
Luna melipat kertas yang baru saja dibukanya , kemudian menaruhnya lagi di dalam amplop coklat .
Mereka baru saja dari tempat praktek Dr Calista , yang juga teman Papa .
" Mas kamu aja yang bilang ke Mama yah ."
Arya menatapnya sebentar . " Kenapa aku ?"
" Aku nggak enak , Mama pasti kecewa sama hasilnya ."
" Okelah ..."
" Oh ya ...besok kita ke panti nya sekitar jam 3 an , kamu bisa kan pulang cepat ?"
Arya mengangguk ." Memangnya paket untuk anak-anak sudah dipacking ..?"
" Belum sih , nantilah sorean ."
" Suruh Minah sama Mia aja yang ngerjain ...jangan packing sendiri ."
" Iya ."
Luna teringat sesuatu , ia sendiri lupa belum menyiapkan hadiah buat Sasa besok . Mungkin di toko mainan yang kemarin lusa pernah didatanginya bersama Sasa , ia bisa menemukan kado disana .
" Mas mampir ke toko mainan yang di ruko ujung itu ya ."
Arya menatapnya heran . " Ngapain ?"
" Kan kita juga belum beliin kado buat Sasa besok ."
" Memang udah kepikiran mau beli apa ...?"
" Kemarin lusa aku sempat kesana sama Sasa dan dia kelihatannya suka sama boneka teddy bear yang gede ...mudah-mudahan masih ada sih ."
" Ya udah dilihat dulu aja ."
Arya membelokkan mobil ke sebuah ruko kanan jalan .
Setelah memarkir mobil , mereka menuju ke toko mainan yang ada di deretan paling pojok .
Untunglah toko masih nampak sepi , Luna langsung berjalan masuk , menuju ke area boneka dan tersenyum lega , boneka yang dicarinya ternyata masih ada disana .
" Mas , yang itu ." Tunjuknya pada Arya .
" Ya udah ...ambil itu aja ?"
Luna mengangguk .
" Mbak saya ambil boneka teddy yang besar itu ..." Ucap Luna pada pramuniaga yang berdiri di depannya .
" Oh baik Bu ...saya siapkan dulu ."
Mereka berjalan menuju kasir .
" Mas Yuda ."
Mereka berpapasan dengan Kinan dan Dewi disana . Ditangannya ada bungkusan besar yang dipegang .
" Kalian disini juga ?" Tanyanya lagi .
Arya mengangguk ." Iya ini beli bonekanya Sasa ."
" Yuda apa kabar ?" Kali ini Dewi yang menyapa .
__ADS_1
" Baik ." Jawabnya sambil tersenyum .
" Aku juga abis cari kado ini ." Kinan menunjukkan bungkusan ditangannya ." Oh ya ...besok siang aku ke rumah ya ."
" Iya ." Jawab Arya pendek .
" Kalau sore mau ikut juga nggak papa , kita ada acara tasyakuran di panti asuhan ." Sela Luna .
Kinan menatapnya ." Oh jadi kamu membuat acara ulang tahunnya di panti asuhan ?" Tanya Kinan ulang .
Luna mengangguk .
" Ehm ...ya lihat besok deh ..."
" Permisi Bu ..ini barangnya sudah siap ." Mbak yang di belakang meja kasir memanggilnya .
" Oh iya sebentar ." Luna mendekat ke meja kasir dan merogoh ke dalam tasnya . Wajahnya nampak cemas , lalu kembali mendekat ke Arya dan berbisik .
" Mas ...aku lupa nggak bawa dompet ."
Arya menatapnya ." Kebiasaan kan ."
Luna nyengir .
Arya mengambil dompet di saku celananya dan memberikannya ke Luna .
Setelah selesai , Luna mengambil bungkusan besar yang diletakkan di samping meja kasir .
Arya menghampiri nya ." Udah sini ."
" Biar aku aja nggak papa ."
