
" Ya Ma ..." Jawab Arya setelah beberapa kali ponselnya berdering .
" Itu kenapa Luna masih ada di meja makan jam segini ?"
" Iya Ma ...tadi bilangnya lapar , jadi dia keluar kamar ."
" Aduh ...kamu gimana sih , cepetan ajak masuk ."
" Iya ...iya ."
Arya melempar ponselnya ke sofa , kemudian berjalan keluar .
Ia langsung ke meja makan , ternyata Luna sudah tidak ada disana .
Kemudian ia ke dapur . Ternyata benar disana , sedang mencuci piring .
" Ngapain masih disini ?"
Luna berbalik . " Kenapa belum tidur ?" Tanyanya balik .
" Udah ayo masuk ..." Arya menarik tangannya ,membuat Luna bingung dengan sikapnya yang aneh .
Sesampainya di kamar , Luna langsung naik tempat tidur .
Arya melihat jam yang ada di nakas sampingnya .
Pukul 23.55 ..
Ia menarik nafas lega , ternyata nggak kelewat tadi . Bisa-bisa Mama nya marah besar nanti , mengingat rencana yang sudah mereka susun tadi .
Diambilnya ponsel di sofa , pesan masuk dari Mama .
" Mas , kamu kenapa sih , kok aneh gini ?" Tanya Luna curiga .
Arya menggeleng . " Nggak , aneh apanya ...biasa aja kok .." Jawabnya , lalu duduk di samping Luna .
Tepat pukul 24.00 terdengar pintu kamar diketuk .
" Siapa malam-malam gini ?" Tanya Luna heran .
Arya berdiri dan membuka pintu kamar .
" Sasa nggak ada ." Jerit Karina begitu masuk kamar . Ia langsung menangis di pelukan Arya .
Luna melompat dari tempat tidur dan menghampiri Mamanya .
" Ma , maksudnya apa ?" Tanya Arya kaget .
Karina masih terisak ." Tadi Mama nggak bisa tidur terus berniat mau tidur di kamar Sasa ...ternyata dia udah nggak ada dikamarnya ."
Arya mengusap wajahnya pelan ." Mungkin ada di tempat lain , atau dikamar Mia ."
Luna berlari keluar dan langsung menuju kamar Sasa .
" Sa ..." Panggilnya , kamar itu kosong , begitu juga di kamar mandi .
Ia ke ruangan lain dan bertemu dengan Papa , Mia dan juga Mbak Minah disana .
Mereka juga nampak panik .
" Pa , udah ketemu ?" Tanya Luna .
Ardi menggeleng .
" Saya dan Mbak Minah sudah mencari di semua ruangan Bu , di lantai atas juga nggak ada ."
" Tapi kok bisa nggak ada ?"
Mereka hanya diam .
" Nggak mungkin juga Sasa keluar rumah , di luar hujan deras mulai tadi ." Sambung Ardi .
" Tapi udah tanya ke Satpam atau Pak Sanusi ...mungkin mereka melihat Sasa keluar tadi ..?"
" Nggak ada Lun ...Papa sudah telpon satpam tadi ."
Arya dan Karina muncul dan bergabung bersama mereka di ruang tamu .
__ADS_1
Luna menghampiri Arya . " Mas cepetan cari Sasa ,kalau dia diculik gimana ..." Ia mulai ketakutan .
" Iya , ini aku juga cari ...masih coba hubungi satpam komplek siapa tahu mungkin ada yang melihat Sasa diluar ."
" Terus ...?"
" Belum ada jawaban .."
" Ya udah kita ke kantor polisi aja ..." Luna menarik tangan Arya .
" Luna hey dengar ...lapor polisi harus 24 jam ..."
" Nggak papa ,tapi sekarang harus cari , ayoo... " Paksanya , ia mulai menangis , tapi Arya malah diam .
" Mas ayo buruan ..."
" Iya ..iya ini tunggu aku coba telpon yang lain dulu , kita nggak bisa cari diluar ...hujannya deras sekarang ."
Arya sedang berbicara di telpon ketika tiba-tiba Luna berlari .
" Arya itu Luna keluar ." Sentak Karina .
Arya memberikan ponsel ke Mamanya , lalu berlari keluar .
" Luna tunggu ..." Teriaknya .
Luna mengacuhkannya dan berlari keluar menerobos hujan lebat .
Ia terengah-engah sampai di gerbang .
" Bu Luna , mau kemana ?" Tanya Satpam di depan .
Pak Sanusi yang sedang duduk di dalam pos , ikut keluar .
" Pak , buka gerbangnya cepat ."
Satpam itu menoleh dan melihat Arya berlari mendekat .
" Pak , cepetan !"
" Luna ayo ." Arya menarik tangannya kembali ke dalam .
" Luna , ayo ...ini hujannya deras ...kamu bisa sakit kalau disini ."
" Nggak mau ,ayo cari Sasa sekarang ." Bujuknya lagi , ia masih terisak .
