
Fatma mengantarkan rian keluar rumah dengan menggandeng nya, menunggu di ujung teras hinngga rian menghilamg dari pandangan nya.
Fatma kembali ke dalam dengan memainkan ponsel nya, lalu mengetuk pintu kamar hana,
Tok tok tok,
******
Hana membersihkan badan nya yang sudah merasa lengket oleh keringat, setelah mandi dan berganti pakaian hana ter ingat dengan benda pipih pemberian fajar sewaktu mereka membeli es
Hana membuka tas selempang nya , mengeluarkan handpone berwarna biru dongker lalu membuka layar kuncinya.
Setelah layar handpone menyala hana tersenyum sendiri melihat walpaper di layar tersebut yang memperlihat kan gambar fajar bersama nya sewaktu sekolah.
Hana ingat betul gambar tersebut di ambil oleh teman nya saat mereka akan menaiki perahu di sebuah danau kecil, mereka berfoto bersama hampir satu kelas, namun di layar walpaper hanya terlihat wajah hana yang tengah bersandar di bahu fajar , itu karena fajar mengedit gambar tersebut.
"teman teman hayu foto bersama buat kenang kenangan nanti "
Yanti yang selalu mengabadikan setiap kegiatan sekolah mengambil bberapa gambar dari handpone nya yang terbilang bagus pada masa itu dengan kamera nokia .
Baru saja ingin membuka album foto di handpone tersebut terdengar suara ketukan dari luar, suara fatma nyaring memanggil nama nya. Sontak hana terkejut dan langsung menyembunyikan handpone nya di bawah bantal tempat dia menyandarkan kepala nya .
Hana membuka pintu kamar menampakan fatma tengah berdiri di depan kamar nya
"iya ada apa ya mba "
"aku ingin bicara dengan mu "
"bicara apa mba? "
"bicara nya di kursi saja, biar santai "
Fatma berjalan dengan di ikuti hana di belakang nya kemudian mereka duduk berhadapan.
"hana, soal yang kemarin apa sudah kamu fikirkan? "
"emmmm.. i itu mba,
Emmmm " hana menarik nafas lalu membuang nya
"aku sudah memikirkan nya mba "
"lalu bagai mana keputusan mu "
"mungkin aku akan .
Maksud ku aku "
"kenapa kamu sangat berbelit belit!
Kamu tinggal katakan saja mau atau tidak "
Hana terdiam, mata nya mulai berkaca kaca
"fikirkan masa depan mu hana, kamu itu masih sangat muda, perjalanan mu masih sangat panjang.
__ADS_1
Bang bagas itu punya ku, kamu jangan terus bermimpi untuk memiliki nya,
Hanya aku yang berhak memiliki bang bagas.
Sudah cukup baik ku terima kehadiran mu sebagai pemisah pernikahan ku dengan bang bagas . Kini saat nya kamu kembali untuk tidak lagi berhubungan dengan kami.
sudah bagus aku meminta bang bagas untuk menjadi hak asuh anak itu nanti, kalu tidak ,bagai mana kamu mengurus anak itu tanpa seorang suami yang menafkahi mu.
paling nanti anak itu jadi gembel.
Jangan bersikap seolah kamu baik dan lugu, kelicikan mu sudah banyak ku ketahui.
Jika bang bagas tau yang sebenar nya tentang sikap mu maka dia akan membuang mu saat ini juga.
Dan hana, ku peringatkan.
Menurut lah apa kataku jika tak ingin sesuatu terjadi padamu juga keluarga mu"
Fatma bergegas pergi meinggalkan hana yang tertunduk dan menangis .
