KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 32


__ADS_3

" Masih aja sibuk , ini udah jam makan siang loh ..."


Laura membuka pintu ruangan dan Arya yang tengah memeriksa dokumen , menatapnya kaget .


Mereka tidak ada janji bertemu hari ini .


" Laura ..."


Laura berjalan masuk dan duduk di sofa sampingnya .


" Duit kamu nggak bakal habis 7 turunan , kenapa masih sibuk kerja terus sih ...?!" Gerutunya .


Arya terbahak mendengarnya .


" Tumben ...siang-siang kesini , biasanya nongkrong di cafe ."


Ejek Arya .


Laura mendesah kesal ." Nggak ada temannya ."


Arya menatapnya ." Itu berarti ...udah nggak boleh nongkrong-nongkrong lagi ."


Laura melotot . " Iiiih ....nggak ya , emang aku kayak kamu ... sibuk kerja terus , sekali-sekali main kenapa ..."


Arya kembali mengambil dokumen yang di meja , tapi dengan cepat Laura mencegahnya .


" Udah yuk sekarang temenin aku ." Ia menarik tangan Arya .


" Kemana ?"


" Ke Coffe shop dibawah itu ...kan aku belum pernah kesana ."


" Nggak ah bosen ." Tolaknya .


" Ayolah , kita belum pernah keluar bareng kan ..." Rayunya .


Arya menatapnya , lalu mengangguk .


Laura tersenyum senang , lalu mereka berjalan keluar .


Sampai dibawah , mereka hanya berjalan kaki karena coffe shop ada tepat di sebrang kantornya .


" Emang kamu sering kesini ?"


Mereka sudah sampai di coffe shop dan duduk teras belakang .


" Pak Arya ." Sapa seorang laki-laki yang nampak keluar dari ruangan di belakang .


" Pak Sam ...apa kabar ?"


" Alhamdulillah ...saya dari luar kota , makanya lama nggak kesini ." Lalu ia menatap ke arah Laura ." Apa ini calonnya ?" Tanyanya lagi .


Laura balas menatapnya , tanpa menjawab .


" Bukan , ini teman saya ." Jawab Arya , yang cukup membuat Laura menghela nafas .


" Oh baiklah ...silahkan menikmati ." Ucapnya lagi , karena berbarengan dengan pesanan mereka yang diantar .


Arya mengangguk , lalu laki-laki itu berjalan keluar .


" Siapa ?" Tanya Laura , begitu hanya tinggal mereka berdua .


" Yang punya tempat ini ."


" Oh ya ..?" Laura nampak kaget ." Kamu kayak akrab banget ."


" Ya iya , aku sering meeting disini juga ."

__ADS_1


Arya meminum hot capuccino pesanannya tadi .


" Aku mau nanya sesuatu ,boleh ?" Ucap Laura tiba-tiba .


Arya menatapnya . " Iya ..." Jawabnya , sambil menaruh lagi cangkir di meja .


" Kamu kenapa tiba-tiba mau nikah ?"


Arya diam .


" Hey ... jawab ."


" Sasa mau punya Mama lagi ..." Jawabnya pelan .


" Cuma itu ...?"


Arya mengangguk .


" Apa ...itu artinya kamu nggak cinta sama Luna ?"


Tak ada jawaban , ia hanya tersenyum tipis .


Laura menarik nafas panjang ." Apa kamu yakin , ini terlalu cepat ,bukan ?"


" Lebih cepat lebih baik , yang penting Sasa bahagia ."


" Tapi nggak harus mengorbankan kebahagiaan kamu juga kan ...?"


Arya menatapnya lekat ." Kebahagiaan Sasa akan menjadi kebahagiaan buat aku juga ."


Laura menyandarkan punggungnya di kursi .


Sementara di rumah Arya ...


Luna baru saja sampai , setelah tadi ia menjemput Sasa pulang sekolah karena kebetulan Bu Karina ada keperluan mendadak .


" Nggak Papa Bu , saya juga nggak sibuk kok ."


" Tante makan ice creamnya sekarang ... " Rengek Sasa ,tadi mereka mampir membeli ice cream di mini market .


