KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 75


__ADS_3

Mereka sampai di panti pukul 15.00 .


Sementara Pak Sanusi sudah tiba lebih dulu tadi membawa bingkisan untuk anak-anak , bersama Ardi dan Karina .


Kinan memutuskan untuk ikut dan berangkat semobil yang sama dengan Arya , Luna dan Sasa .


Meski membuatnya miris , sepanjang perjalanan ia hanya duduk sendirian di bangku belakang . Sasa sama sekali tak mau lepas dari Luna .


Begitu mobil berhenti di pelataran halaman panti . Mereka bergegas turun .


Luna menuntun Sasa langsung masuk , terlihat di dalam ruang tamu panti ...Karina dan Ardi sudah duduk disana , menata bingkisan .


" Oma ." Panggil Sasa , lalu berlari menghampiri Karina yang sedang duduk di lantai yang sudah digelar karpet .


Melihat Sasa sudah bersama Karina , Luna langsung menuju dapur , sebaiknya ia membantu disana .


Kinan masuk dan langsung duduk di sebelah Karina dan Sasa .


Tak lama Arya pun menyusul masuk , ia menghampiri Sasa yang sedang dipangku Omanya .


" Sa ." Panggilnya .


Sasa mendongak .


" Mama mana ?" Tanyanya .


" Di dalam ." Jawab Sasa .


Arya mengangguk , lalu duduk di sebelah Papanya .


Mereka mengobrol sambil menata bingkisan , sementara anak-anak mulai masuk dan berkumpul di ruangan .


Aaaaaaaawwwwwwww !!!!!!


Terdengar suara jeritan dari arah dapur .


" Itu kayak suara Luna ." Seru Karina .


" Iya Ma ...aku masuk nggak papa kan ini ." Arya yang khawatir langsung berdiri , tak lama salah seorang pengurus panti keluar .


" Ada apa ya ?" Tanya Arya .


" Itu Pak ...Bu Luna nya jatuh ."


" Jatuh ." Sentak Arya langsung berlari masuk .


Karina , Sasa dan Ardi mengikuti di belakangnya .


Sesampainya di dapur , dilihatnya Luna masih duduk di lantai . Bu Nurul dan salah satu pengurus panti lain coba membantunya berdiri .


" Bu kenapa ya ?" Tanya Arya cemas .


Bu Nurul menoleh ." Oh ini tadi Luna nggak tahu ada tumpahan air di lantai , jadinya kepeleset .


Arya mendekat ." Biar saya aja Bu ." Ia mengambil alih memegangi Luna dan membantunya berdiri .

__ADS_1


" Bisa ?"


Luna menangguk , sambil meringis karena pinggangnya sepertinya terkilir .


" Mama kenapa ?" Tanya Sasa yang berdiri didepannya .


" Nggak papa ." Jawab Luna .


Arya memapahnya jalan dan membawanya ke ruang tamu .


" Duduk dibawah bisa , atau diambilin kursi ...?" Tanya Arya lagi .


" Nggak papa dibawah aja ."


" Kamu nggak papa Lun ?" Tanya Kinan yang duduk agak jauh di depannya .


" Nggak papa kok ."


" Ini buat sandaran ." Bu Nurul mendekat , membawakannya dua bantal .


" Makasih Bu ." Jawab Arya lalu menaruh bantalnya di belakang punggung Luna .


Anak-anak sudah berkumpul semua , Sasa bersama Karina dan Kinan .


Sebentar lagi acara dimulai tinggal menunggu kedatangan Pak Ustad yang akan memimpin doa .


Luna meringis kesakitan saat menggerakkan sedikit badannya .


" Duduk diatas aja biar aku ambilin kursi ." Tanya Arya .


Luna menggeleng ." Nggak usah ."


" Disini yang sakit ." Ia menyentuh pinggang sebelah kanannya .


Luna mengangguk .


Ia memijatnya pelan .


Dari kejauhan , Kinan terus memperhatikan mereka . Sekali lagi ia tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya .


Melihat Yuda begitu mengkhawatirkan Luna . Perhatiannya tak teralihkan sama sekali .


Dan lagi-lagi ia harus melihat semua ini di depan matanya .


Acara dimulai dengan doa bersama ,setelah itu ada acara potong kue juga , Sasa nampak antusias membagikan kue tartnya kepada teman-teman barunya disana , dengan dibantu Oma dan Opanya .


Sementara soal Kinan , Sasa nampaknya masih enggan berdekatan dengannya , meski Luna tak ikut berperan pada saat acara potong kue tadi , lagi-lagi ia tak ubahnya hanya sebagai tamu saja disini .


Bahkan pada saat acara makan bersama ...


Bu Nurul sudah menata beberapa menu di meja panjang di dapur , anak-anak langsung berhamburan bergantian mengambil makanan , yang sengaja di pesankan dari catering tak jauh dari panti ini .


Sasa ditemani Omanya dan tetap menolak ketika Kinan mencoba membantu mengambilkannya makanan .


Arya kesana setelah agak sepi , Sasa sudah kembali ke ruang tamu membawa makanan bersama Karina .

__ADS_1


Kinan masih berdiri disamping meja saat Arya kesana .


" Mas , kamu mau diambilin ?" Tawarnya .


Arya menatapnya sebentar ." Oh nggak usah , makasih ." Tolaknya , lalu mengambil 2 piring dan mengisinya dengan nasi dan beberapa lauk , lalu kembali ke ruang tamu .


Meninggalkan Kinan sendiri , yang kemudian menyusul di belakangnya .


Arya memberikan 1 piring yang dibawanya tadi ke Luna .


" Sa , mau kemana ?" Tanya Karina , melihat cucunya itu berdiri sambil membawa piring makanannya yang belum dimakan dari tadi ." Hati-hati ." Lanjutnya , melihat Sasa berjalan ke arah Luna .


" Sini ..." Arya mengambil piring yang dibawa Sasa . " Kenapa belum dimakan ?"


Sasa menggeleng .


Luna menaruh piringnya di karpet sebelahnya , kemudian mengambil alih piring yang dipegang Arya .


" Duduk , Sa . "


Sasa duduk didepannya .


Luna mulai menyendok kan nasi dan lauk , kemudian menyuapi Sasa yang nampak lahap menghabiskannya .


Setelah dua jam lamanya , acara diakhiri dengan doa bersama dilanjutkan pembagian bingkisan ke anak-anak panti . Anak-anak nampak bersemangat menerima bingkisan berisi baju dan juga perlengkapan sekolah .


Menjelang maghrib , mereka berpamitan pulang .


Pak Sanusi lebih dulu , bersama Ardi .


Karina ikut dimobil Arya kali ini .


" Sa , duduk di belakang sama Oma dan Mama Kinan ya , Mamanya kan lagi sakit ." Bujuk Karina .


Sasa mengangguk setuju .


Mereka sudah bersiap di dalam mobil .


" Luna , pelan-pelan duduknya ."


" Iya Ma ." Jawabnya , sambil menegakkan posisi duduknya , sementara Arya memasangkan seatbelt nya .


" Nanti sampe rumah Mama urut ." Lanjutnya .


" Nggak usah Ma , biar aku aja nanti ." Sela Arya .


" Oh iya Mama lupa ,kamu lebih jago kalau soal itu ya ." Goda Karina ." Mama jadi punya ide ."


" Ide apa ?" Tanya Arya penasaran .


" Kamu buka panti pijat aja pasti banyak peminatnya . "


Spontan Luna terbahak mendengarnya ." Awww..." Ia meringis kesakitan , lupa tidak hati-hati saat menggerakkan badannya .


" Nah kan , makanya jangan ngetawain ...kuwalat nanti ." Sela Arya sambil mengusap pinggang Luna dengan tangan kirinya .

__ADS_1


Melihat itu , Karina melirik sekilas ke Kinan yang duduk disebelahnya .


Hanya diam .


__ADS_2