KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 62


__ADS_3

Pukul 23.00


Luna masih duduk di sofa kamarnya . Sibuk dengan ponsel , membantu Mamanya menghubungi orang yang memesan catering ,karena kebetulan yang memesan adalah Adelia , teman SMA nya dulu , yang memesan makanan untuk acara lamaran nya lusa . Jadi Mama meminta untuk bertanya lebih detail soal menu makanan dan jumlah nya .


" Iya Ma , besok aku hubungi lagi ...kalau nggak nanti aku suruh ke rumah aja biar ngomong sama Mama langsung ."


" Iya ...besok aku kabari ."


Setelah sambungan terputus , ia melihat beberapa pesan yang masuk .


Ia menyandarkan punggungnya di sofa , lalu mematikan ponsel .


Kepalanya terasa semakin berat , dipijitnya sendiri pelipis kirinya , ia memang sering migrain setelah kena air hujan .


Terdengar pintu kamar tertutup , ia menoleh .


Ternyata Arya yang masuk dan memang sedari tadi kamar di biarkan terbuka .


Masih ada sedikit kecanggungan dirasakannya setelah kejadian tadi , itu sebabnya ia memilih tetap diam .


Sampai Arya mendekat padanya , memberikan sebutir pil yang ada ditangannya , lalu segelas air putih .


" Cepat minum ." Ucapnya singkat .


Tanpa bertanya lebih lanjut , Luna mengambil dan langsung meminumnya .


Arya mengambil lagi gelas di tangannya dan menaruh nya di nakas , lalu beralih ke remote AC dan mengatur suhu nya .


Setelah itu , Arya kembali mendekat dan memegangi keningnya .


" Ayo tidur ." Ucapnya sambil menarik tangan Luna dan membawanya naik ke tempat tidur .


Luna sendiri langsung merebahkan diri dan kasur , menarik selimut sampai batas perutnya .


Lampu kamar dimatikan dan hanya lampu tidur saja yang masih menyala .


Luna berniat mengubah posisi tidurnya miring ke kiri ,membelakanginya ... tapi Arya mencegah .


Luna hanya menatapnya .


Terlihat Arya mengambil minyak kayu putih di laci , membuka tutup dan menuangkan di tangan . Saat tangan itu mendekat ke wajahnya .


..Luna memegangnya .


" Udah Mas nggak usah ." Tolaknya ." Kamu tidur aja udah malam ."


Tetapi Arya melepaskan pegangannya dan mengoleskan minyak kayu di kening dan pelipisnya .


Luna menarik nafas panjang , kalau sudah begini ...akan membuatnya semakin merasa bersalah dengan kejadian tadi .


" Mas ...aku minta maaf soal yang tadi ." Ucapnya akhirnya .

__ADS_1


Arya menatapnya , sementara jari-jari tangan mengusap keningnya .


" Ya udah lupain aja ."


Luna sedikit kaget mendengarnya .


" Kamu nggak marah ?" Tanyanya lagi .


" Memang kamu mau aku marah ?" Tanyanya balik .


Luna menggeleng .


" Makanya nggak usah bohong pura-pura sakit ...jadinya sakit beneran kan ." Ucapnya lagi .


" Aku nggak bohong ." Sanggah Luna .


" Ya udah hadap sini ."


Luna memiringkan tubuhnya ke kanan , sehingga mereka tidur berhadapan sekarang .


Cukup lama mereka saling bertatapan tanpa bicara .


Sampai telapak tangan Arya menyentuh wajahnya .


" Masih pusing disini ..? " tanya Arya sambil menyentuh bagian kiri keningnya .


Luna mengangguk pelan .


Luna memejamkan mata dan merasakan pijatan lembut yang cukup menenangkannya ,menghilangkan nyeri yang sedari tadi menyiksanya , hanya beberapa menit mampu membuatnya terlelap .


Melihatnya terlelap , Arya menarik selimut dan masih menatap wajah didepannya .


Ia tersenyum sendiri , tiba-tiba mengingat semuanya .Awal mereka bertemu dan tiba-tiba saja memutuskan menikah dan ini sudah beberapa bulan berlalu , itu berarti akan semakin dekat juga dengan kontrak mereka yang akan berakhir .


" ...semakin kamu mengenal kepribadiannya , aku bisa pastikan kamu akan tergila-gila padanya ."


Ia ingat apa yang dikatakan Rafi waktu itu .


Apa benar semua itu akan terjadi padanya ...


Apa semudah itu ia akan melabuhkan hatinya ...setelah dulu pernah melakukan kesalahan besar dengan mencintai seseorang yang salah .


Ia melingkarkan lengan di pinggangnya .


Sekarang mereka hampir tak berjarak ...******* nafasnya dapat ia rasakan juga .


Ia mendekat dan mendaratkan ciuman di bibir itu .Terasa hangat menjalar ke seluruh tubuhnya .Dadanya berdegup cepat .


Ia semakin mengeratkan pelukannya .


Untuk sekarang ,hanya ini yang diinginkan ,melihatnya setiap hari cukup membuatnya senang dan nyaman ,bahkan mungkin melupakan semua yang pernah dialami dulu .

__ADS_1


Tak lama ia pun terlelap dengan sejuta asa yang masih memenuhi mimpinya .


Paginya ...


Luna masih menggeliat malas dikasurnya dan melihat kamar yang sudah terang , biasanya ia yang bangun lebih awal .


Meski masih berhalangan dan tidak sholat subuh tak ada bedanya juga baginya , ia tetap bangun lebih awal .


Ia menatap jam di atas nakas .


Matanya terbelalak tak percaya .


Pukul 06.30


Ia bergegas bangun ,saat mau ke kamar mandi ..berpapasan dengan Arya disana yang sudah rapi .


" Kok aku nggak dibangunin ?"


Arya memegangi keningnya ." Masih pusing ?"


Luna menggeleng ." Sasa gimana ?" Tanya nya khawatir .


" Biar sama Mia aja ke sekolah ."


Luna berbelok dan langsung masuk kamar mandi .


Tak lama ia keluar dan bergegas ke meja makan .


Semua sudah berkumpul dan untuk kali ini ia masih menggunakan piyama karena belum sempat mandi juga .


" Loh Lun udah enakan ?" Tanya Papa yang sudah menikmati nasi gorengnya .


Luna mengangguk ." Udah Pa .


" Nggak mau ..." Sasa menyilangkan tangan di dada saat Mia mau menyuapinya .


" Kenapa Sa ?" Tanya Luna .


Sasa menatapnya ." Nggak mau ini ." Jawabnya .


" Mau dibuatin omelet aja ?" Tanya Luna lagi .


Sasa mengangguk ." Pakai sosis ya ..." Tambahnya .


" Iya ." Luna berjalan ke dapur .


Luna hanya mengantarnya di depan . Sasa berangkat sekolah bersama Mia diantar Pak Sanusi .


Sementara Arya dan Papa sudah berangkat lebih dulu tadi .


Ia masuk ke kamar dan mandi , setelah ini sebaiknya ia ke tempat Mama , mengurus masalah catering kemarin .

__ADS_1


__ADS_2