KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 42


__ADS_3

Dari subuh tadi ...Luna belum juga keluar kamar . Setiap beberapa menit sekali ...ia menatap jam di dinding .


Ia menarik nafas panjang , meski tak sedikitpun membuatnya tenang . Jantungnya berdegup tak karuan .


Hari ini ...bahkan dalam hitungan beberapa jam saja , ia akan menjadi istri seorang Arya Perwira , seseorang yang bahkan dalam mimpi pun tak pernah dibayangkan .


Sekarang ...ia akan pergi dari rumah ini , berpindah ke rumah besar itu ...selama jangka waktu 1 tahun .


Menjadi seorang istri dan lebih utama lagi menjadi seorang ibu . Apa ia sanggup , meski ini hanya akan menjadi sebuah kontrak kerja .


Apapun itu , ia ingin memberikan yang terbaik untuk semuanya .Mereka sudah sangat baik pada keluarganya selama ini .


Ia menatap tas hitam yang ada di atas kasur , hanya berisi beberapa barang dan kotak make up .


Setidaknya cuma ini yang dibawanya dari rumah .


Ia menatap lagi jam di dinding .


Pukul 06.10


Ponsel yang diatas meja rias nya berbunyi .


" Iya Mas ." Arya yang menelpon .


" Pak Sanusi sudah berangkat ."


" Ya sudah ,aku siap-siap dulu ."


Setelah sambungan telpon terputus , ia memakai cardigannya , lalu mengambil tas yang di atas kasur .


Apa Mama juga sudah siap ...ia bergegas keluar kamar , berbarengan dengan Mamanya yang keluar dari kamarnya .


" Mama udah siap, bentar lagi datang ?" Tanya Luna .


Widya mengangguk , ia pun hanya memakai pakaian biasa ,karena untuk kebaya sudah disiapkan semua disana .


Terdengar suara mobil memasuki pelataran rumahnya .


" Itu mungkin Ma ." Ucap Luna .


" Ya sudah ayo ...nggak ada yang ketinggalan kan ?"


Luna menggeleng , lalu mereka berjalan ke depan .


Benar saja , mobil sudah menunggunya di teras .


Hampir satu jam lamanya , karena kondisi jalanan yang mulai macet .

__ADS_1


Mereka sampai juga disana .


Ada yang berbeda , di sekeliling rumah nampak lebih tertutup . Ternyata benar acara ini hanya untuk keluarga saja . Dari luar tak menunjukkan adanya kegiatan apapun di dalam rumah .


Hanya yang membedakan , beberapa mobil sudah berderet rapi di halaman .


Ada 4 penjaga di depan gerbang .


Begitu sampai ia bergegas masuk membawa tas nya .


Di depan Mbak Minah menyambutnya dan membawakan tas nya ke dalam .


Bu Karina mengajak Widya ke dalam .


Sementara Luna sendiri ke kamar tamu .


Ada MUA yang sudah menunggunya di sana .


Tak terlihat Arya maupun Sasa disana .


Mungkin mereka sedang bersiap juga .


Tepat pukul 09.30


Luna selesai di make up ... ia berdiri di depan kaca dan mengamati penampilannya sekarang .


Mengenakan kebaya putih , dengan riasan yang terbilang sederhana untuk seorang pengantin .


Dan kali ini dadanya kembali berirama tak karuan . Melihat 3 laki-laki berpeci hitam duduk disana , mungkin itu penghulu dan petugas KUA yang sudah siap menikahkan mereka .


Di dalam rumah juga berseliweran orang yang ia sendiri tak kenal .


Ia juga tak melihat Mamanya dimana ...


Dari arah dalam , Arya berjalan menghampiri .


Sudah mengenakan jas putih lengkap .


Memang tak jauh berbeda dengan penampilan nya sehari-hari yang selalu rapi .


" Luna , ayo ikut ..." Ajaknya , sambil menggandeng tangannya dan membawanya berjalan ke sebuah ruangan .


Ternyata ke ruangan kerjanya . Setelah mereka di dalam , Arya menutup rapat pintunya .


Mereka berdiri di sebuah meja panjang , lalu Arya mengambil sesuatu dari laci .


Selembar kertas yang langsung disodorkan padanya .

__ADS_1


Surat kontrak pernikahan .


Yah ...Luna sudah membaca salinannya dulu waktu itu .


Di bagian bawah sudah ada materai dan tanda tangan Arya juga disana .


Tanpa bertanya atau bersuara lagi , Luna mengambil pulpen yang ada di meja dan langsung membubuhkan tanda tangannya disana .


" Kenapa nggak dibaca dulu ?" Tanya Arya .


" Kan sudah waktu itu ." Jawab Luna ,lalu menyerahkan selembar kertas itu pada Arya , yang langsung menyimpannya di laci .


Selesai .


Arya melihat jam ditangannya .


" Ya sudah , kita keluar sekarang ."


Luna mengangguk .


Mereka keluar bersama dan disana sudah ada Mama dan juga Bu Karina yang memakai pakaian senada sekarang .


Sementara Pak Ardi Perwira , papanya Arya yang sedang di luar negeri hanya mengenalnya lewat video call beberapa waktu lalu , dengan sangat menyesal tidak bisa menghadiri pernikahan putra tunggalnya itu .


Pak Ardi sosok yang ramah juga seperti istrinya . Untuk itulah ...Luna merasa beruntung bisa berada di tengah keluarga konglomerat ...yang tidak pernah memandangnya sebelah mata . Mereka cukup menghargainya disini .


Sasa muncul bersama Suster Mia , mengenakan dress panjang warna putih .


Karina mendekat . " Papa kamu nelpon , nanti minta video call saat kalian ijab qabul ." Ucapnya pada Arya .


" Iya Ma . "


Mereka berjalan bersama ke depan . Penghulu sudah menunggu .


Tak lama acara dimulai ...


Sah....


Ucap...mereka yang hadir . Begitu pula Pak Ardi yang menyaksikan lewat video call nampak mengucap syukur .


Luna mencium tangan Arya untuk pertama kali . Sebagai suaminya .


Diluar ...


4 penjaga yang ada di dalam gerbang melihat dari celah kecil kondisi di luar .


Mereka cukup terkejut dengan keberadaan beberapa wartawan yang sudah berjajar di depan pintu gerbang .

__ADS_1


Mereka saling pandang satu sama lain . Bagaimana acara ini bisa sampai tercium media ...


Salah satu dari mereka mengambil ponsel dan menghubungi Arya .


__ADS_2