" Ganti baju dulu ...nanti seragamnya kotor ."


" Iya Sa ...ganti baju dulu sama Suster Mia ya .." Sambung Karina .


Sasa menggeleng ." Sama Tante aja ." Pintanya , tak melepas tangannya dari genggaman Luna .


" Ya sudah ..." Ucap Karina akhirnya .


Sasa menarik tangan Luna masuk .


Di coffe shop...Laura masih terus bertanya-tanya , meski tak mendapat jawaban yang cukup memuaskan tentunya .


" Memangnya Sasa udah lama kenal sama Luna ?"


Arya menggeleng .


" Tapi kok mereka bisa langsung dekat ...yang aku tahu Sasa cukup sulit dekat dengan orang yang baru kenal ."


" Itu dia ...aku juga heran , Sasa bahkan langsung dekat saat pertama bertemu Luna ."


Laura diam sebentar . Ia juga cukup dekat dengan Sasa ,tapi tak bisa lebih dari itu .


Sementara Luna yang baru kenal , bisa langsung mengambil hati Sasa . Untuk sekarang ia benar-benar kalah . Jangankan untuk mengambil hati laki-laki di depannya , kalau untuk mendapatkan hati Sasa saja ia tak sanggup .


" Kalau begitu aku boleh dekat juga kan sama Luna ?" Tanya Laura lagi .


Arya mengernyitkan alis ." Maksudnya ?"

__ADS_1


" Ya ..aku mau kenal dekat juga sama Luna ...emang nggak boleh ?"


" Boleh ..." Jawabnya pendek .


" Kalau begitu kasih nomor Luna , aku mau ajak jalan .."


Arya menatapnya curiga .


" Nggak usah ngelihatin gitu ...!" Pekik Laura ." Nggak akan ngomong macam-macam , janji ." Laura mengacungkan dua jarinya ." Aku cuma mau punya teman disini , ayolah ..." Rayunya .


Arya mengangguk juga dan mengambil ponselnya .


" Jadi boleh kan ngajak jalan ?" Tanya Laura lagi .


" Iya ,tapi bilang dulu sama aku kalian mau kemana ..."


Laura menatapnya tajam ." Kamu posesif juga ya ..." Godanya .


Arya menyeringai lebar .


Di kamar Sasa ...


Selesai mandi , Sasa mengganti bajunya dengan dress rumah .


Luna mengepang rambutnya .


" Sasa nggak pernah tidur siang ya ?" Tanya Luna sambil merapikan rambutnya .


Sasa menggeleng .


" Kenapa ?"


" Nggak mau ."


" Tapi bagus juga loh kalau Sasa mau tidur siang , kan pulang sekolah capek ."


" Nggak mau , nggak ada temannya ." Jawab Sasa .


" Kan sama Suster Mia ..."


Sasa memanyunkan bibirnya ,tapi tak lama ia menguap .


" Tuh ngantuk kan ?"


" Nggak ." Jawab Sasa berbohong ,karena Luna bisa melihat dari raut wajahnya .


" Ya udah ...gimana kalau Sasa sekarang tidur siang dulu ,ice creamnya buat nanti sore aja , mau ?" Tawarnya .


Sasa menatapnya .


" Tapi ...sama Tante ." Seru Sasa .


Luna mengangguk dan Sasa menurut .


Mungkin capek di sekolah karena tadi ada kegiatan olahraga juga , tak lama Sasa pun terlelap , setelah Luna mengusap punggungnya .


Luna membetulkan selimut nya .


Ia berniat keluar , ketika matanya menatap bingkai foto yang ada di nakas dalam keadaan tertelungkup .


Diambilnya bingkai foto itu , ternyata foto Sasa disana , terlihat masih kecil , sedang bersama perempuan yang menggendongnya .


Mungkin ini Mamanya Sasa ...


Luna menatapnya lebih dekat .


Cantik ...tak tahu kenapa , wajah ini seperti tidak asing , apa mungkin mereka pernah bertemu sebelumnya ?

__ADS_1


__ADS_2