
" Mas Yuda ."
Arya nampak kaget melihat siapa yang memanggilnya , tapi berusaha bersikap tetap tenang .
" Permisi Mbak Laura , pesenannya sudah siap ." Seorang pramuniaga menghampiri mereka .
" Oh iya ." Laura berbalik dan berjalan ke kasir .
Dan kali ini hanya tinggal mereka bertiga disana .
Luna masih diam .
Arya berjalan mendekat .
Kinan tersenyum saat mereka berhadapan , tetapi ia nampak kaget ...Arya hanya berjalan melewatinya tanpa menatapnya .
Arya mendekat ke Luna , menggenggam tangannya lalu berbalik , mereka berjalan keluar butik .
Kembali lewat di depan Kinan , tapi seolah tidak saling mengenal dan berlalu begitu saja .
Tak berapa lama ,Laura kembali dan menatap Kinan yang masih terdiam disana , pandangannya terus tertuju keluar .
" Kinan , aku duluan ya . " Pamitnya .
Kinan menoleh ." Apa itu tadi istrinya Yuda ?" Tanyanya .
Laura mengangguk .
Diluar , Arya langsung menuju mobil .
Tak ada percakapan sampai mereka dalam perjalanan pulang .
Luna paham betul , ini sangat mengejutkan untuk Arya ...setelah sekian lama , mereka bertemu lagi sekarang dan itu akan membuka lagi kenangan mereka yang lalu .
" Mas ..."
Arya menoleh .
" Mampir ke brown cake dulu ya ." Ucapnya mengingatkan .
Arya mengangguk .
Setelah itu tak ada percakapan lagi , sampai mereka tiba di rumah .
Begitu masuk , Sasa sudah menunggunya di ruang tengah .
" Mama beliin cake coklatnya ?" Tanya Sasa .
" Ini ..." Luna menunjukkan paper bag ditangannya . " Yuk ambil piring dulu ." Ia mengajak Sasa ke dapur .
Sementara Arya langsung ke kamar .
Selesai makan kue coklatnya , Sasa minta bermain di kamarnya . Luna meninggalkannya disana lalu ia kembali ke kamar .
Tak ada Arya disana , tapi pintu balkon terbuka . Ia melangkahkan kakinya ke sana dan benar saja ...Arya sedang berdiri di pojok , sambil menyilangkan tangannya di dada , matanya menatap lurus ke depan .
Luna mendekat . " Mas ...kamu nggak papa ?" Tanyanya pelan .
Tak ada jawaban .
Luna menarik nafas panjang , mungkin sebaiknya ia membiarkannya sendiri dulu , pasti butuh waktu untuk memikirkan semua yang terjadi tadi .
Luna membalikkan badan dan berjalan keluar , sebaiknya ia ke kamar Sasa sekarang .
__ADS_1
Sasa sedang bermain dengan boneka nya ketika ia masuk .
" Mama kok kesini lagi ?" Tanya Sasa bingung .
" Iya , Papa masih ada kerjaan ...Mama tidur disini boleh nggak ?"
Sasa mengangguk . " Boleh ..."
" Ya udah Sasa ganti baju dulu baru tidur ..." Luna berdiri , mengambil baju tidur di lemari .
Selesai ganti baju , Sasa mengambil bedak yang ada di meja .
" Mama pakai ini ?" Sasa memberikannya ke Luna .
" Sasa mau pakai ?"
" Iya ."
Luna memutar tutup botol dan mengeluarkan sedikit isinya , mengoleskan ke wajah Sasa .
" Udah ."
" Mama aku yang pakein ya ."
Sasa melakukan hal yang sama , mengoleskan bedak ke wajahnya .
" Sa ,udah jangan tebal-tebal ."
" Nggak papa ,biar Mama kayak badut ." Sasa terbahak dan masih terus mengoleskan bedak di wajahnya .
Pukul 22.00
Setelah lama berdiri di balkon , Arya berjalan masuk dan menutup pintu , lalu ke kamar mandi .
Keluar dari kamar mandi , tak dilihatnya Luna di tempat tidur .
Ia lalu ke kamar Sasa . Membuka pintunya pelan karena pasti Sasa sudah tertidur jam segini .
Sasa nampaknya sudah tidur , Luna ternyata benar disana . Duduk di kasur sambil membaca majalah .
" Ngapain disini ?" Tanya Arya pelan dan kaget wajah Luna dipenuhi bedak tebal .
" Nggak papa ."
" Ayo tidur ." Ajaknya .
" Aku tidur disini aja ." Tolak Luna .
" Kenapa ?"
" Ya ...nggak papa ."
" Nggak ...ayo ke kamar ." Arya menarik tangannya agar berdiri dan mau tak mau Luna akhirnya menurut juga .
Sesampainya di kamar , Luna langsung naik ke tempat tidur .
Arya menyusul setelahnya , lalu mematikan lampu .
" Ngapain pake bedak tebal gitu ...?"
" Sasa tadi ."
Arya mengambil tissue dan memegangi wajah Luna , lalu membersihkan bedak yang menempel di wajahnya .
__ADS_1
" Itu tadi Mamanya Sasa ." Ucap Arya tiba-tiba .
" Iya aku tahu ." Jawab Luna ,sambil memeluk bantal di tangannya .
Mereka duduk bersebelahan di kasur .
Arya menatapnya kaget ." Memang dia bicara apa tadi ?"
Luna menggeleng ." Nggak bicara apa-apa , cuma aku pernah lihat fotonya di kamar Sasa ."
" Oh..." Jawab Arya sedikit lega.
" Tapi...sepertinya aku pernah ketemu sebelumnya ..."
" Dimana ?"
" Nggak tahu ...lupa ."
" Ya udah , nggak usah dipikirin ."
" Mas ..."
" Ya ..."
" Memangnya dulu kalian berpisah kenapa ?"
Arya menatapnya kaget ." Udah nggak usah dibahas lagi , nggak penting ."
Luna diam , ya mungkin lebih baik ia tak menanyakannya lagi . Semua ini pasti ingin dilupakannya setelah sekian lama .
" Udah tidur ." Arya tiba-tiba menarik tangannya mendekat .
Luna sedikit kaget ,saat ditarik ia langsung jatuh ke pelukan Arya .
" Mas ...nggak mau ."
Tapi Arya malah mendekapnya erat .
Luna mendongakkan kepala , menatap Arya .
Sementara Arya sudah melingkarkan tangan di tubuhnya .
" Kenapa ?"
Luna menggeleng .
Arya mendekat dan mendaratkan ciuman di bibirnya .
Tak ada penolakan ...Arya mendekapnya semakin erat .
Sampai suara pintu kamar yang memang tak terkunci , terbuka perlahan .
Arya segera melepas pelukannya .
Sasa muncul disana , dengan mata sembabnya .
" Mamaaaaa...." Panggilnya .
" Kenapa Sa ...kok bangun ?"
Sasa berjalan mendekat dan langsung naik ke tempat tidur , duduk di pangkuan Luna .
" Ya udah , mau tidur disini ?" Tanya Luna .
__ADS_1
Sasa mengangguk dan melingkarkan lengannya dileher Luna .
Luna terbahak saat melihat wajah Arya yang nampak sewot .