KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 104


__ADS_3

" Pa , besok tepat 1 tahun pernikahan Arya dan Luna ."


Ardi mengangguk .


" Kenapa Arya belum bicara juga ya ?"


" Mungkin besok ..."


" Atau mereka memang sudah membatalkan kontrak , setelah Luna hamil ?"


" Bisa jadi ...semoga saja begitu ."


" Tapi perasaan Mama kok nggak enak ya ."


Ardi menatapnya ." Ma ,udah nggak usah berpikir macam-macam , semua akan berjalan tetap seperti ini ."


" Ya semoga deh ..." Karina diam , tak tahu kenapa hal ini membuatnya gamang . Semoga perasaannya salah dan pernikahan mereka akan tetap langgeng .


Luna ...walaupun baru setahun menjadi menantu di rumah ini , ia bisa melihat kebahagiaan jelas terpancar dari keseharian Arya dan juga Sasa .


Mereka layaknya suami istri sebenarnya , diluar kontrak pernikahan yang mereka jalani .


Ia bisa merasakan cinta itu telah tumbuh diantara keduanya .


Dan besok ...saat kontrak mereka berakhir , apa yang akan terjadi ..


*****


Di kamar ...


Arya berdiri di balkon . Hari ini tanggal 23 ...


Berarti besok tepat 1 tahun pernikahannya . Yang juga berarti kontrak itu akan berakhir .


Besok ...ia akan menceritakan semua kepada Mama dan Papanya .


Setahun yang lalu ...


Semua terasa biasa saja , ia hanya menjalankan pernikahan sesuai yang disepakati keduanya . Semua hanya demi Sasa ,tak lebih .


Tak pernah terpikirkan akan seperti ini . Dulu , ia hanya menganggap ini tak ubahnya kontrak pekerjaan semata .


Setelah berakhir , mereka akan menjalani hidup masing-masing dan tinggal menjelaskan semua ke Sasa , yang dirasanya cukup mengerti di usianya yang sekarang .


Tak ada yang spesial .


Tetapi sekarang , justru bukan hanya Sasa yang menginginkan semua ini dan berharap tidak pernah ada perpisahan di antara mereka .


Dirinya sendiri pun menginginkan itu ...


Seorang Luna yang dianggapnya hanya perempuan sederhana dulu , ternyata mampu membuat ruang sendiri di hatinya dengan begitu cepat , disaat ada ruang kosong di dalam nya .


Sejak awal bertemu , ia merasa ada yang spesial di dalam dirinya , meski dengan penampilannya yang terbilang biasa .


Ia mampu menarik perhatian Sasa dengan cepat .Salah satu yang membuatnya berbeda dari yang lain , mengingat Sasa sangat sulit dekat dengan orang yang baru dikenalnya .


" Mas , mikirin apa ?"


Arya berbalik , Luna berdiri di sana .


Arya menggeleng , lalu menarik tangan Luna mendekat .

__ADS_1


" Masih sakit ?" Tanya Arya sambil mengusap perutnya .


" Sedikit ."


Arya melingkarkan tangannya di pinggang Luna .


" Besok , bilang ke Mama Widya , minta datang kesini , biar dijemput sama Pak Sanusi ."


" Buat apa ?" Tanya Luna heran .


" Memang kamu nggak ingat besok tanggal berapa ?" Tanyanya balik .


Luna diam sebentar , hari ini tanggal 23 . Berarti besok ...


Luna mengangguk .


" Aku akan bicara langsung sama mereka besok ." Ucap Arya lagi .


Luna menarik nafas panjang . Sedikit takut , apa yang akan terjadi besok , setelah semua tahu tentang kontrak yang mereka lakukan berdua . Mungkin mereka akan marah besar , tapi apapun itu memang resiko yang harus dihadapinya .


" Nggak usah khawatir , semua akan baik-baik saja ."


Luna menatapnya .


Arya mendekat dan mengecup bibirnya .


" Tapi aku takut ..." Ucap Luna kemudian .


" Nggak usah dipikirin ...nanti perutnya sakit lagi ."


Arya semakin mendekat dan memeluknya , lalu mencium bagian belakang lehernya , menghirup wangi vanila yang menembus hidung . Menciptakan ketenangan tersendiri .


Tubuhnya terasa hangat , merasakan ******* nafas di lehernya .


Ia menarik nafas panjang , setidaknya ini membuatnya nyaman .


Setelah beberapa saat , Luna memegang kedua lengan Arya dan mendorongnya menjauh .


" Kenapa ?" Tanya Arya heran .


" Aku lapar ." Ucapnya pelan .


Arya menatapnya , sambil mendesah pelan ." Mau apa ?"


" Martabak manis ."


Arya mengangguk juga . " Di rumah aja , biar aku yang beli ."


" Nggak mau ... aku ikut ."


" Tapi kamu nggak boleh capek ..."


" Nggak capek ...kan cuma di mobil ."


Arya diam sebentar , kalau sudah begini ...nggak akan bisa dilarang .


" Ya udah , pakai jaket ."


Dua puluh menit kemudian ...


Mereka sudah sampai didepan sebuah kedai martabak , tak jauh dari rumah .

__ADS_1


" Mau yang apa ?" Tanya Arya .


" Keju coklat ."


" Tunggu disini ...nggak usah ikut turun ."


Luna mengangguk .


Arya kembali ke mobil , sekitar sepuluh menitan ...sambil membawa kotak martabak di tangannya .


Begitu di dalam mobil , Luna mengambil kotak itu dan langsung membukanya .


Segera ia mengambil sepotong dan langsung melahapnya .


Arya hanya melihatnya .


" Kamu nggak mau ?" Tanya Luna .


" Habisin aja ."


Luna melotot .


Arya terbahak melihatnya .


Setelah menghabiskan sepotong , ia mengambil lagi dan Arya hanya terus menatapnya , nampak Luna begitu lahap memakannya .


Habis dan mengambil lagi , untuk potongan ketiga .


" Beneran mau dihabisin ?" Tanya Arya lagi .


" Katanya suruh habisin ."


" Ya udah habisin ...biar gendut ."


Luna menghentikan makan dan menatapnya . " Kenapa kalau gendut ?"


" Ya nggak papa ..."


" Biar tambah jelek ..."


Arya terbahak .


" Ya baguslah biar nggak ada yang naksir ." Bisiknya , membuat Luna sewot .


Diambilnya sepotong , lalu menyuapkan ke Arya .


" Nggak , udah makan aja ."


Luna memaksa dan membuatnya membuka mulut .


" Biar sama gendutnya ."


Arya tertawa sambil mengunyah makanannya .


" Kalau kamu gendut , jelek ...nggak ada lagi cewek yang mau nanti ." Lanjutnya .


" Kata siapa kalau gendut aku jadi jelek ." Sela Arya ." Tetap cakep lah , kan udah ganteng dari lahir ."


" Ih ..." Luna menatapnya ." Kepedean ."


" Biarin ."

__ADS_1


__ADS_2