
Acara grand opening untuk hotel barunya terbilang cukup sukses , meski terkesan lebih sederhana .
Tak begitu banyak juga orang yang datang .
Setelah acara pengguntingan pita yang dilakukan sendiri oleh Luna .
Arya memberikan beberapa sambutan untuk tamu yang hadir .
Dengan menyerahkan sepenuhnya untuk pengelolaan kepada istrinya .
Yang sontak langsung disambut tepukan tangan dari para tamu yang sudah memenuhi ballroom .
Apalagi saat ada beberapa yang bertanya , alasan Arya menyerahkan hotel ini kepada istrinya ...dengan lantang ia mengutarakan semua .
" Iya ...mungkin yang saya berikan belum sebanding dengan apa yang sudah dilakukannya untuk saya dan juga putri saya ,tapi ini hanya sebagai hadiah untuk pernikahan kami dan tentunya ...karena sebentar lagi dia memberikan kado yang jauh lebih berharga daripada hanya sekedar uang ."
Luna yang duduk di meja depan ,merasa terharu . Air matanya menetes perlahan .
" Bu Luna pasti sangat beruntung mempunyai suami yang sangat mencintai keluarganya ." Ucap Lidya yang duduk menyandingnya .
Luna tersenyum , sambil mengusap air mata yang menetes di pipinya .
" Iya ..dan saya sangat bahagia karena seluruh keluarganya juga menerima kehadiran saya ." Jawab Luna parau .
Lidya mengangguk ." Iya , saya juga kenal baik dengan Pak Ardi dan Bu Karina ...mereka memang sangat baik , tetapi itu semua mungkin juga karena Bu Luna bisa menempatkan diri dengan baik di tengah keluarga mereka .."
Luna mengangguk .
" Saya mengenal Pak Arya cukup lama ,setelah kegagalan pernikahannya dulu ...yang saya lihat memang Pak Arya sama sekali tidak berniat untuk berhubungan serius dengan seorang wanita , walaupun saya lihat cukup banyak teman wanitanya ...karena Pak Arya orang yang cukup humble ...mudah dekat dengan orang lain , tetapi sekarang menjadi sangat berbeda ..."
" Iya ..."
" Walaupun ..." Lanjut Lidya ." Maaf sebelum nya , mungkin pernikahan kalian berawal dari hanya sebuah perjanjian tertulis , tapi kenyataan yang saya lihat tidak seperti itu . Kalian adalah pasangan suami istri seutuhnya yang dipenuhi cinta .."
Luna hanya diam , sampai ketika MC di depan memanggil namanya .
" Bu saya permisi sebentar ." Pamitnya .
__ADS_1
Lidya mengangguk .
" Bu Luna silahkan ..."
Seorang MC perempuan mempersilahkan ke depan dan berdiri di samping Arya .
" Sekarang sesi pemotretan sebentar ya .." Ucapnya lagi .
Tak lama mereka sudah berfoto bersama para pengelola hotel lainnya dan beberapa tamu penting lainnya .
Selain itu tamu yang hadir juga memperoleh voucher menginap disini dengan fasilitas penuh .
Acara berlanjut dengan makan bersama ...dan ada acara ramah tamah juga dengan tamu yang hadir .
Tepat pukul 18.00 acara berakhir dan memang cukup mengherankan juga , acara tadi berlangsung tertutup ...tak ada wartawan seperti biasa .
Luna hanya berpikir , mungkin Arya sengaja melakukan acara private tanpa publikasi seperti biasa , sampai saat mereka bicara setelah para tamu pulang .
" Udah selesai kan , berarti kita langsung pulang setelah ini ..." Ucap Luna , menghampiri Arya yang baru saja berbicara dengan tamu .
Arya menggeleng . " Habis ini kita ke kamar atas , istirahat sebentar sama sholat .." Arya melihat jam ditangannya . " Satu jam lagi kita kesini ..."
" Ada konpers nanti .."
Luna menatapnya kaget ." Kamu nggak sedang merencanakan sesuatu kan ?" Tanyanya curiga .
Arya menggeleng ." Aku sengaja nggak mengundang wartawan untuk acara tadi karena demi kenyamanan tamu yang datang saja , nanti kita akan bicara sama mereka ."
Luna masih menatapnya .
" Kenapa ?" Tanya Arya .
" Nggak ."
" Memang kamu pikir aku mau melakukan apa ?" Tanya Arya lagi .
" Nggak ada ..." Jawab Luna pendek .
__ADS_1
Arya tiba-tiba memeluknya .
" Mas jangan ..."
Luna berusaha menolak ,karena tak jauh dari mereka berdiri ...beberapa karyawan sedang berkumpul disana .
" Ke atas yuk ..." Ajak Arya ." Bumil kesayangan aku ini harus istirahat dulu sekarang ." Bisiknya .
" Ih ...nggak usah lebay ..." Ledek Luna .
" Biarin ..." Arya menuntunnya masuk ke lift .
Setelah sholat maghrib di kamar . Mereka bersiap lagi .
Seorang karyawan mengabari kalau wartawan sudah berkumpul di ballroom .
Luna keluar dari kamar mandi , kali ini dia hanya mengenakan celana jeans dan loose shirt warna cream .
" Udah ?" Tanya Arya .
Luna berjalan ke meja rias ." Sebentar ..." Lalu mengambil tali rambut dan mengikat rambutnya ke belakang , setelah itu mengoleskan sedikit lipbalm di bibirnya .
" Yuk ..." Arya mengulurkan tangannya .
Luna pun melakukan hal sama , mereka bergandengan tangan keluar .
Mereka sampai di ballroom dan wartawan sudah memenuhi ruangan .
Melihatnya datang ,satpam hotel menghampiri dan mengantarnya duduk di kursi yang sudah disediakan .
Baru saja duduk , seseorang dari mereka sudah mulai mengajukan pertanyaan .
" Maaf Pak Arya , apa kali ini Bapak juga akan menjelaskan soal pernikahan kontrak itu ...?"
Luna nampak kaget dan menatap Arya yang masih menatap lurus ke depan .
" Ya ...tentu saja ..." Jawab Arya tegas .
__ADS_1
Luna masih menatapnya .
Sementara Arya dari tadi hanya menggenggam tangannya , tak sedikitpun menatapnya .