KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 112


__ADS_3

~ Selamat siang Pak Arya yang terhormat , ingat besok hari terakhir untuk anda membuat keputusan ~


Arya mendesah pelan , menyandarkan tubuhnya di sofa , lalu mematikan ponsel .


Waktu seminggu terasa begitu cepat sekali berlalu dan semua ini sangat mengganggu pikiran dan perhatiannya .


Apa yang akan terjadi besok ...


Ia mengusap rambutnya berkali-kali . Kepalanya hampir pecah memikirkan semua ini . Semua pekerjaan hampir terbengkalai karena konsentrasinya buyar .


Sementara kalau di rumah ,ia harus tetap terlihat baik-baik saja setidaknya jangan sampai Luna curiga ada masalah yang sedang di hadapinya , meski ia tak yakin kalau Luna tidak mencurigainya .


Pintu ruangannya terbuka , Sarah langsung masuk .


" Kenapa kamu ?" Tanyanya heran , melihat Arya terlihat kusut dan berantakan , tidak seperti biasanya .


Ia hanya menggeleng .


" Heii ..kenapa sih , cerita sama aku ...lagi berantem sama Luna ...?"


" Nggak ."


Sarah menatapnya , wajah itu tak bisa berbohong ada sesuatu yang mengganggu pikirannya .


" Hmm ...masih anggap aku sahabat kan ?"


" Kenapa ngomong gitu ...?" Tanya Arya balik .


" Buktinya kamu nggak mau berbagi .."


Arya menatapnya .


" Kita makan siang ...siapa tahu kamu mau cerita sedikit dan aku bisa membantu ..." Tawarnya .


Arya berdiri , mengambil jas di sebelahnya dan berjalan keluar .


Sarah mengikuti di belakangnya .


*****


Di rumah ...


Luna masih menemani Sasa tidur siang . Kebetulan rumah juga sepi .


Papa dan Mamanya sedang keluar , sementara Mia dan Minah sedang ke supermarket , jadi hanya berdua dengan Sasa saja dirumah .


Setelah memastikan Sasa terlelap , ia bangun dan berjalan keluar .


Ini saatnya ia mencari tahu soal masalah Dimas .


Sepertinya ia sendiri yang harus menghubungi Dimas , tetapi nomor nya ada di ponsel yang di simpan Arya .


Langsung ditujunya ruang kerja , karena pasti disimpan disana .


Ia membuka laci atas , tengah , sampai bawah ...tidak ada ponsel disana .


Pandangannya tertuju ke bufet di belakangnya . Pasti disana ...ia membukanya dan benar saja menemukan ponsel nya .


Begitu dinyalakan , banyak pesan masuk , tapi tak ada dari Dimas .


Dicarinya nomor Dimas di pesan masuk , mudah-mudahan Arya belum menghapusnya .


Ia menarik nafas lega , masih ada ternyata .


Lowbat ...ia mengambil charger di laci .

__ADS_1


Dicarinya stopkontak yang ada di pojok ruangan , sambil mencharger ponsel ia menghubungi nomor Dimas , nada panggil berkali-kali .


*****


" Disini enak loh steaknya ." Seru Sarah , setelah pesanan mereka sampai .


Arya hanya tersenyum , ia lebih banyak diam juga sepanjang perjalanan .


Sarah kembali menatapnya .


" Arya ..." Panggilnya .


" Ya ..."


" Cerita aja sedikit , mungkin aku bisa kasih solusi ."


Arya mengusap keningnya .


" Ada hubungannya sama Luna ..?" Tebaknya .


Ia mengangguk .


" Kenapa ?"


" Ada seseorang di masa lalu yang membuat masalah ..."


" Maksud kamu mantannya Luna ?"


" Bisa dibilang begitu .."


" Terus ..."


" Dia tahu satu rahasia soal kita , tapi aku nggak bisa cerita ...dan ini sangat berdampak buruk bagi reputasi aku kalau sampai semua orang tahu ..."


" Tunggu ..." Sergah Sarah ." Maksud kamu kalau sampai dia menyebarkan soal ini ,karier kamu bisa hancur ...?"


