
Malam harinya ...sesuai yang direncanakan , mereka akan makan malam di rumah Mamanya .Itu sebabnya Arya pulang lebih cepat , pukul 18.30 ia sudah sampai rumah .
Ternyata Luna dan Sasa juga sudah bersiap .
Begitu sampai rumah , Luna dan Sasa sudah menunggunya di depan .
Mereka langsung berangkat .
Ini untuk pertama kalinya bagi Luna mendatangi rumah mertuanya itu .
Rumahnya memang tak sebesar yang ditempatinya sekarang , tapi dengan penataan yang hampir sama di halaman depannya .
Mama memang sangat menyukai tanaman , itu pula makanya baik di rumah sendiri maupun di rumah putranya beraneka macam tanaman menghiasai halaman rumah yang cukup luas , kesan asri lebih bisa dirasakannya disini .
Di gerbang depan seorang satpam menyapa mereka .
" Pak Arya , apa kabar lama nggak kesini ?" Sapanya ramah .
" Baik , Pak Iwan sendiri bagaimana ?"
" Alhamdulillah Pak , silahkan masuk ." Satpam yang bernama Iwan itu membuka pintu gerbang .
" Oma ..." Sasa berlari keluar , melihat Karina keluar teras .
Luna dan Arya menyusul di belakangnya .
" Kalian datang tepat waktu , kebetulan rendangnya baru matang ."
" Iya aku juga udah lapar ." Sambung Arya .
" Ya udah masuk ."
Begitu masuk rumah ,aroma rendang memang sudah menusuk hidung .
Arya dan Sasa langsung menuju ruang makan , sementara Luna mengikuti Karina ke dapur .
" Bik Sumi ...kenalin ini istrinya Arya , belum pernah ketemu kan ..."
Karina memperkenalkan Luna pada wanita tua yang sedang menata masakan di dapur .
" Oh iya Bu ...jadi ini Neng Luna ..?" Tebaknya .
" Iya Bik ." Jawab Luna .
" Cantik ...pinter Mas Arya pilih istri ." Puji Bik Sumi . " Non Sasa pasti senang punya Mama baru ." Lanjutnya .
Tak lama Luna dan Karina keluar membawa semangkok besar rendang ayam .
Tanpa menunggu lama , mereka mulai makan .
Sasa seperti biasa ,harus disuapi oleh Luna .
" Sa ...makan sendiri dong ,biar Mamanya juga makan ." Ucap Karina .
__ADS_1
" Nggak mau ."
" Oh ya , gimana nih semalam ?" Tanya Karina tiba-tiba , mengarah ke Arya .
Arya yang sudah menyuapkan sesendok nasi kemulutnya , menatap Mamanya bingung . " Semalam ..?"
Karina mengangguk .
" Oma ..." Panggil Sasa .
" Ya ..."
" Semalam aku tidurnya sama Papa sama Mama ..." Ceritanya lantang .
" Apa ?!" Karina nampak kaget ." Sasa tidurnya di kamar Papa ?" Tanyanya lagi .
Sasa mengangguk .
" Benar itu ?" Tanya Karina ,kali ini kepada Arya .
" Iya ."
Sasa menyelesaikan makannya dengan cepat , lalu meminum orange juice yang baru saja disajikan Bik Sumi .
" Mama mau pipis ."
Karina yang mendengar , langsung menatap Sasa . " Sama Oma aja yuk , Mama biar makan dulu ." Ajaknya .
" Neng Luna ayo dihabisin , rendang ayam ini kesukaan Mas Arya loh ." Ucap Bik Sumi , sambil menuangkan orange juice ke dalam gelas dan menyuguhkan untuk Luna .
" Makasih ya Bik ."
Setelah Bik Sumi kembali ke dapur , Sasa kembali bersama Omanya .
Ia langsung mendekat ke Papanya .
" Papa.."
" Ya .." Jawab Arya sambil meminum orange juice nya .
" Nanti malam aku nggak mau tidur sama Papa lagi deh ..."
Arya menatapnya heran . " Kenapa ?"
" Kan aku mau punya adik ."
Jawaban Sasa sontak membuat Arya dan Luna menatapnya bersamaan .
" Maksudnya gimana ?" Tanya Arya lagi .
" Kata Oma ...kalau aku tidur disana nanti Papa nggak bisa buat adik ." Ucapnya polos .
Langsung saja membuat Karina terbahak , diikuti Luna juga .
__ADS_1
Sementara Arya hanya melongo menatap putrinya itu .
" Mama ..." Panggil Arya .
Karina hanya mengangkat bahunya .
" Jadi Sasa tidur di kamar sendiri aja deh , biar adiknya cepet jadi ya Pa ..." Sasa menambahkan , Karina masih terkikik dibuatnya .
Arya mengusap keningnya , bingung harus menjawab apa .
" Kok Papa diam ?" Tanya Sasa lagi .
Arya mengangguk ." Iya , Sasa tidur di kamar sendiri kayak biasanya ya ..." Jawabnya .
" Berarti Sasa akan cepat punya adik kan Pa ?" Tanyanya terus .
" Iya ..."
" Aku mau adiknya 10 ya Pa ."
Arya melotot ." Emangnya kucing .." Jawabnya asal .
Karina dan Luna terbahak , sementara Arya menghabiskan sisa orange juice nya di gelas .
Dan bukan Sasa namanya kalau tidak terus menanyakan sesuatu hal yang ingin diketahuinya .
Sewaktu pulang ke rumah pun , Sasa masih terus menanyakan hal yang sama .
Di mobil , ia minta duduk di depan bersama Luna .
" Mama..."
" Iya ."
" Mama punya adiknya kapan ?" Tanya nya lagi .
Arya menatapnya sebentar , lalu menarik nafas panjang .
Apa yang sudah dikatakan Mamanya tadi , sampai Sasa tiba-tiba terus bertanya hal seperti ini .
" Mama nggak tahu ."
Sasa mendongak menatap Luna . " Memangnya punya adik itu lama ya ."
" Ya ...lama , kan harus hamil dulu selama 9 bulan ...setelah itu baru adiknya lahir ."
Sasa mengangguk , lalu kembali menatap Luna ." Kalau begitu Mama hamilnya kapan ?" Tanyanya lagi .
Luna sedikit terkejut dan bingung juga harus menjawab apa .
" Nanti ya ." Jawab Luna akhirnya .
Sasa menatap ke depan , sambil tersenyum sendiri . Ada ide yang baru saja terlintas di benaknya dan harus ia jalankan nanti begitu sampai di rumah .
__ADS_1