
Paginya setelah sholat subuh ...
Arya masih di tempat tidur , karena mendadak merasa pusing .
Luna masuk kamar , membawa obat dan segelas air putih .
" Mas , Sasa nggak usah sekolah dulu ya hari ini ?" Tanyanya sambil memberikan obat .
Arya mengangguk .
Untuk beberapa hari ini ,mungkin sebaiknya Sasa tidak keluar dulu ,walaupun ia sudah protes karena ingin bertemu teman-temannya .
Sebelum masalah benar-benar selesai , hari ini rencananya Ardi juga akan ke kantor .
" Ya udah kamu tiduran aja ." Ucap Luna setelah Arya meminum obatnya .
" Disini aja ..." Arya menarik tangannya , ketika akan berdiri .
" tidur ..." Ucap Luna lagi , lalu membetulkan selimut .
" Sini .." Arya menyuruhnya tidur disebelahnya .
" Nggak ..."
" Ya aku juga nggak mau tidur ."
" Mas ..." Sentaknya .
Arya malah cengengesan .
" Memangnya kamu Sasa , tidur harus dikelonin ..."
Arya terbahak mendengarnya , lalu menarik Luna dan berhasil membuat berbaring di sampingnya .
" Udah ah ...aku mau bantuin Mbak Minah masak ." Luna berusaha bangun .
" Nggak boleh ." Arya malah melingkarkan tangan di perutnya .
" Oke , cepet tidur ..."
Luna mengusap keningnya . Sekitar sepuluh menitan setelah melihatnya terlelap ...Luna bangun dan berjalan keluar .
Saat bertemu dengan Ardi di ruang makan , Luna menghampirinya .
" Pa ..." Panggilnya .
" Ya ..."
" Papa habis ini ke kantor kan ?"
Ardi mengangguk .
" Aku ikut ya ..."
" Mau apa ?" Tanyanya heran .
" Cuma mau tahu saja bagaimana keadaan disana ..."
" Arya tahu ?"
Luna menggeleng .
" Nggak usah ya ."
" Pa ,tolong ya ...aku mau ikut ."
" Tapi nanti Arya tahu .."
" Nggak , aku bisa bilang ke supermarket ."
Ardi diam sebentar . " Ya sudah nggak papa ."
__ADS_1
" Makasih Pa , aku siap-siap dulu ."
" Oke ..."
Luna bergegas ke kamar .
Berjalan pelan-pelan mengambil baju dan ke kamar mandi .
Sepuluh menit selesai ...dengan cepat keluar kamar .
" Kamu beneran ikut Papa ?" Tanya Karina .
Luna mengangguk .
" Sarapan dulu yah ..."
" Mama mau kemana ?" Tanya Sasa yang datang bersama Mia .
" Ehm ...Mama ke supermarket dulu ya ."
" Aku mau ikut , kan nggak sekolah ..."
" Jangan dong ...Sasa di rumah aja jagain Papa ya ."
Sasa cemberut .
" Sa ...Papanya kan sakit , kasihan kalau sendirian ." Bujuknya lagi .
" Iya deh ." Jawab Sasa akhirnya .
" Sini ,makan dulu ." Luna menyuruh Sasa duduk dan mulai menyuapinya .
*****
" Kamu nggak usah peduliin kalau nanti orang kantor mungkin agak sedikit berbeda sikapnya ." Ucap Ardi , mereka sudah sampai di depan lobi , terlihat beberapa wartawan disana .
Ardi membuka kaca mobil dan meminta satpam mendekat .
" Ayo turun ."
Sesampainya di lobi , beberapa karyawan datang menyapa mereka .
Memang terlihat berbeda , beberapa tatapan tertuju ke Luna dan entah apa yang ada dipikirannya .
Maya yang keluar dari lift menghampiri .
" Pagi Pak Ardi , Bu Luna ..."
" Pagi ."
" Semua sudah menunggu diruang meeting ."
" Baik , kita kesana ."
Mereka menuju ke lift .
" Kamu tunggu di ruangan Arya saja ya , biar Papa bicara sama mereka ."
Luna mengangguk .
Saat keluar lift mereka berjalan terpisah .
Luna berjalan lurus ke ruangan Arya dan menunggu disana .
Setengah jam ...Luna masih menunggu disana , Maya masuk membawakan teh hangat .
" Ibu silahkan ."
" Makasih ya ..."
" Saya dengar Pak Arya mengalami kecelakaan kemarin , bagaimana keadaannya Bu ?"
__ADS_1
" Alhamdulillah sudah membaik dan pulang kerumah ."
Maya mengangguk ." Ibu butuh sesuatu lagi ?" Tanyanya .
" Ah nggak , makasih ."
" Kalau begitu saya permisi ."
Maya keluar dan Luna hanya tinggal sendirian disana .
Ditatapnya lagi jam di tangannya .Sudah satu jam lebih berlalu dan Ardi belum juga selesai .
Apa yang terjadi sebenarnya ...?
Hal ini membuatnya cemas . Bagaimana kalau hasilnya mengecewakan .
Apa reaksi Arya saat tahu nanti ?
Terdengar pintu terbuka , ia menegapkan duduknya .
Ardi berjalan masuk dan terlihat lesu .
Luna menatapnya , merasa ada suatu hal yang tidak menyenangkan sedang terjadi .
" Papa baik-baik saja ?" Tanya Luna cemas
Ardi mengangguk .
" Mau aku ambilkan minum ?"
" Nggak usah ,tadi sudah minum ."
Ardi duduk di depannya .
" Bagaimana tadi ?"
Ardi menarik nafas panjang , menyandarkan punggungnya di sofa .
" Sedikit tidak baik ."
" Maksudnya ?"
Ardi menatapnya . " Hanya 1-2 orang yang bisa menerima apa yang terjadi sekarang , sementara yang lainnya merasa kalau citra Arya sekarang buruk dan itu akan berpengaruh dengan kerjasama mereka kedepannya ."
Luna masih terpaku mendengar penjelasannya .
" Mereka berniat membatalkan semua kerjasama dengan perusahaan ini dan karena mereka itu termasuk orang yang penting dalam kemajuan perusahaan kedepannya ...mungkin ini akan sangat berpengaruh besar nantinya ."
Luna menarik nafas panjang , semua seperti yang ditakutkannya tadi .
" Terus selanjutnya bagaimana , Pa ?"
" Papa juga belum tahu harus berbuat apa , tadi sudah dijelaskan semua tentang pernikahan kalian dan Papa juga minta maaf bukan Arya sendiri yang bicara sekarang , karena kondisinya masih belum memungkinkan ."
Mereka sama-sama diam , masih sibuk dengan pikiran masing-masing .
" Pa .."
Ardi menatapnya .
" Sebaiknya jangan ceritakan ini ke Mas Arya dulu , takutnya makin kepikiran dan membuatnya sakit lagi ."
Ardi mengangguk .
" Kita pulang sekarang ."
Sambil berjalan keluar kantor . Luna mulai berpikir apa yang akan dilakukannya . Bagaimanapun ia juga tak mau perusahaan yang dibangun dengan kerja keras Arya dan Papanya hancur begitu saja .
Kali ini ,ia harus bisa melakukan sesuatu .
Apapun yang terjadi , ia harus bisa membuat perusahaan tetap seperti ini ...walaupun mungkin harus mengorbankan sesuatu darinya .
__ADS_1
" Pa , aku bisa minta tolong sesuatu ..." Ucap Luna , mereka sudah berada di dalam mobil .
Ardi menatapnya .