" Iya kita cari lagi ,tapi sekarang masuk ." Ajaknya .
" Nggak mau , gimana kalau nggak ketemu ..."
" Kita cari ke dalam , mungkin dia diruangan lain ."
" Tapi tadi udah dicari nggak ada ."
" Kita cari lagi , kalau memang nggak ada kita cari diluar , ok ."
Luna akhirnya menurut , Arya mendekapnya dan berjalan masuk . Tubuh mereka basah kuyup sekarang .
Begitu membuka pintu depan ,tiba-tiba semua gelap .
" Kok mati lampu ?" Tanya Luna panik .
" Nggak tahu ,ya udah kita masuk ."
Arya membawanya masuk , sampai di ruang tamu , lampu tiba-tiba menyala .
" Mamaaaaaaaa...." Sasa berlari ke arahnya .
Luna membelalakkan matanya kaget .
" Sasa ..." Panggilnya .
Begitu Sasa mendekat , Luna langsung memeluknya erat , sambil menangis .
" Mama kok nangis ?" Tanya Sasa heran , masih belum melepas pelukannya .
" Sasa darimana tadi ?" Tanya Luna .
__ADS_1
Sasa cuma tersenyum .
Happy birthday to you ...
Saat mendengar ada yang menyanyikan lagu ulang tahun dari arah ruang tengah , Luna menoleh dan semua ada disana .
Papa , Mama , Mia dan juga Mbak Minah yang sedang membawa kue tart ditangannya .
Seketika ia tersadar ,hari ini ulang tahunnya dan mereka semua sengaja membohonginya tadi .
Karina berjalan mendekat ." Luna ...maaf ya , kemarin Mama yang punya ide ini ...tapi jadinya kamu malah hujan-hujanan , ini sungguh diluar rencana ." Sesalnya .
Luna mengusap air mata di pipinya , lalu tersenyum . " Nggak papa Ma , aku senang semuanya malah ingat ulang tahun aku , padahal aku sendiri lupa tadi .."
Karina terbahak .
" Ya sudah kamu cepat tiup lilin sekarang ." Karina memanggil Minah mendekat , lalu menyalakan lilin yang ada di atas kue tart nya .
" Sekarang make a wish dulu ."
Luna memejamkan mata sebentar , lalu meniup lilin .
Karina berniat memeluknya , tapi Luna menghindar . " Jangan Ma , aku basah ini ..."
" Udah nggak papa ,kan bisa ganti baju nanti ." Karina lalu mendekapnya , sembari menepuk punggungnya , cukup lama ...setelah itu melepasnya .
" Selamat ulang tahun , semoga panjang umur , bisa jadi istri dan ibu yang baik dan juga ....cepat kasih Mama cucu , oke ."
Luna tertawa mendengarnya .
" Selamat ulang tahun ya ." Kali ini Papa mendekat dan langsung memeluknya juga .
" Makasih Pa ." Ucapnya senang , sekaligus terharu melihat kebaikan keluarga barunya ini .
" Bu selamat ulang tahun ya ..." Ucap Minah dan Mia berbarengan . " Maaf tadi kita sudah berbohong ." Sambung Mia .
Luna hanya tersenyum ." Makasih ya ."
" Mama...selamat ulang tahun ya ..." Sasa mendekat .
Luna langsung menggendongnya ." Iya , lain kali nggak boleh hilang lagi yah ..."
Sasa terbahak mendengarnya .
" Ya sudah acara makan-makannya nanti ya disambung lagi , oh ya Mama sudah siapin tempat nanti kita dinner di restoran Mama ya , Mia sama Minah ikut juga . "
" Iya Bu ..."
" Sekarang kita istirahat dulu ,ini udah pagi ya ..." Karina melihat jam di tangannya .
" Sasa ayo ganti baju dulu ..." Ajak Mia , lalu menggendongnya masuk .
" Kalian buruan ganti baju , biar nggak masuk angin ."
" Iya Ma ..." Luna berbalik dan berjalan ke kamar , Arya mengikuti di belakangnya .
Begitu sampai di kamar ... Arya memegangi tangannya , Luna berbalik .
Mereka berdiri berhadapan sekarang .
" Marah ?" Tanya Arya .
Luna menggeleng .
" Mama yang rencanain ini semua ." Ucapnya .
" Iya tahu , kan tadi Mama juga udah bilang ." Luna berbalik dan berniat ke kamar mandi , tapi Arya mencegahnya .
" Kenapa ?" Tanya Luna lagi .
" Selamat ulang tahun ya ." Ucap Arya pelan .
Luna tersenyum sesaat , tanpa disadari Arya semakin mendekatkan wajahnya .
Tanpa bisa mengelak , bibir mereka saling bertemu , ada kehangatan disana .
Hanya beberapa detik , Arya melepasnya .
__ADS_1
" Ganti baju sana , nanti sakit ." Perintahnya .
Luna berbalik dan berjalan ke kamar mandi .