
Setelah satpam membawa Dimas keluar kamar , Arya mendekat ke Luna .
" Luna hey ...bangun ." Ucapnya .
Menepuk-nepuk pipi Luna , tapi tak ada reaksi juga .
" Luna ..." Panggilnya lagi , tetap tak ada sahutan .
Arya mendekat dan akhirnya menggendong Luna keluar kamar .
Beberapa mata nampak melihatnya , saat melewati lobi hotel , masih terdengar juga mereka membicarakannya setelah kejadian tadi .
" Itukan perempuan yang tadi di bawa ke kamar sama laki-laki , ternyata bukan suaminya ..."
" Iya ...laki-laki itu memberi obat tidur sepertinya ..." Jawab yang lain .
" Itu bukan nya Pak Arya Perwira , pengusaha terkenal itu ..?"
Seseorang dari mereka mengangguk ." Iya kayaknya , aku juga nggak pernah bertemu langsung ."
" Kira-kira itu siapa ya , apa pacarnya ?"
" Mungkin ..."
" Beruntung sekali perempuan itu ..."
Dan obrolan masih berlanjut sampai ia keluar hotel , masih dengan Luna yang belum juga siuman di dekapannya .
Sesampainya di mobil , ia segera memindahkan Luna ke jok depan
, lalu ia sendiri juga masuk .
Memangnya apa yang Dimas kasih sampai dia pingsan lama begini , pikirnya .
Mengambil kotak P3K di mobil dan mengeluarkan minyak kayu putih di dalamnya .
Setelah membuka tutupnya , ia mengoleskan ke tangan Luna , wajahnya terlihat pucat .
Badannya pun masih demam ,sepertinya dari kemarin memang kondisinya belum sepenuhnya membaik .
Sesekali ia menciumkan minyak kayu putih di hidungnya .
Beberapa menit kemudian ...
Terlihat sedikit reaksi , Luna mulai membuka matanya perlahan .
" Luna , ayo bangun ..." Arya kembali menepuk-nepuk pipinya .
Ketika matanya terbuka lebar , ia mulai berteriak .
" Dimas jangan ...kamu mau apa !!" Sentaknya , sambil memukul-mukul Arya di depannya .
" Hey Luna ...ini aku ..." Ucap Arya sambil memegangi tangannya .
Luna mengucek matanya dan melihat di depannya , ia mulai sadar sepenuhnya sekarang .
" Mas Arya ..." Ucapnya parau , ia mencoba menegakkan duduknya , tapi itu justru membuat kepalanya makin sakit .
Ia meringis sambil memegangi keningnya .
" Kenapa ...pusing ?" Tanya Arya cemas .
Tak ada jawaban .
Arya mengambil minyak kayu putih dan menuangkan sedikit di telapak tangan kirinya .
Luna diam dan menegakkan duduknya .
Arya menyentuh keningnya dan mengoleskan minyak kayu putih disana .
Luna berusaha menolak dengan menarik tangannya , tapi tak dihiraukan .
__ADS_1
Arya memijatnya pelan ,setidaknya itu cukup membuat Luna sedikit tenang .
" Udah aku nggak papa ." Seru Luna , setelah beberapa menit kemudian ..dan itu cukup meredakan sakitnya .
Arya memberinya sebotol air putih , ia meneguknya sedikit .
" Kita ke rumah sakit sekarang ." Ucap Arya kali ini .
Luna menggeleng ." Aku mau pulang aja ."
" Tapi kan ..."
" Aku nggak papa ." Potong Luna .
" Ya sudah ..." Jawab Arya akhirnya dan mulai menjalankan mobilnya .
Sepanjang perjalanan tak ada percakapan disana .
Luna diam sambil mengingat lagi kejadian tadi ..apa yang sudah Dimas lakukan padanya .
Kenapa ia tak bisa mengingatnya , yang ia tahu Dimas membawanya ke kamar hotel . Setelah itu ...apa yang terjadi ?
Ketika bangun , ia sudah ada di mobil ini .
Apa sebaiknya ia menanyakan kejadian sebenarnya ke Arya .
" Memangnya tadi apa yang terjadi ..kenapa aku bisa tiba-tiba di mobil ?"
Arya menatapnya sebentar .
" Dimas memberikan sesuatu di minuman kamu tadi ."
" Apa ?!"
" Untung saja ketahuan , sebelum Dimas berhasil menyentuh kamu ."