Sarah diam sebentar , memang tidak seharusnya dia menanyakan lebih detail soal masalah yang menimpa Arya sekarang . Ini sangat penting , jadi nggak mungkin dia membiarkan orang lain tahu , termasuk dirinya .


" Memangnya tidak bisa dibicarakan baik-baik , maaf ....maksudnya mungkin dia mau imbalan atau apa begitu ..."


" Yang dia mau cuma Luna ."


" Luna ?"


Arya mengangguk .


" Jadi dia melakukan semua ini karena masih mencintai Luna ..?"


Arya diam .


" Dia hanya memberi pilihan kamu untuk meninggalkan Luna ...?"


" Ya ." Jawabnya singkat .


" Dan pilihan kamu ...?"


" Rasanya nggak perlu aku bilang , juga kamu tahu ."


Sarah mengangguk ." Menurut kamu Luna lebih penting dari semua yang kamu dapatkan selama ini ...?"


" Tentu saja ."


" Kamu sangat mencintai Luna ya ..."


Arya tersenyum .

__ADS_1


" Arya dengar ,semua akan baik-baik saja ...uang dan karier masih bisa dicari , tapi keputusan kamu tepat untuk mempertahankan cinta ..."


Arya mengangguk .


" Apapun kesalahan yang pernah kamu lakukan ,tapi pasti masih ada orang yang akan percaya dengan kamu ...aku akan bantu sebisa mungkin ..." Ucap Sarah menenangkan .


" Makasih ya ."


*****


" Halo sayang ."


Luna merasa lega , setelah menghubungi berkali-kali akhirnya Dimas mau mengangkat telpon darinya .


" Apa yang sudah kamu sepakati dengan Mas Arya ?" Tanyanya langsung .


" Loh jadi suami kesayangan kamu itu tidak menceritakan semuanya ..."


" Sudahlah Dimas ...tidak usah bertele-tele , mau kamu apa hah ..?!"


" Aku cuma mau kamu , sayang ."


" Jangan kurang ajar kamu !"


" Silahkan ...tanyakan sendiri sama suami kamu kalau tidak percaya ."


Tak ada jawaban dari Luna .


" Aku hanya memberi pilihan pada Arya , kalau dia mau karier dan reputasinya terselamatkan karena surat kontrak itu , dia harus meninggalkan kamu , cukup mudah bukan ..." Lanjutnya .


" Dimas ...kenapa sih kamu selalu membuat masalah , kita sudah tidak ada hubungan lagi ."


" Tapi aku masih mencintai kamu ... Luna ."


" Aku tidak akan kembali sama kamu apapun yang terjadi ."


" Terserah ...kalau kamu mau melihat Arya hancur ."


Luna mengusap wajahnya pelan ,matanya mulai berkaca-kaca . Dimas yang dikenalnya sangat nekat dan bisa berbuat apa saja asal keinginannya tercapai .


" Dan besok akan menjadi hari dimana Arya harus menentukan pilihannya ."


" Besok ...?" Sontak Luna .


" Ya ...Arya pasti akan lebih memilih karier daripada kamu ...dan kita akan segera bersatu ."


" Jangan mimpi kamu ...!"


Terdengar suara tawa Dimas yang membahana .


Kalau Arya lebih memilih kariernya ,itu artinya ini akan menjadi hari terakhir buat mereka , tapi sebaliknya ...bisa juga menjadi hari terakhir untuk melihat kehancuran seorang Arya Perwira .


Apa mungkin masih bisa ia mencoba membuat kesepakatan lain dengan Dimas ...


" Bisa kita bertemu hari ini ?" Tanya Luna .


" Oh tentu dengan senang hati ."


Luna berpikir sebentar , Papa dan Mama nya pasti akan pulang agak malam ,begitu juga Arya dan kalau Minah sebentar lagi pasti pulang ,jadi ia bisa meninggalkan Sasa di rumah .


" Jam 4 sore , di Panorama Cafe ."


" Baiklah sayang ...aku pasti datang tepat waktu ."


Luna cepat-cepat memutus sambungan . Sampai detik ini pun ia belum menemukan kesepakatan lain yang mungkin ditawarkan nya ke Dimas .

__ADS_1


Cepat-cepat dicabut charger dan mematikan ponsel , menaruhnya di tempat semula .


__ADS_2