
Mereka sampai di panti pukul 15.00 .
Sementara Pak Sanusi sudah tiba lebih dulu tadi membawa bingkisan untuk anak-anak , bersama Ardi dan Karina .
Kinan memutuskan untuk ikut dan berangkat semobil yang sama dengan Arya , Luna dan Sasa .
Meski membuatnya miris , sepanjang perjalanan ia hanya duduk sendirian di bangku belakang . Sasa sama sekali tak mau lepas dari Luna .
Begitu mobil berhenti di pelataran halaman panti . Mereka bergegas turun .
Luna menuntun Sasa langsung masuk , terlihat di dalam ruang tamu panti ...Karina dan Ardi sudah duduk disana , menata bingkisan .
" Oma ." Panggil Sasa , lalu berlari menghampiri Karina yang sedang duduk di lantai yang sudah digelar karpet .
Melihat Sasa sudah bersama Karina , Luna langsung menuju dapur , sebaiknya ia membantu disana .
Kinan masuk dan langsung duduk di sebelah Karina dan Sasa .
Tak lama Arya pun menyusul masuk , ia menghampiri Sasa yang sedang dipangku Omanya .
" Sa ." Panggilnya .
Sasa mendongak .
" Mama mana ?" Tanyanya .
" Di dalam ." Jawab Sasa .
Arya mengangguk , lalu duduk di sebelah Papanya .
Mereka mengobrol sambil menata bingkisan , sementara anak-anak mulai masuk dan berkumpul di ruangan .
Aaaaaaaawwwwwwww !!!!!!
Terdengar suara jeritan dari arah dapur .
" Itu kayak suara Luna ." Seru Karina .
" Iya Ma ...aku masuk nggak papa kan ini ." Arya yang khawatir langsung berdiri , tak lama salah seorang pengurus panti keluar .
" Ada apa ya ?" Tanya Arya .
" Itu Pak ...Bu Luna nya jatuh ."
" Jatuh ." Sentak Arya langsung berlari masuk .
Karina , Sasa dan Ardi mengikuti di belakangnya .
Sesampainya di dapur , dilihatnya Luna masih duduk di lantai . Bu Nurul dan salah satu pengurus panti lain coba membantunya berdiri .
" Bu kenapa ya ?" Tanya Arya cemas .
Bu Nurul menoleh ." Oh ini tadi Luna nggak tahu ada tumpahan air di lantai , jadinya kepeleset .
Arya mendekat ." Biar saya aja Bu ." Ia mengambil alih memegangi Luna dan membantunya berdiri .
__ADS_1
" Bisa ?"
Luna menangguk , sambil meringis karena pinggangnya sepertinya terkilir .
" Mama kenapa ?" Tanya Sasa yang berdiri didepannya .
" Nggak papa ." Jawab Luna .
Arya memapahnya jalan dan membawanya ke ruang tamu .
" Duduk dibawah bisa , atau diambilin kursi ...?" Tanya Arya lagi .
" Nggak papa dibawah aja ."
" Kamu nggak papa Lun ?" Tanya Kinan yang duduk agak jauh di depannya .
" Nggak papa kok ."
" Ini buat sandaran ." Bu Nurul mendekat , membawakannya dua bantal .
" Makasih Bu ." Jawab Arya lalu menaruh bantalnya di belakang punggung Luna .
Anak-anak sudah berkumpul semua , Sasa bersama Karina dan Kinan .
Sebentar lagi acara dimulai tinggal menunggu kedatangan Pak Ustad yang akan memimpin doa .
Luna meringis kesakitan saat menggerakkan sedikit badannya .
" Duduk diatas aja biar aku ambilin kursi ." Tanya Arya .
Luna menggeleng ." Nggak usah ."
" Disini yang sakit ." Ia menyentuh pinggang sebelah kanannya .
Luna mengangguk .
Ia memijatnya pelan .
Dari kejauhan , Kinan terus memperhatikan mereka . Sekali lagi ia tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya .
Melihat Yuda begitu mengkhawatirkan Luna . Perhatiannya tak teralihkan sama sekali .
Dan lagi-lagi ia harus melihat semua ini di depan matanya .
Acara dimulai dengan doa bersama ,setelah itu ada acara potong kue juga , Sasa nampak antusias membagikan kue tartnya kepada teman-teman barunya disana , dengan dibantu Oma dan Opanya .
Sementara soal Kinan , Sasa nampaknya masih enggan berdekatan dengannya , meski Luna tak ikut berperan pada saat acara potong kue tadi , lagi-lagi ia tak ubahnya hanya sebagai tamu saja disini .
Bahkan pada saat acara makan bersama ...
Bu Nurul sudah menata beberapa menu di meja panjang di dapur , anak-anak langsung berhamburan bergantian mengambil makanan , yang sengaja di pesankan dari catering tak jauh dari panti ini .
Sasa ditemani Omanya dan tetap menolak ketika Kinan mencoba membantu mengambilkannya makanan .
Arya kesana setelah agak sepi , Sasa sudah kembali ke ruang tamu membawa makanan bersama Karina .
__ADS_1
Kinan masih berdiri disamping meja saat Arya kesana .
" Mas , kamu mau diambilin ?" Tawarnya .
Arya menatapnya sebentar ." Oh nggak usah , makasih ." Tolaknya , lalu mengambil 2 piring dan mengisinya dengan nasi dan beberapa lauk , lalu kembali ke ruang tamu .
Meninggalkan Kinan sendiri , yang kemudian menyusul di belakangnya .
Arya memberikan 1 piring yang dibawanya tadi ke Luna .
" Sa , mau kemana ?" Tanya Karina , melihat cucunya itu berdiri sambil membawa piring makanannya yang belum dimakan dari tadi ." Hati-hati ." Lanjutnya , melihat Sasa berjalan ke arah Luna .
" Sini ..." Arya mengambil piring yang dibawa Sasa . " Kenapa belum dimakan ?"
Sasa menggeleng .
Luna menaruh piringnya di karpet sebelahnya , kemudian mengambil alih piring yang dipegang Arya .
" Duduk , Sa . "
Sasa duduk didepannya .
Luna mulai menyendok kan nasi dan lauk , kemudian menyuapi Sasa yang nampak lahap menghabiskannya .
Setelah dua jam lamanya , acara diakhiri dengan doa bersama dilanjutkan pembagian bingkisan ke anak-anak panti . Anak-anak nampak bersemangat menerima bingkisan berisi baju dan juga perlengkapan sekolah .
Menjelang maghrib , mereka berpamitan pulang .
Pak Sanusi lebih dulu , bersama Ardi .
Karina ikut dimobil Arya kali ini .
" Sa , duduk di belakang sama Oma dan Mama Kinan ya , Mamanya kan lagi sakit ." Bujuk Karina .
Sasa mengangguk setuju .
Mereka sudah bersiap di dalam mobil .
" Luna , pelan-pelan duduknya ."
" Iya Ma ." Jawabnya , sambil menegakkan posisi duduknya , sementara Arya memasangkan seatbelt nya .
" Nanti sampe rumah Mama urut ." Lanjutnya .
" Nggak usah Ma , biar aku aja nanti ." Sela Arya .
" Oh iya Mama lupa ,kamu lebih jago kalau soal itu ya ." Goda Karina ." Mama jadi punya ide ."
" Ide apa ?" Tanya Arya penasaran .
" Kamu buka panti pijat aja pasti banyak peminatnya . "
Spontan Luna terbahak mendengarnya ." Awww..." Ia meringis kesakitan , lupa tidak hati-hati saat menggerakkan badannya .
" Nah kan , makanya jangan ngetawain ...kuwalat nanti ." Sela Arya sambil mengusap pinggang Luna dengan tangan kirinya .
__ADS_1
Melihat itu , Karina melirik sekilas ke Kinan yang duduk disebelahnya .
Hanya diam .