KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 78


__ADS_3

" Itu Sasa udah pulang ." Ucap Luna begitu masuk halaman rumah , melihat mobil sudah parkir di depan teras .


Mereka bergegas masuk .


" Mamaaaa ..." Sasa langsung menghampiri begitu melihatnya masuk .


" Mama dari mana ?" Sasa mendongak menatapnya .


" Keluar sebentar ." Jawab Luna , sambil merapikan rambut Sasa yang hampir menutupi matanya ." Gimana mainnya senang ?"


Sasa diam dan hanya melingkarkan tangannya di perut Luna .


" Sa ..." Panggil Arya ." Nggak boleh minta gendong ya ,Mamanya masih sakit ." Lanjutnya .


Sasa mengangguk .


" Ya udah duduk aja yuk ." Luna mengajaknya ke sofa , disana juga ada Kinan dan Dewi .


Kinan yang duduk agak jauh di depannya terus menatap ke arahnya dari tadi .


" Mama , mau omelet ."


" Loh tadi belum makan ?" Tanya Luna heran .


" Sudah Lun , tadi Sasa makan nasi goreng udang kesukaannya ." Jawab Kinan kali ini .


Luna mengangguk , lalu beralih ke Sasa ." Memangnya masih lapar ?'


Sasa mengangguk .


" Ya udah tunggu disini dulu , sama Papa ."


Sasa berpindah duduk di sebelah Arya , luna berdiri dan ke dapur .


Tak lama Kinan berdiri ." Aku permisi ke kamar mandi dulu ya ." Ucapnya ke Arya , yang hanya dibalas anggukan .


" Kelihatannya Sasa sangat dekat sama Luna ya ?" Tanya Dewi setelah Kinan juga meninggalkan ruang tamu .


" Ya begitulah ..." Jawab Arya pendek .


Setelah keluar dari kamar mandi , Kinan berjalan melewati dapur dan mendapati Luna sendirian disana , ia pun masuk .


" Sasa menyukai omelet buatan kamu ya ?"


Luna menoleh lalu mengangguk .


" Kan ada Mia atau Minah , kenapa kamu harus repot-repot didapur seperti ini ?" Tanya Kinan lagi .


Luna tersenyum ." Ya ,selama bisa sendiri , aku lakukan sendiri , nggak semuanya harus diserahkan ke ART kan .."


" Kalian tadi habis ngedate ya ...mumpung nggak ada Sasa juga , iya kan ?"


Pertanyaan Kinan yang cukup membuatnya terkejut .


" Cuma cari makan aja ...soalnya dirumah juga sepi , Mama sama Papa juga lagi keluar ."


Luna sudah selesai membuat omelet dan menaruhnya di piring .


Kinan masih menatapnya , melihat nya dari ujung kaki sampai kepala .


" Kinan kenapa ?" Tanyanya .


" Kelihatannya selera Yuda sekarang agak berubah ya .." Ucapnya pelan , lebih kepada diri sendiri , tapi Luna juga mendengarnya dengan jelas .

__ADS_1


" Maksudnya ..."


" Oh nggak papa kok ..." Jawabnya sedikit gugup . " Cuma dulu ..Yuda nggak pernah ijinin aku keluar hanya dengan pakaian rumah seperti ini ." Celotehnya sambil terus mengamati dress rumah warna merah polos yang dikenakan Luna sekarang .


Luna hanya menarik nafas panjang , tak berkomentar .


" Intinya setiap keluar rumah aku harus selalu berpenampilan se perfect mungkin , karena bisa jadi di luar sana bertemu dengan rekan bisnis atau karyawannya ..."


" Oh begitu ..." Jawabnya pendek .


" Memangnya Yuda tidak pernah begitu sama kamu ?"


Luna menggeleng .


" Maaf ya Luna aku nggak bermaksud untuk membandingkan sama kamu ..."


Luna tersenyum ." Nggak papa kok ."


" Ehm ...Luna aku boleh tanya sesuatu sama kamu ?" Ucapnya kali ini terlihat serius .


" Ya ..."


" Kalian kan kenal belum lama dan langsung memutuskan menikah ..."


Luna menatapnya ,merasa ada sesuatu yang membuatnya tak nyaman dengan pertanyaan yang akan di ajukan Kinan untuknya .


" Apa ...Sasa yang menjadi alasan Yuda untuk menikahi kamu ...karena aku lihat kalian sangat dekat sekali ."