" Ini berat ..." Arya mengambil bungkusan yang dipegangnya . " Udah yuk ." Dan berjalan mendahuluinya .
" Kinan kita duluan ya ." Pamit Luna .
Luna bergegas keluar menyusul Arya .
" Kamu cemburu melihat mereka ?" Tanya Dewi , melihat Kinan menatap keluar .
" Kamu ngomong apa sih ." Elaknya .
Dewi menatap wajah sahabatnya itu , yang tak bisa berbohong . Raut wajahnya berubah saat melihat Yuda bersama istrinya tadi .
" Istrinya Yuda itu kelihatannya baik ." Kata Dewi lagi .
" Kayaknya gitu ." Jawab Kinan pendek , lalu berjalan keluar dan Dewi mengikuti di belakangnya .
*****
Pukul 19.00 Arya baru sampai rumah , setelah tadi ke kantor agak siangan .
Sesampainya di ruang tengah , terlihat bingkisan kado sudah tertata rapi disana .
Luna duduk di karpet , masih sibuk mengemas bingkisannya , sementara Karina duduk di sofa sambil menyuapi Sasa .
" Minah kemana ?" Tanya Arya lalu duduk disebelah Luna .
" Masih di dapur ."
" Mia ?"
" Dikamar Sasa , beresin baju ."
__ADS_1
" Kenapa dikerjain sendiri , tadi kan aku bilang biar Minah sama Mia aja yang ngerjain ." Ucap Arya sambil menatapnya .
" Iya nanti mereka juga bantu kalau selesai pekerjaannya ."
" Udah ...biar nanti mereka yang lanjutin ." Arya memegangi tangannya .
" Mas apaan sih , nggak papa ,lagian aku nggak ada kerjaan juga ...udah kamu mandi aja , bajunya udah disiapin di kamar ."
" Nggak ...udah berhenti , nanti capek ." Arya menarik tangannya agar berdiri .
Luna menatap Karina . " Udah kamu ikut aja ke kamar ." Usulnya .
" Kamu udah siapin uang buat kasih ke anak-anak besok ?" Tanya Arya begitu mereka sampai di kamar .
" Belum ...nanti tinggal masukin amplop , besok dikasih terpisah dari bingkisannya aja nggak papa ."
Luna duduk di sofa , lalu Arya duduk disebelahnya sambil merogoh ke kantong jasnya .
Ada kotak perhiasan warna merah di tangannya , lalu diserahkannya ke Luna .
" Apa ini ?" Tanya Luna bingung .
" Buka aja ."
Sebuah cincin bermatakan berlian diatasnya .
Arya mengambil cincin dari kotaknya ...lalu memasangkannya di jari manis Luna sebelah kiri , karena di jari kanan sudah tersemat cincin pernikahan mereka .
" Yang ulang tahun Sasa , kenapa aku juga dapat kado ?" Tanya Luna .
" Kan ulang tahun kemarin belum ada kado ." Jawab Arya .
Luna mengamati cincin yang melingkar indah di jarinya .
" Makasih ya ." Ucapnya sambil tersenyum .
" Cuma itu ...?" Tanya Arya .
" Terus ...?"
" Makasih ....sayang , gitu dong ."
Luna nyengir . " Ih nggak mau , kayak anak abg pacaran , pake sayang-sayangan ."
Arya terbahak , lalu menariknya mendekat .
" Kalau begitu aku kasih kado juga dong ." Seru Arya lagi .
" Apa ?"
Arya meletakkan jari tangannya di bibir .
" Nggak mau , kamu belum mandi ." Tolak Luna .
" Emang kamu udah mandi ?" Tanya Arya balik .
" Udah lah tadi . "
Arya menarik tangannya , memaksanya berdiri .
" Kemana ?"
" Ikut mandi ."
__ADS_1
" Nggak mau , jangan aneh-aneh deh ." Luna berusaha melepaskan tangannya , tapi tak berhasil .
Arya menarik tangannya menuju kamar mandi .