
" Kamu kenapa ?" Tanya Dewi begitu sampai , mereka ada di sebuah cafe .
Kinan sudah duduk disana sejak satu jam lalu , sambil menikmati hot americano , ini sudah cangkir kedua yang dihabiskannya .
Ia mendongak dan meminta Dewi duduk .
" Soal Sasa lagi ?" Tebaknya .
Kinan menggeleng .
" Terus ?"
" Yuda ." Jawabnya pelan .
Dewi menatapnya kaget ." Yuda ?"
" Aku nggak tahu ...hati aku sakit melihat mereka bersama , selalu bermesraan ." Ceritanya lantang , air mata membanjiri pipinya .
" Kamu masih cinta sama Yuda ?"
Kinan hanya menatapnya tanpa menjawab .
Dewi menarik nafas panjang .
" Tapi kamu sudah pernah menyakitinya dan nggak mudah bagi Yuda untuk melupakan semuanya ."
" Iya aku tahu ..." Ucapnya pelan ." Tapi aku nggak bisa membohongi hati aku ...rasanya menyakitkan setiap melihat mereka bersama ."
Dewi mendekat dan memeluknya . Setelah beberapa saat Kinan terlihat lebih tenang .
" Terus kamu mau apalagi sekarang ?" Tanya Dewi .
Lagi-lagi Kinan menggeleng .
" Jangan bilang kamu akan merebutnya dari Luna , walaupun kita bersahabat , tapi aku nggak setuju kalau kamu sampai merusak rumah tangga orang lain ." Tegasnya .
" Nggak begitu Wi ..."
" Terus ...?"
" Aku hanya nggak yakin , Yuda benar-benar mencintai Luna ."
Dewi membelalakkan matanya ." Maksudnya ?"
" Bisa saja Yuda selalu bersikap begitu hanya ingin membalas sakit hatinya sama aku ."
" Maksud kamu Yuda hanya berpura-pura mencintai Luna ?"
Kinan mengangguk ." Mereka itu hanya kenal sekitar sebulanan sebelum menikah , mana mungkin bisa saling cinta secepat itu ...?"
Dewi diam ,lalu menatap Kinan . " Aku juga nggak tahu kalau soal itu ."
" Lagipula Luna itu bukan tipe yang disukai Yuda ..kamu tahu itu kan Wi ...kamu juga kenal Yuda udah lama bukan ..?"
" Iya ...tapi kalau soal perasaan siapa yang bisa menebaknya ..." Jawab Dewi .
" Aku cuma mau memastikan perasaan Yuda aja ."
" Caranya ...dengan mendekatinya lagi ?" Tanya Dewi lagi ,kali ini terlihat jelas ia kurang menyukai apa yang dibicarakan Kinan .
Mereka memang bersahabat , tapi ia juga tak membenarkan perbuatan Kinan di masa lalu yang telah menghancurkan rumah tangganya sendiri .
" Bukan begitu juga Wi ..."
" Kinan ...mungkin Luna memang bukan tipe idealnya Yuda , tapi kita kan nggak pernah tahu ,mungkin ada satu hal yang bisa membuatnya jatuh cinta ...lagian kita juga nggak kenal dekat dengan Luna ."
__ADS_1
" Kenapa kamu jadi membela Luna ."
" Aku nggak membela , tapi bagaimanapun statusnya sekarang lebih kuat sebagai istrinya Yuda ."
Kinan diam , menatap keluar jendela .
Yang dibilang Dewi benar , Luna mempunyai status yang lebih kuat dari dirinya .
" Iya aku tahu ,aku cuma mau memastikan Yuda dan Sasa bahagia , itu saja ."
" Terus ...yang kamu lihat sekarang gimana ?"
" Entahlah ..." Kinan menghabiskan sisa kopi dalam cangkirnya .
