KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 76


__ADS_3

" Kamu kenapa ?" Tanya Dewi begitu sampai , mereka ada di sebuah cafe .


Kinan sudah duduk disana sejak satu jam lalu , sambil menikmati hot americano , ini sudah cangkir kedua yang dihabiskannya .


Ia mendongak dan meminta Dewi duduk .


" Soal Sasa lagi ?" Tebaknya .


Kinan menggeleng .


" Terus ?"


" Yuda ." Jawabnya pelan .


Dewi menatapnya kaget ." Yuda ?"


" Aku nggak tahu ...hati aku sakit melihat mereka bersama , selalu bermesraan ." Ceritanya lantang , air mata membanjiri pipinya .


" Kamu masih cinta sama Yuda ?"


Kinan hanya menatapnya tanpa menjawab .


Dewi menarik nafas panjang .


" Tapi kamu sudah pernah menyakitinya dan nggak mudah bagi Yuda untuk melupakan semuanya ."


" Iya aku tahu ..." Ucapnya pelan ." Tapi aku nggak bisa membohongi hati aku ...rasanya menyakitkan setiap melihat mereka bersama ."


Dewi mendekat dan memeluknya . Setelah beberapa saat Kinan terlihat lebih tenang .


" Terus kamu mau apalagi sekarang ?" Tanya Dewi .


Lagi-lagi Kinan menggeleng .


" Jangan bilang kamu akan merebutnya dari Luna , walaupun kita bersahabat , tapi aku nggak setuju kalau kamu sampai merusak rumah tangga orang lain ." Tegasnya .


" Nggak begitu Wi ..."


" Terus ...?"


" Aku hanya nggak yakin , Yuda benar-benar mencintai Luna ."


Dewi membelalakkan matanya ." Maksudnya ?"


" Bisa saja Yuda selalu bersikap begitu hanya ingin membalas sakit hatinya sama aku ."


" Maksud kamu Yuda hanya berpura-pura mencintai Luna ?"


Kinan mengangguk ." Mereka itu hanya kenal sekitar sebulanan sebelum menikah , mana mungkin bisa saling cinta secepat itu ...?"


Dewi diam ,lalu menatap Kinan . " Aku juga nggak tahu kalau soal itu ."


" Lagipula Luna itu bukan tipe yang disukai Yuda ..kamu tahu itu kan Wi ...kamu juga kenal Yuda udah lama bukan ..?"


" Iya ...tapi kalau soal perasaan siapa yang bisa menebaknya ..." Jawab Dewi .


" Aku cuma mau memastikan perasaan Yuda aja ."


" Caranya ...dengan mendekatinya lagi ?" Tanya Dewi lagi ,kali ini terlihat jelas ia kurang menyukai apa yang dibicarakan Kinan .


Mereka memang bersahabat , tapi ia juga tak membenarkan perbuatan Kinan di masa lalu yang telah menghancurkan rumah tangganya sendiri .


" Bukan begitu juga Wi ..."


" Kinan ...mungkin Luna memang bukan tipe idealnya Yuda , tapi kita kan nggak pernah tahu ,mungkin ada satu hal yang bisa membuatnya jatuh cinta ...lagian kita juga nggak kenal dekat dengan Luna ."

__ADS_1


" Kenapa kamu jadi membela Luna ."


" Aku nggak membela , tapi bagaimanapun statusnya sekarang lebih kuat sebagai istrinya Yuda ."


Kinan diam , menatap keluar jendela .


Yang dibilang Dewi benar , Luna mempunyai status yang lebih kuat dari dirinya .


" Iya aku tahu ,aku cuma mau memastikan Yuda dan Sasa bahagia , itu saja ."


" Terus ...yang kamu lihat sekarang gimana ?"


" Entahlah ..." Kinan menghabiskan sisa kopi dalam cangkirnya .


