
Malam ini , satu hari sebelum pernikahan . Mereka mendapat undangan makan malam di rumah Laura .
Mamanya sengaja mengundang mereka semua ...untuk perkenalan juga , karena Fira ...Mamanya Laura belum pernah bertemu dengan Luna .
Fira dan Karina sudah bersahabat sejak sama-sama kuliah dan akhirnya menikah sampai punya anak .
Begitu juga dengan Arya dan Laura , mereka bersahabat sejak kecil , karena dulu pernah juga tinggal di 1 komplek perumahan yang sama .
Hubungan Arya dengan Fira pun cukup dekat .
Pukul 19.00 ...
Mereka sampai di rumah Fira . Laura yang menyambut di depan . Yang langsung menuntun Sasa masuk ke dalam rumah .
Tak berapa lama , Fira muncul setelah beberapa saat tadi masih sibuk menyiapkan makanan .
Begitu bertemu ,Karina langsung memeluknya . Mereka berdua sudah cukup lama tak bertemu .
Arya pun sama , langsung bersalaman dengan Fira , diikuti dengan Luna setelahnya .
" Jadi ini calonnya Yuda ?" Tanya Fira , setelah baru saja bersalaman dan berkenalan dengan Luna .
Luna hanya tersenyum menanggapinya .
" Maaf baru bisa datang sekarang , beberapa hari kemarin Luna nya agak nggak enak badan , jadi belum bisa ajak kesini ." Sambung Karina .
" Hmmm...iya benar itu , calon pengantin nggak boleh sakit .." Candanya ." Kalau besok pasti sembuh ...kan udah sah ." Imbuhnya , cukup membuat Arya diam .
Karina terbahak . " Mungkin kecapekan aja , jadi sedikit demam ."
Fira menatap Arya lekat ." Kamu apain Luna sampai bisa sakit gitu ?" Selidiknya .
Arya balas menatapnya ." Tante apaan sih ?"
" Ma , langsung merah tuh mukanya ." Laura menambahkan .
" Heeh nggak usah ikut-ikutan .." Sentak Arya .
" Tapi nanti kalau udah sah dijamin nggak bakal sakit-sakit lagi ." Kali ini Karina yang bicara .
" Kenapa ?" Tanya Fira heran .
" Kamu nggak tahu kan , Arya itu paling jago mijit ." Promosinya .
Fira menatapnya terkejut ." Oh ya ...?"
" Ma ...ngomong apaan sih ...?!" Arya menepuk lengan Mamanya ,tapi tak dihiraukan .
Karina mengangguk ." Biasanya kalau aku agak-agak flu nggak enak badan gitu , tinggal suruh pijitin aja , langsung enakan tuh ...nggak perlu minum obat ."
Fira menatap Arya lagi , dengan sedikit menggodanya ." Wah jarang loh laki-laki bisa mijit ." Lalu beralih menatap Luna .
" Luna udah pernah belum ?" Tanyanya .
" Ha...." Luna cukup terkejut dengan pertanyaan Fira kali ini .
__ADS_1
" Luna kemarin sakit , kenapa nggak minta dipijitin si Bapak itu aja ..." jari telunjuknya menunjuk ke Arya ." Pasti langsung sembuh .."
Kali ini Karina dan Laura tertawa berbarengan , membuat Arya hanya bisa diam sambil memainkan ponsel ditangannya . Sementara Sasa nampak bingung dengan obrolan mereka dan memilih bersandar dilengan Luna .
Setelah itu , mereka makan bersama .
Fira masak makanan cukup banyak untuk mereka .
" Besok acaranya jam berapa ?" Tanya Fira di meja makan .
" Jam 10.00 ." Karina yang menjawab .
" Kenapa nggak sekalian resepsi sih kalian ...?"
Arya mengambil tissue lalu mengelap mulut setelah menghabiskan makanannya ." Belum tante ...karena aku masih banyak kerjaan juga ."
" Ma ...apapun yang terjadi dia tetap menomor satukan kerjaan ." Sela Laura .
