
" Itu Sasa udah pulang ." Ucap Luna begitu masuk halaman rumah , melihat mobil sudah parkir di depan teras .
Mereka bergegas masuk .
" Mamaaaa ..." Sasa langsung menghampiri begitu melihatnya masuk .
" Mama dari mana ?" Sasa mendongak menatapnya .
" Keluar sebentar ." Jawab Luna , sambil merapikan rambut Sasa yang hampir menutupi matanya ." Gimana mainnya senang ?"
Sasa diam dan hanya melingkarkan tangannya di perut Luna .
" Sa ..." Panggil Arya ." Nggak boleh minta gendong ya ,Mamanya masih sakit ." Lanjutnya .
Sasa mengangguk .
" Ya udah duduk aja yuk ." Luna mengajaknya ke sofa , disana juga ada Kinan dan Dewi .
Kinan yang duduk agak jauh di depannya terus menatap ke arahnya dari tadi .
" Mama , mau omelet ."
" Loh tadi belum makan ?" Tanya Luna heran .
" Sudah Lun , tadi Sasa makan nasi goreng udang kesukaannya ." Jawab Kinan kali ini .
Luna mengangguk , lalu beralih ke Sasa ." Memangnya masih lapar ?'
Sasa mengangguk .
" Ya udah tunggu disini dulu , sama Papa ."
Sasa berpindah duduk di sebelah Arya , luna berdiri dan ke dapur .
Tak lama Kinan berdiri ." Aku permisi ke kamar mandi dulu ya ." Ucapnya ke Arya , yang hanya dibalas anggukan .
" Kelihatannya Sasa sangat dekat sama Luna ya ?" Tanya Dewi setelah Kinan juga meninggalkan ruang tamu .
" Ya begitulah ..." Jawab Arya pendek .
Setelah keluar dari kamar mandi , Kinan berjalan melewati dapur dan mendapati Luna sendirian disana , ia pun masuk .
" Sasa menyukai omelet buatan kamu ya ?"
Luna menoleh lalu mengangguk .
" Kan ada Mia atau Minah , kenapa kamu harus repot-repot didapur seperti ini ?" Tanya Kinan lagi .
Luna tersenyum ." Ya ,selama bisa sendiri , aku lakukan sendiri , nggak semuanya harus diserahkan ke ART kan .."
" Kalian tadi habis ngedate ya ...mumpung nggak ada Sasa juga , iya kan ?"
Pertanyaan Kinan yang cukup membuatnya terkejut .
" Cuma cari makan aja ...soalnya dirumah juga sepi , Mama sama Papa juga lagi keluar ."
Luna sudah selesai membuat omelet dan menaruhnya di piring .
Kinan masih menatapnya , melihat nya dari ujung kaki sampai kepala .
" Kinan kenapa ?" Tanyanya .
" Kelihatannya selera Yuda sekarang agak berubah ya .." Ucapnya pelan , lebih kepada diri sendiri , tapi Luna juga mendengarnya dengan jelas .
__ADS_1
" Maksudnya ..."
" Oh nggak papa kok ..." Jawabnya sedikit gugup . " Cuma dulu ..Yuda nggak pernah ijinin aku keluar hanya dengan pakaian rumah seperti ini ." Celotehnya sambil terus mengamati dress rumah warna merah polos yang dikenakan Luna sekarang .
Luna hanya menarik nafas panjang , tak berkomentar .
" Intinya setiap keluar rumah aku harus selalu berpenampilan se perfect mungkin , karena bisa jadi di luar sana bertemu dengan rekan bisnis atau karyawannya ..."
" Oh begitu ..." Jawabnya pendek .
" Memangnya Yuda tidak pernah begitu sama kamu ?"
Luna menggeleng .
" Maaf ya Luna aku nggak bermaksud untuk membandingkan sama kamu ..."
Luna tersenyum ." Nggak papa kok ."
" Ehm ...Luna aku boleh tanya sesuatu sama kamu ?" Ucapnya kali ini terlihat serius .
" Ya ..."
" Kalian kan kenal belum lama dan langsung memutuskan menikah ..."
Luna menatapnya ,merasa ada sesuatu yang membuatnya tak nyaman dengan pertanyaan yang akan di ajukan Kinan untuknya .
" Apa ...Sasa yang menjadi alasan Yuda untuk menikahi kamu ...karena aku lihat kalian sangat dekat sekali ."