Dewi memegangi tangannya . " Udahlah ..sebaiknya sekarang kamu fokus ke Sasa , bukannya kamu mau menebus semuanya yang terjadi di masa lalu ."
Kinan mengangguk .
" Acara tadi gimana ,lancar ?" Tanya Dewi lagi .
" Ya lancar ,cuma kamu tahulah ...Sasa masih susah dekat sama aku ."
" Anak kecil juga butuh waktu untuk itu , kamu sabar aja ."
" Iya ."
" Rencana kamu selanjutnya apa ?"
" Aku sebenarnya pingin ajak Sasa jalan , sekedar ke Mall atau kemana gitu ."
" Ya udah ajak aja ."
" Besok temenin ya ?"
Dewi mengangguk ." Iya besok aku kebetulan libur , sebaiknya kamu ijin ke Yuda sekarang .
" Kenapa nggak nelpon Yuda langsung ?"
" Aku nggak punya nomornya ."
*******
Arya masuk membawa minyak pijat pemberian Mamanya .
Luna baru keluar dari kamar mandi saat ia masuk .
" Udah sini cepetan ."
Arya membantunya duduk di sofa .
" Mas sakit , pelan-pelan ..." Luna meringis kesakitan saat Arya mulai memijat bagian pinggangnya .
" Tahan dulu sebentar ."
Ponsel yang tergeletak di meja berdering .
" Sebentar ." Luna mengambilnya dan membaca layar ponselnya ." Kinan ." Ucapnya .
" Iya Kinan ."
" Luna ...maaf menganggu malam-malam ."
" Oh iya nggak papa ,memangnya ada apa ?"
" Besok rencananya aku mau ajak jalan-jalan Sasa sebentar ,paling cuma ke Mall ."
__ADS_1
Luna menoleh dan menatap Arya .
" Ehm ... ya nanti aku bilang dulu ke Mas Arya ." Jawabnya .
" Oke deh Luna ,makasih ya ."
" Ada apa ?" Tanya Arya begitu sambungan terputus .
" Kinan mau ajak Sasa besok ."
" Kemana ?"
" Katanya cuma ke Mall ." Luna masih menatapnya ." Gimana ?"
" Terserah kamu aja ."
" Ya kalau menurut aku nggak papa lah , kasihan juga Kinan ...dia juga mau lebih dekat sama Sasa kan ."
Arya balas menatapnya ." Tapi suruh Mia ikut mereka ."
Luna mengangguk , kembali menatap Arya .
" Kenapa ngelihatin gitu ?" Tanya Arya .
" Kok Kinan nggak pernah nelpon ke kamu langsung ?" Tanya Luna .
" Emang aku nggak kasih nomor ponsel ."
" Jadi Kinan nggak punya nomor kamu ?"
Arya mengangguk .
" Kenapa ?"
" Ya nggak papa , nggak penting juga ."
" Jangan-jangan kamu yang takut ..."
" Takut apa ?" Arya menatapnya heran .
" Kamu takut jatuh cinta lagi sama Kinan ." Tebaknya .
" Aaaaahhhhh...." Luna menjerit saat Arya sengaja menekan bagian pinggangnya yang sakit . " Sakit... Mas ."
" Makanya jangan ngawur kalau ngomong ."
" Kan aku cuma tanya aja ."
Luna menoleh saat tangan Arya berhenti memijatnya .
" Udah ?" Tanyanya .
" Kenapa ...mau dipijat lagi ?"
" Mau ..."
" Nggak ah ...males ." Tolak Arya lalu menyandarkan tubuhnya di sofa .
Luna memonyongkan bibirnya lalu berdiri .
" Ngambek ..." Arya memegangi tangannya .
Luna menggeleng .
" Terus mau kemana ?"
__ADS_1
" Ke kamar Sasa ."
" Udah sini ...dipijat lagi biar cepet sembuh ." Ucap Arya kali ini lebih lembut dan menarik tangan Luna untuk kembali duduk .