
Dari subuh tadi ...Luna belum juga keluar kamar . Setiap beberapa menit sekali ...ia menatap jam di dinding .
Ia menarik nafas panjang , meski tak sedikitpun membuatnya tenang . Jantungnya berdegup tak karuan .
Hari ini ...bahkan dalam hitungan beberapa jam saja , ia akan menjadi istri seorang Arya Perwira , seseorang yang bahkan dalam mimpi pun tak pernah dibayangkan .
Sekarang ...ia akan pergi dari rumah ini , berpindah ke rumah besar itu ...selama jangka waktu 1 tahun .
Menjadi seorang istri dan lebih utama lagi menjadi seorang ibu . Apa ia sanggup , meski ini hanya akan menjadi sebuah kontrak kerja .
Apapun itu , ia ingin memberikan yang terbaik untuk semuanya .Mereka sudah sangat baik pada keluarganya selama ini .
Ia menatap tas hitam yang ada di atas kasur , hanya berisi beberapa barang dan kotak make up .
Setidaknya cuma ini yang dibawanya dari rumah .
Ia menatap lagi jam di dinding .
Pukul 06.10
Ponsel yang diatas meja rias nya berbunyi .
" Iya Mas ." Arya yang menelpon .
" Pak Sanusi sudah berangkat ."
" Ya sudah ,aku siap-siap dulu ."
Setelah sambungan telpon terputus , ia memakai cardigannya , lalu mengambil tas yang di atas kasur .
Apa Mama juga sudah siap ...ia bergegas keluar kamar , berbarengan dengan Mamanya yang keluar dari kamarnya .
" Mama udah siap, bentar lagi datang ?" Tanya Luna .
Widya mengangguk , ia pun hanya memakai pakaian biasa ,karena untuk kebaya sudah disiapkan semua disana .
Terdengar suara mobil memasuki pelataran rumahnya .
" Itu mungkin Ma ." Ucap Luna .
" Ya sudah ayo ...nggak ada yang ketinggalan kan ?"
Luna menggeleng , lalu mereka berjalan ke depan .
Benar saja , mobil sudah menunggunya di teras .
Hampir satu jam lamanya , karena kondisi jalanan yang mulai macet .
__ADS_1
Mereka sampai juga disana .
Ada yang berbeda , di sekeliling rumah nampak lebih tertutup . Ternyata benar acara ini hanya untuk keluarga saja . Dari luar tak menunjukkan adanya kegiatan apapun di dalam rumah .
Hanya yang membedakan , beberapa mobil sudah berderet rapi di halaman .
Ada 4 penjaga di depan gerbang .
Begitu sampai ia bergegas masuk membawa tas nya .
Di depan Mbak Minah menyambutnya dan membawakan tas nya ke dalam .
Bu Karina mengajak Widya ke dalam .
Sementara Luna sendiri ke kamar tamu .
Ada MUA yang sudah menunggunya di sana .
Tak terlihat Arya maupun Sasa disana .
Mungkin mereka sedang bersiap juga .
Tepat pukul 09.30
Luna selesai di make up ... ia berdiri di depan kaca dan mengamati penampilannya sekarang .
Mengenakan kebaya putih , dengan riasan yang terbilang sederhana untuk seorang pengantin .
Dan kali ini dadanya kembali berirama tak karuan . Melihat 3 laki-laki berpeci hitam duduk disana , mungkin itu penghulu dan petugas KUA yang sudah siap menikahkan mereka .
Di dalam rumah juga berseliweran orang yang ia sendiri tak kenal .
Ia juga tak melihat Mamanya dimana ...
Dari arah dalam , Arya berjalan menghampiri .
Sudah mengenakan jas putih lengkap .
Memang tak jauh berbeda dengan penampilan nya sehari-hari yang selalu rapi .
" Luna , ayo ikut ..." Ajaknya , sambil menggandeng tangannya dan membawanya berjalan ke sebuah ruangan .
Ternyata ke ruangan kerjanya . Setelah mereka di dalam , Arya menutup rapat pintunya .
Mereka berdiri di sebuah meja panjang , lalu Arya mengambil sesuatu dari laci .
Selembar kertas yang langsung disodorkan padanya .
__ADS_1
Surat kontrak pernikahan .
Yah ...Luna sudah membaca salinannya dulu waktu itu .
Di bagian bawah sudah ada materai dan tanda tangan Arya juga disana .
Tanpa bertanya atau bersuara lagi , Luna mengambil pulpen yang ada di meja dan langsung membubuhkan tanda tangannya disana .
" Kenapa nggak dibaca dulu ?" Tanya Arya .
" Kan sudah waktu itu ." Jawab Luna ,lalu menyerahkan selembar kertas itu pada Arya , yang langsung menyimpannya di laci .
Selesai .
Arya melihat jam ditangannya .
" Ya sudah , kita keluar sekarang ."
Luna mengangguk .
Mereka keluar bersama dan disana sudah ada Mama dan juga Bu Karina yang memakai pakaian senada sekarang .
Sementara Pak Ardi Perwira , papanya Arya yang sedang di luar negeri hanya mengenalnya lewat video call beberapa waktu lalu , dengan sangat menyesal tidak bisa menghadiri pernikahan putra tunggalnya itu .
Pak Ardi sosok yang ramah juga seperti istrinya . Untuk itulah ...Luna merasa beruntung bisa berada di tengah keluarga konglomerat ...yang tidak pernah memandangnya sebelah mata . Mereka cukup menghargainya disini .
Sasa muncul bersama Suster Mia , mengenakan dress panjang warna putih .
Karina mendekat . " Papa kamu nelpon , nanti minta video call saat kalian ijab qabul ." Ucapnya pada Arya .
" Iya Ma . "
Mereka berjalan bersama ke depan . Penghulu sudah menunggu .
Tak lama acara dimulai ...
Sah....
Ucap...mereka yang hadir . Begitu pula Pak Ardi yang menyaksikan lewat video call nampak mengucap syukur .
Luna mencium tangan Arya untuk pertama kali . Sebagai suaminya .
Diluar ...
4 penjaga yang ada di dalam gerbang melihat dari celah kecil kondisi di luar .
Mereka cukup terkejut dengan keberadaan beberapa wartawan yang sudah berjajar di depan pintu gerbang .
__ADS_1
Mereka saling pandang satu sama lain . Bagaimana acara ini bisa sampai tercium media ...
Salah satu dari mereka mengambil ponsel dan menghubungi Arya .