KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 134 (the end)


__ADS_3

EPILOG


Suasana ballroom sore itu terlihat riuh .Tamu undangan hampir memenuhi area ruangan yang cukup luas .


Seluruh dekorasi hanya di dominasi warna putih yang berkesan simple dan elegan .


Tak ada pelaminan , karena mereka memilih untuk berbaur dengan tamu yang hadir .


Seluruh tamu bertepuk tangan , saat kedua mempelai memasuki ruangan . Mengenakan gaun pengantin berwarna putih , ia menatap lurus ke depan dengan menggandeng tangan suaminya yang juga memakai baju serba putih .


Sesampainya di dalam ia menatap sekeliling , para tamu nampak mengarahkan pandangan kepada kedua mempelai yang begitu memukau .


" Mama ..."


Sasa yang memakai dress panjang putih dengan mahkota di kepala , berlari menghampiri , lalu mendongakkan kepalanya .


" Mama cantik ." Pujinya .


Luna tertawa ." Sasa juga cantik ."


" Papa gimana ?" Tanya Arya yang berdiri di sebelah Luna .


" Hmm..." Sasa mengetuk-ngetukkan jari tangannya di bibir ." Biasa aja ..." Jawabnya , yang membuat Arya melotot .


" Lebih cakep Baby Al ..." Lanjut Sasa , berbarengan dengan Karina yang mendekat ke arah mereka . Baby Al nampak tenang digendongannya . Terlihat lucu dengan memakai baju yang sama persis seperti Papanya .


" Iya deh ..." Ucap Arya sambil menyilangkan tangan di dada .


Setelah itu mereka menyapa hampir semua tamu yang hadir .


Di satu sudut ruangan paling depan . Tamu didominasi rekan kerja Arya di kantor , yang merupakan pemegang saham perusahaan dan beberapa klien ...yang dulu juga pernah dikenal Luna .


Sekarang , mereka nampak berbeda , bersikap lebih ramah padanya .


Semua statement yang dikemukakan Arya saat konpers dulu , rupanya berpengaruh dan diluar dugaan , mereka semua mempercayai itu semua dan tak pernah lagi berpikir buruk tentang Luna .


Setelah berbincang sebentar dengan mereka , Luna membiarkan Arya tetap disana , sementara ia sendiri menyapa tamu lain .


Acara berlangsung cukup meriah , tak terasa hampir 2 jam berlalu .


Luna mengambil buket bunga yang ada di meja , ketika beberapa tamu khususnya yang perempuan memintanya untuk melempar buket bunga .


Saat ia bersiap , semua tamu perempuan yang masih single berkumpul di belakangnya .


Ia mulai menghitung dan ..


HAPPP !!!

__ADS_1


Luna membalikkan badan , ternyata buket bunga tadi sudah ada dalam pegangan Laura .


Ia mendekat dan memeluk Laura .


" Hmmm...sudah ada tanda-tanda nih ." Bisiknya .


" Inget ya bulan depan , disini harus kosong jadwal ." Seru Laura , mereka memang akan menikah awal bulan depan , di tempat yang sama dengannya sekarang .


" Tenang , bisa diatur ." Ucap Luna .


Laura lantas mendekat ke Rafi dan memberikan buket bunga yang dipegangnya .


Luna hampir membalikkan badan dan menuju ke meja lain , tapi mengurungkannya ketika sebuah suara memanggilnya .


" Luna maaf ya telat ..." Sarah berdiri di depannya , bersama seorang laki-laki mengenakan jas warna hitam ." Aku sudah ketemu Arya tadi disana ." Ucapnya lagi .


Luna mengangguk .


Sarah menatap laki-laki di sebelahnya .


" Oh ya Luna kenalin ini teman aku ."


Laki-laki itu mengulurkan tangan dan ia menyambut nya dengan tersenyum .


" Luna ."


Acara selanjutnya ...berlanjut ke pemotongan kue pengantin .


Sebuah kue pengantin yang menjulang tinggi didorong masuk , tepat di tengah-tengah ruangan .


Tak hanya mereka berdua yang melakukannya , Sasa ikut andil berada di tengah-tengah mereka .Hanya sebagai simbolis memotong kue pernikahan setinggi hampir 3 meter itu , dengan memakai pisau panjang berwarna silver , lalu Laura mendekat ...membawakan potongan kue di dalam sebuah piring kecil .


Arya mengambil piring di tangan Laura .


Ia menyuapkan secuil potongan kue ke Luna , begitu juga sebaliknya .


" Mama aku mau ..." Seru Sasa .


Luna mengambil secuil lagi dan menyuapkannya ke Sasa .


Selesai ...


Di tengah ruangan kembali kosong ,hanya tersisa Arya dan Luna disana .


Suasana berubah ketika beberapa lampu dimatikan dan hanya menyisakan beberapa , sehingga menampilkan suasana lebih redup .


Musik mengalun memenuhi ruangan .

__ADS_1


Beberapa pasangan tamu yang hadir ikut berkumpul di tengah ruangan .


Saat pengantin berdansa , semua mata menatapnya dan terpukau terbawa suasana romantis yang mulai menyelimuti .


Arya terlihat merapatkan tubuhnya , melingkarkan tangan di pinggang istrinya , sembari tak pernah melepaskan tatapan dari wanita yang begitu dicintainya itu .


Musik masih terus menggema , saat Arya mendekat dan mencium bibirnya , beberapa tamu nampak bergemuruh melihatnya . Diiringi tepukan tangan .


Sesaat ia melepaskannya .


" I love u ..." Ucapnya lirih ." Forever and ever ..."


Mendengar itu , Luna nampak tersentuh , air matanya mulai menetes .


Arya mencakup kedua pipinya dengan telapak tangan , lalu ia mendekat dan kembali mengecup bibirnya .


Cukup lama , dengan memejamkan mata .


Merasakan cinta yang semakin bergemuruh di hatinya .


Saat Luna melepaskan kecupannya ,ia kembali meraih bibir mungil itu dan kali ini ia masih ingin merasakannya , meski mungkin setiap saat dirasakannya , tapi tetap saja , rasanya selalu sama dan itu menimbulkan candu tersendiri baginya .


Musik mulai berhenti dan lampu kembali menyala terang .


Disaat bertatapan , baru menyadari ...ternyata mereka sama-sama mengeluarkan air mata dan dengan cepat saling mengusapnya satu sama lain .


Mereka menghampiri beberapa tamu yang duduk di depan ...


" Kalian benar-benar membuat kami ikut terbawa suasana ." Ucap Lidya yang nampak berkaca-kaca melihatnya .


Karina menghampiri mereka , karena Baby Al mulai rewel .


Luna mendekat dan menggendongnya .


" Pengantinnya udah punya Baby , nggak bisa mesra-mesraan lagi deh ." Cetus Rafi yang berdiri tak jauh dari mereka .


Semua tertawa mendengarnya .




Makasih ya buat pembaca setia novel ini ...


Tunggu kemunculan Arya dan Luna di novel terbaru " SUAMIKU RIVALKU "


😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2