Seperti yang diduganya tadi , Kinan pasti akan menanyakan hal ini padanya .


Luna mengambil piring berisi omelet , lalu mendekat ke Kinan .


" Mungkin begitu ." Jawabnya pelan .


Luna balas menatapnya ." Kan kamu yang bilang tadi , kalau aku bukan seleranya Arya ..." Pungkasnya , berjalan keluar terlebih dulu , diruang tamu nampak Arya tengah mengobrol dengan Dewi .


Tak berapa lama , Kinan menyusul .


" Wi , kita pulang sekarang yuk ..udah malam juga " Ajaknya .


Setelah berpamitan mereka beranjak pulang dan Sasa rupanya lebih sibuk dengan omeletnya , ketimbang melihat Kinan .


*****


" Kamu tadi kenapa ngomong gitu ke Sasa ?" Tanya Dewi , mereka sudah berada di dalam taksi online sekarang .


" Ngomong apa ?" Tanya Kinan balik .


" Tiba-tiba ajak Sasa nginap di rumah .."


Kinan menatapnya ." Memangnya salah Wi , kan aku ibunya ..."


" Iya ,tapi kalian baru saja bertemu ...jadi kamu harus sedikit lebih bersabar dalam menghadapi Sasa ."


" Aku cuma mau lebih dekat sama Sasa daripada Luna ."


Dewi menatap sahabatnya itu , kali ini ia kurang sependapat dengannya dan kelihatannya Luna lebih unggul dalam hal ini .


Meski tak begitu mengenalnya , ia tahu Luna lebih bisa mengambil hati Sasa ketimbang Kinan , walaupun ia ibu kandungnya .


*****


Sementara di rumah , Sasa menggendong bonekanya keluar kamar dan langsung ke kamar Arya .

__ADS_1


Ia membuka pintu yang memang tidak tertutup rapat .


" Mamaaaaa...."


Luna menoleh , baru saja keluar dari kamar mandi .


" Kenapa Sa ..."


" Mau tidur sini ."


" Ya udah yuk ."


Luna menuntunnya masuk dan mengajaknya naik tempat tidur , Arya sudah duduk disana sibuk dengan ponsel ditangannya .


Sasa tiduran di samping Papanya .


" Mama kok nggak pake bedak ?" Tanyanya .


Luna menggeleng ." Nanti dimarahi Papa ." Bisiknya .


Sasa menatap Arya sebentar , lalu berbisik ke Luna ." Papa galak ya , Ma ?"


Luna mengangguk .


Arya menatap mereka ."Ngomongin apa ?" Tanyanya .


Luna menggeleng ." Nggak ada , udah yuk tidur ." Langsung menarik selimut dan memeluk Sasa .


Arya mematikan lampu ,tapi ia masih menyandarkan punggungnya di bantalan kasur .


Beberapa menit kemudian ...Sasa sudah terlelap , kecapekan juga setelah tadi juga seharian belum istirahat .


Luna masih tak bisa memejamkan matanya juga , mungkin sudah biasa baginya , tapi kali ini ...ada sesuatu yang membuatnya merasa tak nyaman tadi , tentang omongan Kinan , meski ia berusaha mengacuhkannya , tetap saja tak bisa lepas dari pikirannya .


Apa maksud Kinan sebenarnya ...mungkin ia memang menyesali semua yang terjadi dan kini ...ia ingin kembali ke keluarga yang pernah ditinggalkannya dulu...


Luna sedikit terkejut merasakan sentuhan di keningnya .


Ia mendongak .


" Kenapa belum tidur ? Tanya Arya .


" Nggak papa ." Jawabnya pelan .


" Cepet tidur ." Arya menutup matanya dengan telapak tangan .


" Apaan sih ." Luna mendorong tangan nya .


" Makanya buruan tidur ..."


" Kamu sendiri belum tidur , kenapa nyuruh tidur ...?" Balas Luna .


Arya mendekatkan wajahnya .


" Mau ditidurin ?" Bisiknya .


Luna melotot ." Jangan macam-macam ...!" Sentaknya .


" Siapa yang macam-macam , kamu aja yang mikirnya kemana-mana ..."


Luna memonyongkan bibirnya .


" Udah tidur ..."

__ADS_1


Arya mengusap keningnya dan memijatnya pelan .


__ADS_2