KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 44


__ADS_3

" Oma , Papa kemana ?" Tanya Sasa , yang baru menyadari tak ada keberadaan Papanya , setelah semua tamu pulang .


Begitu pula Widya yang sudah sedari tadi diantar Pak Sanusi pulang .


" Sebentar lagi , nih barusan telpon kan ."


Tak lama terdengar suara mobil masuk dan sepertinya Sasa tahu itu siapa , ia langsung mengajak Oma nya keluar .


" Udah tunggu disini aja ya . " Mereka berdiri di ruang tamu .


Arya dan Luna masuk , Sasa langsung berlari menghampiri mereka .


" Papa dari mana ?"


" Tadi ada urusan sebentar ...." Mereka menghampiri Karina yang sepertinya sudah bersiap pergi .


" Mama mau kemana ?" Tanya Arya .


" Pulang lah ."


" Kenapa nggak nginap sini aja ?"


Karina menatapnya ." Nggak , nanti Mama ganggu lagi ..."


" Ma..."


" Atau Sasa biar ikut Mama aja ,jadi kalian bisa berduaan ." Godanya lagi .


" Ma ...nggak seperti itu juga ..."


Karina tertawa .


" Oh ya Lun... tadi Mama kamu pulang diantar Pak Sanusi ."


" Oh iya Bu ...tadi sudah bilang kok Mama ."


Karina beralih menatapnya ." Kenapa panggil Bu ...Mama ."


" Oh iya Ma ..."


" Nah gitu dong ..."


" Aku juga boleh panggil Mama kan ?" Sasa kali ini ikut bicara .


" Oh iya tentu saja ." jawab Karina ." Mulai sekarang panggilnya Mama Luna ."


Sasa tersenyum senang .

__ADS_1


" Oh ya Papa rencananya mau mempercepat kepulangannya ..."


" Memangnya udah selesai ?"


Memang Papanya berencana membuka bisnis yang baru di Amerika , bersama Om William ...Papanya Laura , makanya setahunan ini lebih sering berada disana .


" Sebenarnya belum , cuma kan disana ada Om William , amanlah ..."


Arya mengangguk .


" Sebenarnya Papa penasaran pingin ketemu sama menantunya ini ..." Karina kembali menatap Luna , yang dibalas dengan senyuman .


" Ya udah deh Mama pulang dulu ..." Pamitnya ,lalu mencium pipi Sasa .


" Besok kalian makan malam dirumah ya ...Mama masakin , lagian Luna kan belum pernah ke rumah Mama ."


" Iya Ma ..."


Karina pulang ,sementara sopirnya sudah menunggu di halaman . Luna mengantarnya sampai depan .


" Mama nitip Sasa ya ..." Ucap Karina saat mereka di teras depan .


" Iya Ma ..." Jawab Luna .


" Sama Papanya juga sih ..." Sambung Karina .


" Mama senang melihat Arya bisa tersenyum bahagia lagi , setelah sekian lama senyuman itu hilang dari wajahnya ."


Kali ini Karina mengucapkannya pelan .Khawatir tiba-tiba Arya mengikuti mereka dibelakang .


" Dan Mama yakin cuma kamu yang bisa membuatnya selalu bahagia ."


" Iya Ma ...InsyaAllah ."


" Ya sudah Mama pulang dulu . "


Luna mencium tangannya lalu mengantar sampai mobil .


Malamnya , mereka makan malam bersama dengan menu sop ayam .


Sasa makan dengan lahap karena disuapi Luna juga .


" Aku nanti mau tidurnya sama Papa sama Mama , boleh ya ...?" Sasa menatap Luna dengan wajah memelas .


" Boleh dong ." Jawab Luna .


" Yeaaayyy..." Sasa bertepuk tangan .

__ADS_1


Arya menatap mereka , sambil menikmati teh jahe nya .


Pukul 21.30


Setelah menonton tv , sambil menghabiskan kentang goreng yang dibuat Luna tadi , mereka masuk kamar , karena Sasa sepertinya juga sudah mengantuk .


Sasa yang tak pernah mau lepas dari Luna , berjalan masuk kamar sambil terus menggandeng tangannya .


Begitu pula saat Luna berniat ke kamar mandi untuk ganti baju , Sasa ikut juga dengan alasan yang sama .


Akhirnya mereka ganti baju berbarengan di kamar mandi .


Arya sudah lebih dulu mengganti baju dan memilih duduk di kasur , sambil masih melihat ponselnya , sesekali ia menguap , hari ini memang cukup melelahkan buat semuanya .


Tak lama mereka berdua keluar , mengenakan piyama yang sama warna pink .


Kemudian Luna berjalan ke meja rias dan duduk disana .Sasa berdiri di sampingnya . Melihat Luna mengambil kapas dan membersihkan wajah .


Arya selesai dengan ponselnya dan melihat mereka berdua dari balik kaca rias yang ada di hadapannya .


Saat Luna mengambil bedak bayi dari kotak make up nya , Sasa nampak heran melihatnya . Begitu pula saat Luna mengoleskan bedak itu di wajah sampai lehernya .


" Ih ...Mama kenapa pakai bedak banyak , kayak badut ." Celoteh Sasa .


Luna terbahak . " Biar enak tidurnya ." Jawabnya pelan ." Sasa mau pakai juga ? " Tawarnya .


Sasa diam sambil terus menatapnya ." Iya mau .." Jawabnya , yang cukup membuat Luna terkejut , melihat ekspresinya tadi yang sepertinya tak suka .


Luna menuangkan sedikit bedak bayi ditangannya , lalu mengoleskan nya di wajah Sasa , lalu ia menatap ke kaca .


" Aku kayak badut juga ya ..?"


Luna mengangguk . Sasa malah terbahak .


Arya hanya menatap keduanya tanpa berkomentar .


" Ya udah , tidur yuk ..." Ajak Luna .


Mereka berbalik dan mendekat ke kasur .


" Papa mau jadi badut juga nggak ..?" Tanya Sasa , saat mereka naik ke tempat tidur .


" Nggak ." Jawab Arya pendek .


" Udah sini ..." Panggil Luna , meminta Sasa masuk ke dalam selimut .


Akhirnya mereka tidur bertiga di malam pertama menjadi suami istri .

__ADS_1


Arya mematikan lampu saat melihat keduanya sudah terlelap , Sasa melingkarkan lengannya di perut Luna .


__ADS_2