Luna menarik nafas lega , ternyata ketakutannya tak terjadi .
Arya hanya tersenyum sedikit , tanpa menoleh .
" Tapi darimana tahu aku di cafe itu ?"
" Tadi aku nelpon mama kamu , soalnya ponsel kamu mati ."
Luna mengangguk , yah untunglah ia tadi sempat memberi tahu Mamanya sedang dimana , kalau tidak ...entah apa yang akan terjadi .
" Lalu Dimas ?" Tanya Luna lagi .
" Satpam hotel sudah membawanya ke kantor polisi ."
" Syukurlah ..." Ucap Luna pelan .
Beberapa menit kemudian ...mereka sampai di teras rumah Luna .
Arya berniat keluar dulu .
" Tunggu ." Panggil Luna .
" Kenapa ?" Tanya Arya heran .
" Tolong ...jangan cerita apapun ke Mama yang terjadi tadi ."
" Tapi kenapa ?"
Luna hanya menggeleng .
Terlihat di luar , Widya keluar dari dalam rumah dan menghampiri ...
Mereka langsung turun dari mobil .
" Luna , kamu nggak papa kan ?" Tanyanya cemas .
__ADS_1
Luna menggeleng ." Nggak papa Ma ."
Widya menatapnya . " Tapi kamu pucat gini ?"
" Nggak papa Ma , tadi sedikit pusing aja ."
" Kok kamu bisa pulang sama Arya ?"
" Oh iya tadi ponsel aku mati , jadi Mas Arya nyusul kesana dan kebetulan aku udah selesai ketemu sama Dimas ."
" Oh ya sudah kalian masuk dulu sekarang ."
" Tante saya langsung pulang aja ...masih ada urusan lain ."
" Oh begitu ..ya sudah nggak papa , makasih ya sudah antar Luna pulang .
Arya mengangguk , setelah berpamitan ia bergegas pergi .
Tak lama ia sudah di mobil . Ponselnya berdering ..
" Halo ."
" Iya Pak ..."
" Baik saya segera kesana ."
Ia membelokkan mobil ke kanan ,bukan menuju rumahnya .
15 menit kemudian , ia sampai di kantor polisi .
Tadi ia diminta datang untuk memberi keterangan soal penangkapan Dimas tadi .
Ia berbicara dengan polisi yang menghubunginya tadi .
Setelah itu , ia masuk ke dalam dan menunggu di ruang kunjungan .
Cukup lama ia disana , sampai 10 menit kemudian ...Dimas muncul dari dalam .
Ia menatapnya , begitu juga sebaliknya dengan Dimas .Matanya menyorotkan kebencian .
Dimas duduk di depannya . Sementara seorang Polisi berdiri tak jauh dari mereka .
" Mau apalagi hah ?!" Sentak Dimas , wajahnya masih terlihat lebam .
Arya tersenyum sinis ." Ternyata kamu nggak pernah berubah juga ." Ucapnya datar .
Dimas menatapnya sinis ." Saya nggak akan membiarkan kamu memiliki Luna ." Ucapnya tegas .
Arya balas menatapnya . " Memangnya kamu siapa ?" Tanya Arya santai , tapi malah menyulut emosi Dimas .
" Saya punya penawaran menarik ." Ucap Dimas yakin .
" Apa ?"
" Saya kembalikan Kinan dan kembalikan Luna ke saya , bagaimana ?"
Arya menatapnya geram ." Maksud kamu apa hah ...?!"
" Bukankah anda sangat mencintai Kinan , ambil saja dia kembali dan Luna akan kembali menjadi milik saya ,adil bukan ..?"
BRAKKK ...
Arya memukul meja di depannya ." Jangan kurang ajar kamu !"
Dimas tertawa sinis . " Anda menikahi Luna hanya untuk kebutuhan status anda di depan umum kan ..." Tebaknya . " Nggak mungkin anda menyukai Luna yang jelas-jelas tak selevel dengan seorang Arya Yuda Perwira ..." Ejeknya .
" Cukup !" Bentak Arya ." Kamu sudah menghancurkan hidup saya sekali dan kali ini ...kalau sampai kamu berani menyentuh Luna seujung kuku pun ...saya sendiri yang akan menghancurkan hidup kamu !"
Arya berdiri dan berjalan keluar .
Sementara di belakangnya ...Dimas menatap kesal , sebelum polisi kembali membawanya masuk .
__ADS_1