" Ya baguslah kalau dia rajin kerjanya ."
Sasa selesai juga dengan makannya , kali ini ia mau makan sendiri tanpa harus disuapi .
Sekitar pukul 21.00 , mereka berpamitan pulang .
Ini sudah terlalu malam ,apalagi nanti harus mengantar Luna ke rumahnya .
Selesai mengantarkan Mamanya dan Sasa ke rumah , Arya langsung mengantarkan Luna pulang .
Tak ada persiapan khusus juga di rumahnya walaupun besok adalah acara pernikahannya sendiri .
Seperti yang sudah direncanakan , ini hanya untuk keluarga , sementara kerabat lain hanya Laura dan Mamanya yang diundang .
" Besok kamu bawa barang apa aja , atau sekalian dibawa sekarang ...?" Tanya Arya .
Luna menggeleng ." Nggak bawa apa-apa kok ."
" Besok pagi sekitar jam 6 atau 7 an Pak Sanusi jemput kesini ."
" Iya ."
" Setelah ini Mama kamu akan sendirian di rumah , atau kalau mau ajak tinggal di rumah aja nggak papa ."
Luna menatapnya ." Nggak ...Mama lebih suka disini , sambil jualan juga biar ada kegiatan katanya ."
Arya mengangguk setuju .
" Ya udah ..aku turun ya ." Pamit Luna .
" Tunggu ."
Luna berbalik . " Ya ."
Arya memegangi keningnya , lalu mengambil kantong kresek yang ada di samping jok .
" Ini minum vitaminnya , biar besok lebih fit ."
__ADS_1
Luna mengambil kantong kreseknya ." Makasih ya ." Lalu turun dari mobil dan Arya pun langsung pergi .
Di rumah...
Karina sudah menunggu putranya itu di ruang tamu ...sementara Sasa sudah masuk kamar di temani Suster Mia .
Terdengar mobil Arya masuk ke halaman rumah , tak lama pintu depan terbuka .
" Arya ,kita ngobrol sebentar dulu ."
Panggilnya , Arya langsung menghampirinya di ruang tamu .
" Ada apa Ma ?" Tanyanya cemas .
" Tadi waktu dirumah Laura ...Fira sempat bicara berdua sama Mama ..."
" Soal ...?"
" Fira pernah melihat kamu di hotel Permata beberapa hari lalu ."
Arya menatap mamanya kaget ." Hotel Permata ?"
Karina mengangguk ." Fira melihat kamu keluar dari salah satu kamar , menggendong seorang perempuan keluar ."
Arya mendesah pelan . Harusnya ini akan menjadi rahasianya saja , tak perlu Mamanya harus tahu juga .
" Siapa dia ?" Tanya Karina lagi .
" Luna ." Jawab Arya pendek .
" Luna ...kalian di kamar hotel berdua ...?"
" Ma ...nggak seperti itu yang terjadi ."
" Lalu ...?"
" Luna bertemu Dimas disana ..."
" Dimas ...mau apalagi ?"
" Aku nggak tahu ...yang jelas mereka bertemu di cafe hotel dan Dimas memberikan obat dalam minumannya ."
" Apa ...?!"
Arya mengangguk ." Waktu aku datang , Luna sudah pingsan dan Dimas membawanya ke dalam kamar ."
" Ya ampun ." Karina mengusap dadanya , tak menyangka hal ini bisa terjadi ." Apa dia sudah ..."
" Nggak Ma ..." Potongnya . " Aku datang sebelum Dimas benar-benar menyentuh Luna disana ."
Karina menarik nafas lega ." Syukurlah ..."
Karina menatap Putranya itu serius . " Kalau kamu sendiri gimana ?"
Arya terlihat bingung ." Maksudnya ?" Tanyanya balik .
__ADS_1
" Mama lihat sikap kamu sedikit berbeda ke Luna , apa kamu mulai menyukainya ?" Selidiknya .
Arya berdiri ." Aku ke kamar dulu ya ." Lalu berjalan ke kamarnya .