Seperti yang diduganya tadi , Kinan pasti akan menanyakan hal ini padanya .
Luna mengambil piring berisi omelet , lalu mendekat ke Kinan .
" Mungkin begitu ." Jawabnya pelan .
Luna balas menatapnya ." Kan kamu yang bilang tadi , kalau aku bukan seleranya Arya ..." Pungkasnya , berjalan keluar terlebih dulu , diruang tamu nampak Arya tengah mengobrol dengan Dewi .
Tak berapa lama , Kinan menyusul .
" Wi , kita pulang sekarang yuk ..udah malam juga " Ajaknya .
Setelah berpamitan mereka beranjak pulang dan Sasa rupanya lebih sibuk dengan omeletnya , ketimbang melihat Kinan .
*****
" Kamu tadi kenapa ngomong gitu ke Sasa ?" Tanya Dewi , mereka sudah berada di dalam taksi online sekarang .
" Ngomong apa ?" Tanya Kinan balik .
" Tiba-tiba ajak Sasa nginap di rumah .."
Kinan menatapnya ." Memangnya salah Wi , kan aku ibunya ..."
" Iya ,tapi kalian baru saja bertemu ...jadi kamu harus sedikit lebih bersabar dalam menghadapi Sasa ."
" Aku cuma mau lebih dekat sama Sasa daripada Luna ."
Dewi menatap sahabatnya itu , kali ini ia kurang sependapat dengannya dan kelihatannya Luna lebih unggul dalam hal ini .
Meski tak begitu mengenalnya , ia tahu Luna lebih bisa mengambil hati Sasa ketimbang Kinan , walaupun ia ibu kandungnya .
*****
Sementara di rumah , Sasa menggendong bonekanya keluar kamar dan langsung ke kamar Arya .
__ADS_1
Ia membuka pintu yang memang tidak tertutup rapat .
" Mamaaaaa...."
Luna menoleh , baru saja keluar dari kamar mandi .
" Kenapa Sa ..."
" Mau tidur sini ."
" Ya udah yuk ."
Luna menuntunnya masuk dan mengajaknya naik tempat tidur , Arya sudah duduk disana sibuk dengan ponsel ditangannya .
Sasa tiduran di samping Papanya .
" Mama kok nggak pake bedak ?" Tanyanya .
Luna menggeleng ." Nanti dimarahi Papa ." Bisiknya .
Sasa menatap Arya sebentar , lalu berbisik ke Luna ." Papa galak ya , Ma ?"
Luna mengangguk .
Arya menatap mereka ."Ngomongin apa ?" Tanyanya .
Luna menggeleng ." Nggak ada , udah yuk tidur ." Langsung menarik selimut dan memeluk Sasa .
Arya mematikan lampu ,tapi ia masih menyandarkan punggungnya di bantalan kasur .
Beberapa menit kemudian ...Sasa sudah terlelap , kecapekan juga setelah tadi juga seharian belum istirahat .
Luna masih tak bisa memejamkan matanya juga , mungkin sudah biasa baginya , tapi kali ini ...ada sesuatu yang membuatnya merasa tak nyaman tadi , tentang omongan Kinan , meski ia berusaha mengacuhkannya , tetap saja tak bisa lepas dari pikirannya .
Apa maksud Kinan sebenarnya ...mungkin ia memang menyesali semua yang terjadi dan kini ...ia ingin kembali ke keluarga yang pernah ditinggalkannya dulu...
Luna sedikit terkejut merasakan sentuhan di keningnya .
Ia mendongak .
" Kenapa belum tidur ? Tanya Arya .
" Nggak papa ." Jawabnya pelan .
" Cepet tidur ." Arya menutup matanya dengan telapak tangan .
" Apaan sih ." Luna mendorong tangan nya .
" Makanya buruan tidur ..."
" Kamu sendiri belum tidur , kenapa nyuruh tidur ...?" Balas Luna .
Arya mendekatkan wajahnya .
" Mau ditidurin ?" Bisiknya .
Luna melotot ." Jangan macam-macam ...!" Sentaknya .
" Siapa yang macam-macam , kamu aja yang mikirnya kemana-mana ..."
Luna memonyongkan bibirnya .
" Udah tidur ..."
__ADS_1
Arya mengusap keningnya dan memijatnya pelan .