KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 64


__ADS_3

" Mas Yuda ."


Arya nampak kaget melihat siapa yang memanggilnya , tapi berusaha bersikap tetap tenang .


" Permisi Mbak Laura , pesenannya sudah siap ." Seorang pramuniaga menghampiri mereka .


" Oh iya ." Laura berbalik dan berjalan ke kasir .


Dan kali ini hanya tinggal mereka bertiga disana .


Luna masih diam .


Arya berjalan mendekat .


Kinan tersenyum saat mereka berhadapan , tetapi ia nampak kaget ...Arya hanya berjalan melewatinya tanpa menatapnya .


Arya mendekat ke Luna , menggenggam tangannya lalu berbalik , mereka berjalan keluar butik .


Kembali lewat di depan Kinan , tapi seolah tidak saling mengenal dan berlalu begitu saja .


Tak berapa lama ,Laura kembali dan menatap Kinan yang masih terdiam disana , pandangannya terus tertuju keluar .


" Kinan , aku duluan ya . " Pamitnya .


Kinan menoleh ." Apa itu tadi istrinya Yuda ?" Tanyanya .


Laura mengangguk .


Diluar , Arya langsung menuju mobil .


Tak ada percakapan sampai mereka dalam perjalanan pulang .


Luna paham betul , ini sangat mengejutkan untuk Arya ...setelah sekian lama , mereka bertemu lagi sekarang dan itu akan membuka lagi kenangan mereka yang lalu .


" Mas ..."


Arya menoleh .


" Mampir ke brown cake dulu ya ." Ucapnya mengingatkan .


Arya mengangguk .


Setelah itu tak ada percakapan lagi , sampai mereka tiba di rumah .


Begitu masuk , Sasa sudah menunggunya di ruang tengah .


" Mama beliin cake coklatnya ?" Tanya Sasa .


" Ini ..." Luna menunjukkan paper bag ditangannya . " Yuk ambil piring dulu ." Ia mengajak Sasa ke dapur .


Sementara Arya langsung ke kamar .


Selesai makan kue coklatnya , Sasa minta bermain di kamarnya . Luna meninggalkannya disana lalu ia kembali ke kamar .


Tak ada Arya disana , tapi pintu balkon terbuka . Ia melangkahkan kakinya ke sana dan benar saja ...Arya sedang berdiri di pojok , sambil menyilangkan tangannya di dada , matanya menatap lurus ke depan .


Luna mendekat . " Mas ...kamu nggak papa ?" Tanyanya pelan .


Tak ada jawaban .


Luna menarik nafas panjang , mungkin sebaiknya ia membiarkannya sendiri dulu , pasti butuh waktu untuk memikirkan semua yang terjadi tadi .


Luna membalikkan badan dan berjalan keluar , sebaiknya ia ke kamar Sasa sekarang .

__ADS_1


Sasa sedang bermain dengan boneka nya ketika ia masuk .


" Mama kok kesini lagi ?" Tanya Sasa bingung .


" Iya , Papa masih ada kerjaan ...Mama tidur disini boleh nggak ?"


Sasa mengangguk . " Boleh ..."


" Ya udah Sasa ganti baju dulu baru tidur ..." Luna berdiri , mengambil baju tidur di lemari .


Selesai ganti baju , Sasa mengambil bedak yang ada di meja .


" Mama pakai ini ?" Sasa memberikannya ke Luna .


" Sasa mau pakai ?"


" Iya ."


Luna memutar tutup botol dan mengeluarkan sedikit isinya , mengoleskan ke wajah Sasa .


" Udah ."


" Mama aku yang pakein ya ."


Sasa melakukan hal yang sama , mengoleskan bedak ke wajahnya .


" Sa ,udah jangan tebal-tebal ."


" Nggak papa ,biar Mama kayak badut ." Sasa terbahak dan masih terus mengoleskan bedak di wajahnya .


Pukul 22.00


Setelah lama berdiri di balkon , Arya berjalan masuk dan menutup pintu , lalu ke kamar mandi .


Keluar dari kamar mandi , tak dilihatnya Luna di tempat tidur .


Ia lalu ke kamar Sasa . Membuka pintunya pelan karena pasti Sasa sudah tertidur jam segini .


Sasa nampaknya sudah tidur , Luna ternyata benar disana . Duduk di kasur sambil membaca majalah .


" Ngapain disini ?" Tanya Arya pelan dan kaget wajah Luna dipenuhi bedak tebal .


" Nggak papa ."


" Ayo tidur ." Ajaknya .


" Aku tidur disini aja ." Tolak Luna .


" Kenapa ?"


" Ya ...nggak papa ."


" Nggak ...ayo ke kamar ." Arya menarik tangannya agar berdiri dan mau tak mau Luna akhirnya menurut juga .


Sesampainya di kamar , Luna langsung naik ke tempat tidur .


Arya menyusul setelahnya , lalu mematikan lampu .


" Ngapain pake bedak tebal gitu ...?"


" Sasa tadi ."


Arya mengambil tissue dan memegangi wajah Luna , lalu membersihkan bedak yang menempel di wajahnya .

__ADS_1


" Itu tadi Mamanya Sasa ." Ucap Arya tiba-tiba .


" Iya aku tahu ." Jawab Luna ,sambil memeluk bantal di tangannya .


Mereka duduk bersebelahan di kasur .


Arya menatapnya kaget ." Memang dia bicara apa tadi ?"


Luna menggeleng ." Nggak bicara apa-apa , cuma aku pernah lihat fotonya di kamar Sasa ."


" Oh..." Jawab Arya sedikit lega.


" Tapi...sepertinya aku pernah ketemu sebelumnya ..."


" Dimana ?"


" Nggak tahu ...lupa ."


" Ya udah , nggak usah dipikirin ."


" Mas ..."


" Ya ..."


" Memangnya dulu kalian berpisah kenapa ?"


Arya menatapnya kaget ." Udah nggak usah dibahas lagi , nggak penting ."


Luna diam , ya mungkin lebih baik ia tak menanyakannya lagi . Semua ini pasti ingin dilupakannya setelah sekian lama .


" Udah tidur ." Arya tiba-tiba menarik tangannya mendekat .


Luna sedikit kaget ,saat ditarik ia langsung jatuh ke pelukan Arya .


" Mas ...nggak mau ."


Tapi Arya malah mendekapnya erat .


Luna mendongakkan kepala , menatap Arya .


Sementara Arya sudah melingkarkan tangan di tubuhnya .


" Kenapa ?"


Luna menggeleng .


Arya mendekat dan mendaratkan ciuman di bibirnya .


Tak ada penolakan ...Arya mendekapnya semakin erat .


Sampai suara pintu kamar yang memang tak terkunci , terbuka perlahan .


Arya segera melepas pelukannya .


Sasa muncul disana , dengan mata sembabnya .


" Mamaaaaa...." Panggilnya .


" Kenapa Sa ...kok bangun ?"


Sasa berjalan mendekat dan langsung naik ke tempat tidur , duduk di pangkuan Luna .


" Ya udah , mau tidur disini ?" Tanya Luna .

__ADS_1


Sasa mengangguk dan melingkarkan lengannya dileher Luna .


Luna terbahak saat melihat wajah Arya yang nampak sewot .


__ADS_2