KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 50


__ADS_3

" Pa , kamu yakin dengan rencana ini ?" Tanya Karina saat berada di dalam mobil , mereka dalam perjalanan pulang ke rumah .


Ardi mengangguk mantap ." Papa akan hubungi Pak Iwan untuk mengurus renovasi rumah ."


Iya sebelumnya mereka memang punya rencana untuk merenovasi rumah bagian belakang , tetapi belum terlaksana sampai sekarang karena Ardi sendiri masih sibuk mengurus bisnis barunya dengan William .


Sekarang ...tanpa ada perencanaan sebelumnya , mereka tiba-tiba menjalankan ini semua .


" Menurut kamu sendiri , Luna itu orangnya seperti apa ?" Tanyanya tiba-tiba .


Karina menatap suaminya sebentar .


" Tanpa melihat dari apa yang baru saja kita ketahui tadi ...Mama sebenarnya suka dengan Luna , karena Mama rasa dia tulus kepada Sasa ...anak kecil nggak mungkin bisa dibohongi , dia pasti tahu dan merasa siapa yang benar-benar menyayanginya ."


Ardi menarik nafas panjang ." Justru itu yang Papa takutkan juga ..."


" Maksudnya gimana ?"


" Dalam hal ini , kalau memang pendapat kamu soal Luna benar ...Papa cuma takut dengan sikap Arya nya ."


" Pa ..maksudnya gimana sih , Mama nggak ngerti ." Karina mengernyitkan alisnya .


Ardi menepikan mobilnya di depan sebuah ruko , lalu ia menatap serius ke istrinya .


" Mama tahu kan Arya pernah trauma dengan pernikahan sebelumnya ..."


Karina mengangguk .


" Dulu kita pernah tinggal lama juga bersama mereka dan tahu seperti apa perlakuan Arya ke Kinan ..."


" Terus ...?"


" Dia memperlakukan istrinya bak seorang ratu , menuruti apapun yang diminta ...tapi apa yang dia dapat .."


Karina hanya diam mendengarkan .


" Papa cuma takut hal ini berdampak besar dengan pernikahannya sekarang ..."


" Memangnya Papa mengira apa yang akan dilakukan Arya ..."

__ADS_1


" Papa cuma takut ...Arya hanya menjadikan Luna sebagai pelampiasan kekecewaannya terhadap Kinan ."


" Pa..." Sentak Karina ." Arya bukan orang seperti itu , dia memang anaknya penuh perhatian dari dulu dan itu bukan hanya kepada Kinan ." Belanya .


Ardi mengangguk ." Ya semoga saja ...karena kalau memang Luna benar-benar tulus menyayangi Sasa dan Arya sampai menyakitinya ...Papa nggak akan pernah memaafkannya ."


Karina menatapnya tajam ." Mama juga sependapat soal itu ...walaupun dia anak kita , Mama juga nggak mau kalau sampai dia menyakiti orang lain demi kepentingannya sendiri ."


Ardi tersenyum , lalu kembali menjalankan mobilnya .


Sementara di rumah ...setelah hampir setengah jam Luna menggendongnya tadi di teras belakang , akhirnya Sasa tertidur juga .


" Udah sini ." Ucap Arya pelan , berniat mengambil Sasa dari gendongannya .


Luna menggeleng . " Nanti kebangun ." Lalu berjalan masuk menuju kamar Sasa dan menidurkan disana .


Setelah itu keluar dan berniat ke dapur , ternyata bertemu Minah di ruang makan .


" Udah diberesin ?" Tanya Luna .


" Sudah selesai , Ibu istirahat aja sekarang ."


Minah menatapnya dibelakang . Ia sangat salut dengan istri majikannya itu . Walaupun baru menyandang status sebagai istri dan juga ibu , tapi mampu menjalankan kewajibannya dengan baik dan yang lebih penting sikapnya kepada Sasa , mungkin jauh lebih baik daripada Mama kandungnya dulu . Ia tahu betul karena sudah lama bekerja disini .


Sesampainya di kamar , Luna mengambil baju dan langsung ke kamar mandi .


Begitu keluar , Arya sudah ada disana baru saja masuk kamar .


Luna duduk di depan meja rias dan membersihkan wajah . Hari ini cukup melelahkan , tadi siang harus membereskan rumah membantu Mbak Minah , karena ini pertama kalinya ia bertemu dengan Papa mertuanya , setidaknya ada yang sedikit bisa dilakukannya .


Senang juga tadi ternyata mereka menyukai masakan buatannya .


Arya berdiri di belakangnya .


" Capek ? " tanyanya .


Luna menggeleng .


Arya menyentuh bahunya , kemudian memijatnya pelan .

__ADS_1


" Mas nggak usah ..." Tolaknya . Berniat berdiri ,tapi Arya mencegahnya .


" Udah , diem dulu ."


Arya memaksanya tetap duduk dan melanjutkan memijat bahunya .


Luna menatap dari balik kaca . Merasa senang dengan perlakuan suaminya selama ini , meski mereka hanya terikat sebuah pernikahan kontrak , tetapi kenyataannya tak seperti yang pernah dibayangkannya dulu .


Arya begitu baik dan sangat penuh perhatian . Yang kadang membuatnya merasa tak enak .


" Oh ya ..Papa tadi bilang kalau rumahnya mau direnovasi ."


" Terus ...?"


" Mereka akan tinggal disini untuk sementara , nggak papa kan ?" Tanya Arya .


Luna masih menatapnya dari balik kaca ." Ya nggak papa lah , kan ini rumah kamu ." Jawab Luna .


" Yah ...oke ."


Luna mengambil bedak bayi yang ada disudut meja .


" Kenapa pakai itu lagi ?" Protes Arya .


" Ya nggak papa ."


" Udah taruh ." Arya merebutnya lalu menaruh lagi di meja .


" Aku mau pakai ,biar cepet tidur , besok harus bangun pagi . " Luna hendak mengambilnya , tapi Arya menarik tangannya dan menuntunnya naik ke tempat tidur .


" Udah ..5 menit lagi kamu juga tidur . " Arya memaksanya tiduran .


" Oh ya ...?" Seru Luna .


" Kan tukang pijitnya masih stand by disini ..."


Luna terbahak mendengarnya .


Arya malah sibuk memasukkan kakinya ke balik selimut dan membetulkan posisi bantalnya .

__ADS_1


__ADS_2