
EPILOG
Suasana ballroom sore itu terlihat riuh .Tamu undangan hampir memenuhi area ruangan yang cukup luas .
Seluruh dekorasi hanya di dominasi warna putih yang berkesan simple dan elegan .
Tak ada pelaminan , karena mereka memilih untuk berbaur dengan tamu yang hadir .
Seluruh tamu bertepuk tangan , saat kedua mempelai memasuki ruangan . Mengenakan gaun pengantin berwarna putih , ia menatap lurus ke depan dengan menggandeng tangan suaminya yang juga memakai baju serba putih .
Sesampainya di dalam ia menatap sekeliling , para tamu nampak mengarahkan pandangan kepada kedua mempelai yang begitu memukau .
" Mama ..."
Sasa yang memakai dress panjang putih dengan mahkota di kepala , berlari menghampiri , lalu mendongakkan kepalanya .
" Mama cantik ." Pujinya .
Luna tertawa ." Sasa juga cantik ."
" Papa gimana ?" Tanya Arya yang berdiri di sebelah Luna .
" Hmm..." Sasa mengetuk-ngetukkan jari tangannya di bibir ." Biasa aja ..." Jawabnya , yang membuat Arya melotot .
" Lebih cakep Baby Al ..." Lanjut Sasa , berbarengan dengan Karina yang mendekat ke arah mereka . Baby Al nampak tenang digendongannya . Terlihat lucu dengan memakai baju yang sama persis seperti Papanya .
" Iya deh ..." Ucap Arya sambil menyilangkan tangan di dada .
Setelah itu mereka menyapa hampir semua tamu yang hadir .
Di satu sudut ruangan paling depan . Tamu didominasi rekan kerja Arya di kantor , yang merupakan pemegang saham perusahaan dan beberapa klien ...yang dulu juga pernah dikenal Luna .
Sekarang , mereka nampak berbeda , bersikap lebih ramah padanya .
Semua statement yang dikemukakan Arya saat konpers dulu , rupanya berpengaruh dan diluar dugaan , mereka semua mempercayai itu semua dan tak pernah lagi berpikir buruk tentang Luna .
Setelah berbincang sebentar dengan mereka , Luna membiarkan Arya tetap disana , sementara ia sendiri menyapa tamu lain .
Acara berlangsung cukup meriah , tak terasa hampir 2 jam berlalu .
Luna mengambil buket bunga yang ada di meja , ketika beberapa tamu khususnya yang perempuan memintanya untuk melempar buket bunga .
Saat ia bersiap , semua tamu perempuan yang masih single berkumpul di belakangnya .
Ia mulai menghitung dan ..
HAPPP !!!
__ADS_1
Luna membalikkan badan , ternyata buket bunga tadi sudah ada dalam pegangan Laura .
Ia mendekat dan memeluk Laura .
" Hmmm...sudah ada tanda-tanda nih ." Bisiknya .
" Inget ya bulan depan , disini harus kosong jadwal ." Seru Laura , mereka memang akan menikah awal bulan depan , di tempat yang sama dengannya sekarang .
" Tenang , bisa diatur ." Ucap Luna .
Laura lantas mendekat ke Rafi dan memberikan buket bunga yang dipegangnya .
Luna hampir membalikkan badan dan menuju ke meja lain , tapi mengurungkannya ketika sebuah suara memanggilnya .
" Luna maaf ya telat ..." Sarah berdiri di depannya , bersama seorang laki-laki mengenakan jas warna hitam ." Aku sudah ketemu Arya tadi disana ." Ucapnya lagi .
Luna mengangguk .
Sarah menatap laki-laki di sebelahnya .
" Oh ya Luna kenalin ini teman aku ."
Laki-laki itu mengulurkan tangan dan ia menyambut nya dengan tersenyum .
" Luna ."
Acara selanjutnya ...berlanjut ke pemotongan kue pengantin .
Sebuah kue pengantin yang menjulang tinggi didorong masuk , tepat di tengah-tengah ruangan .
Tak hanya mereka berdua yang melakukannya , Sasa ikut andil berada di tengah-tengah mereka .Hanya sebagai simbolis memotong kue pernikahan setinggi hampir 3 meter itu , dengan memakai pisau panjang berwarna silver , lalu Laura mendekat ...membawakan potongan kue di dalam sebuah piring kecil .
Arya mengambil piring di tangan Laura .
Ia menyuapkan secuil potongan kue ke Luna , begitu juga sebaliknya .
" Mama aku mau ..." Seru Sasa .
Luna mengambil secuil lagi dan menyuapkannya ke Sasa .
Selesai ...
Di tengah ruangan kembali kosong ,hanya tersisa Arya dan Luna disana .
Suasana berubah ketika beberapa lampu dimatikan dan hanya menyisakan beberapa , sehingga menampilkan suasana lebih redup .
Musik mengalun memenuhi ruangan .
__ADS_1
Beberapa pasangan tamu yang hadir ikut berkumpul di tengah ruangan .
Saat pengantin berdansa , semua mata menatapnya dan terpukau terbawa suasana romantis yang mulai menyelimuti .
Arya terlihat merapatkan tubuhnya , melingkarkan tangan di pinggang istrinya , sembari tak pernah melepaskan tatapan dari wanita yang begitu dicintainya itu .
Musik masih terus menggema , saat Arya mendekat dan mencium bibirnya , beberapa tamu nampak bergemuruh melihatnya . Diiringi tepukan tangan .
Sesaat ia melepaskannya .
" I love u ..." Ucapnya lirih ." Forever and ever ..."
Mendengar itu , Luna nampak tersentuh , air matanya mulai menetes .
Arya mencakup kedua pipinya dengan telapak tangan , lalu ia mendekat dan kembali mengecup bibirnya .
Cukup lama , dengan memejamkan mata .
Merasakan cinta yang semakin bergemuruh di hatinya .
Saat Luna melepaskan kecupannya ,ia kembali meraih bibir mungil itu dan kali ini ia masih ingin merasakannya , meski mungkin setiap saat dirasakannya , tapi tetap saja , rasanya selalu sama dan itu menimbulkan candu tersendiri baginya .
Musik mulai berhenti dan lampu kembali menyala terang .
Disaat bertatapan , baru menyadari ...ternyata mereka sama-sama mengeluarkan air mata dan dengan cepat saling mengusapnya satu sama lain .
Mereka menghampiri beberapa tamu yang duduk di depan ...
" Kalian benar-benar membuat kami ikut terbawa suasana ." Ucap Lidya yang nampak berkaca-kaca melihatnya .
Karina menghampiri mereka , karena Baby Al mulai rewel .
Luna mendekat dan menggendongnya .
" Pengantinnya udah punya Baby , nggak bisa mesra-mesraan lagi deh ." Cetus Rafi yang berdiri tak jauh dari mereka .
Semua tertawa mendengarnya .
Makasih ya buat pembaca setia novel ini ...
Tunggu kemunculan Arya dan Luna di novel terbaru " SUAMIKU RIVALKU "
😍😍😍😍😍
__ADS_1