
" Oma , Papa kemana ?" Tanya Sasa , yang baru menyadari tak ada keberadaan Papanya , setelah semua tamu pulang .
Begitu pula Widya yang sudah sedari tadi diantar Pak Sanusi pulang .
" Sebentar lagi , nih barusan telpon kan ."
Tak lama terdengar suara mobil masuk dan sepertinya Sasa tahu itu siapa , ia langsung mengajak Oma nya keluar .
" Udah tunggu disini aja ya . " Mereka berdiri di ruang tamu .
Arya dan Luna masuk , Sasa langsung berlari menghampiri mereka .
" Papa dari mana ?"
" Tadi ada urusan sebentar ...." Mereka menghampiri Karina yang sepertinya sudah bersiap pergi .
" Mama mau kemana ?" Tanya Arya .
" Pulang lah ."
" Kenapa nggak nginap sini aja ?"
Karina menatapnya ." Nggak , nanti Mama ganggu lagi ..."
" Ma..."
" Atau Sasa biar ikut Mama aja ,jadi kalian bisa berduaan ." Godanya lagi .
" Ma ...nggak seperti itu juga ..."
Karina tertawa .
" Oh ya Lun... tadi Mama kamu pulang diantar Pak Sanusi ."
" Oh iya Bu ...tadi sudah bilang kok Mama ."
Karina beralih menatapnya ." Kenapa panggil Bu ...Mama ."
" Oh iya Ma ..."
" Nah gitu dong ..."
" Aku juga boleh panggil Mama kan ?" Sasa kali ini ikut bicara .
" Oh iya tentu saja ." jawab Karina ." Mulai sekarang panggilnya Mama Luna ."
Sasa tersenyum senang .
__ADS_1
" Oh ya Papa rencananya mau mempercepat kepulangannya ..."
" Memangnya udah selesai ?"
Memang Papanya berencana membuka bisnis yang baru di Amerika , bersama Om William ...Papanya Laura , makanya setahunan ini lebih sering berada disana .
" Sebenarnya belum , cuma kan disana ada Om William , amanlah ..."
Arya mengangguk .
" Sebenarnya Papa penasaran pingin ketemu sama menantunya ini ..." Karina kembali menatap Luna , yang dibalas dengan senyuman .
" Ya udah deh Mama pulang dulu ..." Pamitnya ,lalu mencium pipi Sasa .
" Besok kalian makan malam dirumah ya ...Mama masakin , lagian Luna kan belum pernah ke rumah Mama ."
" Iya Ma ..."
Karina pulang ,sementara sopirnya sudah menunggu di halaman . Luna mengantarnya sampai depan .
" Mama nitip Sasa ya ..." Ucap Karina saat mereka di teras depan .
" Iya Ma ..." Jawab Luna .
" Sama Papanya juga sih ..." Sambung Karina .
" Mama senang melihat Arya bisa tersenyum bahagia lagi , setelah sekian lama senyuman itu hilang dari wajahnya ."
Kali ini Karina mengucapkannya pelan .Khawatir tiba-tiba Arya mengikuti mereka dibelakang .
" Dan Mama yakin cuma kamu yang bisa membuatnya selalu bahagia ."
" Iya Ma ...InsyaAllah ."
" Ya sudah Mama pulang dulu . "
Luna mencium tangannya lalu mengantar sampai mobil .
Malamnya , mereka makan malam bersama dengan menu sop ayam .
Sasa makan dengan lahap karena disuapi Luna juga .
" Aku nanti mau tidurnya sama Papa sama Mama , boleh ya ...?" Sasa menatap Luna dengan wajah memelas .
" Boleh dong ." Jawab Luna .
" Yeaaayyy..." Sasa bertepuk tangan .
__ADS_1
Arya menatap mereka , sambil menikmati teh jahe nya .
Pukul 21.30
Setelah menonton tv , sambil menghabiskan kentang goreng yang dibuat Luna tadi , mereka masuk kamar , karena Sasa sepertinya juga sudah mengantuk .
Sasa yang tak pernah mau lepas dari Luna , berjalan masuk kamar sambil terus menggandeng tangannya .
Begitu pula saat Luna berniat ke kamar mandi untuk ganti baju , Sasa ikut juga dengan alasan yang sama .
Akhirnya mereka ganti baju berbarengan di kamar mandi .
Arya sudah lebih dulu mengganti baju dan memilih duduk di kasur , sambil masih melihat ponselnya , sesekali ia menguap , hari ini memang cukup melelahkan buat semuanya .
Tak lama mereka berdua keluar , mengenakan piyama yang sama warna pink .
Kemudian Luna berjalan ke meja rias dan duduk disana .Sasa berdiri di sampingnya . Melihat Luna mengambil kapas dan membersihkan wajah .
Arya selesai dengan ponselnya dan melihat mereka berdua dari balik kaca rias yang ada di hadapannya .
Saat Luna mengambil bedak bayi dari kotak make up nya , Sasa nampak heran melihatnya . Begitu pula saat Luna mengoleskan bedak itu di wajah sampai lehernya .
" Ih ...Mama kenapa pakai bedak banyak , kayak badut ." Celoteh Sasa .
Luna terbahak . " Biar enak tidurnya ." Jawabnya pelan ." Sasa mau pakai juga ? " Tawarnya .
Sasa diam sambil terus menatapnya ." Iya mau .." Jawabnya , yang cukup membuat Luna terkejut , melihat ekspresinya tadi yang sepertinya tak suka .
Luna menuangkan sedikit bedak bayi ditangannya , lalu mengoleskan nya di wajah Sasa , lalu ia menatap ke kaca .
" Aku kayak badut juga ya ..?"
Luna mengangguk . Sasa malah terbahak .
Arya hanya menatap keduanya tanpa berkomentar .
" Ya udah , tidur yuk ..." Ajak Luna .
Mereka berbalik dan mendekat ke kasur .
" Papa mau jadi badut juga nggak ..?" Tanya Sasa , saat mereka naik ke tempat tidur .
" Nggak ." Jawab Arya pendek .
" Udah sini ..." Panggil Luna , meminta Sasa masuk ke dalam selimut .
Akhirnya mereka tidur bertiga di malam pertama menjadi suami istri .
__ADS_1
Arya mematikan lampu saat melihat keduanya sudah terlelap , Sasa melingkarkan lengannya di perut Luna .