
" Pa , besok tepat 1 tahun pernikahan Arya dan Luna ."
Ardi mengangguk .
" Kenapa Arya belum bicara juga ya ?"
" Mungkin besok ..."
" Atau mereka memang sudah membatalkan kontrak , setelah Luna hamil ?"
" Bisa jadi ...semoga saja begitu ."
" Tapi perasaan Mama kok nggak enak ya ."
Ardi menatapnya ." Ma ,udah nggak usah berpikir macam-macam , semua akan berjalan tetap seperti ini ."
" Ya semoga deh ..." Karina diam , tak tahu kenapa hal ini membuatnya gamang . Semoga perasaannya salah dan pernikahan mereka akan tetap langgeng .
Luna ...walaupun baru setahun menjadi menantu di rumah ini , ia bisa melihat kebahagiaan jelas terpancar dari keseharian Arya dan juga Sasa .
Mereka layaknya suami istri sebenarnya , diluar kontrak pernikahan yang mereka jalani .
Ia bisa merasakan cinta itu telah tumbuh diantara keduanya .
Dan besok ...saat kontrak mereka berakhir , apa yang akan terjadi ..
*****
Di kamar ...
Arya berdiri di balkon . Hari ini tanggal 23 ...
Berarti besok tepat 1 tahun pernikahannya . Yang juga berarti kontrak itu akan berakhir .
Besok ...ia akan menceritakan semua kepada Mama dan Papanya .
Setahun yang lalu ...
Semua terasa biasa saja , ia hanya menjalankan pernikahan sesuai yang disepakati keduanya . Semua hanya demi Sasa ,tak lebih .
Tak pernah terpikirkan akan seperti ini . Dulu , ia hanya menganggap ini tak ubahnya kontrak pekerjaan semata .
Setelah berakhir , mereka akan menjalani hidup masing-masing dan tinggal menjelaskan semua ke Sasa , yang dirasanya cukup mengerti di usianya yang sekarang .
Tak ada yang spesial .
Tetapi sekarang , justru bukan hanya Sasa yang menginginkan semua ini dan berharap tidak pernah ada perpisahan di antara mereka .
Dirinya sendiri pun menginginkan itu ...
Seorang Luna yang dianggapnya hanya perempuan sederhana dulu , ternyata mampu membuat ruang sendiri di hatinya dengan begitu cepat , disaat ada ruang kosong di dalam nya .
Sejak awal bertemu , ia merasa ada yang spesial di dalam dirinya , meski dengan penampilannya yang terbilang biasa .
Ia mampu menarik perhatian Sasa dengan cepat .Salah satu yang membuatnya berbeda dari yang lain , mengingat Sasa sangat sulit dekat dengan orang yang baru dikenalnya .
" Mas , mikirin apa ?"
Arya berbalik , Luna berdiri di sana .
Arya menggeleng , lalu menarik tangan Luna mendekat .
__ADS_1
" Masih sakit ?" Tanya Arya sambil mengusap perutnya .
" Sedikit ."
Arya melingkarkan tangannya di pinggang Luna .
" Besok , bilang ke Mama Widya , minta datang kesini , biar dijemput sama Pak Sanusi ."
" Buat apa ?" Tanya Luna heran .
" Memang kamu nggak ingat besok tanggal berapa ?" Tanyanya balik .
Luna diam sebentar , hari ini tanggal 23 . Berarti besok ...
Luna mengangguk .
" Aku akan bicara langsung sama mereka besok ." Ucap Arya lagi .
Luna menarik nafas panjang . Sedikit takut , apa yang akan terjadi besok , setelah semua tahu tentang kontrak yang mereka lakukan berdua . Mungkin mereka akan marah besar , tapi apapun itu memang resiko yang harus dihadapinya .
" Nggak usah khawatir , semua akan baik-baik saja ."
Luna menatapnya .
Arya mendekat dan mengecup bibirnya .
" Tapi aku takut ..." Ucap Luna kemudian .
" Nggak usah dipikirin ...nanti perutnya sakit lagi ."
Arya semakin mendekat dan memeluknya , lalu mencium bagian belakang lehernya , menghirup wangi vanila yang menembus hidung . Menciptakan ketenangan tersendiri .
Tubuhnya terasa hangat , merasakan ******* nafas di lehernya .
Ia menarik nafas panjang , setidaknya ini membuatnya nyaman .
Setelah beberapa saat , Luna memegang kedua lengan Arya dan mendorongnya menjauh .
" Kenapa ?" Tanya Arya heran .
" Aku lapar ." Ucapnya pelan .
Arya menatapnya , sambil mendesah pelan ." Mau apa ?"
" Martabak manis ."
Arya mengangguk juga . " Di rumah aja , biar aku yang beli ."
" Nggak mau ... aku ikut ."
" Tapi kamu nggak boleh capek ..."
" Nggak capek ...kan cuma di mobil ."
Arya diam sebentar , kalau sudah begini ...nggak akan bisa dilarang .
" Ya udah , pakai jaket ."
Dua puluh menit kemudian ...
Mereka sudah sampai didepan sebuah kedai martabak , tak jauh dari rumah .
__ADS_1
" Mau yang apa ?" Tanya Arya .
" Keju coklat ."
" Tunggu disini ...nggak usah ikut turun ."
Luna mengangguk .
Arya kembali ke mobil , sekitar sepuluh menitan ...sambil membawa kotak martabak di tangannya .
Begitu di dalam mobil , Luna mengambil kotak itu dan langsung membukanya .
Segera ia mengambil sepotong dan langsung melahapnya .
Arya hanya melihatnya .
" Kamu nggak mau ?" Tanya Luna .
" Habisin aja ."
Luna melotot .
Arya terbahak melihatnya .
Setelah menghabiskan sepotong , ia mengambil lagi dan Arya hanya terus menatapnya , nampak Luna begitu lahap memakannya .
Habis dan mengambil lagi , untuk potongan ketiga .
" Beneran mau dihabisin ?" Tanya Arya lagi .
" Katanya suruh habisin ."
" Ya udah habisin ...biar gendut ."
Luna menghentikan makan dan menatapnya . " Kenapa kalau gendut ?"
" Ya nggak papa ..."
" Biar tambah jelek ..."
Arya terbahak .
" Ya baguslah biar nggak ada yang naksir ." Bisiknya , membuat Luna sewot .
Diambilnya sepotong , lalu menyuapkan ke Arya .
" Nggak , udah makan aja ."
Luna memaksa dan membuatnya membuka mulut .
" Biar sama gendutnya ."
Arya tertawa sambil mengunyah makanannya .
" Kalau kamu gendut , jelek ...nggak ada lagi cewek yang mau nanti ." Lanjutnya .
" Kata siapa kalau gendut aku jadi jelek ." Sela Arya ." Tetap cakep lah , kan udah ganteng dari lahir ."
" Ih ..." Luna menatapnya ." Kepedean ."
" Biarin ."
__ADS_1