KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 77


__ADS_3

" Pakai baju ini aja ya ." Luna menunjuk warna yang orange , sepertinya jarang dipake juga sama Sasa .


" Iya ." Jawab Sasa tak bersemangat .


" Kenapa males-malesan gitu jawabnya ..."


Sasa manyun ." Mama kok nggak ikut ?" Tanyanya .


Sore ini , Sasa akan pergi bersama Kinan , sesuai kesepakatan kemarin dan ia memilih untuk tidak ikut dari awal , merasa nggak enak juga karena mungkin Kinan hanya ingin bersama Sasa saja sekarang .


" Hmm ...Mama kan masih sakit pinggangnya yang jatuh kemarin , kan Sasa sama Mama Kinan sekarang perginya ."


Sasa hanya diam .


" Suster Mia juga ikut kok ."


Meski dengan berat hati , Sasa mengangguk juga .


Setelah membantunya bersiap , Luna mengantarkan Sasa ke depan , Kinan dan temannya yang bernama Dewi ternyata sudah sampai disana .


Mereka akan diantar Pak Sanusi sekarang .


" Hai Sasa ...udah cantik nih ." Sapa Kinan .


Mia menghampiri mereka .


" Ya udah kita berangkat sekarang aja ." Ajak Kinan .


" Nggak boleh rewel ya disana ." Ucap Luna saat Sasa mencium tangannya .


Sasa mengangguk , lalu masuk mobil .


" Luna kita jalan dulu ya ." Pamit Kinan .


Luna mengangguk .


Dan dirumah Luna hanya sendirian bersama Minah , sementara Papa dan Mama juga sedang tidak dirumah .


Pukul 19.00 Arya baru sampai rumah .


" Sasa tadi berangkat jam berapa ?" Tanyanya .


" Setengah lima an ."


" Makan malam diluar berarti ."


" Kayaknya gitu ..."


" Mama sama Papa juga belum pulang ?"


Luna menggeleng sambil duduk di ruang tengah ." Tadi Mama bilang agak malam katanya ."


Arya mengangguk sambil melihat meja makan yang masih nampak kosong , Minah juga belum menyiapkan makan malam rupanya .


" Minah belum nyiapin makan ?"


" Belum ...kamu udah laper ya ...?" Tanya Luna balik , lalu berdiri ." Ya udah biar aku siapin ."


Ia baru saja akan beranjak dari sana , ketika Arya mencegahnya .

__ADS_1


" Nggak usah , kita makan diluar aja , di rumah juga nggak ada orang kan ."


" Kemana ?"


" Nggak tahu ...nanti aja di pikirin di jalan ...udah yuk ."


Arya menarik tangan Luna .


" Eh ...aku ganti baju dulu ."


" Nggak usah ...gini aja kenapa ."


" Sisiran dulu deh ."


Arya menatapnya . " Udah cantik nggak sisiran juga ." Ucapnya .


Luna meringis kesal dan Arya langsung menuntunnya keluar .


Mereka sampai di Panorama cafe dan memilih tempat di lantai 2 , karena lantai dasar meja sudah full .


*****


Sementara di tempat lain ...


Sasa juga berada di salah satu restoran tak jauh dari Mall tempat mereka main tadi .


Kinan cukup puas bisa menghabiskan waktu bersama Sasa meski putri kecilnya itu tidak terlalu bersemangat dan lebih banyak diam .


" Sa ..mau makan apa ?" Tanya Kinan sambil membuka lembar demi lembar buku menu .


" Eh ini ada nasi goreng udang kesukaan kamu , mau ?" Tanya nya sambil menatap Sasa yang duduk disampingnya .


Meski hanya menghabiskan sedikit nasi goreng didepannya , Kinan cukup senang melihat Sasa mau makan juga , karena saat di Mall Sasa menolak snack maupun ice cream yang ditawarkan .


" Oh iya Sa ...kalau misalkan Sasa diajak nginap di rumah Mama Kinan , mau nggak ?" Tanya nya pelan .


Sasa menggeleng .


" Kenapa ?"


" Mau dirumah ... sama Mama aja ." Jawabnya pendek , lalu menaruh sendoknya dan berhenti makan .


" Kamu kenapa ngomong gitu ?" Bisik Dewi .


Kinan cuma menatapnya .


*****


" Malam Pak ." Sapa tiga orang perempuan yang kebetulan melewati meja mereka .


" Malam ." Jawab Arya ." Loh kalian disini juga ...?"


" Iya Pak ." Jawab salah satu dari mereka , lalu beralih menatap Luna .


" Malam Bu Luna ."


" Malam ."


" Kalau begitu kita permisi dulu ." Pamitnya .

__ADS_1


Arya mengangguk dan mereka berjalan menuju tangga turun .


" Itu bukannya resepsionis di kantor kamu ?"


Arya mengangguk .


" Penampilannya beda sekarang , makin cantik ."


" Cuma model rambutnya aja kayaknya ." Jawab Arya .


" Tapi untuk jadi karyawan kamu emang standartnya seperti itu kan ...?" Sindir Luna .


" Standart apaan ?"


" Ya dulu waktu aku ngelamar , banyak yang bilang gitu ...mereka bilang standart disana paling nggak harus setara sama Mbak Arisa ..." Cerita Luna sambil menikmati kentang goreng pesanannya yang baru datang . " Khususnya buat sekretaris kamu ..."


" Kalau Arisa memang aku sendiri dulu yang pilih dan ternyata nggak salah ...dia sangat kompeten dan kerjanya bagus ."


" Ya tapi tetap harus cantik ...iya kan ?"


" Bukan cantik ...tapi good looking ." Sela Arya .


" Sama aja ...itu sebabnya waktu itu aku nggak diterima , iya kan ?"


Arya tertawa mendengarnya ." Kenapa bisa berpikir begitu ?"


" Ya ...emang kenyataannya gitu kan ."


" Emang masih pingin jadi sekretaris ?" Tanya Arya lagi .


" Nggak ."


" Kenapa ?"


" Ntar susah-susah buat CV , ujung-ujungnya juga ditolak ." Gerutunya .


Arya mendekatkan wajahnya ke Luna .


" Ya udah buat CV aja , ntar pasti diterima ."


" Jadi sekretaris ?"


Arya mengangguk ." Sekretaris plus-plus ." Ucapnya pelan .


" Nggak lucu ."


" Siapa juga yang mau ngelucu ."


Arya semakin mendekat .


" Mau ngapain ?" Tanya Luna .


" Mau yang plus-plus ." Jawabnya .


Luna meringis kesal , lalu mengambil kentang di piring dan menyuapkannya ke Arya .


" Mau plus sambal ?" Tanya Luna .


Arya terbahak , lalu mengambil lagi kentang di piring dan memakannya .

__ADS_1


__ADS_2