya adik itu lama ya ."


" Ya ...lama , kan harus hamil dulu selama 9 bulan ...setelah itu baru adiknya lahir ."


Sasa mengangguk , lalu kembali menatap Luna ." Kalau begitu Mama hamilnya kapan ?" Tanyanya lagi .


Luna sedikit terkejut dan bingung juga harus menjawab apa .


" Nanti ya ." Jawab Luna akhirnya .


Sasa menatap ke depan , sambil tersenyum sendiri . Ada ide yang baru saja terlintas di benaknya dan harus ia jalankan nanti begitu sampai di rumah .

__ADS_1


__ADS_2