
" Pa , kamu yakin dengan rencana ini ?" Tanya Karina saat berada di dalam mobil , mereka dalam perjalanan pulang ke rumah .
Ardi mengangguk mantap ." Papa akan hubungi Pak Iwan untuk mengurus renovasi rumah ."
Iya sebelumnya mereka memang punya rencana untuk merenovasi rumah bagian belakang , tetapi belum terlaksana sampai sekarang karena Ardi sendiri masih sibuk mengurus bisnis barunya dengan William .
Sekarang ...tanpa ada perencanaan sebelumnya , mereka tiba-tiba menjalankan ini semua .
" Menurut kamu sendiri , Luna itu orangnya seperti apa ?" Tanyanya tiba-tiba .
Karina menatap suaminya sebentar .
" Tanpa melihat dari apa yang baru saja kita ketahui tadi ...Mama sebenarnya suka dengan Luna , karena Mama rasa dia tulus kepada Sasa ...anak kecil nggak mungkin bisa dibohongi , dia pasti tahu dan merasa siapa yang benar-benar menyayanginya ."
Ardi menarik nafas panjang ." Justru itu yang Papa takutkan juga ..."
" Maksudnya gimana ?"
" Dalam hal ini , kalau memang pendapat kamu soal Luna benar ...Papa cuma takut dengan sikap Arya nya ."
" Pa ..maksudnya gimana sih , Mama nggak ngerti ." Karina mengernyitkan alisnya .
Ardi menepikan mobilnya di depan sebuah ruko , lalu ia menatap serius ke istrinya .
" Mama tahu kan Arya pernah trauma dengan pernikahan sebelumnya ..."
Karina mengangguk .
" Dulu kita pernah tinggal lama juga bersama mereka dan tahu seperti apa perlakuan Arya ke Kinan ..."
" Terus ...?"
" Dia memperlakukan istrinya bak seorang ratu , menuruti apapun yang diminta ...tapi apa yang dia dapat .."
Karina hanya diam mendengarkan .
" Papa cuma takut hal ini berdampak besar dengan pernikahannya sekarang ..."
" Memangnya Papa mengira apa yang akan dilakukan Arya ..."
__ADS_1
" Papa cuma takut ...Arya hanya menjadikan Luna sebagai pelampiasan kekecewaannya terhadap Kinan ."
" Pa..." Sentak Karina ." Arya bukan orang seperti itu , dia memang anaknya penuh perhatian dari dulu dan itu bukan hanya kepada Kinan ." Belanya .
Ardi mengangguk ." Ya semoga saja ...karena kalau memang Luna benar-benar tulus menyayangi Sasa dan Arya sampai menyakitinya ...Papa nggak akan pernah memaafkannya ."
Karina menatapnya tajam ." Mama juga sependapat soal itu ...walaupun dia anak kita , Mama juga nggak mau kalau sampai dia menyakiti orang lain demi kepentingannya sendiri ."
Ardi tersenyum , lalu kembali menjalankan mobilnya .
Sementara di rumah ...setelah hampir setengah jam Luna menggendongnya tadi di teras belakang , akhirnya Sasa tertidur juga .
" Udah sini ." Ucap Arya pelan , berniat mengambil Sasa dari gendongannya .
Luna menggeleng . " Nanti kebangun ." Lalu berjalan masuk menuju kamar Sasa dan menidurkan disana .
Setelah itu keluar dan berniat ke dapur , ternyata bertemu Minah di ruang makan .
" Udah diberesin ?" Tanya Luna .
" Sudah selesai , Ibu istirahat aja sekarang ."
Minah menatapnya dibelakang . Ia sangat salut dengan istri majikannya itu . Walaupun baru menyandang status sebagai istri dan juga ibu , tapi mampu menjalankan kewajibannya dengan baik dan yang lebih penting sikapnya kepada Sasa , mungkin jauh lebih baik daripada Mama kandungnya dulu . Ia tahu betul karena sudah lama bekerja disini .
Sesampainya di kamar , Luna mengambil baju dan langsung ke kamar mandi .
Begitu keluar , Arya sudah ada disana baru saja masuk kamar .
Luna duduk di depan meja rias dan membersihkan wajah . Hari ini cukup melelahkan , tadi siang harus membereskan rumah membantu Mbak Minah , karena ini pertama kalinya ia bertemu dengan Papa mertuanya , setidaknya ada yang sedikit bisa dilakukannya .
Senang juga tadi ternyata mereka menyukai masakan buatannya .
Arya berdiri di belakangnya .
" Capek ? " tanyanya .
Luna menggeleng .
Arya menyentuh bahunya , kemudian memijatnya pelan .
__ADS_1
" Mas nggak usah ..." Tolaknya . Berniat berdiri ,tapi Arya mencegahnya .
" Udah , diem dulu ."
Arya memaksanya tetap duduk dan melanjutkan memijat bahunya .
Luna menatap dari balik kaca . Merasa senang dengan perlakuan suaminya selama ini , meski mereka hanya terikat sebuah pernikahan kontrak , tetapi kenyataannya tak seperti yang pernah dibayangkannya dulu .
Arya begitu baik dan sangat penuh perhatian . Yang kadang membuatnya merasa tak enak .
" Oh ya ..Papa tadi bilang kalau rumahnya mau direnovasi ."
" Terus ...?"
" Mereka akan tinggal disini untuk sementara , nggak papa kan ?" Tanya Arya .
Luna masih menatapnya dari balik kaca ." Ya nggak papa lah , kan ini rumah kamu ." Jawab Luna .
" Yah ...oke ."
Luna mengambil bedak bayi yang ada disudut meja .
" Kenapa pakai itu lagi ?" Protes Arya .
" Ya nggak papa ."
" Udah taruh ." Arya merebutnya lalu menaruh lagi di meja .
" Aku mau pakai ,biar cepet tidur , besok harus bangun pagi . " Luna hendak mengambilnya , tapi Arya menarik tangannya dan menuntunnya naik ke tempat tidur .
" Udah ..5 menit lagi kamu juga tidur . " Arya memaksanya tiduran .
" Oh ya ...?" Seru Luna .
" Kan tukang pijitnya masih stand by disini ..."
Luna terbahak mendengarnya .
Arya malah sibuk memasukkan kakinya ke balik selimut dan membetulkan posisi bantalnya .
__ADS_1