Dewi memegangi tangannya . " Udahlah ..sebaiknya sekarang kamu fokus ke Sasa , bukannya kamu mau menebus semuanya yang terjadi di masa lalu ."


Kinan mengangguk .


" Acara tadi gimana ,lancar ?" Tanya Dewi lagi .


" Ya lancar ,cuma kamu tahulah ...Sasa masih susah dekat sama aku ."


" Anak kecil juga butuh waktu untuk itu , kamu sabar aja ."


" Iya ."


" Rencana kamu selanjutnya apa ?"


" Aku sebenarnya pingin ajak Sasa jalan , sekedar ke Mall atau kemana gitu ."


" Ya udah ajak aja ."


" Besok temenin ya ?"


Dewi mengangguk ." Iya besok aku kebetulan libur , sebaiknya kamu ijin ke Yuda sekarang .


" Kenapa nggak nelpon Yuda langsung ?"


" Aku nggak punya nomornya ."


*******


Arya masuk membawa minyak pijat pemberian Mamanya .


Luna baru keluar dari kamar mandi saat ia masuk .


" Udah sini cepetan ."


Arya membantunya duduk di sofa .


" Mas sakit , pelan-pelan ..." Luna meringis kesakitan saat Arya mulai memijat bagian pinggangnya .


" Tahan dulu sebentar ."


Ponsel yang tergeletak di meja berdering .


" Sebentar ." Luna mengambilnya dan membaca layar ponselnya ." Kinan ." Ucapnya .


" Iya Kinan ."


" Luna ...maaf menganggu malam-malam ."


" Oh iya nggak papa ,memangnya ada apa ?"


" Besok rencananya aku mau ajak jalan-jalan Sasa sebentar ,paling cuma ke Mall ."

__ADS_1


Luna menoleh dan menatap Arya .


" Ehm ... ya nanti aku bilang dulu ke Mas Arya ." Jawabnya .


" Oke deh Luna ,makasih ya ."


" Ada apa ?" Tanya Arya begitu sambungan terputus .


" Kinan mau ajak Sasa besok ."


" Kemana ?"


" Katanya cuma ke Mall ." Luna masih menatapnya ." Gimana ?"


" Terserah kamu aja ."


" Ya kalau menurut aku nggak papa lah , kasihan juga Kinan ...dia juga mau lebih dekat sama Sasa kan ."


Arya balas menatapnya ." Tapi suruh Mia ikut mereka ."


Luna mengangguk , kembali menatap Arya .


" Kenapa ngelihatin gitu ?" Tanya Arya .


" Kok Kinan nggak pernah nelpon ke kamu langsung ?" Tanya Luna .


" Emang aku nggak kasih nomor ponsel ."


" Jadi Kinan nggak punya nomor kamu ?"


Arya mengangguk .


" Kenapa ?"


" Ya nggak papa , nggak penting juga ."


" Jangan-jangan kamu yang takut ..."


" Takut apa ?" Arya menatapnya heran .


" Kamu takut jatuh cinta lagi sama Kinan ." Tebaknya .


" Aaaaahhhhh...." Luna menjerit saat Arya sengaja menekan bagian pinggangnya yang sakit . " Sakit... Mas ."


" Makanya jangan ngawur kalau ngomong ."


" Kan aku cuma tanya aja ."


Luna menoleh saat tangan Arya berhenti memijatnya .


" Udah ?" Tanyanya .


" Kenapa ...mau dipijat lagi ?"


" Mau ..."


" Nggak ah ...males ." Tolak Arya lalu menyandarkan tubuhnya di sofa .


Luna memonyongkan bibirnya lalu berdiri .


" Ngambek ..." Arya memegangi tangannya .


Luna menggeleng .


" Terus mau kemana ?"

__ADS_1


" Ke kamar Sasa ."


" Udah sini ...dipijat lagi biar cepet sembuh ." Ucap Arya kali ini lebih lembut dan menarik tangan Luna untuk kembali duduk .


__ADS_2