
" Sasa ...itu ada Mama Kinan ." Ucap Luna , sambil mencoba melepas tangan Sasa ,tapi pelukannya malah makin erat .
Luna menatap Kinan dan merasa sedikit bersalah karenanya .
Kinan mulai menangis , melihat Sasa tak mau melihat ke arahnya sedikitpun .
" Mau pulang ." Sasa mulai merengek dan mengangkat tangannya .
" Kinan aku minta maaf ."
Kinan tersenyum tipis ." Iya nggak papa ." Jawabnya parau .
Luna menggendong Sasa . " Kalau begitu kita duluan ya ." Pamitnya , Sasa melingkarkan tangan di leher Luna .
Kinan mengangguk dan Luna berbalik berjalan keluar .
Di mobil , Sasa tak mau bicara sepatah katapun dan tak mau lepas dari pangkuan Luna . Ia nampak terisak tadi , tapi sekarang sudah mulai tenang .
Sesampainya di rumah , dilihatnya mobil Arya sudah ada disana .
Luna turun dengan masih membawa Sasa yang tetap tak mau lepas dari gendongannya .
Ia berjalan masuk dan Arya menghampirinya ke ruang tamu .
" Sasa kenapa ?" Tanyanya ." Ayo sama Papa ."
Sasa menggeleng .
" Ya udah kita ke kamar ya . " Bisik Luna , lalu berjalan ke kamar .
" Mia ada apa ?" Tanya nya melihat Mia dan Pak Sanusi masuk membawa banyak barang belanjaan .
" Tadi Sasa bertemu sama Bu Kinan , Pak ."
" Ketemu Kinan ?" Tanyanya ulang .
Mia mengangguk .
Arya segera ke kamar Sasa . Terlihat disana Sasa duduk di tepi ranjang , Luna sedang menggantikan bajunya .
Ia mengurungkan niatnya ke dalam , kemudian menghampiri Mia yang berjalan ke arahnya .
" Mia , tadi reaksi Sasa gimana ?"
__ADS_1
" Waktu Bu Kinan memanggil , Sasa malah menolak Pak dan langsung merengek minta pulang . "
" Oh ya sudah ."
Arya kembali ke kamar Sasa dan disana seperti tidak ada apa-apa . Sasa sudah kembali ceria dan sedang tiduran dengan memeluk bonekanya . Luna duduk di sebelahnya .
Ia berjalan ke dalam dan duduk di tepi ranjang .
" Sasa habis belanja apa aja ?" Tanyanya ,sama sekali tidak membahas soal tadi .
" Banyak Pa ...baju sama mainan juga ."
Arya melihat ke arah Luna .
" Sa , biar ditemani Suster Mia sebentar ya ...Mama ganti baju dulu ."
Sasa mengangguk .
Luna berdiri dan berjalan keluar , Arya mengikuti di belakangnya .
" Memangnya tadi Kinan bicara apa sama Sasa ?" Tanya Arya begitu mereka di dalam kamar .
" Nggak ada , Kinan cuma menyapa tapi Sasa langsung menolak dan minta pulang ."
Arya hanya diam .
" Bicara apa ?"
" Soal tadi ...aku merasa nggak enak aja sama Kinan ."
" Ya udahlah ...besok saat ketemu lagi juga pasti mau , ini baru pertama mereka bertemu setelah sekian lama , Sasa juga butuh waktu untuk itu ."
Luna mengangguk .
Ardi dan Karina baru sampai rumah selepas maghrib dan melihat mereka bertiga sudah rapi , bersiap mau pergi .
" Loh kalian mau kemana ?" Tanya Karina .
" Ke rumah Laura Ma , kita diundang makan malam disana , ulang tahun Mamanya ." Jawab Arya .
" Oh iya Mama lupa , kemarin Laura juga nelpon ngasih tahu ini ."
" Mama sama Papa ikut ?"
__ADS_1
Karina menggeleng ." Nggak deh , capek Mama , salam buat Tante Fira ya ."
Setelah mereka berangkat , Karina dan Ardi duduk di ruang tengah sambil menikmati teh jahe .
" Pa , kok Mama merasa nggak enak ya dengan kemunculan Kinan lagi ."
" Nggak enak kenapa ?" Tanya Ardi , sambil meminum sedikit teh nya .
" Apa nanti nggak akan jadi masalah buat hubungan Arya dan Luna ...?"
" Yah ...semoga saja nggak , yang Papa lihat hubungan mereka semakin dekat sekarang ."
Karina mengangguk ." Terus kapan Papa mau menanyakan soal surat kontrak itu ke Arya ?"
" Nantilah Ma ...kalau kita merasa ada sesuatu yang janggal dengan hubungan mereka , karena yang Papa lihat sekarang ...mereka bersikap seperti suami istri sepenuhnya , tidak ada yang terlihat dipaksakan dan Papa juga merasa kalau Arya itu benar-benar menyukai Luna ."
" Sepertinya begitu ...Mama harap kedatangan Kinan tidak membuat Arya kembali tergoda , bagaimanapun mereka pernah bersama dalam waktu yang nggak sebentar dan pasti banyak kenangan yang mereka lewati bersama ."
Ardi mengangguk ." Tapi Mama nggak lupa kan apa yang sudah diperbuat Kinan , itu tidak akan membuat perasaan Arya seperti dulu lagi ."
" Iya Papa benar ...oh iya Pa ." Karina tiba-tiba teringat sesuatu ." Kemarin itu Mama melihat Kinan lahap banget makan mangga muda ..."
" Terus kenapa ?" Tanya Ardi heran .
" Papa gimana sih ...kalau perempuan tiba-tiba kepingin mangga muda kan bisa jadi pertanda lagi ngidam ."
" Maksud kamu Luna hamil ?"
" Belum tahu sih Pa ...mudah-mudahan aja benar ."
" Sebaiknya kamu minta Arya segera antar Luna periksa ."
" Atau ke tempat teman kamu itu deh Pa , kan lebih enak kalau dokternya perempuan ."
" Calista ?"
Karina mengangguk ." Dulu waktu Kinan hamil , kan dia lagi di luar negeri ...jadi kita pakai dokter lain ."
" Boleh , dia sudah menetap disini kok sekarang ."
" Ya sudah , kamu punya kartu namanya kan ?"
" Ada ."
__ADS_1
" Oke , nanti aku kasih ke Arya ...semoga ada kabar bagus secepatnya ."
Ardi tersenyum .