*******
"Pak, awas "
Seorang laki laki paruh baya karyawan penggilingan mendorong bagas sampai terjatuh begitu pun dengan karyawan itu ikut terjatuh, lalu dari belakang terlihat beberapa karung padi jatuh berserakan ke semua arah
"terimakasih mang , kalau engga ada kamu mungkin saya tertimpa padi padi itu"
Bagas berdiri membersihkan pakaian nya yang terkena kulit kulit padi
Ucap karyawan nya
"tidak apa apa mang, saya cuman ingin melihat saja , eh malah saya hampir celaka"
"jangan bengong di sini pak, disini banyak mesin nanti kenapa kenpa "
"iya mang , ya udah saya keluar dulu ya "
Bagas berjalan keluar, fikiran nya melantur kesana kemari, dia merasa tidak enak hati sedari tadi datang ke penggilingan, apalagi mendengar kabar dari anak buah nya bahwa arif lelaki selingkuhan ningrum sudah lolos dari sergapan nya, padahal dia ingin sekali menghabisi orang yang telah berhianat mempermainkan dirinya sejak menikahi ningrum
"awas kau bangsad! "
Bagas mengepalkan tangan nya menyimpan dendam pada pasangan kekasih yang membuat nya jatuh harga diri.
(jangan sampai fatma tau kejadian ini, bisa berabe nanti nya.
Akan ku biarkan saja mereka, daripada nanti menjadi masalah )
batin bagas
Bagas mondar mandir tak jelas di ruang penjualan beras , dia teringat kembali kejadian kemarin , kejadian fatma yang begitu terang terangan memojokan hana.
lalu bagas terfikir kembali dengan sikap hana tadi pagi
"kasian juga hana, padahal dia benar benar baik dan penurut, dia tak pernah menuntut apapun, dia juga tak pernah marah walaupun aku sendiri sering menyakiti nya,
__ADS_1
ah hana memang istri yang tulus, tapi aku tak mungkin meninggalkan fatma hanya demi hana "
Batin bagas
"biarkan saja fatma berbuat sesuai ke inginan nya, karna tak mungkin dia menyakiti hana kecuali hanya dengan ucapan nya saja.
Sebenarnya kalau fatma mau nenerima hana dengan baik aku cukup senang, hana tak pernah membantah dan juga tidak manja seperti fatma sekarang. Ah kenapa fikiran ku terus tentang hana!
tak mungkin aku mulai suka pada nya, aku hanya iba saja ,iya iba "
Batin bagas terus cekcok
hari mulai sore, bagas sudah kembali pulang di sambut oleh fatma,
hana sedang asik melihat album foto galeri di ponsel milik fajar , dia senyum senyum sendiri melihat satu persatu gambar sewaktu jaman smp , apalagi saat melihat gambar fajar sedang memberi nya setangkai bunga dari halaman sekolah ..
waktu itu fajar menembak hana meminta untuk menjadi pacar nya , namun hana menolak nya karena ingin fokus belajar , teman teman sekelas nya menyoraki fajar yang di tolak mentah mentah
"huuuuuu kasian fajar di tolak, jangan sedih ya fajar "
"fajar tetap lah berjuang "
"fajar, aku suka gaya mu "
begitulah kira kira ucapan mereka.
tanpa merubah sikap nya fajar masih saja tetap baik pada hana seolah tak pernah terjadi apa apa
"hana "
suara bagas lantang dari luar, hana menaruh ponsel nya kembali di bawah bantal
"iya mas sebentar "
hana membuka pintu menghampiri bagas
"sedang apa kamu di kamar?
bukan nya bantuin fatma masak, kasian dia seharian ngurusin rumah kecapean. kamu hanya di suruh ke pasar aja udah gak mau ngerjain rumah "
hana kebingungan dengan perkataan bagas
"maksud mas gimana?
aku udah ngerjain rumah ko, aku juga udah masak "
jelas hana
"kamu masak?
masak apa?
meja makan masih kosong juga, untung fatma masak dan sebentar lagi mateng, udah tau kalo pulang sore aku suka langsung makan.
besok besok jangan membuat fatma mengerjakan semua nya, disini kamu yang harus mengerjakan semua nya "
__ADS_1
bagas melengos pergi